NovelToon NovelToon
The Wrong Proposal

The Wrong Proposal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Ketika Adrian Richard memutuskan untuk melamar di atap gedung yang romantis, ia mengira semuanya sudah terencana sempurna.
Namun saat ia berlutut, wanita yang berbalik bukanlah kekasihnya, melainkan orang asing bernama Briana Edmond.
Apa yang dimulai sebagai tawa bersama atas kesalahan konyol berubah menjadi bencana saat kekasih Adrian datang dan menyaksikan apa yang tampak seperti pengkhianatan.

Kini, saat satu hubungan hancur, ikatan tak terduga mulai muncul di antara dua orang asing yang tidak seharusnya bertemu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Adrian melangkah mendekat, mengabaikan ego dan rasa malunya. Melihat Briana berdiri di sana dengan bahu yang bergetar dan mata yang sembab, amarah Adrian terhadap Elena seketika melunak menjadi rasa iba yang mendalam. Ia sadar, bukan hanya dia yang dunianya sedang runtuh malam ini.

"Briana, kamu tidak apa-apa?" tanya Adrian dengan suara yang jauh lebih lembut dari teriakan emosinya tadi.

Briana hanya bisa menggeleng pelan, ia mengusap sudut matanya dengan ujung pashmina.

"Malam yang panjang, Adrian. Ternyata New York memang punya cara sendiri untuk menunjukkan kebenaran yang pahit."

Adrian tidak bertanya lebih lanjut tentang apa yang terjadi pada Briana. Dia tahu itu pasti soal Clark kekasihnya. Tanpa banyak bicara, Adrian berjalan di samping Briana, menemaninya masuk ke lobi apartemen yang mewah dan tenang.

Hening menyelimuti mereka saat lift bergerak naik menuju lantai tempat tinggal Briana. Di dalam pantulan cermin lift, Adrian menatap dirinya sendiri, pria yang baru saja berbohong demi membela kehormatan wanita di sampingnya ini, namun juga pria yang baru saja menghancurkan hubungan bertahun-tahun dengan cara yang brutal.

Sampai di depan pintu apartemen Briana, wanita itu berbalik. "Terima kasih sudah memastikan aku sampai di pintu dengan selamat, Adrian. Kamu pria yang sangat baik, terlepas dari kekacauan yang terjadi malam ini."

Adrian menatap pintu kayu di depannya, lalu kembali menatap mata teduh Briana. Rasa bersalah menghantamnya.

"Briana," panggil Adrian sebelum wanita itu masuk.

"Tadi... aku baru saja melakukan sesuatu yang gila. Aku bertengkar hebat dengan Elena. Dia mengatakan hal-hal buruk tentangmu, tentang hijabmu, tentang kehormatanmu."

Briana terdiam, menyimak dengan tenang.

"Aku terbawa emosi," lanjut Adrian dengan suara rendah. "Aku mengatakan padanya bahwa aku mencintaimu, bahkan... aku berbohong dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas demi membungkam mulutnya. Aku membawa namamu ke dalam pertempuran yang bukan milikmu. Aku minta maaf."

Briana tersenyum tipis, sebuah senyum lelah namun penuh pengertian. "Dia menyakitimu dengan kata-kata, dan kamu membalasnya dengan kata-kata yang dia takuti. Di New York, orang saling menyakiti setiap detik, Adrian."

Briana memegang gagang pintunya. "Tapi terima kasih karena sudah membelaku, meski dengan cara yang salah. Setidaknya, malam ini aku tahu bahwa masih ada pria yang rela berdosa demi melindungi harga diri seorang wanita yang baru ia kenal."

Adrian merasa dadanya sedikit lebih ringan. "Istirahatlah, Briana. Jika Clark menghubungimu atau Elena mencoba mengganggumu karena ucapanku... hubungi aku. Aku yang memulai kebohongan ini, aku yang akan menyelesaikannya."

Briana mengangguk. "Selamat malam, Adrian. Semoga besok matahari membawa cerita yang lebih baik untuk kita."

Baru saja Briana hendak memutar kunci pintunya, sebuah suara langkah kaki yang terburu-buru bergema di koridor sunyi itu. Clark muncul dengan pakaian yang masih berantakan, wajahnya tampak panik dan penuh keringat. Namun, langkahnya terhenti seketika saat melihat seorang pria asing yang sangat tampan dan tampak berkelas berdiri tepat di depan pintu apartemen Briana.

Alih-alih merasa bersalah atas perselingkuhannya yang tertangkap basah, ego Clark yang terluka justru meledak saat melihat Adrian.

"Oh, jadi ini alasan kamu begitu cepat pergi tadi?" tanya Clark dengan nada sinis, ia tertawa sumbang sambil menunjuk-nunjuk Adrian. "Luar biasa, Briana. Ternyata kita berdua sama-sama munafik!"

Briana mematung, tangannya gemetar memegang kunci. "Clark, tutup mulutmu. Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan."

"Aku tahu persis!" teriak Clark, ia melangkah maju dengan mata merah. "Selama ini kamu berlagak suci, bahkan memegang tanganmu saja aku harus memohon. Tapi di belakangku, kamu punya laki-laki simpanan yang memuaskanmu di apartemen ini? Berapa kali hujaman yang kamu terima dalam sekali tidur dengan laki-laki ini, hah?! Apakah kamu mendesah nikmat hingga pagi bersamanya?"

Adrian mengepalkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang tadi ia tumpahkan pada Elena kini kembali menyulut api di dadanya.

Clark belum berhenti. Ia mendekat ke arah Briana dengan tatapan menghina. "Oh, jangan-jangan di balik kerudungmu itu, kamu hanya berusaha menutupi bekas kemerahan yang ditinggalkan kekasihmu ini? Kamu jauh lebih kotor dariku, Briana!"

BUGH!

Sebuah pukulan telak mendarat tepat di rahang Clark. Kekuatan kemarahan Adrian membuat pria itu tersungkur ke lantai lorong, menabrak dinding dengan keras. Clark mengerang kesakitan, memegang wajahnya yang mulai berdarah.

Adrian berdiri tegap di depan Briana, menjadikannya tameng hidup. Matanya menatap Clark dengan kebencian yang murni.

"Jaga mulut sampahmu itu!" desis Adrian dengan suara rendah yang sangat mengancam. "Aku adalah saksi bagaimana dia menghormatimu, padahal kamu hanya seekor binatang yang tidak tahu cara menghargai wanita sesempurna dia."

Adrian menarik kerah baju Clark, memaksa pria itu untuk menatapnya. "Sekali lagi kau menyebut tentang hijabnya atau kehormatannya dengan kata-kata kotor itu, aku pastikan kau tidak akan bisa bicara lagi selamanya.

Pergi dari sini sebelum aku kehilangan kendali!"

Briana menutup mulutnya dengan tangan, air mata yang tadi ia tahan kini mengalir deras. Ia tidak menyangka Adrian, pria yang baru ia temui beberapa jam lalu karena sebuah kesalahan, akan membelanya sedalam itu dari hinaan dua orang sekaligus di malam yang sama.

Clark meludah ke lantai, menatap Adrian dan Briana bergantian dengan tatapan penuh dendam sebelum merangkak bangun. "Kalian... kalian akan menyesali ini! Aku akan pastikan orang tuamu tahu putri suci mereka ternyata bermain gila di New York!"

Setelah Clark pergi dengan langkah tertatih-tatih, koridor itu kembali sunyi. Adrian berbalik, wajahnya yang tadi keras kini melunak saat melihat Briana yang terguncang.

"Briana, aku minta maaf... aku tidak seharusnya menggunakan kekerasan, tapi aku tidak bisa membiarkannya bicara seperti itu padamu," ucap Adrian lirih.

Briana menatap Adrian dengan pandangan yang sulit diartikan, ada rasa sakit, haru, dan sesuatu yang baru saja tumbuh di sana. "Terima kasih, Adrian. Kamu sudah menyelamatkanku dua kali malam ini."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍😍

1
irma hidayat
lancar sukses rencananya alana
chika aprilia
harusnya 23 tahun kemudian bukan 23 tahun lalu, othor nya salah
ros 🍂: makasih kak udah ingatin 😍🙏
total 1 replies
Mei Mei
/Kiss/
Mei Mei
suka cerita nya
ros 🍂: Makasih kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
bagus .. bagus karyamu Thor

tetep sehat
selalu semangat

karyamu jadi relaksasi tersendiri utk ku
ros 🍂: Ma'aciww 😍😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
ditunggu upload nya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!