NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Felicia berkutat di dapur mengolah bahan makanan itu untuk di jadikan bekal makan siang untuk suaminya. Sesekali dia bersenandung kecil.

"Aku yakin Arion pasti akan menyukainya nanti," gumamnya senang. Felicia sudah membayangkan suaminya akan menyukainya nanti.

"Hei gadis, apa yang sedang Kau lakukan?" Sebuah suara membuat Felicia terkejut. Dia segera menoleh dan mendapati Kenzo yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Kenzo mengambil air dingin.

"Kak Kenzo. Aku berinisiatif untuk membuat bekal makan siang untuk Arion dan akan mengantarnya nanti siang." Felicia berkata penuh semangat.

Kenzo mengangguk mengerti. "Mau ku bantu?" tawar Kenzo.

Felicia mengerutkan dahi. "Apa Kak Kenzo yakin mau membantuku? Memangnya Kak Kenzo bisa memasak?" tanya Felicia tak tahu.

Kenzo terkekeh geli. Semua orang tahu dirinya adalah chef sekaligus pemilik restoran ternama di beberapa negara. Namun gadis di depannya malah bertanya hal demikian.

"Jadi Kau tidak mengenalku?" tanya Kenzo menaikkan alisnya.

"Kenal. Kak Kenzo, kan?" jawab Felicia dengan polosnya. Dia heran kenapa kakak iparnya malah bertanya seperti itu.

Kenzo hanya bisa menepuk keningnya sendiri. Ambil ponselmu dan ketikan mamaku di kolom pencarian," titah Kenzo.

Felicia menurut saja dengan perasaan heran. Dia segera mengetikkan nama Kenzo. Beberapa detik kemudian muncul beberapa gambar Kenzo yang mengenakan pakaian chef dan beberapa usahanya.

Felicia melongo hampir tak percaya. Kakak iparnya rupanya pria terkenal. Dia memperhatikan gambar di ponselnya kemudian menatap kakak iparnya. Dan, sama. Pria di ponselnya itu memang kakak iparnya.

"Wow, Kak Kenzo ternyata seorang chef terkenal. Kenapa Aku bisa sampai tidak tahu?" Felicia menggaruk kepalanya sendiri.

"Mungkin karena Kau tidak fokus pada hal lainnya selain mengejar pangeran mu," ucap Kenzo dan melangkah mendekati Felicia.

"Siapa yang Kak Kenzo maksud?"

"Lupakan ucapanku! Biarkan Aku membantumu. Aku akan mengajarimu membuat makanan yang sangat lezat. Arion pasti akan sangat menyukainya." Kenzo mulai membantu Felicia.

Felicia yang akan di bantu oleh Kenzo pun menatap cerah pria itu. Dengan bantuan Kenzo, pasti Arion akan memuji masakannya nanti.

"Terimakasih, Kakak ipar. Kau yang terbaik." Felicia mengacungkan kedua jempolnya.

Dengan telaten, Kenzo mengajari Felicia membuat makanan yang sangat lezat dari resep yang ia punya.

Felicia mulai merasakan hasil masakan mereka berdua setelah acara memasak itu selesai.

"Ini sungguh keren! Kak Kenzo memang chef yang sangat hebat!" puji Felicia. Kenzo hanya tersenyum simpul.

Felicia segera memasukan makanan itu kedalam wadah bekal makan siang untuk suaminya.

Bertepatan dengan itu, Cintia memasuki dapur untuk mengambil minuman. Sorot matanya menatap dingin kearah Felicia dan juga Kenzo.

Felicia yang melihatnya menjadi tak enak hati. Dia berpikir mungkin Cintia cemburu melihat kebersamaannya dengan Kenzo.

Hingga Cintia pun akhirnya berlalu tanpa berkata sepatah katapun pada mereka.

Felicia menatap Kenzo yang nampak biasa saja. "Kak Kenzo. Sebaiknya Kak Kenzo mengejar Kak Cintia. Aku tidak ingin Kak Cintia salah paham dengan kedekatan kita," ucap Felicia.

"Tidak usah. Sekalipun Aku dekat dengan artis cantik pun Dia tidak akan cemburu padaku," ucap Kenzo sendu, membuat Felicia bermonolog di hatinya.

"Maksud Kak Kenzo?"

Kenzo segera mengubah ekspresinya menjadi tersenyum. "Istriku begitu mempercayaiku, Felicia."

Felicia merasa ada yang aneh dengan hubungan Kenzo dan Cintia. Apalagi Cintia yang terlihat tak suka padanya. Juga perhatian Cintia kepada Arion. membuat Felicia tidak mengerti. Namun, Felicia tetap berpikir positif. Dia tidak ingin mencemari pikirannya dengan hal yang belum tentu benar adanya.

"Felicia," panggil Kenzo ketika melihat Felicia yang terbengong.

Seketika Felicia tersadar. "Eh, iya Kak."

"Nanti malam Aku akan terbang ke Paris. Aku berharap kita bisa bertemu lagi nanti. Dan, Buatlah semua orang bahagia," ucap Kenzo membuat Felicia tak mengerti akan maksud dari ucapan itu. Felicia pun hanya mengangguk saja.

---

Felicia melangkahkan kakinya dengan begitu riangnya. Dia sangat yakin jika Arion pasti akan sangat menyukai masakannya yang ia bawa itu. Walaupun tak sepenuhnya dirinya sendiri yang memasaknya, tapi Felicia banyak andil ketika memasaknya tadi.

Felicia mengenakan dress berwarna putih tanpa lengan dengan rambut yang ia biarkan tergerai indah. Dengan polesan makeup tipis di wajahnya, berharap Arion akan memujinya cantik. Felicia terkekeh sendiri membayangkan usahanya hari ini.

"Permisi, Nona. Bisakah Saya bertemu dengan Tuan Kenzo?" tanya Felicia kepada petugas lobby.

Irene, nama petugas lobby itu memperhatikan Felicia sejenak. Dia lantas menanyakan namanya.

"Saya Felicia, Nona. Saya adalah istri dari, Tuan Arion," ucap Felicia di sertai dengan senyum manisnya.

Irene langsung menunduk hormat. Dia langsung menunjukkan ruangan Arion. Irene sempat menghadiri pernikahan bos-nya waktu itu. Jadi, dia langsung bisa mengenali jika Felicia adalah istri bos-nya, walaupun dia sedikit terlupa tadi.

Felicia mulai memasuki ruangan Arion. Pandangan pertama ketika memasuki ruangan itu adalah terlihat suaminya yang sibuk dalam bekerja. Tatapannya begitu serius menatap laptop di depannya.

'suamiku menawan sekali saat sedang serius bekerja,' gumam Felicia dalam hati.

"Taruh saja berkasnya di meja," ucap Arion tanpa menoleh ke arah Felicia. Dia mengira jika Felicia adalah sekretarisnya. Pria itu terlalu fokus pada pekerjaannya.

Felicia terkekeh kecil. Dia segera meletakkan bekal makanan itu di meja kerjanya.

"Berhenti sejenak, Tuan suami. Aku datang membawakan bekal untukmu," ucap Felicia dan membuat Arion terkejut. Pria itu lantas menatap ke arah Felicia yang sudah tersenyum begitu manisnya.

"Kau datang?" Arion mengerutkan keningnya.

"Tentu saja." Felicia langsung duduk di depannya. Arion tampak keberatan.

"Duduklah di sana. Jangan mengacaukan pekerjaanku!" Arion menunjuk ke arah sofa.

"Bagaimana Aku mengacaukan pekerjaanmu? Aku hanya duduk memandangimu. Memangnya Aku melakukan apa?" bela Felicia tak terima.

Arion berdecak. Dia paling tidak suka jika ada yang menyela di saat dia sedang fokus bekerja. Arion memilih untuk mengabaikan Felicia dan menatap layar laptopnya guna menyelesaikan pekerjaannya.

30 menit berlalu.

Felicia merasa sedikit bosan. "Apa Kau masih lama?"

"Aku tidak menyuruhmu datang dan menungguku," ucap Arion tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

Felicia berdecak seraya menghembuskan napas panjang. "Aku akan menunggumu di sofa saja." Akhirnya Felicia beralih menuju sofa yang Arion tunjuk tadi.

Arion melirik sang istri sejenak, kemudian kembali menatap layar laptopnya.

10 menit berlalu. Namun Arion masih belum ada tanda-tanda akan selesai. Felicia memang datang lebih awal. Dan dia menyesalinya karena merasa bosan.

Beberapa kali Felicia menguap. Dia merasa mengantuk karena bosan. Walaupun dia memainkan ponselnya, tapi itu bukan tujuan utamanya datang ke kantor suaminya.

Arion menghembuskan napas lega. Akhirnya pekerjaannya telah selesai. Dia melirik Felicia yang sedang menguap. Dia terkekeh kecil. Mengambil kotak bekalnya di atas meja dan membawanya menuju Felicia.

"Siapkan makanannya, Aku akan mencuci tangan terlebih dahulu," ucap Arion dan membuat Felicia menatapnya. Dia tidak tahu jika Arion telah selesai.

Arion berjalan menuju wastafel, sementara Felicia langsung menuruti perintah Arion. Dia menyiapkan makan siang untuk suaminya.

Rasa bosan itu berganti dengan rasa semangat. Felicia menyunggingkan senyum manisnya ketika Arion kembali.

"Aku sudah menyiapkannya, Tuan suami. Selamat makan," ucap Felicia.

Arion tak menanggapi. Dia segera menyantap makanan yang Felicia bawa.

Arion mengernyit ketika memasukan suapan pertama. "Siapa yang memasaknya?" tanya Arion.

"Aku yang memasaknya. Memangnya kenapa?" Felicia mengerutkan kening.

"Aku tahu bagaimana rasa masakanmu. Ini jelas jauh berbeda dengan yang ku rasakan sebelumnya." Arion kembali menyantap makanan itu dengan lahap.

"Itu karena istrimu ini semakin pandai, Tuan suami. Katakan saja jika masakanku enak." Felicia mengedipkan sebelah matanya.

"Makanan ini lumayan," ucap Arion dan langsung membuat Felicia mencebik kesal.

"Apa salahnya memuji masakan istrimu sendiri?!" Gadis itu langsung menampilkan wajah cemberutnya.

Arion terkekeh dalam hati. Entah kenapa, dia sangat suka menggoda Felicia hingga kesal. Ekspresi Felicia membuatnya ingin tertawa.

Arion segera menyelesaikan makanya. Dia melihat wajah Felicia yang masih di tekuk.

"Apa Kau tidak lelah wajahmu di tekuk seperti itu?" sindir Arion.

"Memangnya kenapa? Aku sedang kesal!" Felicia berkata dengan tangannya yang sibuk membereskan tempat makan itu.

Arion menahan tawanya. "Makanannya enak," ucap Arion sebelum berlalu dan kembali mencuci tangannya.

Felicia yang tadinya cemberut kini langsung tersenyum ceria. Dia mengikuti Arion guna ingin tahu apakah pendengarannya tidak salah.

"Benarkah? Tadi Kau memuji masakan ku?" tanya Felicia antusias.

"Memangnya Kau sudah tuli sehingga harus bertanya lagi?" Arion kembali berjalan hendak menuju ke kursinya.

"Aku hanya ingin memastikannya."

Namun Arion tak merespon. Hingga akhirnya Felicia menarik jas Arion dan membuat pria itu menghentikan langkah.

"Lepaskan jasku! Aku harus bekerja. Sebaiknya Kau segera pulang. Kemasi barang-barang kita. Nanti malam kita kembali ke apartemen."

"Tidak! Sebelum Kau mengulang ucapanmu tadi." Felicia bersikukuh.

"Masakanmu enak. Aku menyukainya," ucap Arion akhirnya.

Felicia langsung melompat-lompat seperti anak kecil sehingga membuat Arion tertawa melihat tingkah istrinya itu.

"Baiklah, Tuan suami. Aku akan segera pulang. Lain kali Aku akan datang dan membawakan makan siang lagi untukmu." Felicia langsung berjalan keluar sembari bersenandung riang.

Arion hanya menggelengkan kepalanya. "Sesenang itukah Dia hanya untuk sebuah pujian?" Arion tak hentinya mengulas senyum mengingat tingkat konyol sang istri.

Hingga ketukan pintu ruangannya terdengar diketuk. Arion segera mempersilahkan seseorang yang mengetuknya masuk.

Arion terkejut melihat siapa yang datang mengunjunginya. "Kak Kenzo."

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!