Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU MUSUH BEATRIX
Tak ingin kehilangan kesempatan emas untuk bekerja dengan orang jujur dan baik seperti Tuan Thonsom, Charlotte de Fleur pun langsung memberikan penawaran.
“Baik, jika harga jualnya sekitar tujuh hingga sepuluh ribu, bagaimana jika Tuan beri saya enam ribu untuk satu ramuan. Saya akan memberikan masing-masing ramuan seratus buah botol sehingga empat ramuan totalnya ada empat ratus botol”, ucap Charlotte de Fleur bersemangat dan langsung mengeluarkan semua stock ramuan miliknya dari cincin ruang penyimpanannya, membuat Tuan dan Nyonya Thonsom lagi-lagi terkejut dibuatnya.
“Tuan Thonsom tenang saja, semua uang ramuan obat ini akan saya ambil ketika semua ramuan obatnya telah laku semua. Sekarang mari kita tandatangani kerjasama yang ada dulu sekarang, sehingga Tuan Thonsom akan menjadi satu-satunya orang yang bisa menjual ramuan obat yang saya buat di Kerajaan Matahari ini”, Charlotte de Fleur berkata sambil mengeluarkan dua rangkap kertas perjanjian kerjasama dari dalam cincin ruangnya, membuat Tuan dan Nyonya Thonsom hanya bisa melonggo tak percaya jika keberuntungan ini benar-benar menghampiri mereka.
Dengan adanya ramuan tingkat tinggi ini maka toko kecilnya bisa dipastikan tak akan sepi lagi dan bayangan mengenai kebangkrutan toko yang selama ini membayangi langkah mereka pun akan menghilang dengan sendirinya.
Sebelum Tuan Thonsom bereaksi, Nyonya Thonsom lebih dulu maju dan berlutut dihadapan Charlotte de Fleur.
“Nona Muda Charlotte, terimakasih atas kepercayaan dan kebaikan yang Anda berikan kepada toko kami. Dengan adanya ramuan obat ini, toko kecil kami akan tetap berdiri dan berkembang dengan pesat”, ucap Nyonya Thonsom penuh rasa terimakasih.
Charlotte de Fleur yang melihat ada orang berlutut didepannya merasa tak enak hati dan segera mengangkat tubuh Nyonya Thonsom dan membantunya kembali untuk duduk.
“Kalian tak perlu berterimakasih. Kita ini mitra bisnis, semuanya saling diuntungkan. Hanya saja nanti saya harap Anda tidak membocorkan kepada siapapun mengenai identitas saya sebagai pembuat ramuan obat ini karena saya tak ingin ada orang yang tahu mengenai kemampuan saya ini”, ucap Charlotte de Fleur menjelaskan, membuat keduanya semakin menaruh rasa hormat terhadap Charlotte de Fleur yang sangat rendah hati hingga kemampuan sehebat ini ia sembunyikan.
“Tentu saja, jika Nona Muda Charlotte ingin merahasiakannya maka kami tak akan memberitahu siapapun identitas Anda sebagai pembuat ramuan obat ini”, ucap Tuan Thonsom yang tersadar setelah melihat istrinya bangkit dan berlutut didepan Charlotte untuk mengucapkan rasa terimakasih.
Kini keduanya telah sepakat dan perjanjian kerjasama kedua belah pihak pun telah ditandatangani sehingga empat ratus botol ramuan obat level S dan A milik Charlotte de Fleur sudah sah akan mulai dipasarkan di Toko Obat milik Tuan Thonsom esok hari.
Merasa jika urusannya dengan Tuan Thonsom telah usai, Charlotte de Fleur pun segera bangkit dari tempat duduknya. "Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu, akan buruk jika tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar saya dan tak menemukan saya ada di dalam sana." ucap Charlotte de Fleur berpamitan.
Tuan Thonsom menawarkan putra sulungnya untuk mengantar Charlotte de Fleur sampai ke gerbang depan kediamannya setelah melihat jika malam semakin larut.
Niat baik Tuan Thonsom gadis itu karena ia keluar rumah secara diam-diam jadi tak mungkin jika ia kembali bersama anak Tuan Thonsom, bisa-bisa Kediaman de Fleur kembali heboh karena mengira ada sesuatu hal buruk menimpa Nona Muda mereka.
Melihat Charlote de Fleur bersikukuh untuk pulang sendiri, Tuan Thonsom pun tak lagi memaksa.
Akhirnya Charlotte de Fleur pun pulang sendirian, saat ini gadis itu sudah berada di luar Toko Obat milik Tuan Thonsom dan sedang berjalan menuju Kediaman de Fleur sambil melihat kondisi sekitar untuk mengtahui bagaimana kondisi di pasar ketika malam hari seperti ini.
Karena malam sudah cukup larut suasana di pasar terlihat sangat sepi, banyak toko yang sudah tutup dan beberapa pekerja yang bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi pasar yang ada di Kerajaan Cosmos dimana semakin larut pasar akan semakin ramai, sehingga kondisi ini menjadi gambaran singkat yang akan Charlotte de Fleur jadikan bahan pertimbangan jika ia memang memutuskan benar-benar membuka bisnis disini di wilayah ibukota Kerajaan Matahari.
Saat berjalan melewati sebuah gang sempit Charlotte de Fleur samar-samar mendengar suara jeritan minta tolong dari seorang gadis, karena merasa penasaran akhirnya iapun berjalan masuk ke dalam gang sempit yang sangat gelap itu.
Di tengah-tengah gang, Charlotte de Fleur melihat seorang gadis muda seusianya yang tengah dipojokkan oleh seorang wanita yang memakai topeng.
Melihat gerakan wanita bertopeng itu dan merasakan aura yang keluar dari tubuhnya, darah dalam diri Charlotte de Fleur meledak.
“Sial! Wanita bertopeng itu musuh penyihir Beatrix!”, umpat Charlotte de Fleur dalam hati.
Tak ingin gegabah sebelum mengetahui dengan jelas siapa musuh dan kekuatan yang dimilikinya, Charlotte de Fleur memutuskan untuk mengamati dan melihat lebih dekat siapa adan apa yang sedang wanita itu lakukan.
Setelah berada di tempat yang cukup dekat, dari ingatan penyihir Beatrix dapat Charlotte de Fleur ketahui jika wanita bertopeng itu tampaknya hendak melakukan penelusuran jiwa terhadap gadis muda yang ada dihadapannya.
“Brengsek! aku harus menghentikannya sebelum terjadi hal yang fatal pada gadis itu!”, batin Charlotte de Fleur geram.
Charlotte de Fleur tahu apa itu pencarian jiwa. Jika orang yang melakukannya tak cukup hati-hati dan memiliki kekuatan yang hebat, korbannya akan menjadi bodoh setelah dilakukan pencarian jiwa tersebut.
Melihat bagaimana gegabah nya wanita muda itu saat hendak melakukan pencarian jiwa, Charlotte de Fleur menduga jika tidak ia hentikan maka gadis muda dihadapannya akan menjadi korbannya.
setthh…ctasss…
Sebuah jarum melayang dan langsung mengenai pergelangan tangan wanita bertopeng yang tengah memegangi wajah gadis yang akan ia lakukan pencarian jiwanya itu, membuat cengkeram tangannya terlepas dan konsentrasinya buyar seketika.
“Brengsek! Siapa bajingan yang berani menghentikanku!”, eramnya penuh amarah.
Melihat jika para pengikutnya tergeletak ditanah dan telah mati, wanita bertopeng itu terkejut.
Namun ketika ia hendak maju, tiba-tiba tubuhnya terasa membeku di tempat, seolah ada paku yang tak kasat mata menahannya ditempat.
“Sial! Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kekuatan besar ini, kenapa aku sedikit familiar?”, batinnya penuh kebingungan.
Charlotte de Fleur yang melihat lawannya kelabakan berusaha untuk melepaskan diri dari tekanan besar yang dikeluarkannya, tak sengaja netranya melihat tanda pengenal wanita itu terselip di pinggangnya dan seketika senyum sinis tercetak diwajah cantiknya.
“Benar-benar tak menyangka, penyihir dari menara suci yang terkenal agung dan berbudi luhur ternyata di belakang sering melakukan tindakan kotor seperti ini”, ucap Charlotte de Fleur sarkas.
Wanita bertopeng itu kembali terkejut melihat jika gadis yang memiliki aura cukup kuat dihadapannya itu ternyata mengetahui identitas dirinya.
Sayangnya malam terlalu gelap sehingga wajah gadis menyebalkan yang telah menggagalkan rencananya tak bisa Iliana lihat dengan jelas.
Blasttt....
Charlotte de Fleur memberikan satu pukulan angin yang cukup kuat dari jauh hingga membuat tubuh Iliana mundur ke belakang beberapa langkah dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Melihat jika tubuhnya sudah bisa ia kendalikan, Iliana yang merasa jika ia bukan tandingan gadis muda itu pun dengan cepat melakukan teleportasi, melarikan diri sambil berpikir di Kerajaan Matahari siapa gadis muda yang bisa memiliki kekuatan sebesar itu hingga bisa memakunya ditanah tanpa bisa melakukan perlawanan.