NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambil Laki-laki Itu!

​"Bapak mau ke mana?" tanya Sherly ketika dia melihat Herman keluar dari kamar dengan pakaian rapi.

​"Ini kan hari Minggu," ucapnya lagi.

​Herman tersenyum lembut pada putri bungsunya yang baru kelas tiga SMA itu.

​"Kok pertanyaan Lily malah dijawab senyum sih, Pak?" Gadis remaja itu meruncingkan bibirnya. Tawa Herman pun pecah.

​"Kamu ini anak manja, jaga rumah baik-baik ya. Bapak dan Ibu akan ke Jakarta lagi."

​"Iya, kakak iparmu yang manja itu menyuruh Bapak datang lagi ke Jakarta. Ya Ibu harus ikut juga dong. Kalau tidak, siapa yang akan belain abang kamu saat Bapakmu ini menyalahkannya," sambar Elly yang baru keluar dari kamarnya.

​"Kenapa lagi sih Bu? Perasaan pernikahan mereka bermasalah terus," tanya Sherly. Ia kesal juga mendengar rumah tangga kakaknya selalu tidak harmonis.

​"Itulah kalau Bapakmu terlalu memanjakan menantu. Jadinya dia ngelunjak." Mulut pedas Elly mulai menebar bibit kebencian.

​"Kalau begitu, suruh mereka cerai saja daripada Ibu dan Bapak ikut repot."

​"Sherly, jaga bicara kamu! Hormati mereka! Kamu belum merasakan rumah tangga itu seperti apa."

​Seketika mulut Sherly merapat. Kalau Bapaknya sudah berkata tegas seperti itu, ia tidak berani bicara lagi.

​"Kamu benar Ly, kakak iparmu itu memang selalu bikin masalah."

​"Bu!" Herman melotot. Tapi bibir Elly langsung misuh-misuh.

​"Bapak berubah pikiran, sebaiknya Ibu tidak usah ikut. Nanti Ibu malah menambah masalah."

​Tentu saja Elly yang cerewet dan temperamental langsung naik darah. Mulutnya yang kaya terompet langsung merepet. Ini dijadikan kesempatan oleh Herman. Di saat istrinya masih ngomel-ngomel, dia langsung melipir dan keluar dari rumahnya. Dan kebetulan di depan taksi online yang tadi dipesannya sudah menunggu. Herman pun segera naik dan menyuruh sang sopir cepat berangkat ke bandara.

​Sementara di dalam rumah, Elly masih ngomel-ngomel tanpa tahu kalau suaminya sudah pergi.

​"Ya sudah, Ibu pergi dulu. Kamu dan Anika baik-baik di rumah ya, jangan berantem!"

​Elly meraih tasnya yang tadi ia simpan di atas bufet.

​"Ibu mau ke mana? Bapak kan sudah pergi," kata Sherly menahan tawa.

​"APA?! BAPAAAKKK..."

***

Waktu sudah hampir menunjukkan jam makan siang. Ayra baru saja selesai dengan masakannya. Bibir wanita cantik itu tersenyum lega.

"Sebentar lagi Bapak datang," gumamnya. Dan tak lama dari itu bel rumahnya pun berbunyi nyaring.

"Itu pasti Bapak." Dengan berjalan cepat ia menuju pintu utama. Tanpa mengintip lagi untuk memastikan siapa di luar, Ayra langsung membuka pintu.

Tapi kemudian raut wajah Ayra berubah saat melihat siapa yang kini tengah berdiri di hadapannya. Mata mereka saling bertemu.

"Halo Ayra... Sepertinya kamu sedang menunggu seseorang? Apa kamu menunggu Rayyan? Tapi sepertinya dia tidak akan datang, tadi waktu aku ke sini dia masih tidur. Maklum, semalam kami... hehehe... Kamu pasti tahu lah." Oceh wanita yang tak lain adalah Liztha, tak tahu malu. Membuat Ayra jijik mendengarnya.

"Mau apa kamu ke sini?"

"Wow, ternyata kamu galak juga."

Liztha menatap sinis dari ujung kepala Ayra sampai ke kakinya.

"Kamu tidak mempersilakan aku masuk? Harusnya sebagai tuan rumah yang baik kamu..."

"Tapi tamu yang seperti apa dulu. Kalau yang seperti kucing garong, untuk apa saya bersikap sopan?"

Liztha tertawa renyah, sebuah tawa yang terdengar di telinga Ayra, sarat dengan ejekan.

Wanita yang lebih tua beberapa tahun dari Ayra itu maju selangkah, namun Ayra tetap bergeming di ambang pintu agar Liztha tidak menerobos masuk ke dalam rumahnya. Kehadiran Liztha sudah membuat suasana hatinya berubah drastis. Hawa panas langsung terasa menyengat.

"Aku hanya ingin memastikan satu hal, Ayra," bisik Liztha dengan nada rendah yang penuh penekanan. "Berhentilah berharap. Rayyan sudah menemukan kembali tempat ia pulang. Kamu paham kan? Tempatnya adalah aku! Tempat yang tak akan membuat Rayyan lupa, meski kamu mencoba berdiri di antara kami."

Ayra merasakan tangannya mengepal kuat di balik daun pintu. Hatinya panas bukan karena merasa cemburu, namun ia berusaha sekuat tenaga agar tidak terpancing emosi. Sebelum Ayra sempat membalas ucapan tajam itu, suara mesin mobil yang berhenti tepat di depan pagar rumah mengalihkan perhatian mereka berdua. Sesosok pria paruh baya turun dengan tas jinjing di tangannya.

"Bapak?" seru Ayra dengan nada lega yang tak terbendung.

Herman terpaku sejenak melihat pemandangan di depan pintu rumah menantunya. Dia sangat mengenal siapa wanita yang berdiri di hadapan Ayra. Ia juga bisa merasakan ketegangan yang luar biasa dari sorot mata keduanya.

Melihat kehadiran Herman, Ayra seolah mendapatkan kekuatan tambahan untuk mengusir benalu di depannya.

"Sepertinya tamu yang saya tunggu sudah datang, Liztha. Dan beliau jauh lebih terhormat daripada seorang perusak rumah tangga orang. Silakan pergi!" ucap Ayra tegas tanpa keraguan sedikit pun.

Ayra melangkah maju. Dengan sengaja ia membenturkan bahunya ke bahu Liztha. Sementara wanita itu hanya diam mematung. Ia tahu kalau itu adalah bapaknya Rayyan. Ingin pergi, tapi ia tidak mau terlihat seperti pengecut. Tapi jika tidak pergi, ia juga takut Herman akan marah melihatnya ada di sini.

Benar saja, mata Herman melotot tak percaya melihat keberadaan Liztha di rumah menantunya.

"Sedang apa kamu di sini?" Sentak Herman tidak ramah. Dia memang mengenal Liztha sebagai pacar anaknya. Tapi itu dulu, sebelum ia tahu kalau wanita itu bukanlah wanita baik-baik. Sebelum Herman tahu kalau Liztha pernah menjadi simpanan teman Herman sendiri. Makanya dia berusaha memisahkan Rayyan dari Liztha dan menjodohkannya dengan Ayra. Tapi tak disangka wanita itu malah datang kembali, mencoba mengusik rumah tangga putranya. Herman tidak tahu saja kalau penyebab Ayra keguguran adalah mereka berdua.

"Pak Her-man, a-apa kabar?" katanya gugup sambil mengulurkan tangan mengajak pria paruh baya itu bersalaman. Tapi siapa sudi? Herman malah melewatinya begitu saja tanpa menghiraukan tangan Liztha yang masih terulur.

Kini giliran Ayra yang menatap sinis Liztha sambil tersenyum mengejek.

Saat di hadapan Liztha ia berhenti sejenak dan berkata pelan tapi penuh tekanan.

"Ambil saja laki-laki itu. Kalian selevel. Sama-sama tidak punya moral!"

Setelah itu ia pun masuk mengikuti langkah mertuanya.

"Pak, Ayra gak salah kan kalau tidak mempersilakan seekor kucing garong masuk ke dalam rumah Ayra?" tanyanya dengan suara sedikit dikeraskan dan berlagak polos. Herman terkekeh mendengarnya. Lalu duduk di salah satu sofa dengan nyaman, diikuti oleh Ayra.

Sementara Liztha masih mematung di tempatnya. Ingin rasanya ia menjambak rambut Ayra sampai akar-akarnya tercabut semua dari batok kepalanya. Tapi jangankan melakukan itu, untuk masuk ke dalam rumah Ayra pun kakinya terasa berat. Akhirnya ia hanya bisa memendam amarahnya dan pergi dari situ seperti seorang pecundang.

1
Tata Hayuningtyas
cerita nya pasti pergi ke toilet trs diculiklah...dibius lah....kaya ga ada yg lain gitu thor
Ma Em
Ayra kamu hrs percaya diri bersama Zavian jgn minder tunjukan aura dan pesonamu agar orang2 merasa kagum padamu dan tdk ada orang yg merendahkan mu .
Dini Yulianti
ayra kamu masih masa iddah mending jaga jarak dulu sama yg namanya laki laki bialng sama Zavian kalo mau jaga jarak sampe masa iddah selesai.
Brilliante Brillia: sudah slsai masa iddahnya kk🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Ayra jgn percaya kalau Marisa mendekatimu Ayra karena Marisa dekat dgn Ayra bkn bermaksud baik tapi mungkin ada yg akan Marisa lakukan pada Ayra , lbh baik jaga jarak jgn mau diajak untuk berteman takut nanti Marisa mencelakai atau mungkin jebak Ayra .
Erchapram
Bagus banget
kalea rizuky
sejauh ini bagus MC gk menye menye g lemah
Dede Dedeh
ulat keket mah gigih.......
Dewi Anjani
ayra perempuan yg tangguh ya,,keren
Yani
ayra jadi janda harus berkelas,jgn kayak si artis viral ,dijandakan suami malah jual diri Ama laki org,ga inget rasanya sakit diselingkuhin.tolong ya min,ayra biar bisa disandingin ama zavian yg ganteng+ CEO 🥰🥰
lanjut min ceritanya
aku
definisi cerdas bnr 👍👍👍
partini
lanjut
Brilliante Brillia
Assalamualaikum wrwb.

Tak terasa buku ini sudah hampir mencapai 20 bab. Terimakasih othor haturkan untuk para readers, semoga kedepannya novel ini akan lebih seru dan lebih diterima oleh penyuka cerita drama rumah tangga. Dan juga lebih banyak komen serta like 🙏
Yuk follow akun othor untuk bisa mengikuti cerita-cerita berikutnya yang akan launching dan tentu dengan cerita yang lebih seru lagi.
Dini Yulianti
semoga rumahnya kebakaran dan mobilnya di gondol maling
Ma Em
Semangat Ayra , semoga kamu dapatkan harta Gono gini yg Rayyan pertahankan dan menang dgn hasil yg memuaskan , hancurkan kesombongan Rayyan dan ibunya juga selingkuhan nya .
Brilliante Brillia: Doain ya🤭
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ayra berjodoh dgn Zavian setelah cerai dgn Rayyan .
partini
wah ada bocil
Brilliante Brillia: bocilnya ganteng ky papanya 🤭
total 1 replies
partini
lebih cepat lebih baik
partini
mau menggatal lagi ni Kunti,so kita lihat MR CEO apa dia berkualitas atau Gampng kerayu Kunti
Brilliante Brillia
Bayangkan, bagaimana rasanya hamil di tengah pernikahan yang dingin?

Hanya karena alasan dijodohkan, Rayyan berhak berlaku semena-mena pada istrinya dan terang-terangan lebih memilih cinta lamanya?

Disakiti, diinjak-injak harga dirinya dan dibuang seolah Ayra adalah barang yang tidak berharga, membuat batin Ayra terguncang dan harus kehilangan bayinya.

Lalu apakah Ayra akan tahan dalam kubangan ketidak adilan yang dia terima?

Tentu saja tidak!

Tak akan ada yang tahan dalam satu hubungan toxic. Di balik kelembutannya, bagaimana Ayra bangkit dan melawan ketidak adilan yang ia terima?

Temukan jawabannya hanya di, "Aku Menyerah!"
Brilliante Brillia
Assalamualaikum, para readers yang berkesempatan singgah di cerita ini. terimakasih banyak. ini cerita pertama saya di apk NovelToon ini. semoga karya saya bisa diterima dengan baik. terimakasih🙏🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!