Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 JEBAKAN BERACUN
Seseorang yang memantau Steve Lim dari jauh itu adalah seorang wanita cantik dengan mata yang tajam dan rambut hitam yang panjang. Dia bernama Xiaoyun, dan dia adalah seorang agen rahasia yang bekerja untuk sebuah organisasi yang sangat kuat.
Xiaoyun telah memantau Steve Lim selama beberapa minggu, dan dia telah mengetahui banyak tentang jaringan kejahatan yang dimiliki oleh Steve Lim. Dia tahu bahwa Steve Lim adalah seorang yang sangat berbahaya, dan dia harus dihentikan.
Xiaoyun memandang Steve Lim dengan mata yang penuh dengan kebencian. "Kamu telah membuat banyak kesalahan, Steve Lim," kata Xiaoyun dalam hati. "Kamu telah membunuh banyak orang yang tidak bersalah, dan kamu telah membuat banyak kerusakan."
Xiaoyun tahu bahwa dia harus berhati-hati dalam menghadapi Steve Lim. Dia tahu bahwa Steve Lim memiliki banyak anak buah yang setia, dan dia tidak akan mudah dikalahkan.
Tapi, Xiaoyun tidak takut. Dia telah dilatih untuk menghadapi situasi seperti ini, dan dia memiliki rencana untuk menghancurkan Steve Lim dan jaringan kejahatannya.
Xiaoyun memantau pergerakan Steve Lim selama beberapa hari, sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang. Dia tahu bahwa Steve Lim akan segera mengetahui bahwa dia ada di sana, tapi dia tidak peduli.
Satu hari, Steve Lim menerima sebuah panggilan telepon dari seorang yang tidak dikenal. "Saya tahu apa yang kamu lakukan, Steve Lim," kata suara di telepon. "Dan saya akan membuat kamu membayar untuk itu."
Steve Lim memandang telepon dengan mata yang tajam. "Siapa ini?" tanya Steve Lim.
"Tidak penting siapa saya," kata suara di telepon. "Yang penting adalah bahwa kamu akan segera menghadapi konsekuensi dari tindakanmu."
Steve Lim tersenyum, sambil memandang anak buahnya. "Saya siap," kata Steve Lim. "Datanglah dan hadapi saya."
Xiaoyun tersenyum, sambil mematikan telepon. "Permainan sudah dimulai," kata Xiaoyun dalam hati. "Saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya."
Xiaoyun adalah nama yang sangat cantik dan sesuai dengan karakter wanita yang kita bayangkan.
Jadi, Xiaoyun adalah seorang agen rahasia yang bekerja untuk sebuah organisasi yang sangat kuat. Dia memiliki kemampuan bela diri yang tinggi dan sangat pintar dalam menghadapi situasi yang sulit.
Xiaoyun telah memantau Steve Lim selama beberapa minggu, dan dia telah mengetahui banyak tentang jaringan kejahatan yang dimiliki oleh Steve Lim. Dia tahu bahwa Steve Lim adalah seorang yang sangat berbahaya, dan dia harus dihentikan.
Tapi, Xiaoyun tidak tahu bahwa Steve Lim juga memiliki rencana untuk menghancurkan musuh-musuhnya, termasuk Long Wei yang telah dikalahkan oleh Steve Lim.
Sementara itu, Steve Lim sedang memikirkan tentang Xiaoyun, yang telah mengancamnya melalui telepon. Steve Lim tidak tahu siapa Xiaoyun itu, tapi dia tahu bahwa dia harus berhati-hati.
"Siapa itu Xiaoyun?" tanya Steve Lim kepada Ah Jian.
"Belum tahu, bos," jawab Ah Jian. "Tapi saya akan mencari tahu."
Steve Lim mengangguk, sambil memandang Ah Jian. "Cari tahu apa yang bisa kamu lakukan tentang Xiaoyun," kata Steve Lim. "Saya tidak suka orang-orang yang tidak dikenal mengancam saya."
Ah Jian mengangguk, sambil pergi untuk mencari informasi tentang Xiaoyun. Sementara itu, Steve Lim memikirkan tentang ancaman yang telah diterimanya, dan dia tahu bahwa dia harus siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.
Steve Lim memandang ke luar jendela, memikirkan tentang ancaman yang telah diterimanya. Dia tahu bahwa dia memiliki banyak musuh, dan dia tidak tahu siapa yang akan menyerangnya berikutnya. Tapi, Steve Lim tidak takut. Dia telah siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.
Sementara itu, Ah Jian telah menemukan beberapa informasi tentang Xiaoyun. "Bos, saya telah menemukan sesuatu tentang Xiaoyun," kata Ah Jian. "Dia adalah seorang agen rahasia yang bekerja untuk sebuah organisasi yang sangat kuat. Dia memiliki kemampuan bela diri yang tinggi dan sangat pintar dalam menghadapi situasi yang sulit."
Steve Lim memandang Ah Jian dengan mata yang tajam. "Lanjutkan," kata Steve Lim.
"Xiaoyun telah memantau kamu selama beberapa minggu, bos," kata Ah Jian. "Dia tahu banyak tentang jaringan kejahatanmu, dan dia berencana untuk menghancurkanmu."
Steve Lim tersenyum, sambil memandang Ah Jian. "Saya tidak takut pada seorang wanita," kata Steve Lim. "Saya akan menunjukkan kepada Xiaoyun apa yang terjadi pada orang-orang yang mengancam saya."
Ah Jian mengangguk, sambil memandang Steve Lim dengan mata yang penuh dengan kekhawatiran. "Bos, saya tidak tahu apakah ini ide yang baik," kata Ah Jian. "Xiaoyun bukanlah orang yang bisa dianggap remeh."
Tapi, Steve Lim tidak peduli. Dia telah membuat keputusan, dan dia akan melakukannya. "Saya akan menghadapi Xiaoyun sendiri," kata Steve Lim. "Saya akan menunjukkan kepada dia apa yang terjadi pada orang-orang yang mengancam saya."
Sementara itu, Xiaoyun memantau pergerakan Steve Lim dari jauh. Dia tahu bahwa Steve Lim telah mengetahui tentang dirinya, dan dia siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi. "Permainan sudah dimulai," kata Xiaoyun dalam hati. "Saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya."
Xiaoyun memantau pergerakan Steve Lim dengan sangat teliti. Dia tahu bahwa Steve Lim adalah seorang yang sangat berbahaya, dan dia tidak bisa meremehkan kemampuan bela diri Steve Lim. Xiaoyun telah mempersiapkan diri untuk menghadapi Steve Lim, dan dia yakin bahwa dia bisa mengalahkannya.
Sementara itu, Steve Lim telah mempersiapkan diri untuk menghadapi Xiaoyun. Dia telah memilih beberapa anak buahnya yang paling terpercaya untuk membantu dia menghadapi Xiaoyun. Steve Lim yakin bahwa dia bisa mengalahkan Xiaoyun dengan mudah.
Ketika malam tiba, Steve Lim dan anak buahnya pergi ke tempat yang telah ditentukan untuk menghadapi Xiaoyun. Xiaoyun sudah menunggu di sana, dengan senyum yang dingin di wajahnya.
"Jadi, kamu adalah Steve Lim," kata Xiaoyun dengan suara yang dingin. "Saya telah menunggu kamu."
Steve Lim tersenyum, sambil memandang Xiaoyun dengan mata yang tajam. "Saya tidak tahu siapa kamu," kata Steve Lim. "Tapi saya tahu bahwa kamu akan menyesal telah mengancam saya."
Xiaoyun tertawa, sambil menggelengkan kepala. "Kamu tidak tahu apa yang kamu hadapi, Steve Lim," kata Xiaoyun. "Saya akan menunjukkan kepada kamu apa yang terjadi pada orang-orang yang mengancam saya."
Dengan itu, pertarungan antara Steve Lim dan Xiaoyun pun dimulai. Kedua belah pihak saling menyerang dengan kemampuan bela diri yang tinggi, dan pertarungan itu menjadi semakin sengit.
Xiaoyun kemudian mengirimkan pesan singkat kepada Steve Lim, meminta untuk bertemu di sebuah tempat yang terpencil. Steve Lim menerima pesan itu dan merasa penasaran tentang apa yang ingin dibicarakan oleh Xiaoyun.
"Ah Jian, saya ingin kamu menunggu di sini," kata Steve Lim. "Saya akan pergi sendiri untuk bertemu dengan Xiaoyun."
Ah Jian mengangguk, walaupun dia terlihat khawatir. "Bos, saya tidak tahu apakah ini ide yang baik," kata Ah Jian.
Tapi, Steve Lim tidak peduli. Dia yakin bahwa dia bisa menghadapi Xiaoyun sendiri. "Saya akan kembali," kata Steve Lim, sebelum meninggalkan tempat itu.
Xiaoyun menunggu Steve Lim di sebuah gudang tua yang terletak di pinggiran kota. Gudang itu terlihat terbengkalai dan sunyi, membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk pertemuan rahasia.
Ketika Steve Lim tiba, Xiaoyun sudah menunggu di sana. "Selamat datang, Steve Lim," kata Xiaoyun dengan senyum yang dingin.
Steve Lim memandang Xiaoyun dengan mata yang tajam. "Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Steve Lim.
Xiaoyun tersenyum lagi, sebelum menjawab. "Saya ingin membicarakan tentang masa depanmu, Steve Lim."