Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
"Hallo" sahut Bagas mengangkat ponselnya saat mereka sudah di dalam mobil.
"Tadi sudah aku katakan pada Sinta kalau aku tidak bisa hadir" lanjut Bagas lalu menutup ponselnya.
"Jika anda ada acara kita tunda saja belanja nya" ujar Vivian
"Tidak masalah bukan acara penting" sahut Bagas.
Vivian melihat kiri kanan baru beberapa hari tidak keluar rumah membuat nya merasa asing dengan kondisi luar.
Bagas sesekali melirik kearah perempuan ini, Vivian cukup cantik,ada daya tarik tersendiri yang membuat Bagas bisa menampung perempuan ini tanpa pikir panjang.
"Lain kali tidak perlu membersihkan apartemen seperti tadi" ucap Bagas
"Kenapa?"
"Kamu pasti lelah,ada petugas apartemen yang datang seminggu sekali untuk membersihkan nya"
"Hanya cara itu yang bisa menghilangkan kebosanan saya" jawab Vivian jujur membuat Bagas merasa bersalah pada perempuan ini,Bagas melarang Vivian untuk keluar sendirian.
Bagas menghela nafas panjang.
"Nanti kita cari cara lain agar kamu tidak bosan" ujar Bagas dan diangguki Vivian setuju.
*****
"Kamu sudah bertemu Bagas?" tanya Karina
"Belum tante,Mas Bagas sulit di temui jika tidak ada kepentingan"jawab Sarah
"Mas bagaimana kalau kamu datang ke kantor besok dan katakan pada Bagas kalau Sarah ini calon istri nya"
"Tidak bisa seperti itu Karin,Bagas tidak akan bisa di paksa"
"Lalu bagaimana? Kita tidak bisa menunggu lama-lama juga mas"
"Minggu depan acara ulang tahun mama,kamu bawa Sarah ke sana dan kamu Sarah jangan lari dari Bagas kamu harus bisa buat Bagas meniduri kamu malam itu,Bagas lelaki bertanggung jawab jika dia melakukan kesalahan pasti dia akan menyelesaikan nya nanti om dan oma nya yang akan desak Bagas untuk menikahi kamu"ucap pak Hardian
"Baik om" sahut Sarah sambil tersenyum manis.
****
"Kenapa kesini pak,kata nya kita mau belanja kebutuhan apartemen?" tanya Vivian
"Apa aku setua itu sampai kamu panggil bapak" ketus Bagas
"Bu-kan,, maksud sa-ya"
"Kita beli ponsel baru agar kamu bisa menghubungi saya dan tidak bosan di apartemen jika sendirian" potong Bagas sambil menarik tangan Vivian.
"Tapi pak- eh" Vivian bingung sendiri memanggil Bagas dengan panggilan apa.
"Panggil aku Bagas" pinta Bagas
"Bagaimana bisa begitu,anda tua dari saya,mana berani saya tidak sopan pada anda"
"Kalau begitu panggil saya mas" pinta Bagas lagi dan kali ini diangguki Vivian setuju.
"Mau ponsel yang ini" tunjuk Bagas pada sebuah brosur sedangkan Vivian hanya terdiam.
"Kenapa dia baik sekali" batin Vivian
Kamu tunggu di sini sebentar aku ke toilet" pamit Bagas
"Ma-s" panggil Vivian
"Kenapa? Kamu nggak mau di tinggal"canda Bagas membuat Vivian salah tingkah.
"Bu-kan begitu" ujar Vivian cepat
"Aku ke toilet hanya sebentar, tidak akan melarikan diri"ucap Bagas sambil tersenyum kecil lalu segera pergi.
Vivian melihat sekeliling nya banyak pengunjung yang juga membeli ponsel tiba-tiba mata Vivian tertuju keluar toko dan melihat Dika bersama perempuan tapi bukan Olivia,Dika pun melihat ke arah Vivian.
"Vivian" gumam Dika seketika tubuh Vivian mendadak tegang,Dika segera masuk kedalam toko untuk mengejar Vivian.
Vivian panik dia mencari perlindungan tapi Bagas terlalu lama ke kamar mandi,Vivian segera lari mencari tempat untuk bersembunyi.
"Dika ada apa?" tanya perempuan tersebut.
"Kamu tunggu di sini sebentar" ucap Dika segera mengejar Vivian
Vivian terus berlari ketakutan dia tidak mau di tangkap oleh Dika karena Dika bersekongkol dengan Olivia.
"Mbak mana perempuan yang bersama saya tadi?" tanya Bagas saat keluar dari kamar mandi tidak melihat Vivian.
"Keluar pak"
"Keluar" gumam Bagas bingung,dia segera membayar ponsel nya dan pergi untuk mencari Vivian.
"Vivian,di mana kamu" panggil Dika
Vivian berlari ke arah parkiran dia bingung harus bersembunyi di mana,dia mencari mobil Bagas agar Bagas gampang menemukan dirinya.
"Keluar sayang kita bisa bicara kan ini baik-baik" ujar Dika lagi, Vivian menutup mulut nya agar tak menimbulkan suara.
Bagas melihat kiri kanan berharap menemukan Vivian.
"Sial! Apa benar dia perempuan kiriman Karina seperti kata Alan" ucap Bagas mulai curiga karena dia tak menemukan keberadaan Vivian.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya