Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.11 kekacauan
Setelah menunggu 15 menit lama nya, obat yang diberikan ke dalam teh itu langsung bekerja. bahkan Ella langsung memegang perut nya yang benar benar terasa sakit. Tiba tiba tatapan nya menjadi cemas, dan wajah nya mengeluarkan keringat dingin menahan rasa sakit di bagian perut nya itu.
karena tak tahan lagi, dia pun mengeluarkan suara. "Argh.... Teriak nya seketika membuat orang orang yang ada di sana langsung menoleh kaget.
"lady Ella ada apa, apakah kau baik baik saja?" tanya salah satu putri bangsawan yang merasa heran dengan lady Ella yang tiba tiba menjerit keras.
"Sakit, argh... Brott.... Suara dari bawah membuat nya terbelalak kaget. bahkan beberapa putri bangsawan langsung menutup hidung nya.
"Aku benar benar tak sengaja. Perut ku benar benar sangat sakit." ucap nya dengan terbatas menahan malu yang saat ini ingin menghilang dari sana.
"Brot....brot.... suara nya semakin keras, membuat beberapa orang menahan tawa. ini benar benar sangat memalukan.
beberapa putri bangsawan langsung tertawa pelan, dan juga menahan jijik melihat kelakuan ella yang melanggar aturan etika kebangsawanan. Bahkan setelah gadis itu pergi, langsung saja mereka bergosip menceritakan tentang perilaku Ella saat ini.
Dengan bergegas Ella langsung pergi dari sana, menuju ke kamar nya. Tapi sakit perut yang dia rasakan semakin tak tertahankan. bahkan beberapa kali dia meringis pelan, dan membentak para pelayan disana.
"Argh.... cepat bawa aku pergi segera!" bentak nya kepada para pelayan disana.
Elly yang melihat kejadian Itu, dari kejauhan. langsung tertawa ngakak sambil memegang perut nya yang terasa keram. walapun tak mendengar ucapan yang mereka katakan. Tapi tentu saja dia tau, bahwa kembaran nya saat ini digosipin oleh para gadis bangsawan itu.
"Siapa suruh kau jahat dengan Elly. Ini balasan nya karena bermain main dengan Aluna." gumam nya sambil tersenyum puas menatap acara tersebut dari kejauhan.
"Hahaha, bibi bisa liat gadis itu, langsung tak memiliki wajah yang sombong lagi."
"Hahah, benar nona. lady Ella bahkan wajah nya benar benar sangat merah, menahan malu di hadapan para gadis bangsawan itu."
"satu rencana telah berhasil Ella, selanjutnya mari lah kita bersenang-senang." ucap Elly yang tak sabar mengerjai kembaran nya lagi.
Tamu yang hadir terpaksa di bubarkan, bahkan nyonya voil menahan malu dengan kelakuan putri nya itu.
Dia juga tak lupa meminta maaf, kepada para gadis bangsawan itu. Karena kelakuan putri nya yang benar benar membuat nama baik nya tercoreng.
Di paviliun nya Ella, gadis itu terkulai lemas, karena energi nya benar benar habis saat ini. bahkan tabib sudah mengecek kondisi nya, dan mengatakan bahwa pencernaan nya bermasalah. Sehingga harus beristirahat yang cukup. tentu saja nyonya voil juga khawatir, dan merasa kesal dengan perlakuan Ella hari ini.
"Buka pintu nya!" ucap nyonya voil dengan gaya anggun dan wajah datar nya.
"Baik nyonya." ucap pengawal yang bertugas menjaga pintu kediaman lady Ella.
"Cklek....
"Ibu." ucap gadis itu dengan suara lemah tak berdaya.
"Apakah begini etika seorang bangsawan lady Ella!" ucap nyonya voil dengan penuh penekanan.
"Ibu, maaf. Aku benar benar tak tau, dan perut ku benar benar mendadak sakit bu."
"Kau membuat ku kecewa Ella. Asal kau tau, nama baik ibu mu ini, akan tercoreng di perjamuan selanjutnya!"
"Ibu, Ella benar benar tak tau apa apa. Pasti ini akibat dari kesialan nya Elly Bu. Gadis itu pasti yang telah membuat rencana jamuan nya menjadi berantakan." tuduh Ella yang langsung menyalahkan kembaran nya sendiri.
"Dari mana kau tau, bahwa ini ada kaitannya dengan gadis pembawa sial itu?"
"Tentu saja aku tau Bu, sebenarnya pelayan yang aku tugas kan untuk mengawasi gadis itu, secara diam diam. Jadi aku merasa Elly iri dengan ku. Jadi dia pasti merencanakan hal buruk dan merusak acara perjamuan penting ini."
"Hmmm, besok ibu akan melihat kondisi gadis itu. Kau juga harus di hukum menyalin kitab dan merenungkan kesalahan, mu!" ucap nyonya voil dengan tegas nya. Dia masih belum mengetahui kondisi putri nya yang satu lagi.
Sejak dua hari terakhir terjadi keributan di kediaman keluarga jendral besar. Elly hanya fokus dengan kondisi kesehatan kaki nya yang semakin membaik. Sejak sering berjalan jalan pelan di sekitar halaman, kaki nya sudah bisa bergerak lebih banyak dari sebelumnya.
Soal Ella yang mendapatkan hukuman hanya dengan menyalin sebuah kitab saja, membuat Elly bener bener merasa muak. Bahkan gadis itu yang sudah jelas jelas mempermalukan keluarga ini, tapi tidak diberikan hukuman yang berat. Ibunya benar benar sudah sangat cenderung ke Ella.
Nyonya voil datang dengan wajah angkuh dan tatapan tajam nya menuju ke arah paviliun nya Elly yang terlihat usang itu. bahkan dia tak ingin berlama lama di tempat yang kotor itu.
"Dimana gadis itu?" tanya nyonya voil dengan nada datar nya.
Bibi sare kaget, saat melihat nyonya jendral berada di sini. Dia khawatir nona muda akan di sakiti lagi oleh ibunya sendiri.
"salam nyonya jendral. Saat ini, nona muda sedang beristirahat di kamar nya."
"Antarkan aku kesana!"
Dengen berat hati, bibi sare terpaksa mengantarkan nyonya jendral ke kamar nya lady Elly.
Bisa dia liat, kamar itu bener bener sangat jelek. Dan bahkan beberapa riasan dinding nya juga sangat kotor.
Lely berusaha menenangkan dirinya, saat berhadapan langsung dengan ibunya. Bisa Elly liat, penampilan nyonya jendral ini benar benar sangat mencolok. Riasan yang tebal, dan bahkan tatapan angkuh nya membuat Elly merasa mual berdekatan dengan wanita yang melahirkan nya.
"Ada apa nyonya jendral datang menghampiri ku!" tanya nya tanpa basa basi kepada ibunya itu.
Wajah nyonya voil tentu saja kaget, tak menyangka putri nya akan memanggil nya dengan sebutan nyonya. Dia bisa melihat bahwa wajah Elly tampak pucat, dan tatapan nya tak lagi sama seperti dulu. Ada rasa yang tak bisa dia ungkapkan. Tapi dia berusaha menepis nya perlahan.
"Bagaimana kondisi mu?" tanya nya yang menghilangkan canggung berhadapan dengan Elly.
"Seperti yang nyonya jendral liat, jauh lebih baik. Walapun tanpa adanya tabib yang memeriksa kesehatan ku!" ucap nya sambil menyindir ibunya itu.
"Apakah kau menyindir ku?" tanya nyonya voil yang merasa tak suka dengan sikap Elly yang seperti ini.
"Kalau nyonya jendral merasa tersindir, itu bagus. karena aku memang menyindir nyonya!"
"Kau!" pekik nya dengan nada tinggi yang merasa tak suka dengan sikap Elly yang tampak berbeda dari sebelumnya.
"Kenapa nyonya, apakah perkataan ku ada yang salah. Bukan kah nyonya jendral ini, tidak pernah menganggap ku ada. bahkan aku selalu di bedakan dengan kembaran ku sendiri." ucap Elly yang merasa muak dengan wajah ibunya itu.
lanjut up yg banyak thor