NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.1

Matahari sore menggantung rendah di ufuk barat, memandikan Desa Qinghe dengan cahaya oranye kemerahan. Di hamparan sawah yang luas, punggung-punggung yang membungkuk mulai tegak satu per satu, menandakan berakhirnya hari kerja yang panjang.

Shen Yu, seorang pemuda berusia lima belas tahun, menyeka keringat yang bercampur lumpur di dahinya. Tubuhnya kurus, kulitnya agak pucat untuk ukuran anak petani, namun matanya memiliki kedalaman yang tidak dimiliki pemuda seusianya di desa itu.

"Yu'er, berhenti melamun," suara berat itu memecah konsentrasi Shen Yu.

Shen Liang, ayahnya, sedang memanggul cangkul di bahu. Wajah pria itu keras, dipahat oleh angin dan terik matahari selama puluhan tahun. "Lihat tanah di bawah kakimu. Itulah yang memberimu makan, bukan awan di langit itu."

Shen Yu segera menunduk, mencabut rumpun rumput liar terakhir dengan tangan kosong. "Maaf, Ayah. Aku hanya... melihat burung elang itu terbang."

Shen Liang mendengus pelan, meski tidak kasar. "Elang punya sayap, kita punya kaki. Jangan mencampuradukkan keduanya. Ayo pulang, ibumu pasti sudah memasak."

Mereka berjalan pulang menyusuri pematang sawah. Desa Qinghe adalah tempat yang damai, terlalu damai hingga terasa seperti penjara bagi jiwa yang gelisah. Rumah-rumah kayu sederhana berderet, dengan asap dapur mengepul ke udara.

Di dalam rumah mereka yang sederhana, penerangan hanya berasal dari satu lampu minyak yang sumbunya mulai memendek.

Liu Ying, ibunya, menyambut mereka dengan senyum hangat dan mangkuk berisi bubur nasi serta sayuran asin. Sederhana, tapi hangat.

"Kau membaca buku tua itu lagi semalam suntuk, Yu'er?" tanya ibunya lembut sambil menuangkan air.

Shen Yu mengangguk pelan, matanya berbinar sekilas. "Buku itu menceritakan tentang Sekte Pedang Awan di utara. Katanya, tetua mereka bisa membelah sungai dengan satu jari."

Trak!

Shen Liang meletakkan sumpitnya dengan keras ke meja. Suasana makan malam yang hangat seketika berubah dingin.

"Sudah kukatakan," suara Shen Liang rendah namun penuh penekanan. "Berhenti mengisi kepalamu dengan omong kosong para Dewa itu."

"Tapi Ayah, itu bukan omong kosong. Dunia luar itu luas..." Shen Yu mencoba membela diri, keberanian yang jarang ia tunjukkan.

"Kultivator itu nyata. Jika aku bisa menjadi salah satu dari mereka, aku bisa mengubah nasib keluarga kita. Ayah tidak perlu membungkuk di sawah sampai tua, dan Ibu tidak perlu menjahit sampai matanya kabur."

"Cukup!" bentak Shen Liang. Ia menatap putranya, bukan dengan kemarahan, tapi dengan ketakutan yang tersembunyi.

"Dunia Kultivator itu kejam, Shen Yu. Mereka membunuh semudah kita mencabut rumput. Di mata mereka, kita ini hanyalah semut. Kau ingin masuk ke sana? Itu sama saja dengan mencari mati." Shen Liang menghela napas panjang, bahunya merosot. "Jadilah petani. Menikahlah dengan gadis desa sebelah. Hidup tenang. Itulah kebahagiaan sejati."

Shen Yu terdiam. Ia melihat tangan ibunya yang kasar karena pekerjaan rumah, dan wajah ayahnya yang penuh kerutan. Ia tahu ayahnya menyayanginya, ingin melindunginya. Tapi perlindungan itu terasa seperti rantai.

Malam itu, Shen Yu tidak bisa tidur.

Ia keluar rumah diam-diam, duduk di atas batu besar di tepi desa yang menghadap ke hutan perbatasan. Di tangannya, ia memegang buku tua yang sudah robek sampulnya.

Langit malam ini sangat cerah. Bintang-bintang bertaburan seperti pasir berlian.

"Apakah benar aku hanya ditakdirkan menjadi semut?" bisiknya pada angin malam.

Tiba-tiba, langit di atas hutan bergemuruh tanpa awan.

Shen Yu mendongak. Ia melihat seberkas cahaya merah darah melesat di langit malam, membelah kegelapan dengan suara desingan yang menyakitkan telinga. Cahaya itu tidak stabil, berkedip-kedip, sebelum akhirnya menukik tajam ke arah hutan, hanya beberapa kilometer dari tempat Shen Yu duduk.

BOOOOM!

Tanah bergetar. Burung-burung malam beterbangan panik. Sebuah ledakan sunyi terjadi di kedalaman hutan, diikuti kepulan asap yang samar.

Jantung Shen Yu berpacu kencang. Ia belum pernah melihat hal seperti itu seumur hidupnya. Ketakutan menyuruhnya lari kembali ke selimut hangatnya. Tapi rasa ingin tahunya rasa haus akan dunia yang tidak ia ketahui menarik kakinya melangkah maju.

"Itu... bukan bintang jatuh biasa," gumamnya.

Ia menelan ludah, menatap kegelapan hutan yang kini terasa mencekam.

...TINGKATAN KULTIVASI...

...1.Pemurnian Qi (Qi Condensation)...

...2.Pembentukan Pondasi (Foundation Establishment)...

...3.Inti Emas (Golden Core)...

...4.Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)...

...5.Transformasi Dewa (Soul Transformation)...

...6.Ascendant...

...7.Nirvana...

...8.Raja Dewa (God King)...

...9.Kaisar Dewa (God Emperor)...

1
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😔😔😔Ⓜ️
raigor
bantaai semua.!!
saniscara patriawuha.
gassssdddd pollllll
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍👍 ditunggu kelanjutannya Thor 💪💪
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Jooossss 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!