"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8.
" Assalamualaikum Bu.." Amelia menelepon ibunya. Satu bulan lebih Lia tidak berkomunikasi dengan ibu dan bapaknya.. Dikarenakan handphonenya ibunya rusak..
" Waalaikumsalam.. Alhamdulilah akhirnya kamu menelponnya juga..kamu apa kabar nduk? Ibu tiap malam mimpi tidak bagus terus.Ibu kepikiran kamu." Lia mengatur nafasnya sebelum menjawab pertanyaan ibunya..
" Aku sehat bu..! Ibu dan bapak serta adek - Adek,sehat kan? Lia sekarang sedang dirumah Bude Gendis..?"ucap Lia, ia begitu bahagia bisa mendengar suara ibunya..
"Alhamdulillah kami sehat nak.. adik-adikmu sehat semua.oh ya,Kamu di rumah Bude mu? Apa kabarmu Bude mu? Salamkan ibu ya."
"Sudah Lia sampaikan salam Ibu pada Bude.. Bagaimana hasil panen Bu?"tanya Lia.
"Hasil panen gagal..! Semua panen tahun ini gagal. Cabe harganya tinggi tapi terkena hama. Sehingga gagal panen.. Apa kabar suamimu? Apa dia baik memperlakukanmu? Mohon maaf Ibu tidak bisa menengokmu untuk sekarang ini. Karena panen gagal.."tanya Aisyah..Ia dan suaminya ingin sekali mengunjungi putri sulung mereka di ibukota.. ekonomi pas-pasan menjadi penghalang untuk menengok Amelia.
"Ibu kalau gagal panen jangan mengutang lagi ya.Nanti Lia kasih uang Untuk menggarap sawah dan kebun cabe.. Ibu tidak perlu ke ibukota menyusulku. mungkin, aku akan pulang kampung dalam waktu dekat.. Kabar suami ku dan keluarganya baik.. "Lia ingin sekali menceritakan keadaan rumah tangganya yang sebenar-benarnya pada ibunya. Tapi ia takut Aisyah kepikiran.
Aisyah dan Kasim selalu diliputi rasa bersalah, karena mereka berhutang anaknya dijadikan tumbal untuk melunasi hutang-hutang di rentenir.
"Amelia Maafkan bapak dan ibu nak.. karena hutang yang menjerat Ibu kamu jadi korban. menikah dengan laki-laki kota yang tidak kamu cintai. Semoga Rudi memperlakukanmu dengan baik, tetapi nak?Jika Rudi tidak memperlakukanmu dengan baik pulanglah ke rumah. Jangan biarkan kamu tersiksa di rumah mertuamu." Aisyah tahu putrinya tidak bahagia menikah dengan Rudi...
"Tidak apa-apa Ibu..! Jangan pernah menyesal dengan apa yang terjadi.. yang terpenting Bapak dan Ibu terbebas dari hutang, dan hidup tentram di kampung. Aku akan mengirimkan uang untuk ibu dan Bapak dan adik-adik."ucap Amelia.
Mendengar putrinya akan mengirimnya sejumlah uang. Aisyah sedih ia merasa menjadi orang tua yang gagal dan zalim terhadap anak.
Jika ia tidak nekat meminjam uang rentenir untuk membajak sawah dan kebun cabe. Mungkin hari ini putrinya masih melanjutkan kuliahnya di universitas terbuka walaupun pertemuannya lewat online. Aisyah bangga putrinya bisa kuliah..
"Lia..! Kamu punya uang dari mana? Jika yang mau kamu kirim pada ibu uang suamimu jangan nak.. Ibu tidak mau menikmati uang suamimu. kecuali suamimu sendiri yang memberikannya pada bapak dan ibu.."Aisyah tidak mau dikatakan memanfaatkan penghasilan menantunya..
"Aku menulis sebuah naskah untuk sebuah film Bu.. karyaku akan ditayangkan di layar lebar."Lia menceritakan kronologis ia bisa menjadi penulis cerita.. dan Ia juga menceritakan pertemuannya dengan Asti.
Asti yang menjembatani ia menjadi seorang penulis. Walaupun dia sudah memiliki bakat menulis cerita.
Tanpa bantu oleh Asti, Lia tidak bisa apa-apa .. Dan naskahnya yang ia simpan di flash disk selamanya akan tersimpan.
Koneksi itu penting untuk mewujudkan mimpi.
Aisyah sangat bahagia mendengar kabar yang disampaikan oleh anaknya.. Aisyah tahu Lia memang berbakat dalam dunia literasi.
"Alhamdulillah Ya,nak.! Andaikan kamu bisa menulis dari hari kemarin. Mungkin, Kamu tidak akan menikah dengan Rudi.. Ingat pesan ibu pulanglah jika tidak bahagia." Ingin rasanya Lia berterus terang pada ibunya jika rumah tangganya di ujung tanduk..
Akan tetapi semua Lia sembunyikan,ia tidak mau ibunya jatuh sakit mendengar kabar tentang dirinya.
"Kenapa kamu tidak berterus terang dengan ibumu, jika rumah tanggamu tidak baik-baik saja?" Ucap Gendis
"Nanti saja Bude kalau waktunya sudah tepat.. Amelia akan menceritakan semuanya pada ibu dan bapak.. sekarang ini Lia akan menikmati prosesnya." Lia sudah memutuskan untuk tidak memikirkan Ke mana arah rumah tangganya lagi.
Ia pun tidak mau berharap terlalu jauh,rumah tangganya akan harmonis dengan Rudi.
Setelah cukup lama di rumah budenya, Amelia pamit. Sebelum meninggalkan rumah bude Gendis Amelia memberi budenya uang sebesar 300.000..
Uang dari pemberian Denada Ia berikan kepada budenya...
"Masya Allah banyak sekali nduk, uang ini hasil kamu menulis? Simpan baik-baik uangmu ya nduk, jangan sampai suamimu tahu. Jika kamu memiliki uang banyak.. segera pergi dari rumah mertuamu jika mereka memperlakukanmu tidak baik.. pulanglah ke rumah Bude. Walaupun rumah Bude tidak sebagus rumah mertuamu, tapi rumah ini lebih nyaman dari rumah mertuamu." Amelia menggangguk. lalu ia pamit pulang ke rumah mertuanya.
**
" Prok..Prok.. prok.. bagus ya, keluar rumah tanpa seizin suami.. dan belum mempersiapkan makanan suami. Istri macam apa kamu? "Teriak Ainun.
"Saya hanya menengok Bude saya, Yang sedang sakit. Saat saya mau pergi Satu rumah masih tidur, saya sudah berpamitan dengan Mas Rudi.. dan saya pun sudah masak Bu. Saya masak apa yang ada di kulkas." Jawab Lia tenang.
Ainun kesal karena Lia selalu menjawab setiap kalimat yang ia ucapkan.
"Uang anakku kamu ambil, tapi kamu tidak melayani anakku.. makanannya pun tidak kamu siapkan. Kembalikan uang Rudi?"Lia kesal dengan Rudi yang sangat lemes sekali.. selalu mengadu hal sekecil apapun pada ibunya.
"Uang apaan sih Bu?? Jika Mas Rudi memberi ku uang itu hak ku Bu.. sudah sepatutnya Mas Rudi memberiku uang." Jawab Lia.
Ia sengaja mengelak, Lia hanya ingin tahu apakah Rudi memberitahu ibunya, nominal uang yang Rudi berikan pada Lia..
"Rudi sudah menceritakan semuanya pada ku, bahwa ia telah memberimu uang sebesar rp500.000.. mana uang itu? Kembalikan uang yang diberikan oleh Rudi pada mu."Ainun menggeledah isi tas yang dibawa oleh Amelia.
Bukan hanya tas yang digeledah oleh Ainun. Tubuh Amelia digeledah oleh Ainun.
Merasa tidak nyaman dengan perlakuan mertuanya, Amelia mengepaskan tangan mertuanya dengan kasar.
"Jangan bertindak lewat batas Bu! Uang yang diberikan Rudi itu hak ku.. jangan sampai saya bertindak kasar pada ibu." ucap Amelia tegas.Ia menatap tajam ibu Mertuanya.
Rumah dalam keadaan sepi. Penghuninya sebagian tidur dan sebagian entah ke mana.
Ainun menciut melihat kemarahan Amelia.
"Berani kamu membentakku, akan aku adukan pada Rudi. Biar kamu dihajar oleh Rudi. Dasar wanita miskin tidak berpendidikan. Menyesal aku merestui Rudi menikah denganmu." Ucap Ainun sengit.
Lia tersenyum sinis menatap mertuanya.Lia muak melihat wajah sang ibu Mertua.
"Laporkan saja saya tidak takut.! Seujung kuku Rudi menyentuh kulitku, akan kuseret dia ke kantor polisi." Jawab Lia penuh emosi.
"Tunggu saja Rudi pulang, akan ku minta ia menjatuhkan talak padamu.. dan silakan kamu tinggalkan rumahku, pulang sana ke Jawa. Ke rumah orang tuamu yang kumuh itu." Lia menatap mertuanya dengan tatapan menjijikan. Dan penuh kebencian.
"Dengan senang hati saya terima talak Rudi.. walaupun rumah orang tua saya kumuh. Tapi ada kedamaian di sana. Tidak seperti rumah ini penuh dengan kemaksiatan." Jawabnya kesal..
Perdebatan antara mertua dan menantu itu berlanjut hingga 1 jam lagi.
Amelia memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya di dalam kamar. Ia sengaja mengunci pintu kamar supaya tidak diganggu oleh mertuanya dan Rudi saat ia tidur siang.
2 jam kemudian Rudi pulang dengan wajah berseri-sari.
"Rudi..! Ibu mau kamu menghajar Amelia. Berani beraninya dia melawan ibu. Uang yang kamu berikan pada Amelia tidak ia kasihkan pada ibu. Pokoknya kamu harus mengajarnya."Rudi hanya menjawab dengan anggukan.Ia Sibuk dengan ponselnya.. Bahkan ia tidak menyimak apa yang ibunya sampaikan sangking asyiknya berbalas pesan dengan seseorang..
Di dalam kamar Amelia mendengarkan semua aduan mertuanya yang penuh dengan hasutan pada suaminya.
Ia semakin muak dan ingin cepat-cepat meninggalkan rumah mertuanya yang seperti neraka itu.
"Assalamualaikum Bu.. Lia sudah kirim uang ke rekening bulik Sumini.. satu juta, untuk pembukaan rekening baru. Ibu minta antar Anita atau Andita ke bank BRI cabang terdekat."Aisyah terharu menerima kiriman uang dari Amelia..
Keasikan Lia mengobrol dengan ibunya berhenti dengan ketukan pintu dari luar..
Took.. took.
"Lia buka pintu.."teriak Rudi.
Lia membukakan pintu kamar untuk Rudi..
"Kenapa pintu kamar kamu kunci?? Ngapain kamu di dalam kamar?"tanya Rudi..
" Aku sedang istirahat tidur siang.. Aku butuh tenaga untuk mengerjakan pekerjaan rumah."jawab Lia.
."Kamu berantem dengan ibuku?"tanya Rudi, dengan nada santai..
"Ibumu yang mengajakku ribut.Ia ingin mengambil uang yang kamu berikan padaku. Aku tidak mau memberikan pada ibumu, jadi ibumu tidak terima dan ia mau ngambil paksa uang itu dengan cara menggeledah tubuhku." Ucap Lia.
"Oh iya, aku lupa menanyakan padamu Lia?"
Degghh..!
Perasaan Lia harap-harap cemas menanti pertanyaan Rudi.. baru saja ia bersorak gembira karena Rudi tidak ingat nominal uang yang ia awur kan semalam.
"Tanya apa.?"jawab Lia Ketus.
"Semalam aku kasih kamu uang satu juta, apa lima ratus ribu?" Hati Lia plong mendengarkan pertanyaan Rudi.
"Lima ratus ribu..! Tidak lebih tidak kurang, dan itu hakku,aku tidak mau berbagi dengan ibumu."jawabnya ketus.
"Ohh.. Lima Ratus ribu ya?" Ucap Rudi.
Lia tersenyum penuh kemenangan menatap Rudi..
Melihat Rudi tidak konsentrasi dan ingatnya tidak tajam Lia tersenyum menyeringai..
Tiba-tiba ia memiliki jiwa serakah,Lia tidak mau hanya mendapatkan lima juta..
Lia ingin lebih dari lima juta, matanya menatap laci yang ada didalam lemari pakaian milik Rudi..