NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. AMSALIR

Setelah titah sang Kaisar membungkam Permaisuri, aula itu seketika diliputi keheningan yang mencekam. Tak satu pun berani bersuara. Semua harus, jika Kaisar Wang Mo-Yuan telah berkehendak, tak ada yang boleh menentang atau nyawa akan menjadi taruhannya.

"Bagaimana kamu akan membuktikannya?" tanya sang Kaisar, matanya menatap lekat pada Zhen Yi.

"Sebagai bukti, hamba akan berdoa di Kuil Puncak Kesunyian selama lima hari tanpa makanan maupun pakaian hangat. Jika hamba berhasil keluar dengan selamat, maka itu adalah bukti nyata dari perkataan hamba," jawab Zhen Yi tanpa keraguan sedikit pun.

Seketika, seisi aula terperangah. Siapa yang tidak mengenal tempat itu? Kuil itu terpencil di puncak gunung yang dikelilingi salju abadi. Udaranya begitu membekukan hingga mustahil bagi manusia untuk bertahan hidup tanpa perlindungan, apalagi tanpa makanan.

"Haruskah kamu sejauh itu mempertaruhkan nyawa hanya demi menjadi selir Kaisar? Apakah kamu sudah begitu muak tinggal di rumah bordir, Nona Zhen Yi?" Suara Pangeran Wang Zihan terdengar datar, namun setiap katanya terasa menghujam tajam.

Kata-kata pedas itu bukan tanpa alasan. Ia tak habis pikir mengapa wanita yang ia cintai rela menjemput maut hanya untuk menjadi pendamping ayahnya.

Wang Zihan bangkit perlahan. Tatapannya dingin, menusuk langsung ke mata Zhen Yi. "Apakah takhta selir sepadan dengan nyawamu? Aku belum pernah melihat calon ibu tiri sesenang ini mencari mati."

Dengan tatapan penuh iba, Zhen Yi berusaha menarik simpati. "Maafkan hamba, Pangeran. Hamba hanya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa hamba tidak sepenuhnya membawa sial. Apakah salah jika hamba ingin membuktikan bahwa hamba tidak sehina itu?"

"Sudah, hentikan! Pangeran, kamu tak berhak berkata seperti itu. Aku sendiri yang akan memutuskan untuk memberi Nona Zhen Yi kesempatan. Jika perkataannya terbukti benar saat pembukaan pintu kuil dan ia selamat, maka hari itu juga pernikahan ini akan dilaksanakan," timpal Sang Kaisar tegas.

Seketika semua orang terdiam menerima keputusan itu. Tak lama kemudian, mereka membubarkan diri. Di dalam aula istana kini hanya tersisa Zhen Yi dan Sang Kaisar, hanya mereka berdua.

Kaisar perlahan turun dari singgasana dan menghampirinya. Tatapannya seakan tak sabar menunggu limq hari mendatang, ia tampak ingin menerkam Zhen Yi saat itu juga.

"Apa kamu yakin bisa keluar dengan selamat? Ataukah aku harus meminta pengawal secara diam-diam untuk membantumu?" ujar Kaisar. Dengan gerakan sedikit kasar, ia menarik pinggang Zhen Yi hingga tubuh mereka merapat.

Tangannya mulai bergerak liar menelusuri lekuk tubuh Zhen Yi. Kumis tebalnya menyapu lembut tengkuk leher hingga membuat wanita itu merinding. Kedua tangan kekarnya kemudian menangkup pipi Zhen Yi, bersiap melumat bibir merah yang sedari tadi diperhatikannya.

Namun, Zhen Yi segera menutup mulut Sang Kaisar dengan tangannya. "Tahanlah dulu, Yang Mulia. Jika hamba begitu mudah didapatkan, apa bedanya hamba dengan wanita-wanita di luar sana? Tunggulah sampai hamba pantas bersanding dengan Anda. Dengan begitu, hamba akan memiliki kehormatan di istana ini."

"Kenapa kamu harus bersusah payah seperti ini? Dengan satu perintahku saja, tidak akan ada yang berani melawan. Kamu tidak perlu mempertaruhkan nyawamu, Sayang," bisik Kaisar.

Zhen Yi berbalik dan melangkah maju. "Mungkin mereka akan diam dan menerima, namun itu hanya kepura-puraan, Yang Mulia. Jika nanti hamba sanggup bertahan, mereka pasti akan benar-benar menerima hamba dan mengakui bahwa hamba pantas berada di sisi Anda."

"Baiklah. Jika itu keinginanmu, aku akan menghormatinya. Tapi..." Sang Kaisar menggantung kalimatnya, lalu menarik Zhen Yi kembali mendekat. "Izinkan aku mencicipimu sedikit saja."

Tangan kekar Sang Kaisar mulai mencengkeram erat pinggangnya hingga Zhen Yi merasa tidak nyaman. Namun, tepat sebelum bibir itu menyentuh lembut bibir Zhen Yi, Kasim Bao berteriak dari arah luar.

"Ampun, Yang Mulia! Namun, kali ini benar-benar ada hal yang mendesak!" serunya.

"Lagi-lagi kau menggangguku, Kasim Bao!" Kaisar melepas dekapannya dengan kasar. "Apa lagi sekarang, hah?!"

Kasim Bao masuk dengan terburu-buru. "Mohon maaf, Yang Mulia. Seorang utusan dari perbatasan datang melapor, ini mengenai pemberontakan."

Seketika rahang Kaisar mengetat. Ia mengangkat tangan, memberi isyarat agar Zhen Yi segera meninggalkan tempat itu.

Zhen Yi pun melangkah keluar, namun telinganya masih sempat menangkap samar-samar kegaduhan yang terjadi.

'Kau memang lemah terhadap wanita, tapi kau tidak membiarkan dirimu tergoda saat masalah istana melanda. Sepertinya aku harus ikut berperan dalam urusan militer agar bisa mendapatkan tempat yang benar-benar istimewa di hatinya,' batinnya sembari melangkah pergi.

Zhen Yi melangkah terburu-buru menyusuri lorong istana yang sepi. Namun, saat ia melewati deretan pilar menuju paviliun belakang, sebuah tangan kekar tiba-tiba muncul dari balik bayangan. Dengan gerakan cepat, tangan itu membekap mulutnya dan menarik tubuhnya masuk ke dalam sebuah ruangan penyimpanan kain yang remang-remang.

Tubuh Zhen Yi dihempaskan dengan pelan namun tegas ke dinding kayu.

Napas Zhen Yi memburu. Saat ia mendongak, matanya membelalak tak percaya. Sorot mata yang tajam, dingin, namun menyimpan api kemarahan itu sangat ia kenali.

"Pangeran ... Wang Zihan?" bisiknya tercekat.

Belum sempat Zhen Yi mencerna situasi atau melayangkan protes, Pangeran Wang Zihan sudah mengunci pergerakannya. Tanpa sepatah kata pun, sang Pangeran menunduk dan menyambar bibirnya. Ciuman itu datang dengan membabi buta kasar, menuntut, dan penuh dengan luapan emosi.

Zhen Yi mencoba berontak, tangannya memukul dada bidang sang pangeran, namun tenaga Wang Zihan jauh lebih kuat. Ciuman itu seolah menjadi penyaluran rasa cemburu yang sedari tadi ia sembunyikan di hadapan Kaisar.

1
aska
please, gak mau aku kalau dia jadi selir nya kaisar
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: 🤭 Tapi ya bgtulah
total 1 replies
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Bunda
Suka endingnya🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Makasih kak😍
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
huwaaaa dah tamat aja 😭😭 ga happy ending pula tuh, harus ada S2 nya 😭 bikin Zihan berengkarnasi aja thor😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hahah lagi sibuk pas puasa kak.. 🤣🙏
total 6 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
lah Hamill !??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ini beneran😭 tiba" kali 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ada fakta lain dibalik peristiwa yg Zhen Yi tau 🥺 liang kamu ceritakan lah semua sama Zhen Yi atau ga sama Dali kek biar Zihan dan Zhen Yi bersatu 😭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
sad ending thor, padahal berharap mereka nikah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
yahh kok zihan mati😭😭😭😭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bgtulah akhir balas dendam yi🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
kan kan kan dah mulai merasa kehilangan, masih aja menyangkal kamu Zhen kalo dah cinta sama Zihan, walau rasa balas dendam mu begitu besar tapi cinta mu akan mentolerir itu pada zihan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
puas kali aku baca ini 😭, matii cepat" lah 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
cian na 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
nah loh, Zihan nya malah sadar, malah ngungkapin unek" nya pula🥺 kasian di jadiin alat buat sesuatu yang diingikan orang
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
wkwkwk balas dendam nya dimulai🤣🤣🤣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
zihan cinta nya belum berkembang sudah layu dan terkoyak, kasian tapi lebih kasian keluarga zhen yi di bantai semuanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cepat tepat dan keputusan yang bagus Zhen yi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian zihan, semua bukan kemauannya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
waduh ketahuan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
Daebak 🥳👏👏 semua dalam kendali mu Zhen Yi 🤣🤣🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!