Aarav Elias Kayler terbangun di sebuah dunia yang tak dikenal, tanpa ingatan apapun tentang dirinya. Semua yang dia tahu adalah bahwa dunia ini dipenuhi dengan sihir, dan dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ketika mencoba menggunakan sihir, tak ada hasil yang muncul, membuatnya merasa terjebak dalam kebingungannya.
Namun, tak lama setelahnya, Aarav menemukan sebuah rumah tua yang misterius, yang mengarah pada sebuah kejadian tak terduga yang mengubah segalanya. Di dunia yang penuh dengan rahasia dan kekuatan yang belum ia pahami, Aarav harus menghadapi takdir yang tersembunyi di balik masa lalunya yang terlupakan.
Dengan tekad untuk menguasai dunia sihir dan meraih kekuatan yang selama ini hilang, Aarav harus menavigasi sebuah dunia yang penuh dengan bahaya, misteri, dan konflik. Apakah dia akan menemukan jalan menuju kekuasaannya, atau justru terjerumus dalam kekuatan yang tak dapat ia kendalikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Raja Dearwin yang Bijaksana Namun Kejam
Di dalam kastil Twier Agrav, raja Dearwin duduk di singgasana. Dengan tiga ibu yang bersujud di hadapannya, dan tiga orang berpakaian kerajaan yang menggendong tiga bayi.
Tiga ibu itu terlihat menangis tersedu-sedu, lalu seorang ibu berdiri, "Yang mulia, kasihani anak hamba. Kasihani anak kami!!" ucap salah satu ibu sambil menangis.
Salah satu ibu lainnya ikut berdiri, sambil menangis, "Benar, yang mulia. Kasihani anak-anak kami!!"
Seorang ibu lainnya ikut berdiri, "Yang mulia, kasihanilah kami dan anak-anak kami ini!" serunya sambil menangis.
Raja Dearwin hanya tersenyum tipis, dia lalu menaikkan kaki kanannya ke kaki kirinya, "Kasihani?! Untuk apa aku mengasihi ketiga bayi itu?! Mereka tidak bisa sihir, terlebih ibunya adalah pekerja kerajaan ini!!" suara raja Dearwin berat, dan sedikit menimbulkan gema.
Satu ibu itu kembali berlutut, "KAMI MOHON!!! Biarkan kami yang dihukum, jangan anak kami!!" ucapnya sambil menangis.
"Benar yang mulia!!" tambah satu ibu lainnya.
"Biar kami yang mati!!" tambah ibu satunya lagi.
Raja Dearwin sedikit tertawa, dia menurunkan kakinya, sedikit memberikan tepuk tangan, "Penjaga, eksekusi ketiga bayi itu!!" ucap raja Dearwin.
Ketiga ibu itu langsung kaget, mereka langsung coba mendekat ke singgasana raja Dearwin, tapi. Saat mereka mencoba mendekat, mantra sihir langsung melemparkan mereka jauh sampai menghantam tembok.
Ketiga penjaga itu langsung membawa bayi-bayi itu ke suatu tempat, tempat untuk mengeksekusi bayinya.
"Jebloskan ke dalam penjara ketiga ibu itu!!" perintah raja Dearwin dengan suara datar.
Para penjaga langsung menyeret ketiga ibu yang sedih itu ke penjara bawah tanah istana. Raja Dearwin kembali duduk santai di singgasananya, sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan di esok hari.
Di suatu ruangan, ruangan itu lumayan gelap, dan juga bau busuk langsung menusuk ke dalam hidung dengan sangat hebat. Di dalam ruangan itu, terlihat mayat-mayat bayi dan anak kecil ada di sana, di mana banyak sekali benda tajam untuk mengeksekusi bayinya.
"Raja Dearwin memang kejam, tapi dia adalah raja kita!!" ucap salah seorang penjaga sambil meletakkan bayi ke atas papan kayu.
Seorang penjaga lainnya mengambil sebuah kapak, "Benar, raja memang kejam. Tapi, dia sangat hebat!!" tambahnya.
Penjaga ketiga pun mengikat tali ke leher bayinya, "Sudah, ini adalah pekerjaan kita. Mengeksekusi!!"
Suara tangisan bayi langsung menggema di seluruh ruangan itu, dan hilang seketika saat eksekusinya dilakukan.
Desa Fortuner.
Aarav berdiri di depan kelima pencuri itu, dan saat mendengar suara teriakan Nuril tadi. Aarav langsung paham apa yang dia minta, dan apa yang sekarang tengah dicari oleh The Pog itu.
Saat Nuril berteriak, The Pog juga ikut mendengarnya. Seseorang dari mereka langsung mencoba mantra sihir ke Nuril, tapi sebelum mantranya berhasil. Tubuhnya dibuat terpental oleh satu gerakan tangan Aarav.
"Arggg!!!" teriaknya saat terpental.
Seperti biasa, Aarav juga kaget dengan kekuasaannya sendiri. Keempat The Pog itu memandang ke Aarav dengan tatapan aneh.
"Apa yang kamu lakukan?!" tanya seseorang dari keempat itu.
Aarav memandang ke tangan kanannya, lalu ke keempat pria yang berada di depannya, "Tidak tahu!!" ujar Aarav polos.
Jawaban itu membuat mereka berempat geram, sementara orang yang terpental tadi. Dia bangkit dan berjalan ke Aarav dengan wajah kesal di balik topeng babinya.
Aarav berjalan selangkah kedepan, dia mencoba menyembunyikan rasa takutnya, lalu seseorang mulai membaca mantra. Dan tiba-tiba, semburan api langsung muncul dan langsung mengarah ke Aarav.
Aarav diam, tangan kanannya coba dia jentik kan, dan saat semburan api itu datang. Mantra sihir langsung membuat aura ungu yang menghalau semburan api itu agar tidak menyentuh sejengkal saja dari tubuh Aarav.
"MUSTAHIL!!!" ucap mereka.
"Kalau sihir tidak bisa, kita serang dengan fisik!!" ucap salah seorang dari mereka.
Aura menghilang, Aarav masih sangat kebingungan dengan sihirnya sendiri. Dan tiba-tiba, kelima orang itu berlari cepat ke arah Aarav sambil membawa senjata tajam yang mereka miliki.
"ADUH!!" batinnya yang sedikit panik.
Aarav mengangkat kedua tangannya, lalu mengarahkannya ke kelima orang yang tengah berlari ke arahnya itu. Saat kedua tangannya diangkat, tiba-tiba sebuah kapak muncul dan langsung meluncur terbang ke mereka berlima.
Kapak itu terbang dengan cepat dan langsung mengarah ke kelima orang yang sedang mengancam Aarav. Kelima orang itu dengan mudah menghindari kapak itu, membuat kapaknya terbang melewati mereka.
"HANYA ITU?!" ucap mereka dengan nada mengejek kemampuan Aarav.
Aarav ketakutan saat kapak itu melewati dan tidak mengenai mereka, tapi. Jari telunjuk Aarav dia gerakkan sedikit ke arah belakang, dan dengan ajaib. Kelima kapak itu berbalik arah, dan kembali meluncur lurus ke kelima orang itu dari belakang.
Tanpa mereka sadari, kapak itu mengarah tepat ke mereka. Dan dengan cepat, satu persatu kapak menusuk perut mereka semua.
Kapak menusuk ke perut mereka semua, membuat mereka langsung mati seketika.
Nuril sedikit ketakutan saat melihatnya, "ASTAGA!! Kejam banget!!" ujarnya lirih.
Mata Aarav dibuat melongo dengan kekuatannya, "Kekuatan apa ini? Ini apa? Apa yang dilakukan sampai ngebuat orang mati?!" ucapnya sambil memperhatikan kedua tangannya.
Nuril dan pria pemilik ladang berlari ke arah Aarav, "Aarav!!" seru Nuril.
Aarav memandang ke Nuril, sepertinya dia sedikit terpukul dengan apa yang dilihat dan dilakukannya.
Bersambung...