NovelToon NovelToon
Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mafia / Time Travel / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

Kang Yun-seo, seorang pemuda biasa dari dunia modern yang doyan main game, tiba-tiba terbangun di dunia Murim yang penuh intrik dan seni bela diri. Ia dipanggil oleh Hwang Yehwa, ratu iblis yang sekarat akibat pengkhianatan, dan kini kehilangan kekuatannya, berubah wujud menjadi manusia biasa. Untuk bertahan di wilayah manusia yang memusuhi iblis, Yun-seo harus berpura-pura sebagai suaminya. Dengan pengetahuan modernnya, Yun-seo beradaptasi di akademi pedang, menghadapi turnamen, konspirasi gelap, dan bangkitnya kekuatan iblis, sambil menumbuhkan ikatan tak terduga dengan ratu dingin itu. Sebuah kisah isekai penuh aksi, komedi, dan romansa di antara dua dunia yang bertabrakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: PUSAKA KETIGA

Seminggu setelah aliansi dengan Seo Jung-won terbentuk, mereka mendapat informasi baru.

Di ruang rahasia belakang perpustakaan—yang kini jadi tempat pertemuan rutin mereka bertiga—Seo Jung-won membentangkan peta kuno di atas meja. Wajahnya serius, matanya fokus pada satu titik di wilayah timur Murim.

"Pusaka ketiga, Mahkota Naga Iblis, berada di sini." Ia menunjuk sebuah lokasi yang ditandai dengan gambar naga merah. "Kastel Kegelapan, benteng kuno yang sekarang dikuasai Penguasa Kegelapan."

Yehwa mengamati peta itu dengan saksama. "Kau yakin?"

"Aku mengakses arsip rahasia akademi. Kepala sekolah menyimpan banyak informasi tentang pusaka iblis." Seo Jung-won menatap Yehwa. "Sepertinya Penguasa Kegelapan sengaja mengumpulkan pusaka-pusaka itu. Mungkin untuk memperkuat dirinya sendiri."

Yun-seo mengernyit. "Tapi dia sudah punya Lilian. Kenapa masih butuh pusaka?"

"Karena Lilian hanya alat." Yehwa menjawab dingin. "Penguasa Kegelapan ingin kekuatan absolut. Pusaka iblis bisa memberinya itu." Ia mengepalkan tangan. "Kita harus ambil duluan."

"Bagaimana caranya?" tanya Yun-seo. "Kastel itu pasti dijaga ketat."

Seo Jung-won tersenyum tipis. "Aku punya rencana."

---

Rencana Seo Jung-won sederhana tapi berisiko.

Setiap bulan, akademi mengirim tim kecil ke berbagai wilayah untuk misi pelatihan. Bulan depan, ada misi ke wilayah timur—dekat Kastel Kegelapan. Seo Jung-won bisa memasukkan nama mereka bertiga dalam tim.

"Tapi kita harus tampil meyakinkan," jelasnya. "Kalian harus menunjukkan kemampuan yang layak. Terutama kau, Yun-seo."

Yun-seo menghela napas. "Latihan lagi?"

"Latihan lagi."

Maka dimulailah bulan tersibuk dalam hidup Yun-seo.

Setiap pagi, latihan rutin akademi. Setiap siang, teori. Setiap sore, latihan tambahan dengan Seo Jung-won. Setiap malam, meditasi dengan Yehwa untuk menyerap energi pedang.

Tubuhnya sakit, pikirannya lelah, tapi ia tidak menyerah. Ada tujuan di depan mata—membantu Yehwa kembali ke tahtanya, menyelamatkan bangsa iblis, dan mungkin, membangun masa depan bersama.

Cheol-soo heran melihat perubahan sahabatnya. "Hyung, kau jadi seperti orang kesurupan. Latihan terus."

Yun-seo hanya tersenyum. "Ada yang harus kukejar."

"Apa? Nyonya Hwang?" Cheol-soo terkekeh. "Wajar, istri secantik itu pasti bikin semangat."

Yun-seo tidak membantah. Karena sejujurnya, Yehwa memang motivasi utamanya.

---

Malam-malam mereka habiskan bersama, semakin intim.

Yehwa tidak hanya melatih fisik Yun-seo, tapi juga mengajarkan cara merasakan energi. Dengan 15% kekuatan yang pulih, ia bisa menunjukkan teknik-teknik yang dulu ia kuasai.

"Tutup mata. Rasakan aliran ki di tubuhmu. Jangan dipaksakan, biarkan mengalir."

Yun-seo mencoba. Awalnya sulit—tubuhnya terlalu tegang. Tapi dengan bimbingan Yehwa, perlahan ia mulai merasakan sesuatu. Hangat, mengalir dari pusar ke seluruh tubuh.

"Aku... merasakannya."

Yehwa tersenyum bangga. "Itu ki pertamamu. Selamat."

Yun-seo membuka mata, tersenyum lebar. "Aku punya ki!"

"Iya, kau punya ki. Meski masih sedikit." Yehwa mencubit hidungnya. "Tapi jangan sombong. Masih panjang jalan."

Yun-seo meraih tangannya, menariknya duduk di samping. "Aku nggak sombong. Aku cuma senang."

Mereka duduk bersandar, menatap langit malam. Bintang di dunia Murim selalu terlihat jelas—tidak ada polusi cahaya seperti di Seoul.

"Yehwa," panggil Yun-seo pelan.

"Hm?"

"Kalau semua ini selesai... setelah kau kembali jadi ratu... kita gimana?"

Yehwa diam. Pertanyaan itu mengganggu pikirannya juga.

"Aku tidak tahu," jawabnya jujur. "Aku ratu iblis. Tugas pertamaku adalah bangsaku. Tapi..." Ia menatap Yun-seo. "Aku tidak mau kehilanganmu."

Yun-seo menggenggam tangannya. "Aku juga."

Mereka diam lagi. Lalu Yehwa berbisik, "Mungkin kau bisa tinggal di istana iblis. Jadi... permaisuri?"

Yun-seo tertawa. "Permaisuri? Aku laki-laki!"

"Permaisuri laki-laki? Apa bisa?"

"Nggak tahu. Tapi aku mau coba." Yun-seo mencium keningnya. "Asal sama kau."

Yehwa tersipu—ratu iblis tersipu seperti gadis remaja.

Malam itu, mereka berjanji. Apa pun yang terjadi, mereka akan bersama.

---

Hari keberangkatan tiba.

Tim misi terdiri dari enam orang: Seo Jung-won sebagai pemimpin, dua murid senior—Kim Dae-ho dan Park Jin-young, serta tiga murid baru: Yun-seo, Yehwa, dan Cheol-soo (yang entah bagaimana ikut dipilih).

Cheol-soo bersemangat sekali. "Ini pertama kalinya aku ke luar akademi! Misi beneran!"

Yun-seo tersenyum melihat semangatnya. "Jaga diri, jangan mati."

"Nggak akan, hyung! Aku mau jadi pandai besi terkenal!"

Mereka berangkat pagi-pagi, menunggang kuda ke arah timur. Perjalanan empat hari melewati hutan, sungai, dan pegunungan. Di hari ketiga, pemandangan mulai berubah—langit kelabu, pepohonan kering, tanah tandus.

"Kita sudah dekat wilayah iblis," jelas Seo Jung-won. "Hati-hati. Banyak bahaya."

Malam harinya, saat berkemah, Yun-seo dan Yehwa duduk berjauhan dari yang lain, berpura-pura mengintai. Tapi sebenarnya mereka berdiskusi.

"Kastel Kegelapan ada di lembah seberang bukit itu," bisik Yehwa, menunjuk. "Besok malam, saat tim lain tidur, kita menyelinap."

"Cheol-soo?"

"Dia tidak tahu apa-apa. Lebih aman."

Yun-seo mengangguk. "Siap."

---

Malam berikutnya, operasi dimulai.

Saat semua tertidur, Yun-seo dan Yehwa bergerak. Mereka meninggalkan tenda diam-diam, menyusuri lereng bukit menuju lembah. Di bawah, Kastel Kegelapan berdiri megah—bangunan batu hitam dengan menara-menara runcing, dikelilingi api unggun dan patroli iblis.

"Banyak penjaga," gumam Yun-seo.

"Tapi ada celah." Yehwa menunjuk sisi timur kastel. "Di sana, dekat tebing. Penjaganya lebih sedikit."

Mereka merayap mendekat. Yehwa menggunakan api hitam kecil untuk mematikan lampu satu per satu tanpa suara. Yun-seo mengikuti di belakang, waspada.

Masuk melalui jendela bawah, mereka tiba di koridor gelap. Bau dupa dan besi terbakar memenuhi udara. Suara langkah kaki terdengar dari kejauhan—mereka bersembunyi di balik pilar.

Setelah penjaga lewat, mereka melanjutkan. Peta dari Seo Jung-won menunjukkan lokasi pusaka—di ruang bawah tanah, di bawah altar utama.

Mereka menuruni tangga spiral, masuk ke ruangan besar. Di tengah, altar dengan Mahkota Naga Iblis—mahkota perak dengan ukiran naga emas, batu merah di dahi naga.

Tapi di samping altar, sesosok bayangan hitam berdiri.

Penguasa Kegelapan.

Ia berbalik, wajah tersembunyi di balik topeng hitam. Tapi matanya—merah menyala—menatap mereka.

"Aku sudah menunggumu, Ratu Yehwa."

Yehwa mundur, menghunus Pedang Naga Iblis. Yun-seo di sampingnya, cincin bersiap.

"Kau sengaja membiarkan kami masuk."

"Tentu. Aku ingin bertemu langsung." Suaranya berat, menggema. "Kau punya dua pusaka. Aku punya satu. Ayo kita lihat siapa yang pantas jadi penguasa."

Yehwa tidak menunggu. Ia menyerang.

---

1
Amiera Syaqilla
hello author😄
Q. Zlatan Ibrahim: halo juga terimalasih sudah mampir
total 1 replies
Manusia Biasa
emang manusia kadang lebih dari iblis
Q. Zlatan Ibrahim: seringkali
total 1 replies
Manusia Biasa
wkwkw ngakak gua baca sandiwaranya, lucu🗿😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!