NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Setelah minum air putih dari nenek tua, Devi mulai melihat makhluk-makhluk aneh. Devi histeris berteriak ketakutan. Devi meminta pertolongan nenek tua. Makhluk-makhluk itu mengelilingi Devi.

"Kamu harus berteman dengan mereka. Mereka yang akan membantumu membalas dendam," kata nenek tua.

Demi mendapatkan keinginannya, Devi berusaha menerima kehadiran makhluk-makhluk aneh mengerikan itu. Setan-setan yang biasa dia lihat di dalam film kini benar-benar ada di depan matanya dengan berbagai bentuk dan rupa.

Mereka mengendus aroma tubuh Devi. Devi mencoba meminta tolong kepada mereka. Salah satu dari mereka bilang akan membantu Devi tapi mereka meminta imbalan.

Devi tanpa banyak pikir panjang langsung mengiyakan. Devi ingin ibu kandungnya tersiksa. Makhluk-makhluk itu membawa Devi kembali ke rumah ibu kandungnya.

Devi melihat makhluk-makhluk itu mulai masuk ke dalam rumah Dewi. Aura rumah itu menjadi gelap dan menyeramkan.

Terdengar suara keributan dari dalam rumah. Devi mendengar dengan jelas, Dewi bertengkar hebat dengan suaminya. Devi tersenyum. Ini adalah awal dari keretakan rumah tangga ibunya.

Hari demi hari Dewi dan suaminya menghabiskan waktu dengan bertengkar. Baik Dewi maupun suaminya tidak ada yang saling mengalah. Ada saja yang diributkan setiap hari. Puncaknya suami Dewi melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).

Dewi diusir dari rumahnya. Dewi kembali ke rumah orang tuanya. Dewi dalam keadaan sedih cerita kepada kedua orang tuanya, suaminya ingin berpisah.

Tidak hanya itu, setelah tinggal di rumah orang tuanya, Dewi menderita stres berat. Dewi teringat akan masa lalunya yang kelam. Dewi menjadi sakit-sakitan, Dewi mengurung diri di dalam kamar. Terkadang Dewi menangis.

Kedua orang tuanya Dewi mulai cemas. Mereka memanggil dokter ke rumah mereka untuk memeriksa kondisi Dewi. Dari hasil pemeriksaan dokter, Dewi mengalami tekanan mental. Mungkin Dewi banyak mendapatkan masalah dalam keluarganya.

Dewi terus memanggil nama bi Imas dan Devi di dalam tidurnya. Kedua orang tuanya menghubungi Imas lewat ponsel Dewi. Ibunya Dewi cerita semuanya. Beliau ingin bi Imas dan Devi bisa datang ke rumah untuk menjenguk Dewi.

Bi Imas membujuk Devi agar bisa menjenguk Dewi di rumah kakek dan neneknya. Bi Imas juga bilang saat ini Dewi sakit. Dokter bilang Dewi stres berat.

"Dia sakit apa hubungannya dengan saya?" Devi seolah tidak perduli duduk di ruang tamu sambil makan gorengan.

"Nyonya Dewi, selalu memanggil nama Non Devi," bujuk bi Imas.

"Dia bukan siapa-siapa. Dia tidak menganggap saya sebagai anaknya. Maaf Bi, mungkin dia akan menjalani karmanya," ucap Devi.

Bi Imas sangat mengerti perasaan Devi. Bi Imas mempunyai kewajiban untuk menjelaskan sesuatu kepada Devi. Dewi juga mengalami hal-hal yang sulit dalam hidupnya.

"Non Devi, ikut lah bersama Bibi. Bi Imas janji, sesampainya di sana, Bi Imas akan jelaskan semuanya. Biar Non Devi dan kakek nenek juga tau. Mungkin sudah saatnya rahasia ini dibongkar."

Devi tidak mengerti apa yang bi Imas maksud. Untuk mengobati rasa penasarannya, Devi akhirnya ikut bi Imas ke rumah kakek dan nenek yang belum pernah Devi temui sebelumnya.

Sesampainya di rumah kakek nenek, bi Imas mengenalkan Devi kepada mereka. Bi Imas mengatakan Devi adalah anak Dewi. Sontak saja kakek dan nenek kaget. Bukannya Dewi selama menikah belum dikaruniai seorang anak. Mereka minta penjelasan kepada Bi Imas.

Bi Imas dengan penuh hati-hati meminta maaf karena sudah menyimpan rahasia bertahun-tahun lamanya. Dewi dulu bekerja di sebuah klub malam sebagai host demi membiayai kuliahnya.

Dan suatu malam, Dewi diperlakukan tidak pantas oleh pengunjung klub malam. Dewi dilecehkan, mendapatkan kekerasan dan parahnya lagi mahkota yang selama ini Dewi jaga, direnggut paksa oleh pria itu.

Dewi hamil. Dewi terpaksa berbohong kepada orang tuanya pergi keluar kota untuk bekerja. Awalnya Dewi memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Imas lah yang memohon agar Dewi tetap mempertahankan. Bayi yang ada di dalam kandungan Dewi tidak bersalah. Dia berhak hidup.

Selama hamil, Dewi tinggal di sebuah rumah kecil yang jauh dari rumah warga. Rumah itu dibeli Dewi dari uang tabungannya. Imas lah yang membantu Dewi di rumah itu. Sampai akhirnya Dewi melahirkan anak perempuan. Dia adalah Devi.

Setiap kali Dewi melihat Devi, Dewi menjadi emosi. Dewi menyerahkan Devi kepada Imas. Tapi Dewi selalu memberikan nafkah untuk Devi kepada Imas.

Kakek, nenek dan Devi terdiam mendengar cerita Imas. Kakek dan nenek meminta maaf kepada Devi mewakili Dewi. Mereka berharap Devi memakluminya. Kakek dan nenek bertanya kepada Imas, siapa yang malam itu melecehkan Dewi.

"Saya ingat, Nyonya Dewi bilang, dia pernah menusuk pria itu dengan sesuatu di leher kanannya. Pria itu sempat pingsan hingga Nyonya bisa melarikan diri," kata Bi Imas.

Kakek dan nenek masuk ke dalam kamar Dewi. Mereka bilang kepada Dewi, Devi datang untuk menjenguknya. Setelah mendengar nama Devi, Dewi keluar dari kamarnya. Dewi menatap penuh kebencian ke arah Devi.

"Gara-gara kamu! Gara-gara kamu hidupku hancur!"

Dewi menarik kerah baju Devi. Dewi memukuli wajah dan anggota tubuh Devi. Dewi menendang, mencakar Devi dengan membabi buta. Bi Imas, kakek dan nenek menahan Dewi. Kakek membela Devi. Kakek balas memukul Dewi.

"Dewi, dia tidak bersalah!" Teriak kakek.

"Karena dia, Arman tidak pernah menyentuhku. Karena dia, Arman terpaksa menikahiku karena terlanjur keluarga besarnya sudah menyukaiku. Aku benci kamuuuuuuuu!" Dewi histeris dan kembali menyerang Devi.

Devi memanggil teman astralnya. Devi menyuruh mereka menghabisi nyawa Dewi. Di depan matanya Devi melihat sendiri, makhluk astral itu menghabisi nyawa Dewi dengan cara yang brutal dan sadis.

Dewi memuntahkan darah dan mengenai wajah Devi. Devi memandangi Dewi yang sekarat. Tidak ada rasa iba, Devi merasa puas melihat Dewi yang penuh luka di tubuhnya. Bi Imas, kakek dan nenek histeris melihat Dewi. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja Dewi seperti orang kesurupan dan jatuh bersimbah darah.

"Ini adalah balasan untuk orang tua sepertimu. Rasa sakit ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan sakit hatiku. Semoga saja kita tidak akan pernah dipertemukan lagi!"

Devi membalikkan badan. Devi tidak menghiraukan Dewi yang sekarat. Bi Imas, kakek dan nenek keluar rumah berteriak meminta pertolongan.

Dewi dengan napas yang tersisa, menatap punggung Devi yang berjalan angkuh sambil mengangkat tinggi kedua tangannya seolah merayakan kemenangan.

"Anak durhaka! Ka ... kamu, mati, ma ... ti!"

Dewi mulai merasakan betapa sakitnya saat ajal menjemput. Dewi merintih kesakitan. Dewi melihat banyak sekali makhluk-makhluk seram di sekitarnya. Dewi pun menutup mata untuk selama-lamanya.

Devi melihat bi Imas, kakek, nenek dan beberapa orang berlarian masuk ke dalam rumah. Devi tidak perduli. Akhirnya Devi bisa melihat penderitaan Dewi. Devi berniat akan mencari ayah kandungnya dan akan mengirimnya ke alam baka dengan bantuan teman-teman setannya.

Devi tertawa bahagia. Devi ingin merayakan kemenangannya. Saking bahagianya Devi tidak melihat ada sebuah mobil berkecepatan tinggi melintas di depannya.

BRAAAAKKKK!

Devi tertabrak. Tubuhnya terpental jauh. Pemilik mobil keluar bersama teman-temannya. Mereka melihat Devi yang penuh luka tidak sadarkan diri di jalan raya. Mereka takut ketahuan dan dimasukkan ke kantor polisi. Mereka panik.

"Gue gak mau masuk penjara!" Seorang cowok panik.

"Sudah, angkat mayatnya, buang ke sana! Buruaaaaan!" Teriak cewek yang memakai masker kepada teman-temannya.

Dan akhirnya, 4 orang cowok mengangkat tubuh Devi ke pinggir jalan. Dalam hitungan ketiga, mereka melempar Devi ke bawah jalan yang penuh dengan batu-batuan dan rumput ilalang. Devi pun menghilang di telan malam.

Sejak malam itu, Devi tidak menyadari dirinya sudah bukan bagian dari dunia ini lagi. Devi masih mencari ayah kandungnya. Tujuannya adalah membalas dendam kepada ayah kandungnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
Al!f
lanjut 💪
Al!f
Tabrak aja sekalian
Al!f
/Tongue/
Al!f
Hadeh, lepas dari Alia ketemu Mak Lampir 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!