NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:55.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Tawa di Atas Puing(Arc 1 End)

​Asap tipis masih mengepul dari retakan tanah yang menganga.

Puncak Naga kini hanyalah sebuah dataran rata yang hancur, saksi bisu dari pertarungan yang melampaui batas kemanusiaan.

Di tengah kawah raksasa itu, tidak ada lagi amarah yang berkobar. Kekuatan artefak terlarang telah sirna, menyisakan Gao Feng yang tergeletak lemah dengan napas yang satu-satu.

Tubuhnya tidak lagi diselimuti api hitam, ia kembali menjadi manusia biasa—seorang pria muda yang hancur oleh beban dendamnya sendiri.

​Tian Shan berjalan mendekat. Ia tidak membawa pedang di tangannya.

Ia justru merogoh balik jubahnya yang koyak dan mengeluarkan dua botol keramik berisi arak yang entah bagaimana masih utuh dari kehancuran tadi.

​Ia duduk bersila di samping Gao Feng yang sekarat.

Tanpa sepatah kata pun, Tian Shan membuka tutup botol itu dan menyodorkannya ke bibir Gao Feng.

​"Minumlah," ucap Tian Shan pelan. "Arak ini terlalu bagus untuk dibuang ke tanah."

​Gao Feng terbatuk, darah segar mengalir dari sudut bibirnya, namun ia menerima botol itu. Ia meneguknya dengan susah payah.

Rasa panas alkohol membakar kerongkongannya, menariknya kembali dari ambang kegelapan untuk beberapa saat terakhir.

​"Kenapa..." suara Gao Feng serak, hampir tak terdengar. "Kenapa kau tidak memenggal kepalaku saat aku masih memegang Jantung Iblis itu?"

​Tian Shan menenggak araknya dalam sekali tegukan besar. "Karena membunuh monster itu mudah, Gao Feng. Tapi minum bersama seorang penjahat yang telah kehilangan segalanya... itu jauh lebih sulit."

​Gao Feng menatap langit yang kini mulai menampakkan semburat jingga fajar.

"Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencimu. Aku menghancurkan ribuan nyawa hanya untuk membuktikan bahwa kau salah tentang dunia ini. Tapi pada akhirnya... aku tetap berakhir di tanah yang sama dengan ayahku."

​Tian Shan menatap botolnya, lalu menatap Gao Feng. "Dulu aku memberimu pilihan untuk menjadi penjahat agar aku punya alasan untuk membunuhmu. Aku salah. Seharusnya aku mengajarimu cara menanam kedelai, bukan cara memegang dendam."

​Gao Feng tersenyum pahit. "Kau... meminta maaf? Sang Legenda Naga meminta maaf pada sampah sepertiku?"

​"Bukan meminta maaf," sahut Tian Shan. "Hanya mengakui bahwa kita berdua adalah kegagalan yang sama. Aku gagal menyelamatkan orang-orang yang kucintai, dan kau gagal membalaskan dendam orang yang kau cintai."

​Gao Feng tertawa pelan, yang kemudian berubah menjadi batuk darah. "Lucu sekali. Kita menghancurkan gunung ini hanya untuk menyadari bahwa kita berdua adalah orang bodoh."

​Mendengar itu, sesuatu yang asing terjadi pada diri Tian Shan.

Sebuah getaran muncul dari perutnya, merambat ke dadanya, dan akhirnya keluar melalui bibirnya.

​"Hahaha..."

​Awalnya hanya tawa pendek, namun kemudian berubah menjadi tawa yang lepas.

Tian Shan tertawa terbahak-bahak di tengah reruntuhan puncak naga.

Ia tertawa untuk kegilaan dunia ini, tertawa untuk nasibnya yang ironis, dan tertawa untuk semua air mata yang pernah ia tumpahkan.

​Gao Feng ikut tertawa dengan sisa tenaganya. Di tengah kawah yang mengerikan itu, dua musuh bebuyutan berbagi tawa yang paling jujur dalam hidup mereka.

Untuk pertama kalinya, Tian Shan tidak merasa hampa. Ia merasa benar-benar hidup dalam ironi kematian ini.

​"Kau benar, Gao Feng," ucap Tian Shan sambil menyeka air mata tawanya. "Kita adalah sekumpulan orang bodoh yang mencoba mengatur langit."

​Gao Feng menutup matanya dengan senyum yang masih tersisa di wajahnya. "Setidaknya... arak ini enak... Terima kasih... Tuan..."

​Tangan Gao Feng terkulai. Napasnya berhenti di tengah tawa terakhirnya.

Ia mati bukan sebagai monster, tapi sebagai seorang anak yang akhirnya menemukan kedamaian setelah sepuluh tahun berlari dalam kegelapan.

​Berita tentang hancurnya Puncak Naga dan kematian Sang Pangeran Pembalas menyebar seperti api ditiup angin.

Nama Sang Legenda Naga kini tertulis dengan tinta emas dan darah di setiap sudut negeri.

Ia dianggap sebagai pahlawan yang mengakhiri teror terbesar abad ini, namun bagi Tian Shan, gelar itu semakin terasa berat.

​Ia berdiri, menatap matahari yang telah terbit sepenuhnya. Tubuhnya kini telah menyentuh batas baru, namun hatinya tetap berpijak di bumi.

​Perjalanan hidupnya masih panjang. Masih banyak kegelapan yang harus ia hadapi, masih banyak filosofi hidup yang harus ia pecahkan.

Ia tahu bahwa dunia tidak akan pernah berhenti melahirkan monster, dan ia akan selalu ada di sana—bukan sebagai pahlawan yang suci, tapi sebagai manusia yang terluka, yang terus melangkah di tengah kehampaan.

​Tian Shan melayang naik ke udara, meninggalkan mayat Gao Feng yang ia kubur di bawah reruntuhan puncak.

Ia terbang menuju cakrawala yang tak berujung, membawa serta tawa terakhirnya sebagai bekal untuk menghadapi kesunyian yang baru.

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!