NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Carol juga berubah wujud

"Belok kiri Om!" seru Zach pada sopir taxi. Taxi berbelok ke kiri . Jalanan sepi karena memang bukan jalan umum. Jalan itu adalah menuju ke Villa keluarga Zach. Villa itu dijaga oleh sepasang suami istri, sudah lebih lima tahun.

"Apakah Villa itu, yang memancarkan cahaya disana?" sopir taxi menunjuk cahaya kecil si atas bukit.

"Iya, Om. Ikuti saja Om, jalan ini."

"Kalau boleh tau, kenapa kalian melarikan diri dari rumah sakit. Ini sudah dini hari." sopir taxi mencoba membuka percakapan. "Apakah kalian pasangan yang baru menikah?"

"Eh, i-iya Om." sahut Zach sedikit gugup. Tidak ingin Pak sopir itu curiga lebih jauh.

"Panggil saja saya John. Kamu siapa?"

"Saya Zach Om. Lengkapnya Zachary."

"Hem, Zachary ya. Trus istrimu?"

"Saya Caroline Om. Om panggil saja Carol." sahut Carol. Entah kenapa dia merasa nyaman dengan Om John yang barusan dikenal.

"Sepertinya Om bukan asli orang sini, ya?"

"Iya benar. Kamu tau darimana? Om memang baru tiga hari disini."

Zach dan Carol saling pandang. Keduanya merasa curiga. "Jadi Om bukan sopir taxi ya?" seru Zach kaget. " Kenapa tadi Om membiarkan kami masuk ke mobil Om?"

"Hanya insting saja, kalian pasti sedang butuh bantuan. Sampai harus melarikan diri dari rumah sakit, dini hari begini." sahut John santai.

"Om ada urusan si kota ini, ya?"

"Hem, bisa dibilang lah iya." sahut John. "Masih jauh ya?"

"Sebentar lagi, Om. Kira-kira sepuluh menit lagi. Om tinggal dimana?"

"Sementara ini masih di penginapan. Kalian ada masalah apa melarikan diri dari rumah sakit. Kenapa tidak pulang ke rumah orang tua kalian.? Maaf tadi Om sempat menguping pembicaraan kalian."

"E-gh, a-anu Om." Zach ragu untuk bicara.

"Tidak apa-apa kalau memang tidak mau cerita. Maaf, Om yang terlalu kepo. Kalian masih muda, Om tidak percaya kalau kalian pasangan suami istri." tukas John mengurangi laju mobilnya karena tanah bebatuan.

Villa itu sudah tampak. Cahaya lampu dari teras terlihat remang. " Kalian yakin mau ke rumah itu? Apa ada orang yang menghuninya.?"

"Ada, Om. Sepasang suami istri. Mereka yang merawat villa itu. Om tidak mau menginap? Ada banyak kamar kok, Om." Zach menawarkan untuk tinggal. Walau cuma basa-basi tapi dia memang serius. Selain karena sudah larut malam.. Juga sebagai ucapan terima kasihnya, karena mereka telah ditolong.

John membunyikan klakson, berkali-kali. Untuk membangunkan penjaga rumah. "Oke, Om terima tawaranmu. Besok pagi-pagi Om pergi."

Setelah membunyikan klakson, beberapa kali. Ruang tamu menyala menandakan penghuni rumah bangun. Buru-buru seorang pria paruh baya membukakan pintu gerbang.

"Astaga, Nak Zachary. Kenapa datang tanpa mengabari lebih dulu?" seru Mang Karsa saat melihat anak majikannya berdiri dekat mobil.

"Maaf Mang, telah mengganggu tidur Mang Karsa." ucap Zach setelah masuk kedalam rumah. Mang Karsa tidak dapat menyembunyikan keheranannya.

Kenapa anak majikannya muncul mendadak seperti ini. Malah bersama seseorang yang tidak ia kenal. Kalau Carol, Mang Karsa sudah kenal, karena sudah sering datang menghabiskan liburan di villa keluarga majikannya.

"Kenalkan Mang, Om John." ucap Zach melihat Mang Karsa yang menaruh curiga. Keduanya bersalaman. John menyapu ruang tamu lewat pandangannya. Sebelum menghenyakkan pantatnya di atas sofa.

Gerak gerik beliau tidak luput dari pandangan Mang Karsa. Sinyal waspada terlihat jelas dari tatapan beliau.

Usia Mang Karsa dengan John sepertinya tidak jauh beda. Hanya karena Mang Karsa terbiasa terpapar panas matahari, jadi terlihat lebih tua.

Sedang Pak John, tampak lebih muda karena penampilan yang rapi. Dan mungkin juga seorang pegawai kantoran.

Dari penampilannya, Zach curiga sepertinya Pak John tengah dalam misi sesuatu. Tapi enggan untuk menanyakan hal itu.

Ketika Zach pergi ke arah dapur, untuk mengambil air minum, Mang Karsa menyusul.

"Ada apa Mang?" tegur Zach saat melihat Mang Karsa mengintip dari pintu dapur.

"Laki-laki itu siapa. Bisa-bisanya kamu bersama dia? Mamang merasa tak enak." tukas Mang Karsa.

"Tidak apa-apa, Mang. Beliau telah menolong kami. Besok pagi beliau akan pergi."

"Sebenarnya apa yang telah terjadi, Nak. Kenapa kalian tiba-tiba kemari. Bagaimana kabar Bapak dan Ibu? Mamang juga dengar sekolah kalian terbakar ?" Zach menggangguk. Mengambil tiga botol air mineral.Dan kembali ke ruang tamu.

"Om tidur di kamar tamu saja. Aku dan Carol di kamar lainnya."

"Baik. Sebaiknya kita istirahat saja. Besok pagi-pagi sekali Om akan pergi." Pak John berdiri. Menuju kamar yang ditunjuk oleh Zach. John melepas topi dan jaket yang dikenakannya. Lalu membaringkan dirinya di atas tempat tidur.

Pandangannya menatap lurus ke plafon. Kedua lengannya ditumpu dibawah kepala.

'Apakah benar mereka yang aku cari?' gumannya lirih. John menjadi gelisah. Ingat akan mimpi yang akhir-akhir ini menghantuinya.

Bukan tanpa sengaja dia berada di kota kecil ini. Justru kedatangannya karena ada kekuatan mistis yang menuntunnya, hingga sampai disini. Bahkan bertemu dengan Zach dan Carol tepat pada waktunya.

John merasakan sesuatu akan terjadi menimpa kota kecil ini. Atau memang sudah terjadi? Tetapi belum ada yang menyadarinya.

Meskipun aktivitas warga masih terlihat normal. Tapi John berfirasat sesuatu diam-diam akan muncul menyerang kota ini. Sesuatu yang mengerikan. Pertumpahan darah. Korban yang berjatuhan. Seperti dunia mau kiamat saja.

Sinar matahari ditingkahi cericit burung di dahan, mengawali datangnya pagi. Carol terjaga dari tidurnya. Menguap panjang lalu merentangkan kedua lengannya. Saat itulah Carol melihat sesuatu di lengannya. Sesuatu yang membuatnya shock.

"Aaaaa ...." teriaknya kencang, seraya berusaha menghempaskan sesuatu di lengannya. Tetapi tidak mau terlepas. Carol kembali menjerit, ternyata lengannya yang satu lagi juga begitu.

Teriakan Carol membuat semua orang kaget dan keheranan. Terutama John yang masih terlelap.

Zach menggedor pintu kamar Carol. "Carol, kamu kenapa? Ayo, buka pintunya, Carol!" teriak Zach dari balik pintu.

"Ada apa?" John bergegas menghampiri Zach yang berusaha mendobrak pintu.

"Aku tidak tau Om, tiba-tiba saja Carol berteriak." John memberi isyarat supaya Zach menyingkir. Lalu tubuh kekarnya mendobrak.pintu.

Pintu langsung terbuka. Zach menghampiri Carol yang terduduk ketakutan di sudut kamar.

"Kamu kenapa Carol?"

"Jangan mendekat. Pergi! Pergi kalian semua!" teriak Carol histeris. Zach berusaha menenangkan Carol. Tapi Carol mendorong Zach sehingga jatuh terjengkang. Carol berlari keluar kamar.

John dan Zach terkejut melihat wujud Carol.

"Carol!" teriak Zach, mengejar Carol yang berlari ke arah belakang rumah.

John, tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya. Untuk beberapa saat, John mematung.

"Om, bantu aku menangkap Carol!" teriak Zach yang panik.***

"

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!