NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8 (Rencana Pernikahan)

Raditya mengurungkan niatnya untuk membahas pernikahannya dengan Fania. Gengsinya terlalu tinggi sehingga tidak mau membangunkan istrinya. Dia lebih suka menunggu besok pagi. Keespkan harinya, Fania sudah bangun pagi-pagi sekali. Dia menunaikan kewajibannya, setelah itu pergi ke dapur untuk memasak sarpan pagi untuk suaminya.

Fania akan memasak mie goreng spesial. Di dalam dapur dia sudah siap dengan semua bahan yang dikeluarkan dari dalam kulkas. Setengah jam berlalu, masakan itu sudah siap. Fania menyiapkan dua piring bersih untuk mie goreng yang sudah matang. Aroma masakan itu tercium ke seluruh ruangan.Raditya yang keluar dari kamarnya pun langsung merespon bau tersebut.

Pria itu turun sambil merapikan dasinya, dia berbelok ke arah meja makan yang terlihat sudah siap. Dua piring mi goreng dan juga secangkir kopi hitam menggugah minat Raditya. Dia duduk tanpa dipersilakan, sementara itu Fania masih sibuk di dapur. Gadis itu sengaja melakukannya untuk menghindari suaminya. Namun, tidak klama kemudian suara Raditya terdengar memanggilnya.

"Fania, ke sini! Ada yang aku katakan sama kamu!" seru Raditya pada istrinya.

Mendapat panggilan, Fania segera keluar dari dapur. Dia berdiri sambil menunduk karn sangat canggung sekali. "Ada apa, Mas?"

"Duduk, makan sarapanmu!" perintahnya kasar, setelah itu dia melanjutkan lagi sarapannya.

Fania masih bingung dengan sikap suaminya. Dia masih belum menyendok sarapannya. "Mas mau berkata apa? Aku masih harus melanjutkan pekerjaan di dapur."

Raditya meletakkan garpunya, dia menatap istrinya dengan tajam. "Buka cadarmu dan cepatlah makan! Baru aku akan mengatakannya."

Fania menuruti permintaan suaminya, dia membuka cadarnya dan langsung memakan mie buatannya tadi. Raditya terus melihat pemandangan yang ada di depannya. Wajah Fania sangat cantik meski tanpa riasan. "Nanti sore ikut aku ke rumah utama. Kamu harus bilang ke Mama, jika ingin pergi berbulan madu ke Turki bersamaku. Aku akan menikah dengan Zelina di sana."

Dada Fania terasa sesak, dia menahan gejolak yang mengguncang jiwanya. "Jadi, tugasku adalah berakting di depan Mama. Baiklah, aku akan mengikuti skenario yang kamu buat, Mas."

"Kamu terlihat biasa saja, apa kamu tidak merasakan sesuatu?" tanya Raditya heran. Entah mengapa dia kecewa melihat ekspresi istrinya yang biasa saja.

"Mas ingin aku berekspresi seperti apa? Apa Mas memintaku untuk menangis sedih? Aku belum mempunyai perasaan apapun, jadi ekspresi apa yang Mas inginkan?" jawab Fania dengan berani, dia tidak ingin terlihat lemah.

Raditya tertohok dengan ucapan itu. Ternyata dia terlalu percaya diri dan merasa paling tampan sehingga mampu memikat semua wanita. "Beraktinglah yang bagus agar Mama tidak curiga padamu. Jika kamu tidak sibuk, mulai berkemas, karena dua hari lagi aku akan berangkat."

Fania mengangguk, di memakan mie gorengnya itu dengan sangat tenang sampai membuat Raditya heran. Selesai sarapan, keduanya kembali sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Fania melanjutkan bersih-bersihb di dapur. Sedangkan suaminya sgera pergi ke kantor.

Raditya pergi tanpa berpamitan, dia merasa diabaikan dalam rumah itu. Padahal sikapnya memang pantas diacuhkan oleh istrinya. "Mengapa dia lebih dingin dariku? Sangat berbeda sekali dengan wanita di luaran sana yang banyak mengidamkanku sebagai pasangan," gumamnya dalam hati.

Fania sudah menyelesaikan pekerjaanya. Dia ingin mencuci bajunya yang sudah menumpuk. Saat tiba di depan mesin cuci, dia menjadi bengong karena ada baju milik suaminya. "Apa dia memperbolehkanku mencuci bajunya? Apa dia nanti akan marah jika aku menyentuh barangnya?"

Fania dalam posisi dilema, dia masih berpikir dan memutusakan untuk mencuci baju suaminya. Dia melihat sabun cuci yang sudah habis. "Nanti keluar beli peralatan cuci. Sama beli bahan makanan buat stok kulkas," ucapnya sambil memasukkan baju kotor.

Pekerjaan rumah dilakukan dengan sepenuh hati. Dia juga memberanikan diri untuk masuk ke kamar suaminya. Fania berinisiatif untuk membersihkannya karena tidak tahan dengan pemandangan yang berantakan. Semua pekerjaan selesai hanya dalam waktu dua jam. Setelah itu Fania membersihkan diri dan bersiap untuk pergi.

Fania keluar dengan pakaian syar'i beserta cadar yang menutupi wajahnya. Dia sudah memesan taksi lewat aplikasi, jadi untuk meminimilasir tidak tahu jalan pulang. Dalam perjalanan, gadis itu sangat menikmati suasana di sekitarnya. Mobil dan motor berlalu lalang serta panas matahari yang sangat menyengat kulit. Bermodalkan kartu debit, dia akan berbelanja bahan kebutuhan rumah.

Tidak membutuhkan waktu lama taksi yang dinaikinya sampai juga di mall terdekat. Dia keluar dengan hati-hati dan segera masuk ke dalam. "Tidak ada bedanya dengan mall yang ada di rumah. Hanya saja yang ini lebih besar dan lengkap," gumamnya pelan.

Sesampainya di dalam, Fania segera menuju ke swalayan untuk membeli bahan makanan dan peralatan mencuci. Gadis itu mengambil troli kemudian mendorongnya menuju ke bagian perdagingan. "Aku tidak tahu apa makanan kesukaan Mas Radit. Jika aku bertanya, takut mengganggu. Lagipula dia tidak peduli padaku. Dia bilang hanya sekedar fomalitas. Aku pun melakukan hal yang sama."

"Aku akan menjalani pernikahan ini selama 30 hari seperti yang aku katakan pada waktu itu. Aku akan mencari pekerjaan, setelah itu mengajukan perceraian. Aku tidak ingin menjadi yang ketiga dalam hubungan orang lain.Biar dia bahagia dengan pilihan hatinya." Fania berjalan sembari membatin dalam hati.

Gadis itu memilih barang yang dibutuhkan. Setelah cukup, dia beranjak pergi sambil membawa dua kantong besar. Fania tidak menyangka jika dirinya akan kerepotan. Lalu ada suara orang yang menyapanya dari belakang. "Mbak Fania," sapa orang tersebut.

Fania menoleh, dia sedikit terkejut saat melihat orang yang memanggilnya. "Mas Devan, kok bisa ada di sini?"

Devan tersenyum, dia senang saat melihat gadis bercadar itu. "Kebetulan habis bertemu dengan klien. Terus tidak sengaja lihat bidadari sedang kerepotan membawa barang. Boleh saya membantu membawakannya?"

Fania merasa malu dan tidak enak, dia ingin menolak, tetapi Devan langsung menyambar dua kantong besar itu. "Tidak perlu banyak berpikir. Sini biar saya saja yang bawa."

"Mas, tidak usah. Saya bisa sendiri!" tolak Fania, tetapi tidak dihiraukan oleh Devan. Pria itu terus berjalan ke depan dan meniggalkan Fania yang berdiri mematung.

Fania menghela napas berat, mau tidak mau dia harus mengikuti pria itu. "Mas Devan tunggu! Kok main kabur gitu setelah dapat barang orang."

Devan hanya menahan senyum, dia sangat senang mendengar suara lembut Fania. Langkah kecil itu mampu menyalip langkah besar pria tersebut. Fania protes dan sangat keberatan. "Mas maaf sebelumnya, bukan maksud saya menolak, hanya saja sikap Mas ini bisa menimbulkan salah paham. Mas tahu, jika saya sudah bersuami."

Devan menghentikan langkahnya, dia berbalik dan menanggapi kekhawatiran Fania. "Saya tau jika Anda sudah bersuami. Saya membantu karena saya mengenal Anda, terlebih lagi Anda sangat kerepotan. Jika terjadi salah paham, saya bersedia menjelaskan. Ayo jalan, saya sudah memesan taksi untuk mengantar semua barang Anda ke alamat rumah."

Faniab diam, dia tidak bisa bealasan lagi karena sikap Devan yang memaksa. Sesampainya di luar, taksi sudah standby, Devan memasukkan semua barang ke dalam. Setelah itu taksi pergi membawa semua belanjaan itu. "Kenapa Anda melarang saya ikut taksi tadi?" tanya Fania sedikit kesal.

"Saya ingin mentraktir Anda makan. Ayo ikuti saya!" Devan berjalan ke depan, tetapi Fania masih berdiri di tempatnya. Dia tidak mengikuti pria yang sok akrab itu. "Dia pikir aku gadis apaan? Maksa gitu memangnya keren. Pasti dia juga sama saj seperti Mas Radit, menggunakan pesonanya untuk menarik lawan jenis."

Fania berbalik arah, dia ingin pulang saja. Niat menunggu taksi, justru dia dihadapkan dengan sesuatu yang buruk. Terlihat Zelina sedang berjalan lurus ke arahnya. Wanita itu tampak angkuh dengan senyum remeh. "Kebetulan ketemu di sini! Sedang apa, hem?"

Fania diam tidak menjawab, dia memilih tidak untuk menanggapi. Sikap acuh itu membuat Zelina kesal, dia menarik hijab yang dikenakan Fania hngga gadis itu hampir terjatuh. "Mau ke mana? Urusan kita belum selesai."

"Mbak lepasin hijab saya, sakit!" seru Fania samil menahan hijabnya agar tidak terlepas.

"Ohh, mau dilepas. Oke, aku akan melepaskannya." Zelina mencoba melepas hijab dan cadar yang dikenakan oleh Fania. Dia sangat tidak suka dengan tampilan syar'i itu.

"Mbak, apa yang kamu lakukan? Mbak jangan seperti ini! Mbak lepasin tangan Mbak. Mbaaaakkk ...."

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!