NovelToon NovelToon
PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Wanita Karir / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Mikhasa tidak pernah menyangka jika cinta bisa berakhir sekejam ini. Dikhianati oleh pacar yang ia cintai dan sahabat yang ia percaya, impian tentang pelaminan pun hancur tanpa sisa.

Namun Mikhasa menolak runtuh begitu saja. Demi menjaga harga diri dan datang dengan kepala tegak di pernikahan mantannya, ia nekat menyewa seorang pelayan untuk berpura-pura menjadi pacarnya, hanya sehari semalam.

Rencananya sederhana, tampil bahagia dinikahan mantan. Menyakiti balik tanpa air mata.

Sayangnya, takdir punya selera humor yang kejam. Pelayan yang ia sewa ternyata bukan pria biasa.
Ia adalah pewaris kaya raya.

Mikhasa tidak bisa membayar sewa pria itu, bahkan jika ia menjual ginjalnya sendiri.

Saat kepanikan mulai merayap, pria itu hanya tersenyum tipis.

“Aku punya satu cara agar kau bisa membayarku, Mikhasa.”

Dan sejak saat itu, hidup Mikhasa tak lagi tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DELAPAN

Di dalam kamar, Mikhasa menatap kotak makan mewah itu seperti sedang menghadapi bom waktu. Ia bahkan mundur beberapa langkah, seolah box itu bisa meledak kapan saja.

Otaknya langsung berpacu dengan teori konspirasi tanpa rem.

“Apakah nenek Axel atau orang tuanya maksa dia buat segera nikah dan punya bayi buat generasi penerus?” Mikhasa mencengkeram kepalanya dengan kedua tangan. “Astaga, jangan bilang mereka mau jadiin aku mesin pencetak anak! Ngeri kaliiii. Nggak mau."

Ia menatap kotak makanan itu lagi, matanya menyipit penuh curiga. Kedua tangan di pinggang.

“Jangan-jangan… makanan ini udah dicampur sama ramuan gairah. Gila! Aku bisa kena jebakan!”

Mikhasa panik sendiri. Ia bolak-balik jalan di kamar, sambil mengusap wajah.

“Oh my God. Aku dalam bahaya. Aku nggak boleh makan! Nggak boleh minum! Bahkan napas pun jangan berlebihan. Siapa tahu udaranya juga ada racun gairahnya."

Mikhasa semakin panik. "Aku nggak mau ya, tiba-tiba bangun diatas ranjang sama Axel."

Dengan gerakan dramatis, Mikhasa langsung menyeret koper dari kolong ranjang. Ia buru-buru mengemasi barang-barangnya. Kaos kaki masuk, make-up masuk, charger masuk, bahkan bantal leher yang sudah sobek pun dia masukin.

“Aku harus kabur sekarang juga!” katanya penuh keyakinan, ketakutan setengah hidup.

Begitu koper terisi penuh, Mikhasa mengeluarkan ponsel dan menelpon temannya.

“Halo, Rubbi. Aku ke apartemen kamu ya."

Mikhasa membuka pintu kamar dengan sangat pelan dan hati-hati. Kepalanya menyembul sedikit, matanya mengintip ke kanan dan kiri, waspada, seolah Axel bisa muncul dari balik sudut mana saja.

Kosong.

“Huff… syukurlah. Nggak ada dia,” gumam Mikhasa lega.

Ia segera mengenakan hoodie jaketnya, menarik tudung menutup kepala. Bahunya sedikit membungkuk, wajahnya ditundukkan rapat-rapat. Setiap langkah terasa seperti sedang melakukan pelarian rahasia.

Saat tiba di lobi, detak jantungnya kembali menguat. Jangan ada yang manggil. Jangan ada yang kenal.

Ia berjalan cepat melewati resepsionis, menahan napas, takut ada suara yang memanggil namanya.

Takut suara Axel.

Dan untuk sesaat, ia benar-benar merasa seperti buronan, bukan karena salah, melainkan karena ingin selamat.

🍀

Di apartemen Rubbi, Mikhasa duduk lesu di sofa, memeluk bantal empuk seperti anak ayam kedinginan.

“Aku kena usir karena nunggak dua bulan,” ucapnya sedih, suaranya dibuat lirih penuh drama. Padahal sebenarnya alasan utamanya lebih absurd daripada short drama China.

Rubbi, yang sedang mengoles roti dengan selai kacang, langsung melirik prihatin. “Ya ampun, Mikha. Kamu kenapa nggak ceritain dari awal? Kan aku bisa bantu.”

Mikhasa pura-pura menghela napas panjang. “Aku nggak mau nyusahin siapa-siapa.”

Rubbi menatapnya serius, lalu menepuk pundaknya. “Ya udah, sementara tinggal di sini dulu.

Keesokan harinya, Mikhasa berangkat kerja bareng Rubbi. Naik taksi berdua ngobrol ngalor-ngidul, ketawa-ketawa. Ah, tenang sekali.

Rasanya seperti kembali jadi manusia normal. Nggak usah deg-degan tiba-tiba ada Axel.

Saat jam makan siang di kantin kantor, Mikhasa tiba-tiba membuka topik.

“Guys,” ucapnya pelan tapi jelas, “kalau ada cowok yang nggak dikenal terus tiba-tiba nyium bibir… itu artinya apa sih?”

Sendok berhenti seketika. Suara obrolan langsung lenyap. Semua mata di meja makan serempak menoleh ke arahnya.

“Kamu habis dicium cowok tiba-tiba?!” tanya Rubbi dengan mata membesar, langsung disusul koor teman-teman lain.

Mikha refleks gelagapan. Tangannya mengibas cepat.

“Bukan aku! Astaga, jangan salah paham!” Ia menelan ludah. “Itu… itu kucing di taman apartemen. Kan lagi di taman, terus tiba-tiba datang kucing jantan, langsung nyosor gitu aja.”

Sepersekian detik hening, lalu meja itu meledak oleh tawa.

“Kucing mesum itu,” komentar salah satu senior santai. “Lagi pengen main.”

"Iya, lagi bir4h1 itu si kucing," sahut yang lain.

Tawa masih terdengar, tapi Mikhasa sudah terdiam. Matanya melebar. Kepalanya menunduk pelan, dia semakin takut.

'Jadi… benar karena napsu?' Dada Mikhasa terasa sesak. Kalau begitu… Axel waktu itu juga karena napsu? Semakin nafsu sampai-sampai datang malam-malam ke apartemennya. Mengetuk pintunya. Atau ada alasan lain yang belum ia pahami?

Mikhasa menghela napas panjang. Rasa cemas dan takut merayap di jantungnya.

'Mungkin aku memang harus lapor polisi.' batinnya. Namun pikirannya segera menimpali sendiri, tapi bukan sekarang. Bukan tanpa bukti. Lawannya bukan orang sembarangan. Lawannya… orang kaya. Jadi dia harus mengumpulkan banyak bukti.

Mikhasa akhirnya memutuskan pindah ke apartemen baru. Letaknya memang sedikit lebih jauh dari kantor, tapi ia tidak peduli. Sejak kehadiran Axel dengan segala kelakuan aneh dan tak terduganya, hidup Mikhasa dipenuhi rasa was-was yang sulit dijelaskan.

Ada takut yang menetap, ketakutan sunyi yang menempel di dada. Apalagi satu hal itu tak bisa ia sangkal, Axel sudah melewati batas. Apa pun alasannya, apa pun niatnya, itu tetap pelecehan.

Menghindari pria menyeramkan seperti Axel adalah langkah yang tepat.

Ia mengangguk kecil pada dirinya sendiri, seolah mengesahkan keputusan itu. Hidupnya sudah cukup rumit, terlalu rumit malah. Ia tidak butuh tambahan masalah bernama Axel, dengan sikap absurd dan kehadiran yang bisa kapan saja.

Namun satu pikiran kembali menyelinap. "Hutang." Mikhasa menghela napas. Bagaimana dengan hutangnya pada Axel?

Ia terdiam sesaat, lalu terkekeh pahit. “Ah,” gumamnya pelan, “CEO kaya raya kayak dia mana butuh duit receh dariku.” Kalimat itu terdengar seperti pembenaran. Dan mungkin memang begitu.

1
Nda
🤣🤣oh kacamata.. 🤭gra² kacamata ya..
taju gejrot
Mikha gampang tersenyum saat bersama orang lain karena gak ada tekanan😂
Nay@ka
intinta cuma patuh mikha...jgn ngeyel ntar tuan muda ngambek🤣
Nay@ka
pas banget..buka apk ada yg up tuh💃
Momogi
wakakakkkk sabar, tuan. sabaarrrr😆
Momogi
karena axel pikir kamu suka pria berkaca mata 🤣🤣
Momogi
Langsung pake kaca mata dooong 🤣🤣🤣 ciee yg cari perhatian cieee
Momogi
uhukkk awaaasss ya
Momogi
bisa dong. kenapa? kesel ya liat mikha senyum ke orang lain
Momogi
semoga setelah ini kalian akur ya
Momogi
alahh bilang aja cemas mikha pake alesan short drama
Momogi
timpuk aja Mikha, timpuk 🤣🤣
Momogi
semoga kamu segera sadar ya akan luka hati Mikha. jangan bikin dia sedih
Momogi
berharap ini happy end buat kalian. sama2 saling menyembuhkan
Momogi
Yuhuuu mantap Mikha jangan mau ditindas Axel
Momogi
untungnya Mikha tau tentang ini lebih dlu jadinya dia ga bakal nyesek
Momogi
nyesek banget perjalanan hidupmu mikha 😭
Momogi
ya ampun mikha 🥺 kamu dimanfaatin keluarga bibimu ternyata ya
Momogi
Aihh kok kita sama sih. curiga besok aku ketemu cogan ternyata ceo
Momogi
tom and jarry kalian tuuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!