NovelToon NovelToon
SUAMI LEGAL DADAKAN

SUAMI LEGAL DADAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Sugar daddy / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Pelakor jahat / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wulan_Author

Masih duduk di bangku SMA tapi sudah dijodohkan, apa jadinya?

Thea, gadis yang mencintai kebebasan tanpa kekangan harus dijodohkan dengan Sagara yang selalu taat pada aturan dan prinsip hidupnya. Keduanya setuju untuk menikah, namun mereka mempunyai aturan masing-masing. Keduanya akan hidup satu atap tanpa ikut campur urusan masing-masing dan juga cinta. Namun, karena kesalahpahaman, hubungan mereka memburuk. Thea mengira Sagara hanya mengincar harta keluarganya, sementara Sagara mengira Thea lah dalang dibalik kematian adik kandungnya. Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya?

"Sudah Lima tahun, kita berpisah atau hidup kamu akan Aku buat lebih menderita!"

Thea menyunggingkan seulas senyuman. "Mana mungkin aku melepaskan kamu begitu saja, kamu adalah peliharaan keluargaku!"

"Brengsek! bahkan harta yang kamu miliki nggak bisa beli hati Sagara! kamu terlalu angkuh dan sombong! Sagara, nggak cocok hidup sama kamu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan_Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Video

"Apa kamu sudah siap?"

Pendengaran Thea tiba-tiba saja menjadi buruk, apa-apaan ini? Apa maksud cowok kolot ini?

Beberapa detik kemudian Thea tersadar dan langsung melepaskan pelukan Sagara dari tubuhnya.

"Maksud Lo apa?" tanya Thea dengan nada sedikit tinggi.

Sagara mengerutkan keningnya, "Aku tanya, apa kamu sudah terbiasa jatuh seperti ini?" godanya.

"Kurang ajar!"

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di wajah tampan Sagara.

"Aaaa!"

"Sakit kan, rasain! Lo pasti sengaja kan cari kesempatan peluk-peluk Gue! Dasar cowok mesum!" omel Thea sambil berlalu pergi meninggalkan Sagara dibelakangnya.

Sagara hanya bisa terdiam pasrah sambil menghela nafasnya menatap Thea dari kejauhan. "Apa bisa aku bertahan dengan wanita labil seperti dia?" gumam Sagara yang mulai ragu dengan perjodohan ini.

Tidak ingin berlarut dalam lamunannya, Sagara segera menyusul langkah Thea untuk mengantarkannya pulang.

Keadaan sudah lumayan larut malam, teman-temannya yang tadi menongkrong pun kini sudah sepi tak ada satupun yang ada di sana.

Sagara langsung menghampiri Thea yang kini sudah berdiri melihat cafe yang tadi ramai kini sudah sepi.

"Ayo kita pulang," ucap Sagara sambil membuka pintu mobilnya.

Thea menoleh lalu mendelik, "Nggak perlu! Gue bisa pulang sendiri," sahut Thea dengan wajah kecut.

Lagi, Sagara kembali menghela nafas kasarnya dan tanpa basa-basi langsung mengangkat tubuh Thea dan memasukannya ke dalam mobil miliknya.

"Heh, apa-apaan ini! Lo mau ngapain hah?" teriak Thea sambil meronta-ronta.

Pemuda itu segera mendudukkan Thea di jok depan lalu memakaikan sabuk pengaman kepada Thea.

"Kalo kamu mau dengerin aku sekali aja, aku nggak akan maksa kamu kayak gini," tutur Sagara yang mendekatkan wajahnya pada wajah Thea, hingga membuat gadis itu merasa sulit untuk bernafas.

Sagara kembali menarik wajahnya lalu keluar dari mobil dan segera berbalik untuk duduk di depan stir mobil.

Thea yang merasa canggung segera menelan salivanya dengan kasar, lalu menghembuskan nafasnya perlahan-lahan.

"Dasar cowok mesum! Bisa-bisanya ini orang cari kesempatan dalam kesempatan!" gerutu Thea.

Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Om Jordan.

Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, akhirnya Sagara dan Thea tiba di kediaman Jordan.

Thea langsung membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil walaupun Sagara belum memarkirkan mobilnya dengan benar.

Brak!'

Suara Pintu mobil yang di tutup dengan keras.

Sagara hanya mengernyitkan dahinya, lalu menggelengkan kepalanya perlahan-lahan melihat kelakuan Thea.

Mendengar suara kendaraan terparkir, Jordan yang masih menunggu kepulangan sang putri tercinta langsung bergegas pergi ke luar untuk memeriksa keadaan Thea.

Dan benar saja, ternyata itu Sagara dan Thea.

"Hai, kalian sudah pulang rupanya?" sapa Papa Jordan.

Thea mendekat perlahan-lahan dengan kaki masih pincang.

"Loh, kamu kenapa sayang? Kenapa kakimu pincang seperti itu? Apa kamu terluka, Nak?" tanya Pak Jordan dengan nanar cemas.

Thea mendengus sebal, "Papa tanya aja sama cowok nyebelin itu!" sahut Thea sambil menajamkan pandangannya ke arah Sagara.

Pak Jordan ikut menoleh ke arah Sagara, "Ada apa ini Saga?" tanya Pak Jordan sambil mengernyitkan dahinya.

Sagara mendekat lalu menundukkan wajahnya, "Maafkan saya Om, saya lalai menjaga Thea seperti amanat yang sudah Om katakan pada saya."

"Memangnya apa yang sudah terjadi?"

Sagara menoleh ke arah Thea, "Tadi Thea lari saat Sagara menghampirinya di cafe, lalu saya mengejar Thea dan dia terjatuh sampai terluka. Saat Thea saya tinggal sendirian di taman, ternyata dia diganggu oleh dua preman. Tapi syukurlah ada temannya yang menolong tepat waktu," jelas Sagara dengan detail.

Pak Jordan menganggukkan kepalanya perlahan-lahan. "Oh seperti itu, Om mengerti. Syukurlah jika Thea baik-baik saja, yang penting kini dia sudah pulang ke rumah," tutur Pak Jordan tanpa marah.

Thea langsung mengerutkan keningnya sambil menatap wajah sang Papa dengan tatapan tajam, "Papa apa-apaan sih? Kok jawabannya santai begitu, bukannya marahin tuh cowok!" cetus Thea.

Pak Jordan kembali tersenyum hangat, "Namanya juga musibah sayang, kita tidak pernah tahu kapan datangnya kan? Nanti tolong sampaikan ucapan terima kasih Papa untuk teman yang sudah menolong kamu tadi, ya?" ucap Pak Jordan.

Thea hanya terdiam sambil mengepalkan tangannya.

"Kalo aja tadi cowok kolot itu datang tepat waktu, mungkin Gue nggak akan pernah punya hubungan apapun lagi sama Davin, apalagi punya utang budi seperti ini!" gumamnya dengan wajah kesal.

Tak ingin berada di sekitar cowok menyebalkan ini lagi, akhirnya Thea memilih untuk pergi ke kamarnya dengan wajah kesal.

Karena Thea sudah dia antar pulang, kini Sagara pamit untuk kembali ke rumahnya lagi.

"Om, kalau begitu saya pamit untuk pulang dulu."

Pak Jordan tersenyum, "Maafkan sikap Thea ya Gar, Om sangat berterima kasih kepada kamu untuk malam ini karena kamu sudah membawa Thea kembali ke rumah dengan selamat," ucap Pak Jordan.

Sagara mengangguk pelan, "Sudah tugas saya Om menjaga Thea," sahutnya.

"Baiklah, kalau begitu Om titip salam untuk kedua orang tuamu ya Gar."

Sagara hanya mengangguk pelan dan langsung melenggang pergi meninggalkan Om Jordan.

Jordan hanya memandang kepergian Sagara dengan wajah sendu. Banyak sekali pikiran yang ingin Jordan ungkapkan pada calon menantunya itu tentang penyakitnya yang sudah menggerogoti hampir seluruh tubuhnya. Karena itu juga Jordan meminta kepada Sagara agar segera menikahi putrinya dengan cepat.

Pak Jordan menghela nafasnya pelan, "Semoga kamu bisa menjadi pendamping Thea dengan baik."

Perlahan-lahan Jordan masuk ke dalam rumahnya dan berniat ingin melihat keadaan sang putri yang tadi terlihat masih kesal.

Ceklek.

Kenop pintu dibuka, dengan pelan Pak Jordan membuka lebar pintu kamar Thea lalu masuk kedalam kamar putrinya.

"Sayang, apa kamu sudah tidur?" tanya Pak Jordan dengan suara pelan.

Melihat suasana yang sepi, Pak Jordan menghampiri Thea untuk memastikan keadaannya. Dan ternyata dia sudah terlelap tidur, Pak Jordan mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut putrinya tersebut.

"Ternyata anakku sudah tidur pulas, toh!" ucap Pak Jordan.

Dengan wajah sendu, Pak Jordan menatap dalam wajah anaknya itu. Dia tidak menyangka bahwa nanti Jordan harus meninggalkan putri kesayangannya sendirian.

Membayangkannya saja Jordan tak mampu, apalagi jika dia benar-benar pergi meninggalkan Thea sendirian. Tanpa sadar Pak Jordan menjatuhkan air matanya hingga membasahi pipinya yang sudah keriput.

"Bagaimanapun Sagara harus menjadi pendamping hidupmu, sayang. Papa yakin dia mampu menjaga kamu."

Kriing.

Ponsel Thea menyala, sepertinya ada pesan masuk.

Karena penasaran, Pak Jordan berniat untuk memeriksa ponsel putrinya tersebut. Dia menekan aplikasi chat berwarna hijau untuk melihat siapa yang mengirimnya pesan malam-malam seperti ini. Dan saat Pak Jordan berhasil masuk ke dalam aplikasi, betapa terkejutnya dia saat melihat sesuatu yang mengejutkan.

(Pesan video masuk)

D | ("Kapan kita seperti ini lagi? Aku rindu.")

Deg!

"Apa-apaan ini?"

1
Greta Ela🦋🌺
Oii tolongin dulu Thea iniii, dia diganggu preman
Greta Ela🦋🌺
Hah? Thorr? Kok Sagara mau dijodohin sama Thea sementara dia punya pacarrr??
Greta Ela🦋🌺
Sagara malah memanfaatkan kesempatan
Greta Ela🦋🌺
Ohh jadi Thea ga suka juga ya sama Sagara?
Greta Ela🦋🌺
Udah jadi mantan malah muji kek gitu🤭
Pena_Rembulan
Kayaknya bakal ada sesuatu nih sama tThea Sagara 🤭
Pena_Rembulan
heh apa"an si Ayumi diih nyebelin
Fifie
Okee ini baru awal ya Thea, nanti jangan mau kalah sama si Ayumi!
Fifie
Gundik jaman sekarang emang ga ada takutnya yaa🤭
Fifie
Thea Lo ko malah anteng" bukanya Jambak tuh rambut gundik🤣
Greta Ela🦋🌺
Yaaaa bapaknya juga salah noh. Harusnya suksesin dulu anaknya, lanjut sekolah kuliah kerjaaaaaaa. Ini malah ngurus jodoh, kek jual anak tau ga pak
Greta Ela🦋🌺
Eh, Davin itu siapanya Thea thor? Pacar kah?
Wolfmoon: Mantan pacarnya yang posesif bgt Kak /Grin/
total 1 replies
Tuan Muda
Gundik jaman sekarang emang yee nyebelin banget
Pena_Rembulan
Makin greget, sebel sama sikap Sagara yang ternyata ga bisa tegas ah
Fifie
Min ada typo nama Thea sama Ayumi
Wolfmoon: oke kak makasih infonya aku perbaiki 😍
total 1 replies
Fifie
Wah si Ayumi mau ngapain nih kira"?
Greta Ela🦋🌺
Cepet banget langsung disetujui gitu astaga/Facepalm/
Greta Ela🦋🌺
Lagian aneh banget mau dijodohin sama anak SMA/Chuckle/
Greta Ela🦋🌺
Apakah dia udah lama mengincar Thea?👀
Greta Ela🦋🌺
Keknya tampan banget deh sampe melongo kek gitu/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!