NovelToon NovelToon
MAHAR KEBEBASAN

MAHAR KEBEBASAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Keyla Atmadja (18 tahun) baru saja memimpikan indahnya bangku perkuliahan sebelum dunianya runtuh dalam semalam. Ayahnya, Alan Atmadja, berada di ambang kehancuran total; kebangkrutan membayangi dan ancaman penjara sudah di depan mata. Namun, sebuah "tali penyelamat" datang dari sosok yang tak terduga: Dipta Mahendra 35 tahun), seorang konglomerat dingin dan predator bisnis yang disegani.
Pertemuan singkat yang dianggap Keyla sebagai kebetulan di sebuah kafe, ternyata adalah awal dari rencana matang Dipta. Terpesona oleh kemurnian dan kecantikan alami Keyla, Dipta menawarkan sebuah kesepakatan gelap kepada Alan: seluruh hutang keluarga Atmadja akan lunas, dan modal bisnis akan mengalir tanpa batas, asalkan Keyla diserahkan menjadi tunangannya.
Terjepit di antara rasa bakti kepada orang tua dan keinginannya untuk merdeka, Keyla terpaksa menerima cincin berlian yang terasa seperti borgol di jemarinya. Di pesta pertunangan yang megah namun penuh ketegangan, Keyla harus berhadapan dengan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. HARI PERTAMA

Langkah kaki Keyla terasa ringan saat ia menyusuri koridor kampus yang megah. Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, ia tidak merasakan beban tatapan posesif Dipta yang selalu mengikutinya seperti bayangan hitam. Ia menghirup udara kampus yang segar, aroma kertas, kopi, dan antusiasme mahasiswa baru yang memenuhi udara.

Namun, di balik kegembiraan itu, Keyla tetap waspada. Ia terus merapatkan kemeja oversized-nya, memastikan tanda-tanda merah di lehernya benar-benar tertutup rapat. Ia tidak ingin ada yang tahu rahasia gelap di balik status "istri" yang disandangnya.

Saat ia sedang bingung mencari ruang seminar untuk orientasi jurusan Hubungan Internasional, seorang pria dengan jaket almamater berwarna biru navy menghampirinya. Pria itu memiliki senyum yang sangat hangat dan wajah yang ramah—tipe pria yang seusia dengan impian masa muda Keyla.

"Butuh bantuan? Sepertinya kamu mahasiswa baru yang tersesat," sapa pria itu lembut.

Keyla mendongak dan sedikit tersipu. "Oh, iya. Saya mencari Ruang Aula B. Saya mahasiswa HI baru."

"HI? Wah, kita satu jurusan kalau begitu. Aku Rendy, kakak tingkatmu, angkatan ketiga. Mari, aku antar. Kebetulan aku juga mau ke arah sana," ujar Rendy dengan nada yang sangat bersahabat.

Keyla merasa sedikit lega. "Terima kasih, Kak. Saya Keyla."

Selama berjalan menuju aula, Rendy tidak berhenti mengajak Keyla mengobrol. Ia menceritakan tentang dosen-dosen yang galak, kantin dengan makanan paling enak, hingga tips bertahan di jurusan Hubungan Internasional yang dikenal cukup berat. Keyla tertawa—tawa yang tulus, tawa yang sudah lama tidak muncul dari bibirnya sejak Dipta Mahendra masuk ke hidupnya.

"Kamu punya senyum yang manis, Keyla. Jangan terlalu tegang, dunia perkuliahan itu seru kalau kamu punya teman yang tepat," ujar Rendy sambil sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Keyla, mencoba menunjukkan keakraban.

Keyla sedikit menjauh secara insting, teringat peringatan Dipta. "Terima kasih, Kak Rendy."

Tanpa Keyla sadari, hanya beberapa meter di belakang mereka, seorang pria bernama Doni—yang terdaftar sebagai mahasiswa baru namun memiliki postur tubuh yang terlalu tegap untuk seorang remaja—sedang memegang ponselnya dengan posisi seolah sedang berswafoto.

Kenyataannya, lensa kamera Doni terfokus tajam pada interaksi antara Keyla dan Rendy. Setiap tawa Keyla, setiap gerakan Rendy yang mencoba mendekat, terekam dengan jelas dalam format video 4K yang langsung terunggah ke server pribadi Mahendra Group.

Doni menyentuh earpiece kecil di telinganya. "Target sedang bersama seorang pria. Kakak tingkat. Ada kontak fisik ringan di bahu saat pria itu mencoba mengarahkannya ke aula. Apakah perlu intervensi?"

Suara dingin Bayu terdengar di seberang sana. "Tetap pantau. Jangan lakukan apa pun di area terbuka. Kirimkan semua profil pria itu ke meja Tuan Mahendra sekarang juga."

**

Di lantai teratas gedung Mahendra Group, suasana seketika berubah mencekam. Dipta sedang memimpin rapat direksi yang krusial saat ponsel pribadinya bergetar. Ia memberikan kode pada sekretarisnya untuk menghentikan presentasi sejenak.

Begitu ia membuka kiriman video dari Doni, rahang Dipta mengeras. Pena mahal di tangannya nyaris patah saat ia melihat Keyla tertawa lepas bersama pria bernama Rendy itu. Tawa yang tidak pernah diberikan Keyla padanya. Tawa yang seharusnya hanya menjadi miliknya.

"Rapat selesai. Keluar semua!" bentak Dipta tanpa penjelasan.

Para direktur yang bingung segera berhamburan keluar karena takut melihat aura mematikan sang bos. Begitu ruangan kosong, Dipta membanting ponselnya ke meja kayu jati yang kokoh.

"Bayu!" teriaknya.

Bayu masuk dalam hitungan detik. "Saya sudah mendapatkan datanya, Tuan. Namanya Rendy Pramudya. Ayahnya pemilik perusahaan garmen menengah. Mahasiswa berprestasi di HI."

"Aku tidak peduli prestasinya!" Dipta berdiri, wajahnya memerah karena cemburu yang primitif. "Beraninya dia menyentuh milikku? Beraninya Keyla tertawa seperti itu dengan pria lain saat semalam dia merintih di bawahku?"

"Tuan, Nyonya Keyla meminta kebebasan. Jika Anda bertindak sekarang, dia akan semakin membenci Anda," ujar Bayu mencoba menenangkan.

Dipta menarik napas panjang, mencoba mengendalikan gairah amarahnya yang meluap. "Aku tidak akan bertindak di kampus. Itu akan membuatnya curiga. Tapi kirimkan pesan pada perusahaan ayahnya. Batalkan semua kontrak distribusi mereka dengan anak perusahaan kita. Berikan dia 'sedikit' masalah agar dia terlalu sibuk untuk menggoda istri orang lain."

Dipta kemudian mengambil kunci mobilnya sendiri. "Dan siapkan kejutan untuk Keyla saat dia pulang nanti. Dia pikir dia bisa berpura-pura menjadi gadis lajang? Aku akan mengingatkannya siapa yang memberinya izin untuk bernapas di kampus itu."

**

Keyla keluar dari gerbang kampus dengan perasaan bahagia. Hari pertamanya berjalan lancar, dan ia merasa punya harapan baru. Namun, saat ia melihat Toyota Camry yang sama menunggunya, senyumnya sedikit memudar.

Begitu ia masuk ke mobil, suasana terasa sangat dingin. Sopir tidak menyapa, hanya diam membisu. Saat sampai di depan lobi penthouse, ia terkejut melihat Dipta sudah berdiri di sana, menyandar pada pintu lift dengan tangan bersedekap.

"Bagaimana kuliahmu, Sayang?" tanya Dipta dengan nada yang sangat tenang, namun matanya menatap Keyla seolah ingin menelanjangi jiwanya.

"Lancar. Menyenangkan," jawab Keyla singkat, mencoba melewati Dipta.

Namun, Dipta menarik pinggang Keyla dengan kasar, merapatkan tubuh mereka hingga tidak ada celah. Ia membisikkan sesuatu di telinga Keyla yang membuat jantung gadis itu seolah berhenti berdetak.

"Menyenangkan karena pelajarannya, atau karena Kakak Tingkat bernama Rendy itu?"

Keyla membelalak. "Kau... kau memata-matai aku?"

"Aku sudah bilang, Keyla," Dipta mencengkeram rahang Keyla, memaksa gadis itu menatap kobaran api di matanya. "Kau boleh belajar tentang dunia. Tapi jika kau membiarkan pria lain masuk ke duniamu, aku akan menghancurkan dunia pria itu berkeping-keping. Dan malam ini... aku akan memastikan kau lupa bagaimana caranya tertawa dengan pria lain."

Dipta menyeret Keyla masuk ke dalam lift, mematikan seluruh harapan kebebasan yang sempat dirasakan Keyla hari itu.

***

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!