NovelToon NovelToon
Sandiwara Di Ujung Dendam

Sandiwara Di Ujung Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aliyah Ramahdani

Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingkar janji

" Sayang, mayang dimana? kok gak kelihatan?" Tanya rangga

" Mulai hari ini dia memilih untuk tinggal sendiri, mas" jawabnya

" Maksudnya?"

" Dia sudah membeli sebuah rumah dan menempatinya seorang diri"

" Benarkah? kenapa dia mesti keluar dari rumah?"

" Aku juga gak tahu, tapi katanya dia gak enak sama kamu"

" Kok gak enak sama aku sih, sayang?

" Ya aku juga gak tahu, mas. dia hanya ngomong kayak gitu"

" Biarkan saja dia tinggal sendiri. mungkin dia merasa tidak nyaman di sini karena kalian adalah pasangan suami istri" ucap pak Rinto

Mendengar ucapan sang ayah, kedua orang itu hanya terdiam dan terus mengunyah makanan mereka hingga habis

******

" Mas, bisa anterin aku ke rumahnya Mayang?" Pinta hana

" Kamu mau ngapain di sana, sayang?"

" Aku hanya ingin melihat rumahnya dan juga kita belum ke sana, kan?"

" Kita berangkat sekarang?"

" Iya, kamu tunggu aku sebentar ya, mas. aku ganti pakaian dulu" ucap Hana segera masuk ke kamarnya

Tak seberapa lama, hana pun telah selesai berganti pakaian. mereka pamit pada ayah lalu kemudian berangkat

Mereka telah sampai di rumah Mayang, rumah yang sederhana itu menjadi pilihan Mayang. Hana memberikan beberapa bingkisan dan juga buah untuk disimpan di kulkas

Tak lama, suara notifikasi terdengar dari ponsel Rangga. dia pun segera merogoh ponselnya, dan kemudian membaca pesan itu

" Ada apa mas?" tanya Hana begitu melihat wajah suaminya sedikit berubah

" Aku ada pertemuan malam ini, sayang. apa aku harus beri tahu dania untuk menundanya saja?" Ucapnya

" Jangan mas, mungkin itu pertemuan yang sangat penting. sebaiknya kamu pergi saja" ucap hana

" Lalu, bagaimana denganmu sayang?"

" Aku bisa pulang dengan taksi" jawabnya

" tau aku antar kamu pulang sekarang, setelah itu aku akan pergi" tawar rangga

" Baiklah, mayang maafkan kami karena kami tak bisa lama-lama di sini" ucap hana

" Iya kak, gak apa-apa. kedatangan kalian saja sudah membuatku senang. salam buat ayah, nanti lain kali aku akan mampir ke rumah" ucapnya dan di balas senyuman oleh Hana

Setelah mengantar istrinya pulang, Rangga kembali melajukan mobilnya tapi bukan untuk bertemu klien melainkan ke rumah kekasihnya

" Sayang temani aku malam ini. sudah berapa hari ini aku tak bisa tidur karena sangat merindukanmu" ucap sang wanita dengan manja

" Tapi bagaimana dengan Hana, sayang?"

" Kamu kan bisa mencari alasan, kamu gak mau menemaniku?"

" Bukan begitu, sayang"!

" Bilang aja, sekarang kamu gak sayang lagi sama aku, kan?" Ucap wanita itu cemberut

" Baiklah aku akan mencari alasan agar aku bisa menemanimu di sini" jawab Rangga tak tega melihat wajah kekasihnya

" Benarkah?"

" Iya, makanya jangan ngambek lagi"

" Terima kasih sayang" ucap wanita itu segera memeluk Rangga

Pagi pun tiba, Rangga baru saja tiba di rumah. sang istri menatapnya dengan penuh tanda tanya

" Sayang maafkan aku, semalam aku ketiduran di kantor" ucapnya berbohong

" Mas, kamu kok bisa sampai ketiduran di kantor?"

" Aku juga tak tahu sayang, seingatku aku hanya ingin mengambil dokumen" jawabnya memperlihatkan sebuah dokumen yang ada di tangannya

" Itu karena kamu kecapean mas. jangan terlalu memaksakan untuk bekerja, mas" ucap Hana menghampiri suaminya

" Tidak sayang, ini semua demi perusahaan kita. aku tidak mau perusahaan kita jatuh jika sehari saja aku tak bekerja" ucapnya

" Terima kasih mas, karena kau telah peduli dengan perusahaan ayah. aku sangat bangga padamu" ucap Hana bahagia

" Oh iya sayang, minggu depan kan ulang tahunmu. apa kau ingin menginginkan sesuatu?" Tanya rangga

" Tidak mas, aku hanya ingin kau ada di sini menemaniku. karena itu adalah ulang tahun pertamaku sebagai istrimu" jawabnya

" Baiklah, aku akan membuat acara khusus untukmu. Tapi apa kau akan memberitahu Vira?"

" Iya jelas saja, dia itu sahabatku dari kecil. dia yang paling mengerti aku" jawabnya

" Oke, kamu tenang saja, nanti aku akan mengadakan pesta ulang tahun terbaik untukmu. apa kau senang, sayang?"

" Iya mas aku senang, terima kasih ya" ucapnya mencium pipi sang suami

******

Seminggu pun berlalu, pesta ulang tahun yang dijanjikan oleh Rangga tidak terpenuhi. lantaran Rangga beralasan sedang mengurus proyek mereka yang ada di luar kota

Sebenarnya Hana sedikit kecewa, tapi dia tak ingin menampakannya. dia pun menegaskan pada dirinya jika pekerjaan suaminya itu lebih penting daripada ulang tahunnya. padahal, Hana ingin memberikan sebuah kejutan pada sang suami

Namun, beberapa pesan dari teman-temannya sedikit menghiburnya, apalagi pesan dari sang suami dengan dipenuhi dengan kata-kata cinta membuatnya tersenyum dan melupakan kekecewaannya

" Aku akan memberikan kejutan ini padanya begitu dia pulang" gumamnya menatap alat tespek kehamilan

Dua hari, tiga hari, Rangga belum juga pulang. membuat Hana sangat khawatir dan menghubungi perusahaannya. mereka mengatakan jika memang benar Rangga sedang keluar kota

Saat Hana sedang cemas, tiba-tiba suaminya datang dan itu membuat Hana lega. dia pun segera menghampiri sang suami yang baru saja masuk ke dalam rumah

" Mas, kamu ke mana saja? kenapa gak bisa dihubungi?" Tanya hana

" Maafkan aku sayang, aku sangat sibuk. Di sana juga sinyal sangat sulit sayang"

" Sesibuk apapun kamu, kenapa tak pernah menghubungiku, mas"

" Sayang, aku lelah. tolong beri aku waktu untuk beristirahat" ucapnya

" Baiklah, maafkan aku" ucapnya mengikuti langkah Rangga masuk ke dalam kamar

" Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya rangga

" Aku ingin memberikan sesuatu" jawab hana

" Apa itu, sayang?"

" Aku hamil, mas" jawabnya lagi

" Apa? kamu hamil?"

" Iya mas, kenapa? kamu gak senang?"

" Bukan gitu maksud aku sayang, aku hanya merasa bahagia karena kamu telah mengandung anakku" ucapnya segera memeluk sang istri

( Sialan, kenapa bisa jadi begini) batin Rangga sedikit kesal

" Jadi kalau gitu, mulai sekarang kamu gak boleh capek. aku gak mau kamu melakukan hal apapun. Ini anak pertama kita, aku tak mau terjadi apa-apa dengannya" ucap rangga

" Iya mas, aku akan mendengar ucapanmu" jawab Hana

" Oiya sayang, aku boleh minta ganti sekretaris, gak?"

" Kenapa mas? Ada apa dengan Dania? apa di melakukan kesalahan?"

" Tidak, hanya saja aku kurang nyaman dengan sekretaris seorang wanita, sayang" jawabnya berbohong

" Apalagi kamu sedang mengandung anak kita. Kamu gak berniat kembali ke perusahaan dalam waktu dekat ini kan, sayang?" Tanya Rangga

" Iya mas, aku sepertinya belum bisa kembali ke perusahaan. Aku rasa ayah juga pasti tak mengizinkanku jika tahu aku sedang mengandung cucu pertamanya" ucap Hana

" Jadi gimana? apa aku boleh mengganti Dania? aku tak ingin jika kemana-mana harus bersama wanita lain, meskipun dia hanya sekretaris" ucapnya

" Ya sudah, terserah kamu saja mas. Tapi aku mohon, beri dia pengertian dan pesangon yang cukup. Dia adalah gadis baik dan rajin" ucap Hana setelah berpikir sejenak

" Kamu tenang saja sayang, aku pasti akan memberinya pesangon sesuai dengan keinginanmu" ucap Rangga memeluk sang istri

Pagi itu Rangga pamit dan bergegas ke kantor. namun, itu hanya alasan. Dia melajukan mobilnya ke rumah sang kekasih. wajahnya tampak panik membuat sang kekasih sedikit heran

" Ada apa dengan wajahmu itu, sayang?" Tanya kekasihnya

" Aku sedang bingung, Hana hamil anakku" jawabnya

" Apa? kenapa itu bisa sampai terjadi"

" Aku juga tidak tahu, padahal aku sudah berusaha untuk tidak membuatnya hamil"

" Kalau dia hamil, lalu bagaimana denganku?" Ucap wanita itu kesal

" Kamu tenang dulu, kita pikirkan caranya bersama-sama"

" Tapi gimana caranya? pokoknya kamu harus segera menceraikannya, aku tidak mau tahu"

" Iya aku tahu, makanya kamu tenang dulu. aku sedang memikirkan cara yang terbaik. aku datang ke sini untuk meminta solusimu bukan untuk memojokkanku. kalau begini caramu, bisa bisa kamu yang aku tinggalkan"

" Aku minta maaf, jangan bicara seperti itu. aku tidak mau kau meninggalkanku" ucap wanita itu melunak

" Makanya kau bantu aku untuk mencari cara, bukan malah menyalahkanku" ucapnya kemudian berlalu dengan wajah yang sedikit kesal

Malam itu rangga memikirkan cara untuk mengalihkan semua aset dan tabungan Hana ke dalam rekeningnya

" Mas, kamu kenapa?"

" Sayang, sepertinya aku tertarik dengan investasi properti. apa kau tak keberatan jika aku membeli beberapa properti untuk masa depan kita?" Ucapnya

" Itu ide yang bagus sayang, aku serahkan saja semuanya padamu. Jika itu menurutmu baik, aku ikut saja" jawab Hana

" Terima kasih ya, sayang. kamu memang istri yang paling pengertian" ucap Rangga memeluk istrinya

1
Mega Arum
buat Mayang gila Thoor... ,
Mega Arum
semoga angel bs segera merebut perusahaanya kembali...
Mega Arum
Lanjuut thoor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!