NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benarkah?

' Semoga saja kekhawatiran Gina tidak akan terjadi, dan aku harus segera mencari informasi yang valid mengenai hal ini.' batin Idah.

Mereka terus saja menenangkan Gina, dan di tengah melakukan observasi itu tiba-tiba saja mereka bertemu dengan Bu Jasmine. Tentunya bu Jasmine memperhatikan Gina yang sejak tadi tampak seperti orang melamun, dan ia pun langsung bersuara.

" Apa yang terjadi kepada Gina?" tanya Bu Jasmine.

" Gina hanya terlalu overthinking saja Bu, saat ini Grace sedang masuk kelas dan ia merasakan sesuatu yang tidak enak." jelas Intan.

" Kau tidak perlu khawatir kepada saudara kembarmu itu Gina, lagian kalian minggu depan juga akan merasakan hal yang sama. Wajar saja jika kalian merasa overthinking ketika pertama kali masuk ke dalam kelas, tetapi nantinya lama-lama kalian juga sudah mulai terbiasa dengan hal tersebut. Tidak ada yang perlu ditakutkan ketika proses belajar mengajar di dalam kelas, yang terpenting kalian menguasai kelas tersebut." jelasnya.

" Terima kasih atas sarannya Bu, aku hanya merasa khawatir saja kepada Grace. Karena ini adalah kali pertama dia masuk ke dalam kelas dan kelas yang ia masuki adalah kelas 8², dia masuk tanpa Bu Ika. Dan entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang ditutupi tentang kelas tersebut."

" Sepertinya kalian sudah mendengar desa sosis mengenai 8² ya." ucapnya dan tentu saja membuat mereka semua menegang.

" Kan bener, kira-kira Grace aman atau enggak ya." ucapnya yang semakin khawatir.

" Sudahlah kalian tidak usah terlalu over thinking, saya rasa Grace akan aman saja. Jadi kalian tidak usah memikirkan mengenai hal tersebut ya, kelas itu memang terbilang cukup bandel. Tapi saya rasa teman kalian tidak akan diapa-apain oleh mereka, Jadi jangan terlalu memikirkan hal tersebut. lagian nantinya Bu Ika juga akan datang lagi kan, jadi Grace tidak akan mungkin diapa-apain." jelasnya.

" Baiklah Bu, semoga saja saudara kembar saya akan aman-aman saja." ucapnya yang berusaha tenang walaupun sebenarnya pikirannya sedang tidak tenang.

Bu Jasmine pun pergi meninggalkan mereka, karena memang guru itu memiliki jam mata pembelajaran. Dan kini hanya tinggal mereka saja di tempat tersebut, tentunya mereka masih syok ketika mengetahui kalau kelas tersebut terkenal dengan tingkahnya yang cukup bandel. Dan mereka sangat khawatir akan terjadi sesuatu kepada Grace, tetapi setelah mendengar penjelasan dari Bu Jasmine. Akhirnya mereka bisa sedikit tenang, dan mereka sangat yakin kalau temannya itu tidak akan mungkin dia apa-apain.

...----------------...

Pak Kevin saat ini sedang berjalan menyusuri lorong, dan ia pun lewat di depan kelas 8². Tentunya ia sedikit terkejut ketika melihat yang di dalam kelas itu bukanlah Bu Ika tetapi melainkan Grace, Iya sangat terkejut karena gadis itu masuk ke dalam ruangan kelas itu sendirian. Iya pun akhirnya menghampiri gadis itu, dan menanyakan Di mana keberadaan Bu Ika.

" Kau masuk sendirian ke kelas, Bu Ika ada di mana?" tanya Pak Kevin yang memang sejak tadi belum ada melihat Bu Ika.

" Bu Ika sedang ada urusan sebentar di luar Pak, dan beliau meminta saya untuk masuk menjaga kelas terlebih dahulu."

" Oh ternyata Bu Ika sedang ada urusan di luar, berani juga ya kau masuk ke dalam kelas sendirian tanpa ditemani oleh Bu Ika padahal ini adalah hari pertama mau masuk ke dalam kelas."

" Sebenarnya saya juga tegang dan gugup Pak, tetapi saya tidak mungkin memperlihatkan sikap saya seperti itu kepada anak-anak. Jika saya memperlihatkan sikap saya yang seperti itu, tentunya mereka tidak akan menghargai saya."

" Ternyata aku paham juga dengan ilmu itu ya, kalau begitu saya tidak jadi khawatir tentangmu."

" Memangnya Apa yang perlu dikhawatirkan Pak?"

" Awalnya saya takut kalau kau tertekan karena masuk ke dalam kelas sendirian, tapi ternyata argumen saya itu salah. Ternyata kau sudah bisa menguasai dirimu dari kegugupan mu itu, dan akhirnya kau bisa masuk ke dalam kelas dengan setenang ini."

" Sebenarnya saya hanya terlihat tenang di luarnya saja, tapi di dalam hati saya jantung saya tetap berdebar dengan sangat kencang Pak."

" Wajar-wajar saja jika kau mengalami hal seperti itu, karena ini juga adalah momen pertama kalian magang. Bisa dikatakan kalian belum pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya, dan di sini adalah momen pertama kalian akan mempelajari apa yang akan kalian jalani setelah kalian lulus kuliah nantinya."

" Menjalani kehidupan menjadi seorang guru itu ternyata sangat susah ya pak, awalnya saya kira biasa saja tapi ternyata saya deg-degan ketika masuk ke kelas."

" Hal yang wajar jika mengalami hal tersebut, nanti lama-lama juga akan terbiasa. Saya dulu pertama kali masuk ke kelas malah nggak berani sama sekali, tapi sekarang saya kalau sudah masuk ke kelas malah tidak ingin keluar."

" Kalau begitu bapak adalah guru yang sangat rajin dong Pak, sampai-sampai bapak enggan untuk keluar dari kelas."

" Ya kalau menurut saya sih tidak serajin itu ya, Tapi itu kan terserah pada penilaian yang memandang. Karena saya rasa kau juga sudah menguasai kelas ini, kalau begitu saya masuk dulu ke kelas saya di 8³. Kebetulan saya masuk di kelas sebelah, kalau ada butuh apa-apa langsung jumpain saya saja di kelas sebelah ya!"

" Baik Pak saya akan menemui bapak jika ada yang ingin saya tanyakan nantinya, Tapi saya tiba-tiba merasa heran deh Pak."

" Apa yang membuatmu heran?"

" bapak dan juga Bu Ika kan sama-sama guru bahasa Indonesia, Bu Ika masuk ke 8² lalu kenapa bapak di 8³?"

" Setiap guru bahasa Indonesia hanya memegang empat kelas saja, Bu Ika memegang 7¹, 7², 8¹, dan 8². sedangkan saya memegang 7³, 7⁴, 8³, dan 8⁴."

" Lalu di sekolah ini ada berapa guru bahasa Indonesia Pak?"

" Di sekolah ini ada 6 guru bahasa Indonesia, dan dua diantaranya masih guru honorer. Jadi mereka tidak akan mungkin menjadi guru pembimbing kalian, dan kalian juga tidak mungkin mengambil kelas 9."

" Jadi pilihannya ada bapak dan juga Ibu Ika saja ya pak?"

" Untuk tingkatan kelas 7 dan 8 iya, karena dua guru honorer itu masuk di kelas 7 dan 8 juga."

" Jadilah misal Pak kalau kami guru bahasa Indonesia kan di sini yang udah PNS cuman tinggal pak Kevin dan juga Bu Ika, dan tadi bapak mengatakan kalau kami tidak bisa masuk atau mengambil jam guru honorer dan juga kelas 9. Maka kemungkinan kami akan dibagi lebih banyak lagi lah Pak atau mungkin satu mahasiswa kami hanya dapat satu kelas saja gitu Pak."

" Kemungkinan sih bisa jadi ya, tapi bisa juga kasusnya seperti mahasiswa sebelumnya dari kampus sebelah. Guru pamongnya itu Ibu mutiara yang mengajar di kelas 9, tetapi karena dia tidak bisa masuk ke kelas 9 oleh karena itu ia mengambil kelas 7 milik Pak Lutfi yang merupakan guru honorer."

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!