NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Notifikasi Aneh

Di ambang pintu lobi, siluet itu muncul bak badai yang tenang namun mematikan. Claire Sophia melangkah dengan ritme yang teratur, rambut cokelatnya yang berkilau jatuh membingkai wajah cantiknya yang terpahat sempurna.

Perpaduan jaket hitam dan celana jeans yang membalut tubuhnya memberikan kesan tangguh, dipertegas oleh jemari lentiknya yang menggenggam erat sebuah tongkat bisbol logam yang sesekali beradu pelan dengan lantai marmer.

Di balik sepasang bola mata indahnya, tersimpan ketenangan yang ganjil—sebuah ketenangan yang justru membuat para pegawai hotel menahan napas dalam keheningan mencekam. Mereka mengenal betul siapa dia--sang putri pemilik hotel yang tak kenal ampun jika martabatnya diusik.

Tanpa hambatan, Claire melesat menuju lantai atas, didorong oleh informasi valid tentang pengkhianatan kekasihnya yang cukup bodoh untuk bermain api di dalam istana miliknya sendiri. Menggunakan kunci cadangan, ia membuka pintu kamar dengan gerakan halus yang hampir tanpa suara.

Di sana, di atas ranjang yang kini terasa menjijikkan, pemandangan dua tubuh tanpa busana yang tengah beradu keringat tersaji di depan matanya. Suara desahan yang memenuhi ruangan hanya dibalas Claire dengan keheningan dingin. Ia menyandarkan tubuhnya pada dinding, mengamati setiap jengkal adegan hina itu dengan wajah datar tanpa setetes pun air mata kesedihan.

Tak ada ruang untuk patah hati-- yang tersisa di matanya hanyalah kilatan bahaya, siap untuk mengayunkan keadilan lewat tongkat di tangannya pada detik berikutnya.

"Ahhh... ini sangat nikmat, sayang! Teruslah seperti itu..." desah wanita di atas ranjang.

Claire menguap pelan, lalu mengetukkan ujung tongkat bisbolnya ke lantai kayu. Tuk. Tuk. Tuk.

Suara Claire datar dan tenang. "Lanjutkan saja. Jangan biarkan kehadiranku merusak... momentum kalian yang sangat berkeringat ini."

Laki-laki itu, Rendy, tersentak hebat hingga hampir terjatuh dari ranjang. Wajahnya pucat pasi saat melihat siapa yang berdiri di sana.

Rendy terperanjat, matanya membelalak seketika. "Claire?! Ka–kamu... sejak kapan di sini?"

Claire berjalan mendekat perlahan, menyeret tongkatnya di lantai. "Cukup lama untuk tahu bahwa seleramu ternyata sangat rendah, Rendy. Aku tidak tahu kamu suka melakukan olahraga di tempat yang bahkan bukan milikmu."

Wanita Selingkuhan itu berusaha menutupi tubuh nya yang lolos. "Sayang, siapa dia? Beraninya dia masuk ke kamar kita!"

Claire tersenyum tipis, sangat berbahaya. "Kamar kita? Manis, coba cek logo di handuk yang kau pakai untuk menutupi dadamu itu. Sophia Hotels. Aku pemilik tempat ini. Dan laki-laki yang sedang gemetar di sampingmu itu? Dia hanyalah parasit yang lupa cara berterima kasih."

Rendy menjadi gugup, mencari alasan di otak nya.  "Claire, dengar dulu! Ini tidak seperti yang kamu lihat, aku bisa jelaskan—"

Claire memotong dengan tajam, mengangkat tongkat bisbolnya ke arah wajah Rendy. "Sstt. Simpan suaramu untuk memohon pada tuhanmu. Aku tidak ke sini untuk mendengar dongeng. Aku ke sini hanya ingin memastikan satu hal."

Claire mengitari ranjang, matanya menatap tajam ke arah tas mewah dan baju-baju yang berserakan di lantai.

"Aku memberikanmu kemewahan, posisi, dan cinta. Tapi sepertinya kamu lebih suka sampah. Jadi, aku akan membantumu membereskan semuanya."

Rendy menggelengkan kepalanya, merasa takut. "Maafkan aku, Claire! Tolong, jangan hancurkan karierku..."

Claire tertawa sinis. "Karier? Oh, Rendy... kamu dipecat dari hidupku sejak lima menit yang lalu. Sekarang, kalian berdua punya waktu enam puluh detik untuk keluar dari gedung ini. Tanpa baju, tanpa barang-barang, dan tanpa harga diri. Jika masih ada di sini pada hitungan ke-61."

Claire mengayunkan tongkat bisbolnya dengan keras ke arah lampu meja hingga hancur berkeping-keping."Kepalamu akan menyusul lampu itu. Sekarang... Lari."

Randy terpaku, kakinya lemas tak mampu bergerak. Ketakutan mengunci persendiannya.

"Satu. Waktu habis." katanya dengan senyuman mengerikan.

Claire mengangkat tongkat bisbolnya tinggi-tinggi. Cahaya lampu kamar memantul di permukaan kayu yang keras itu.

"Tahukah kamu, Randy? Hotel ini milik ayahku. Dan di sini, tidak ada ruang untuk sampah seperti kalian. Jangan berteriak terlalu kencang... atau mungkin, berteriaklah sesukamu. Tidak akan ada yang berani menolong."

BRAKK!

Bunyi dentuman pertama mendarat di kerangka tempat tidur, disusul jeritan melengking yang membelah keheningan lantai itu. Di luar pintu, para pegawai hanya bisa saling pandang dan mempercepat langkah, menjauh dari simfoni amarah sang pewaris yang tak kenal ampun.

AARRRGGGGGG....

Saat mereka mencoba lari, Claire tidak membiarkannya begitu saja. Ayunan tongkatnya mengenai punggung Randy, disusul jeritan memilukan yang mengguncang lorong hotel.

Di luar kamar, dua orang petugas kebersihan mempercepat langkah mereka sambil menunduk.

"Nona Claire benar-benar mengamuk," bisik salah satu petugas dengan wajah ngeri.

"Itulah definisi tenang sebelum badai," sahut temannya sambil bergidik. "Jika sudah disinggung, dia tidak akan kenal ampun. Kasihan Randy, dia tidak tahu siapa yang dia khianati."

"Kenapa kasihan? Justru pria tukang selingkuh sepertinya memang pantas mendapatkan pukulan."

Claire melangkah maju. Suara tongkat bisbolnya yang dipukulkan ke telapak tangannya sendiri terdengar mengerikan.

Randy gemetar ketakutan. "Claire, dengar! Ini tidak seperti yang kau lihat! Aku bisa jelaskan—"

"Simpan penjelasanmu untuk dokter bedah nanti, Randy."

BUAK! Pukulan susulan mendarat di bahu Randy.

Claire seperti seorang psychopath yang tidak kenal ampun. "Kau pikir hotel ini milik siapa? Kau makan, tidur, bahkan berselingkuh dengan uang keluargaku. Dan sekarang..."

Claire mengarahkan ujung tongkatnya tepat ke arah bawah perut Randy. Matanya berkilat penuh kebencian.

"Rasakan ini! Akan aku buat piton mu itu tidak berfungsi lagi agar tidak bisa lagi masuk ke dalam lubang mana pun!"

AYUNAN KERAS!

Randy menjerit memilukan."AARRGGGG! SUDAH CUKUP! JANGAN SENJATA KU, KAU PUKUL!"

Claire terbahak, merasa sangat puas. "Oh, ini belum cukup. Aku baru saja mulai memastikan bahwa kau tidak akan pernah bisa menjadi laki-laki lagi seumur hidupmu."

Sementara wanita yang menjadi selingkuhan Randy sudah pingsan saat melihat senjata sang kekasih yang biasanya memuaskan dirinya melemas dan mungkin tidak akan pernah bangun lagi.

Darah yang berdesir karena amarah kini mulai mendingin, menyisakan napas Claire yang masih memburu di balik kemudi mobil yang melaju membelah malam. Bayangan saat ia mengayunkan tongkat bisbol—menghujamkan pengkhianatan sang kekasih dan selingkuhannya ke dalam rasa sakit yang nyata di kamar hotel tadi—memberinya kepuasan yang pekat sekaligus melelahkan.

"Setidaknya sekarang mereka tahu rasanya dikhianati secara fisik," gumam Claire dengan senyum miring yang tajam.

Tiba-tiba, ponselnya yang tergeletak di dasbor menyala terang.

[Notifikasi: Tekan YA Untuk Lanjut!]

Claire melirik sekilas, lalu berdecak malas. "Ada saja yang masih kirim spam jam segini. Benar-benar sampah teknologi."

Ia mengabaikannya. Namun, hanya berselang detik, getaran panjang kembali terasa. Kali ini bukan sekadar teks, melainkan sebuah tautan video dengan sampul gelap yang kontras. Judulnya tertulis tebal dengan jenis huruf gotik yang elegan namun menyeramkan: "The Antagonist's Trap"

Rasa penasaran mulai menggerogoti logika Claire. Sambil menepikan mobil di bahu jalan yang sepi, ia menyentuh layar itu. Video mulai berputar.

"Apa-apaan ini?" bisiknya heran.

Layar menampilkan sebuah trailer drama dengan sinematografi kelas atas, namun ada satu hal yang membuat bulu kuduknya berdiri-- pemeran sang antagonis di dalamnya tidak memiliki wajah. Berbeda dengan pemeran lain dimana wajah mereka terlihat jelas.

"Drama macam apa yang tidak punya pemeran utama? Ini seni atau sekadar lelucon gila?" Claire tertawa sinis, meski tangannya sedikit gemetar.

Tepat saat video itu berakhir, sebuah jendela pop-up besar menutupi seluruh layar ponselnya. Warnanya merah darah, berdenyut seolah-olah memiliki detak jantung.

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Claire menatap tombol itu cukup lama. Logikanya berteriak bahwa ini adalah virus atau peretasan, tetapi adrenalin sisa dari kejadian di hotel tadi membuatnya merasa tak terkalahkan. Ada dorongan aneh, seolah-olah video tanpa wajah pemeran Antagonis tadi adalah cermin dari kekosongan yang ia rasakan sekarang.

"Masuk? Ke mana? Ke dalam kegilaan ini?" Claire mendengus, ujung jarinya melayang di atas layar. "Baiklah, mari kita lihat seberapa jauh lelucon ini akan membawaku."

Klik.

Begitu jarinya menyentuh kata 'YA', cahaya putih menyilaukan meledak dari layar ponsel, menelan seluruh kabin mobil. Claire mencoba berteriak, namun suaranya tercekat. Dunia di sekitarnya melintir, memudar, dan ditarik masuk ke dalam lubang hitam yang tak berujung.

BERSAMBUNG.

1
Murni Dewita
double up lah thor
Sulati Cus
knp g cb tes DNA dg si twins🤔
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Murni Dewita
👣
Siti Sa'diah
wah jangan2 clair iniii
Musdalifa Ifa
WOW
Musdalifa Ifa
seru banget, selalu suka sama peran wanita yg kuat, tegas dan punya banyak kelebihan begini👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!