Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. beli kamera
keduanya masih berdecak kagum.
"pantas aja mahal! di sini kontrak aja memang bagus Ra." tutur Nova.
"bener banget nov! aku juga baru pertama kali lihat kontrakan Tiara." ujar Aulia dengan jujur. selama ini, Mereka cuma berteman di luar. tetapi sangat jarang membawa Aulia ke kontrakannya. bukan tidak ingin mengajak, tapi Nova yang masih tidak sempat datang.
kemarin saja, Aulia setuju untuk nginap di rumah temannya, karena Tiara membawa Aulia menginap di rumah tantenya untuk berjaga. Tiara tentu saja tidak sanggup tinggal sendirian di rumah yang mewah dan besar itu.
"sudah sudah.. Kalian mau minum dulu nggak. cari aja di kulkas ya ?" tutur tiara.
"oh kamu ada kulkas juga..?" tanya Nova dengan tampang polosnya. Aulia pun langsung menepuk sedikit jidat temannya itu.
"emang kamu nggak nampak, pas kita nge-review udah punya dia ?" tanya Aulia. Nova pun langsung menggeleng polos.
Puk
"astaghfirullahaladzim.. kamu polos banget sih!! jadi orang itu jangan polos-polos lah. nanti mudah dikibulin loh.." tutur Aulia membuat Nova terkekeh.
"aku nggak polos-polos amat kok!! kalau kamu tanya sesuatu yang intim, aku tahu.!!" serunya membuat kekehan dan tawa dari kedua temannya pecah.
"iya kalau itu juga aku paham!! tanpa dijelaskan pun kita langsung mengerti.!!"
"hahaha!!" ketiganya pun langsung tertawa dan mengalirlah candaan-candaan negatif mereka. wajar, kalau perempuan sudah ngumpul, pasti mereka saling meledek satu sama lain. tapi ledekannya itu bukan hal-hal yang menyakiti, tetapi merupakan ledekan yang lucu yang membuat tertawa sampai sakit perut.
"aku ganti baju dulu ya.. kalian tungguin aku."
"oke oke.."
Tiara pun masuk ke dalam kamarnya, sementara Nova dan Aulia duduk di atas sofa di ruang tamu. Mereka tampak menyekrol HP masing-masing. begitu pula dengan Nova.
dia lari ke aplikasi m-banking nya, dan melihat nominal uang yang masih belum tersentuh di sana. dia melihat nominal uang yang ada di dalam m-banking miliknya sebesar 55 juta.
melihat itu, Nova langsung berpikir dalam hatinya.
(kalau aku melakukan transaksi, baru akan ada cashback-nya. tapi kalau membantu orang, hanya dikasih hadiah saja. Mm.. berarti nanti, aku harus melakukan transaksi. aku beli handphone aja, terus juga beli laptop yang kapasitasnya bagus. nanti laptop yang second itu, aku pindahin dan aku tukar ke dalam sistem.) batinnya. dia pun tersenyum cukup tipis sehingga tak ada yang menyadarinya.
"ayo berangkat!!" Tiara pun tiba-tiba muncul di sana.
"oke!!" ketiganya pun langsung keluar, Tiara langsung mengeluarkan mobilnya dari bagasi, dan kemudian gantian memasukkan motor Aulia ke dalam bagasi. setelah itu, Tiara langsung mengunci bagasi itu.
setelah selesai, ketiganya pun langsung naik ke mobilnya Tiara. Nova juga melihat, kalau di dalam bagasi Tiara masih ada sepeda motor yang masih baru. tampaknya sangat disayang dan dirawat oleh Tiara.
sekitar 20 menit perjalanan mereka dengan menggunakan mobil, akhirnya mereka tiba di sebuah plaza yang terkenal. mereka memarkirkan mobil terlebih dahulu, baru Setelah itu mereka turun.
ketiganya jalan sambil gandengan. seperti mau nyebrang saja.
"oh jadi ini namanya mall ya!!" Aulia yang mendengar itu langsung menutup mulut temannya. Nova pun memandang dengan heran.
"ada apa.?" Aulia menepuk jidatnya.
"nanti kedengaran orang.. pokoknya kita ikut aja lah." Tiara yang mendengar bisikan teman-temannya itu langsung tersenyum.
"kita ke atas ya, Aku mau beli mau cari kamera." tutur Tiara.
"oke oke!! Aku juga mau beli handphone." ujar Nova. Aulia memandang ke arah Nova. tapi Nova Langsung melempar senyum ke arahnya.
"tenang aja kawan!! Aku punya uang kok." tuturnya lagi. Aulia pun langsung menganggukkan kepalanya.
setibanya mereka di lantai 2, mereka langsung menuju stand penjualan kamera. di sana ada banyak kamera digital yang dijual dengan berbagai harga.
Tiara memilih-milih kamera itu, dan Nova juga tampaknya tertarik.
"kamera Canon ini berapa bang..?" tanya Nova. kini Aulia tak lagi mengeluarkan kata-katanya. Tiara dan Nova tampak dilayani oleh dua orang yang berbeda. sementara Aulia hanya duduk dan menonton teman-temannya saja.
"kalau kamera Canon ini, spesifik bagusnya, kamera jernih dan tangkapannya juga jelas. kalau di zoom, sejauh apapun masih akan terlihat jelas. ini harganya, 8.900.000 Kak." Aulia yang mendengar itu tidak terkejut. karena memang dia tahu harga barang semahal itu.
"kamu mau beli..?" tanya Tiara.
"iya! tampaknya, untuk kebutuhan pemrograman cukup penting." tuturnya
"Ya udah beli aja!! biar aku yang bayarin." Nova yang mendengar itu menoleh begitu pula dengan Aulia.
"kamu pikir beliin cilok!! ada-ada aja kamu Tiara.." tutur Nova.
"tahu nih anak!! Dia pikir beliin kamera semahal rp8 juta lebih itu, seperti beli bakso!! dasar teman aneh." gumam Aulia membuat Tiara terkekeh.
"kamu mau au ? kalau kamu mau aku beliin dah.! mau nggak ? kamu pilih aja yang mana.!" serunya. Aulia tersenyum dan melotot sekaligus secara Tiara.
"nanti aja deh!! aku belum minat.!!" ucap Aulia beralasan. lagi Pula, dia memang masih belum menemukan kegunaan kamera digital untuk dirinya. kalau Nova, dia wajar. Dia mengambil mata kuliah pemetaan, otomatis dia juga harus memiliki foto-foto kemiringan lereng.
dan tentunya, kamera itu sangat bermanfaat.
"aku beli satu yang kamera Canon ini bang. di sini ada jual drone juga ndak bang ?" tanya Nova. Aulia semakin dibuat penasaran sama temannya ini. Dia mendekati Nova ingin mengamati.
"ada dek!! drone yang spesifik dan bagus untuk pemetaan, harganya rp5.000.000. ini boleh dioperasikan sekarang atau dicoba dulu."
"boleh deh!! saya juga mau beli bang. kamera canonnya, sama drone-nya." ujar Nova tanpa merasa bersalah.
"bayarnya bisa via transfer kan bang..? soalnya saya tidak bawa cash." Aulia semakin dibuat melongo. dia semakin heran, mengapa temannya bisa seboros ini.
"bisa dek, bisa." dengan cepat, semua belanja Nova pun dihitung. dan totalnya ada 13 juta 9 ratus.
"semuanya rp13.900.000 ya kak. karena kakak beli dua, maka kita kasih diskon 13 juta 500 aja." tutur penjualnya. begitu pula dengan Tiara yang sudah membungkus miliknya.
"oh baiklah.." nomor rekening pun langsung diberikan kepadanya, dan dengan cepat Nova mentransfer uang itu ke rekening tersebut.
"sudah ya bang.." ucapnya sambil memperlihatkan bukti transfernya. dan di rekening toko juga langsung masuk uang senilai rp13 juta 500 itu.
"oh terima kasih ya dek.. ini barangnya. mampir lagi di lain waktu." ujar petugas itu sambil menyerahkan barang yang dibeli oleh Nova.
"makasih ya bang. nanti, kalau ada lagi pasti mampir." jawab Nova. dia mengambil barang itu dan kemudian pergi dengan teman-temannya. Aulia yang paham betul bagaimana kehidupan Nova sehari-hari hanya bisa melongo.
Aulia tentu saja tidak melarang, karena semua yang dibeli oleh Nova nyatanya sangat bermanfaat untuk mendukung kuliahnya.