NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:97.8k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 35

Langit malam menggantung kelam ketika mobil hitam milik Max meluncur tanpa suara di jalanan menuju rumah Zayna. Lampu-lampu kota memantul samar di kaca jendela, namun tatapan Max jauh lebih gelap daripada malam itu sendiri.

Di kursi depan, Bleiz duduk tegap. Wajahnya tenang, tetapi rahangnya mengeras.

“Kenji masih di lokasi,” lapor Bleiz singkat.

Max tidak langsung menjawab. Tangannya bertumpu di paha, jemarinya mengetuk pelan—ritme yang hanya muncul ketika amarahnya berada di ambang kendali.

Udara di sekitar kediaman Zayna mendadak statis saat sebuah SUV hitam legam berhenti tanpa suara di gang tersebut. Pintu mobil terbuka, dan Max melangkah keluar. Sosoknya dibalut setelan gelap yang tampak kontras dengan lampu jalanan yang remang, memberikan aura predator yang baru saja menemukan mangsanya telah diganggu.

Kenji segera mendekat, akhirnya ia bertemu langsung dengan Max. Sosok yang di takuti oleh semua orang.

Dan benar saja aura pria di hadapannya ini memang jauh berbeda dari para petinggi lainnya.

Kenji menundukkan kepala sedalam mungkin. Ia tidak berani menatap mata Max yang sedingin es.

“Di mana dia?” suara Max rendah, namun getarannya sanggup membuat nyali siapapun menciut.

“Di dalam, Tuan. Sejak Drake pergi, tidak ada pergerakan. Tirai ditutup rapat,” lapor Kenji cepat.

Tanpa sepatah kata pun, Max melangkah menuju pintu utama. Ia tidak mengetuk dengan sopan; ia membuka pintu itu dengan otoritas penuh—seolah rumah itu adalah wilayah kekuasaannya yang baru saja dinodai.

Saat pintu dibuka oleh Zayna, Max tanpa ragu langsung menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Wajah Zayna tampak sayu, matanya masih sembab bekas tangis.

Bau parfum maskulin Max yang mahal dan dingin seketika membungkus tubuh Zayna saat pria itu menariknya ke dalam pelukan. Zayna tidak melawan; ia terlalu lelah, terlalu hancur untuk sekadar bertanya mengapa Max bisa ada di rumahnya pada jam segini.

Pakaian Max pun berbeda, pria itu memakai setelan jas mahal dengan mantel mahal. Serba gelap. Dan terlihat semakin tampan dengan kulit putihnya yang kontras dengan warna setelan jas nya.

Max melepaskan pelukannya hanya untuk menangkup wajah Zayna dengan satu telapak tangannya yang besar. Ibu jarinya mengusap pipi Zayna yang sembab, sementara matanya yang tajam mulai mengabsen setiap jengkal tubuh wanita itu dengan ketelitian seorang predator yang memeriksa luka pada mangsa berharganya.

Ketika mata Max jatuh pada kedua lengan Zayna, melihat bekas cengkeraman Drake yang membiru dan kontras dengan kulit pucat Zayna, rahang pria itu mengeras hingga urat lehernya menonjol. Amarah yang sedari tadi ia tekan kini meledak dalam keheningan yang mencekam.

“Kita ke rumah sakit. Sekarang,” geram Max. Suaranya bukan lagi sebuah ajakan, melainkan titah yang tak terbantahkan.

“Max, ini hanya memar kecil...” Zayna mencoba memprotes dengan suara serak, namun kata-katanya terputus saat Max melepaskan jas hitamnya dan menyampirkannya ke bahu Zayna yang gemetar.

“Tidak ada negosiasi, Zayna. Kau akan diperiksa di rumah sakitku, oleh dokterku,” Max memotong dengan nada mutlak. Ia memapah pinggang Zayna, menuntunnya masuk ke dalam kursi belakang mobil dengan gerakan yang protektif namun penuh dominasi.

Tidak ada lagi kompromi. Tidak ada lagi toleransi. Itu perintah mutlak.

Mendengar itu, Zayna mengerutkan keningnya, namun ia sudah tidak memiliki energi lagi untuk mempertanyakan apa yang baru saja ia dengar. Tentang rumah sakitnya atau dokternya. Apalagi berdebat dengan Max.

Sedangkan Max sendiri, ia tahu, identitasnya mungkin akan segera terungkap pada Zayna. Namun mulai saat ini, Max tidak lagi berniat bersembunyi.

Ia akan melindunginya secara terang-terangan.

Max tidak peduli dengan ancaman apapun di luar sana.

Dan jika pada akhirnya Zayna tidak menyukainya, maka Max tidak akan ragu memaksanya tetap berada di sisinya.

Bahkan jika itu berarti mengurungnya dalam sangkar emas yang ia bangun sendiri.

Mobil melaju membelah malam dengan kecepatan stabil namun mematikan. Di dalam kabin yang kedap suara, Max tidak melepaskan tangan Zayna. Ia menggenggamnya erat, seolah jika ia melonggarkannya sedikit saja, Zayna akan hancur menjadi debu.

Max tahu, dengan membawa Zayna ke rumah sakit pribadinya, tempat di mana namanya orang-prang tahu identitas aslinya sebagai penguasa bisnis yang selama ini ia sembunyikan dari Zayna akan terbongkar. Namun, Max tidak lagi peduli.

Topeng “pria biasa” yang selama ini ia kenakan telah retak. Drake telah merusak rencananya, dan sebagai gantinya, Max akan menunjukkan pada dunia, dan pada Zayna, siapa dia sebenarnya.

“Jika kau membenciku setelah mengetahui siapa aku, silakan..” batin Max sambil menatap profil samping Zayna yang tampak rapuh di bawah cahaya lampu jalan.

“Tapi jangan harap kau bisa lari. Jika kelembutan tidak bisa menahanmu di sisiku, maka rantai emas akan melakukannya.”

Begitu SUV hitam itu berhenti di depan pintu darurat eksklusif, selusin staf medis sudah berdiri berjajar seolah menyambut kedatangan seorang raja. Direktur rumah sakit sendiri yang membukakan pintu mobil untuk Max.

“Tuan Max, ruang VVIP sudah siap sesuai perintah Anda,” ucap sang Direktur dengan kepala tertunduk.

Zayna tertegun. Ia menoleh ke arah Max dengan tatapan bingung dan sedikit ketakutan. “Tuan Max? Mereka memanggilmu apa?”

Max tidak menjawab. Ia hanya melingkarkan lengannya di bahu Zayna, menariknya semakin rapat ke tubuhnya saat mereka melangkah masuk melewati barisan staf yang membungkuk hormat.

“Kau akan mendapatkan perawatan terbaik, Zayna. Dan setelah ini...” Max berbisik tepat di telinganya, “Dunia yang kau kenal akan berubah. Kau tidak akan pernah kembali ke rumah itu lagi.”

Zayna melangkah melewati lorong rumah sakit dengan perasaan yang kian asing. Tempat ini tidak seperti rumah sakit pada umumnya; dindingnya dilapisi marmer hangat, pencahayaannya lembut, dan setiap staf yang mereka lewati menunduk dalam, seolah-olah Max adalah api yang sanggup menghanguskan mereka jika mereka berani menatap terlalu lama.

Begitu pintu lift terbuka di lantai teratas, Zayna disambut oleh sebuah lorong privat yang hanya menuju ke satu arah: Royal Suite.

Di dalam ruangan itu, bukan bau obat-obatan yang menyambutnya, melainkan aroma lilin aromaterapi mewah dan pemandangan kota dari jendela setinggi langit-langit.

“Duduklah,” perintah Max lembut, namun ada nada kepemilikan yang kental di sana. Ia menuntun Zayna ke ranjang pasien yang lebih mirip tempat tidur hotel bintang lima.

Zayna memperhatikan sekeliling dengan mata membelalak. Ia melihat logo besar di dinding, sebuah simbol korporasi yang sangat ia kenali sejak remaja. Logo itu selalu berlalu lalang di sekelilingnya—Brixtone Group.

“Max...” suara Zayna bergetar. “Rumah sakit ini... ini milikmu? Kau pemilik Brixtone?”

Max tidak segera menjawab. Ia berdiri di ujung tempat tidur, membiarkan keheningan itu menegaskan kenyataan yang baru saja Zayna sadari. Pria yang selama ini ia anggap sebagai penolong yang tenang dan misterius serta miskin dan lemah, ternyata adalah salah satu orang paling berkuasa, dan paling ditakuti, di negeri ini.

Seorang dokter senior masuk dengan tergesa-gesa, wajahnya pucat pasi. Ia segera memeriksa memar di lengan Zayna dengan tangan yang sedikit gemetar di bawah tatapan tajam Max yang mengawasi setiap gerakannya.

“Hanya memar jaringan lunak, Tuan Max. Kami akan memberikan salep khusus dan pereda nyeri,” lapor dokter itu dengan suara tertahan.

Bersambung

1
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Di posesif in aja Udah kalang kabut, Udah ngerasa kek dirantai baja. apalagi punya pasangan yang obses. gak kebayang kalo di dunia nyata, udah stressss kek nya. meskipun memang diakui.... perlakuan max sangan amat manis.
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Ngeri weyyyy ni orang. Sabtu , sopan, Alus, lembut tapi nusuk. kagak bisa di tebak✋
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Jadi.....
sedari awal pun, Nevari tau ttg tujuan Nelson menikahinya dan tau ttg nervan. tapi dia diam saja. hemmmmmmm..... menarik.
ini Nelson yang lengah atau Nevari yang kalah cerdik✋
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
negeri-negeri sedap ya....kalo punya pasangan kek gini. berasa di cintai tapi langkah kaki terbatas. dan yang lebih adalah setiap gerakan diawasi. bahkan bernapas juga mungkin di awasi. sebenarnya ini tu baik apa gak ya....
di satu sisi ok. tapi disisi Laen, kebebasan terampas.
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
licik nya tu licik banget si mas max ini.
Tapi salut sama Darwin. Dia berani dan lantang. gak kek bapaknya, yang gampang takut 🫣
Natsa
halah dasar tukang bucin 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
graver el mubarak
next
graver el mubarak
up
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
manis²nya dulu sebelum badai menerjang, Awas aja max kena jebakan nevari. dia ke rs dan drake masuk ke mansionnya max🤦‍♀️
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
sekalian dipasang pelacak.
eva nindia
nah sering² kya gini max biar zayna mkin nempel 🤭
tuan nelson hrs pnjng umur dlu biar dia bsa jelsin ke max yg sbnar.a
Maulidina
drake kan masa lalu zayna max.. kau lah masa depannya 😄
Hanima
ahhh sweet cekallli 😍🤭
Mita Paramita
lanjut yang banyak Thor 🔥🔥🔥
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
coba max bilang gini dulu.
aku mencintaimu zayna, mari kita mulai semua dari awal. lupakan masalalu dan sambutlah masa depan denganku. gimana tanggapan Zayna nanti🤣
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
sampai sini, masih ku telaah dan ku baca berulang. jadi ..... para penghianat Nelson bersekutu dengan Nevari yang notabene adalah musuh Nelson. Dan.... Nelson menikahi Nevari, sebagai alasan karna tau Nevari pasti akan balas dendam dgn mengincar max. ada rahasia antara nelson dan Nevari. hemmmmm rumit ya.......
wiliss
kepotong thorr mau tau di balik uap itu knp ahahah
eva nindia
Namun dibalik uap apa thor ?
astaga zayna 🤐
diboongin lgii perihal hp 🙊 moga kdpan.a pasangan ni bsa sling jjur dlm kmunikasi 😁
Hanima
Lanjut Thorrrr
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
pen ku getok palanya Drake pakek linggis. bisa ya....bilang kek gitu. biniknya kek gitu juga kena dia. otaknya geser kek nya ni lakik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!