NovelToon NovelToon
From Debt To Riches: An Unexpected Marriage

From Debt To Riches: An Unexpected Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:611
Nilai: 5
Nama Author: WesternGirl10

Kevin adalah definisi pekerja korporat yang malang: terjepit di antara makian bos yang toksik dan tumpukan dokumen yang tak ada habisnya. Pelariannya hanyalah dunia anime dan manga di sela waktu lembur yang menyiksa.
​Namun, hidupnya berubah total saat sang ayah kalah judi dan terlilit hutang raksasa pada rentenir. Sebagai penebusan dosa finansial ayahnya, Kevin "dijual" dalam sebuah pernikahan kontrak kepada Ashley—pewaris konglomerat yang dingin, perfeksionis, dan terobsesi pada kemewahan.
​Kevin mengira hidupnya akan menjadi neraka di bawah telapak kaki Ashley. Namun, kenyataannya justru terbalik.
​Di mansion megah itu, Kevin menemukan surga bagi seorang wibu introvert. Tanpa tekanan kantor, tanpa bos yang marah, dan didukung uang bulanan yang melimpah, ia resmi menjadi "pengangguran kaya" yang dilayani 24 jam. Di balik dinding marmer dan kemewahan Ashley, Kevin bebas menikmati hobi dan kemalasannya.
​Tapi, apakah Ashley benar-benar hanya butuh suami pajangan, atau ada harga mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WesternGirl10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Keesokan harinya, kafetaria kampus ramai seperti biasanya. Kevin dan Mike duduk berhadapan di meja yang biasa mereka tempati. Kevin menjatuhkan kepalanya ke atas meja dengan bunyi buk yang cukup keras. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat semakin jelas dari sebelumnya.

​Penyebabnya sederhana: Ashley. Setelah drama kecemburuan terhadap Maria semalam, sisi manja Ashley meledak tanpa ampun. Ia mengeluh sakit kaki dan punggung sepanjang malam, memaksa Kevin tetap terjaga untuk memberikan pijatan meski ia sendiri sudah mengantuk setengah mati. Setiap kali Kevin mencoba mencuri waktu untuk memejamkan mata, Ashley akan bergumam pelan bahwa "bayinya merasa tidak nyaman," dan Kevin pun menyerah kalah demi kenyamanan sang istri.

​Mike menghela napas, menatap sahabatnya itu dengan tatapan prihatin sekaligus geli. "Jujur deh, kau habis melakukan apa semalam sampai tak bisa tidur? Apakah 'tante kaya' itu terlalu menggoda di ranjang?" Mike tertawa, meski itu hanya candaan garing yang sering ia lontarkan.

​"Mike, kenapa wanita mudah sekali cemburu?" tanya Kevin dari balik lipatan lengannya.

​Mike menaikkan alisnya. "Si 'tante kaya' itu cemburu? Kau habis melakukan kesalahan apa? Bertemu mantan?"

​"Semacam itu. Hanya teman lama, tapi dia menganggapnya seperti ancaman nasional," Kevin menghela napas berat. "Ugh, aku ingin tidur..." rengeknya pelan.

​Keluhannya terputus saat suara dari TV kafetaria mendadak meninggi. Layar menyiarkan berita sekilas tentang Andrew Giovano yang sedang melakukan kerja sukarela di sebuah panti asuhan. Kondisi Andrew terlihat sangat prima, jauh berbeda dari beberapa bulan lalu saat ia dikabarkan sakit.

​Faktanya, Ashley memang langsung memberitahu Andrew tentang kehamilannya segera setelah dikonfirmasi oleh Irene. Berita itu menjadi obat paling mujarab; Andrew akhirnya menuruti kata dokter dan kondisinya membaik dengan sangat pesat. Tujuannya hanya satu, hidup lebih lama untuk menggendong cucu nya.

​"Tuan Giovano! Dari artikel terakhir kali, beredar kabar kalau kesehatan Anda menurun drastis. Apakah Anda sudah benar-benar sembuh?" tanya seorang wartawan.

​"Apakah kerja sukarela kali ini bertujuan untuk memberitahu dunia kalau Anda sudah sehat kembali?"

​Andrew hanya terkekeh senang dengan senyum lebar yang sangat jarang ia tunjukkan. Ia lalu memberikan jawaban yang seketika menggemparkan dunia:

​"Aku melakukan ini bukan untuk membuktikan kesehatanku," ujar Andrew lantang. "Aku hanya sedang sangat bahagia karena sebentar lagi... aku akan memiliki seorang cucu."

​Hening sesaat menyelimuti lokasi tersebut sebelum suara riuh jepretan kamera meledak. Andrew langsung memasuki mobilnya dengan dikawal ketat, meninggalkan misteri besar bagi publik karena ia tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang sedang hamil.

​Dalam hitungan menit, jagat maya meledak. Karena pernikahan Ashley dan Kevin masih dirahasiakan dari publik, pengumuman Andrew memicu spekulasi liar yang tidak terkendali di media sosial.

​Kevin menatap layar ponselnya dengan mata melotot. Kolom komentar dipenuhi oleh ribuan detektif internet:

​@NetizenKepo: "Loh, siapa yang hamil?! Andrew cuma punya dua anak perempuan, Ashley dan Kayra. Apa salah satu dari mereka sudah menikah diam-diam?"

​@BusinessGuru: "Mungkinkah Ashley dan konglomerat China itu menikah?"

​@TehManisAnget: "Konglomerat China? Ashley pernah pacaran?"

​@PakarGosip: "Ada gosipnya 6 tahun lalu saat Ashley kuliah di China. Saat itu Andrew juga hanya menanggapi dengan santai, katanya 'Hanya anak muda'. Mungkinkah mereka lanjut ke pelaminan?"

​@TeoriKonspirasi: "Mungkinkah istri Danny? Tapi kan Andrew sendiri yang mengusir Danny saat menikahi istrinya yang sekarang. Skandal itu panas sekali dua tahun lalu, mustahil Andrew menyebut 'cucu' untuk anak dari orang yang dia buang."

​@AntiGhibah: "Bisa jadi Kayra. Dia kan terkenal centil, berbeda dengan Ashley yang gila kerja, mungkin saja dia hamil dari salah satu pacarnya."

​Kevin menelan ludah dengan susah payah. Spekulasi tentang "konglomerat China" itu membuat hatinya sedikit mencelos, meski ia tahu itu hanya masa lalu.

​Sementara itu, di kantor pusat Giotech C&T, Ashley menatap layar televisi di ruangannya dengan ekspresi tenang.

Sejak awal, Ashley memang tidak berniat menyembunyikan pernikahan atau kehamilannya, hanya saja ia merasa kalau ini masih belum waktunya. Baginya, berita ini justru menjadi perisai yang memperkuat posisinya di depan dewan direksi.

​"Biarkan mereka berspekulasi," gumam Ashley dingin saat sekretarisnya masuk dengan wajah panik. "Jangan keluarkan pernyataan apa pun untuk saat ini. Biarkan pasar saham bergerak mengikuti rasa penasaran mereka."

​Ashley menyentuh perutnya yang sudah agak membuncit, lalu beralih menatap ponselnya. Ia mengirim pesan singkat kepada Kevin:

​‘Abaikan komentarnya, Kevin. Fokus saja pada kuliahmu. Aku akan membereskan sisanya.’

​Kevin yang membaca pesan itu di kafetaria hanya bisa menghela napas panjang. Ia melirik Mike yang kini sibuk membaca ribuan komentar internet.

​"Gila..." gumam Kevin. Ia sadar, ketenangan hidupnya sebagai mahasiswa biasa baru saja resmi berakhir hari ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!