NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Pak Kades

Bab 9

 

Tim Pencari Kitab Suci🤸

Rama P : Gaes, ternyata rasa takut kalah sama rasa dingin.

Beni Ganteng : Sedingin hati Sapri

S4pri : Tapi sentuhan saya panas, mas 

Rama P : Gaya lo, pri

Yuli Imut : Astaga, jam berapa ini. Masih aja rame nggak jelas

Rama P : Eh Jule, justru karena ada gue makanya rame. Belum tidur ya? Kemari dong temenin AA, biar digerebek hansip terus dinikahin

Yuli Imut : Ogah

Asoka Harsa : Ada pasien Ram?

Rama P : Nihil dok, suara kodok doang nih rame kayak suara kentut Sapri

Rama P : Lisa, kok nggak ada suaranya. Capek ya abis motor-motoran atau malah sawan

Asoka Harsa : Bisa jadi 😀

Rama P : Waduh, diapain dok?

Yuli Imut : hm, curiga deh

Beni Ganteng : bubar kalean atau saya semprot baygon. Udah jam berapa ini, ganggu aja

Asoka tersenyum membaca grup yang isinya tidak ada pembahasan penting, unfaedah semua. Namun, berhasil membuatnya terhibur. Beni benar kalau sekarang sudah larut dan baiknya mereka istirahat. Ia berbaring miring dengan sweater dan selimut, tangannya masih memegang ponsel menggeser layar memilih kontak seseorang.

Melihat profil pujaan hatinya, foto yang diambil dari samping menambah kesan misterius dan tentu saja tetap cantik.

...Lisa Kanaya ...

^^^Sudah tidur?^^^

Menunggu beberapa saat, pesannya hanya ceklis dua. Sepertinya memang sudah tidur. Asoka meletakan ponsel di samping bantal, tapi urung saat terasa getaran. Ada notif pesan masuk

...Lisa Kanaya...

Udah dok

^^^Tidur-lah, udah malam^^^

Nggak bisa, gara-gara tadi ada yang ngegombal

^^^Ya udah tidur^^^

^^^nanti besok digombalin lagi^^^

Asoka tersenyum dan hati menghangat. Sabar, tidak ingin tergesa untuk meluapkan semua perhatian dan perasaannya. Jangan sampai Lisa merasa tidak nyaman. Ia pun belum tahu bagaimana perasaan gadis itu.

...***...

“Dibersihkan dulu!” titah Asoka sambil memakai sarung tangan. Lisa sigap langsung melakukan tugasnya. Pukul 7 pagi, Lisa dan Yuli sudah sampai puskes dan mendadak ada pasien di IGD. Jatuh dari motor. 

Korbannya remaja yang hendak berangkat sekolah dengan seragam putih abu. Celana si korban sudah dilepas sebelum Lisa bertindak. Area luka berada di kaki kanan korban.

“Dok, lukanya lebar.”

Teriakan korban hal biasa saat tenaga medis bekerja. Hampir setengah jam melakukan pertolongan membersihkan dan menjahit luka yang menganga, Lisa sudah membungkus luka tersebut dengan perban dan Asoka melepas sarung tangan masih memperhatikan hasil kerjanya.

“Harus dibawa ke rumah sakit, dok?” tanya salah satu keluarga korban.

“Tidak perlu. Nanti tiga hari balik ke sini untuk ganti perban. Ini luka tergores, sepertinya tersangkut besi. Memang agak dalam, tapi sudah kami jahit dan sudah disuntik." Asoka menuliskan resep dan menyerahkan pada Lisa.

“Pak, ini obatnya di farmasi ya. Kalau sudah diurus, sudah boleh pulang," seru Lisa pada keluarga korban. 

Asoka meninggalkan IGD, berganti Rama yang tergopoh-gopoh.

“Beres Sa?”

“Iya. Baru bangun?” tanya Lisa melihat Rama datang.

“Tadi balik ke rumah, mandi dulu gue. Punya temen baik bener, gue dibikinin air panas sama Sapri katanya habis begadang jangan mandi air dingin. Padahal kebanyakan pulesnya.” Rama terkekeh geli.

“Dih, gak jelas. Katanya subuh baru tidur.”

“Pencitraan Sa.”

Hampir jam 12 saat Asoka mengirimkan sesuatu di grup.

...Tim Pencari Kitab Suci🤸...

Dokter Asoka : beres tugas, kumpul dulu. Info pak Wahid, ada pak Kades mau ketemu dengan kita

Yuli Imut : Siap, dok

S4pri : Baik dok, saya siapkan ruangannya dulu

Rama P. : Nasi padangnya sekalian Sap

Beni Ganteng : Oke, dok. Btw, Pak Kades mau ngapain? Mencret apa panuan?

Yuli Imut : Bang Beni apaan deh, ya mau briefing kali. Secara ‘kan kita tim baru

Lisa Kanaya : Oke. Pasien terakhir meluncur. Akhirnya ….

Rama P. : Sekedar info, buat Lisa dan jule hati-hati dengan bapak itu. Mirip buaya buntung

S4pri : Waduh, kok saya takut ya mas

Beni Ganteng : Yang harusnya takut itu cewek Sap, bukan kau-lah

Lisa tersenyum lalu mengembalikan ponselnya ke dalam saku. Keluar dari lobby menuju samping gedung, tempat dimana para pasien atau keluarga menunggu pemeriksaan. Ada beberapa pedagang gerobak di sana.

Ternyata Yuli dan Rama sudah standby duluan. Kali ini pasangan itu menikmati batagor.

“Hm, bagus ya. berdua mulu.”

“Hari ini gue Cuma ada 5 pasien, itupun pemeriksaan rutin doang,” tutur Yuli.

LIsa memesan bakso dan terlibat obrolan sambil menikmati jajanan dan sesekali tertawa hal receh. Rama menggeser kursinya karena merokok.

“Apaan sih,” keluh Lisa lalu meletakan mangkuk tidak jauh dari kursi plastik yang dia duduki.

“Iya, gue perhatiin Dokter Oka suka lihatin lo gitu.”

“Jangan diperhatiin Jule, nanti lo juga suka,” cetus Rama. Padahal pria itu sedang fokus dengan rokok dan ponselnya, masih saja awas mendengarkan ocehan Yuli dan Lisa.

“Diem Ram,” ujar Yuli. “Nggak pa-pa sih, lo lagi jomblo ini.”

Lisa hanya tersenyum menanggapi itu. Tidak ingin terlalu jumawa apalagi baper, karena belum tahu isi hati Asoka. Mana tahu hanya bercanda. Tidak pula mengungkapkan kalau sang dokter kerap gombal bikin hati meleyot kayak pohon toge keberatan beban.

“Ke dalem yuk, kayaknya udah sepi,” ajak Rama. “Sa, bayarin dulu.”

“Iya,” sahut Lisa.

***

Seperti posisi sebelumnya, Lisa duduk bersama Yuli lalu Beni. Sedangkan Asoka berseberangan, bersama Sapri dan Rama. Ponsel di saku Lisa bergetar, ternyata pesan dari Asoka.

...Dokter Oka...

Makan siang bareng saya

^^^Tapi udah makan dok, eh jajan sih^^^

Makan, bareng saya

Dari ekor mata, Lisa tahu kalau Oka sedang menatapnya. Tanpa membalas, ia hanya mengangguk lalu memasukan lagi ponsel ke dalam saku.

Pak Wahid memasuki ruangan bersama seorang pria dengan setelan safari.

“Selamat siang, maaf membuat menunggu.”

Semua menjawab sapaan pria itu. Name tag di safari pria itu bertuliskan Cecep Baharudin. Lalu duduk di posisi ujung meja bersama Pak Wahid. Ternyata pria bernama Cecep itu adalah kepala Desa Singajaya. Pria itu memberikan sambutan dan mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas pada tim.

“Meski saya terlambat menyapa, tapi saya sudah membaca profil akang dan teteh. Ada Pak Dokter, A Beni, A Sapri dan A Rama. Sudah mulai terdengar gaungnya, katanya tim yang baru ini ganteng-ganteng.”

“Oh, makasih Pak. Memang bawaan kita begini, setelan ganteng,” cetus Rama seraya menegakkan tubuh dan memperbaiki kerah seragamnya.

“Dan untuk teteh-teteh ini, ternyata aslinya lebih cantik.”

Lisa tersenyum dan mengangguk, Yuli pun sama bahkan sengaja mencolek tangan di bawah meja.

“Teteh Lisa perawat dan teh Yuli bidan ya. Masih pada muda sudah hebat. Padahal baru dua lima ya teh Lisa?”

Raut wajah Lisa mendadak berubah, si kades bisa tahu detail umurnya. Jelas dirinya memang paling muda di sana.

Obrolan berikutnya didominasi oleh Wahid, Cecep dan Asoka. sampai akhirnya pertemuan pun berakhir. Lisa merasa tidak nyaman karena pandangan Cecep sering kali terfokus padanya. apalagi tatapannya cukup menelisik. 

"Teh Lisa, sebentar," ujar Cecep membuat Lisa menoleh. 

Sedang yang lain karena tidak dipanggil tetap beranjak meski sempat menatap ke arahnya. Lisa melirik Rama dan Asoka, kedua pria itu sempat mengangguk seolah mengatakan tidak apa-apa.

Bahkan Rama memberi kode dengan lirikan matannya kalau dia ada di depan ruangan itu. 

"Iya pak," ujar Lisa. 

"Sudah selesai tugasnya 'kan? Kebetulan di kampung sebelah ada acara, mau ikut ke sana 'kah? Sekalian lihat-lihat tempat ini, pasti belum keliling 'kan?"

Lisa menatap Cecep dan Wahid bergantian. 

Dokter Oka, tolongin dong. 

1
juwita
harusnya ada yg dengar apa yg mrk bicarakan
juwita
bener yul utung km pintar🤣🤣🤣
juwita
anak jeung Bpk saruana mata i***lan🤣🤣🤣
Kas Mi
cpe y pk beni..ank2 pda nakal😄😇🤭
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
pelacur Marinasi mau sama perjaka ting2,NGACA dong orng waras mana yg mau sama bekas WC umum 🙄🥴
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
w jdi makin ragu si Marinasi ini dokter apa ani2 sih jgn2 dokter gadungan jgn mau atuh di periksa smaa dia yg ada bukanya sembuh malah mati secara kek nya si Marinasi ini ngk tau ilmu kedokteran,😭
juwita: sekolah kedokteran tp cm smpe di pintu gerbang dia🤣🤣🤣
total 2 replies
Ariany Sudjana
Marina kamu bego apa? kok usulkan puskesmas tutup, karena mau gathering? niat banget sih ingin dekat sama dokter Asoka, dasar pelacur murahan kamu yah 🤭🤭 kalau puskes tutup, terus ada kejadian emergency, pasien mau ke mana? mikir dong
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Moga cucunya si Encep gak ngikutin jejak kakek sama bapaknya yg Buaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Malah ikutan nyanyi sama si Rama/Facepalm/
Iccha Risa
dasar kau buaya buntung emang kudu di beri tuh bapak ma anak genit....
Felycia R. Fernandez
kurang asem 🤣🤣🤣🤣
Rama Cs jadi tamengnya
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rasakan kejahilan Yuli 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
ya ampun Asoka 🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 yuli di lawan 🤭🤣🤣🤣🤣
Leli Suryani
yaallah bikin mood aja baca nya,semangat terus kk😁
Arin
Memang yang bikin rame itu si Rama. Ditambah kalau udah lagi jahilin Yuli..... wis mantep pokoke.... Bikin rumah serasa salon horeg konser🤣🤣🤣🤣
mmh nengmuti
cucu nya s encep cwe apa cwo sih,klo cwonanti bisai jd trio buaya kuyang🤣🤣
dtyas (ig : dtyas_dtyas): cowok kak,Yuli menjelaskan pas sudah lahir JK nya cowok
total 1 replies
mmh nengmuti
jadi ke bawa baper aku baca nya🤭
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jangan lama-lama jangan lama-lama nanti aku kabur
Iccha Risa: kasih ka, kaca mah banyak yg 5rb perak juga titipin ke ka othor biar ngaca tuh aki, ga faedah uang habis buat nyenengin marimass
total 7 replies
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mau telp damkar biar bersih otak dan pikiran encep di cuci pake damkar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!