NovelToon NovelToon
OFF SCRIPT LOVE

OFF SCRIPT LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Tama datang dengan satu tujuan: menjaga Lengkara.
Bukan untuk dimiliki, apalagi diperebutkan—cukup memastikan gadis itu baik-baik saja.

Namun mendekati Lengkara tak sesederhana rencananya.
Saat Tama sibuk mencari cara supaya selalu ada di dekat Lengkara, justru Sasa muncul tanpa aba-aba. Terlalu berisik, terlalu berani, dan terlalu sering menyebut namanya seolah mereka sudah sedekat itu.

Ironisnya, Sasa adalah adik dari laki-laki yang terang-terangan disukai Lengkara.

“Bang, 831 gimana? Yes or no?” Sasa menatapnya penuh harap.

Tama mendengus, menahan senyum yang tak seharusnya ada. “Apaan sih, nggak jelas banget!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterusan

Tama membuka mobilnya, belum sempat masuk ia sudah dibuat menghela nafas panjang melihat Sasa yang tengah mengambil jajanan di kursi belakang. Aneka makanan ringan yang minggu lalu di beli untuk Kara dan teman-temannya malah berakhir ia ditinggal pergi. Rok yang dikenakan Sasa sedikit terangkat membuat pahanya sedikit terekspos.

Tama segera menarik bahu gadis itu, "duduk yang bener. Biar gue ambilin!"

"Padahal udah mau keambil semua. Malah jadi pada jatuh kan jadinya." gerutu Sasa.

Tama mengambaikan ucapan Sasa, ia memilih mengambil semua jajanan di belakang dan meletakan di pangkuan Sasa. "Kalo ngapa-ngapain tuh di pikir jangan langsung pecicilan gitu. Lo kagak liat itu rok pendek? paha lo kemana-mana!"

Sasa nyenggir tanpa merasa bersalah. "nggak apa-apa deh, Bang. Sodakoh dikit."

"Heh! masa aja nyaut lo lagi dibilagin juga. Lama-lama gue lakban itu bibir, biar diem bentar aja."

"Boleh aja bang, dengan senang hati, asal pake bibir abang aja ngelakbannya."

"Bener-bener lo yah!" Tama memilih tak meladeninya. Ia terbiasa merayu cewek, tak jarang juga dirayu dan semua ia tanggapi. Tapi Sasa? entalah. Jangan menanggapi, mendengarnya saja sudah membuatnya kesal.

Tama hendak memakai sabuk pengamannya, tapi melihat Sasa yang masih sibuk memandangnya dengan gemas membuat Tama segera menarik sabuk pengaman gadis itu dan memasangnya dengan cepat.

"Ih cepet banget." protes Sasa, "minimal kayak di drama-drama dong bang. Mau masang sabuk pengaman aja pake tatap-tatapan terus-" lanjutnya menggantung kalimat sambil menautkan jari-jarinya.

Tama menoyor kening Sasa. "Terus apa? otak lo tuh isinya apa sih? heran gue."

"Ya terus jalanin mobilnya lah bang. Kayaknya otak abang yang mikir aneh-aneh deh."

"Heh!"

"Apa Bang?"

"Tau lah. Cape gue nanggepin ocehan lo. Nggak ada abisnya." pungkas Tama yang kemudian melajukan mobilnya.

Meskipun sudah diabaikan, Sasa masih saja terus mengoceh.

"Gimana bang? jadi nggak ngelakban bibir Sasa?"

"Kalo diem berati abang setuju besok buat jemput Sasa yah?"

"Bang!"

Tama hanya meliriknya sekilas kemudian kembali fokus ke jalan. Tak habis pikir juga, bisa-bisanya ia malah berakhir bersama adik orang yang tak ia sukai. Dari sekian banyak gadis, kenapa mesti adiknya Dirga?

"Turun di sini aja yah? rumah lo tinggal masuk dikit lagi." ucap Tama begitu mereka tiba di mini market depan perumahan Sasa.

"Justru tinggal dikit lagi, kenapa nggak dianterin sekalian sih?"

"Males gue. Ntar ketemu Abang lo. Ntar dia ngira gue lagi ngedeketin adeknya, padahal adeknya yang kecentilan ngikutin gue mulu." jelas Tama.

Sasa mengubah duduknya menghadap Tama.

"Satu, Sasa nggak ngikutin bang Tama. Kita kebetulan ketemu. Dan emang mungkin karena takdir kita nih berjodoh."

"Dua, Sasa nggak kecentilan yah. Sasa cuma minta tolong dan Bang Tama yang ganteng dan baik hati dengan suka rela mengantar Sasa."

Tama langsung memutar bola matanya mendengar jawaban Sasa. Suka rela dari mana, jelas-jelas gadis di depannya itu yang maksa.

"Tiga, ini yang paling penting nih. Kak Dirga nggak ada di rumah. Sekarang pasti belum pulang soalnya lagi acara nraktir temen-temennya. Tadi Kaleng juga ngajak Sasa, tapi Sasa nggak mau."

"Nggak ada alesan lagi kan? anterin Sasa lah. Sampe depan rumah boleh, atau mau masuk sekalian ngelamar juga boeh banget." lanjutnya.

Tama bergidig ngeri mendengarnya. Ocehan Sasa makin gila. Semalam masih masih memanggilnya calon pacar, sekarang tanpa jadian tiba-tiba nawarin lamaran? Aneh. Pacaran dengan Sasa saja tak pernah terlintas dalam pikirannya apalagi melamar? membayangkannya saja sudah membuat Tama takut.

"Bang?"

"Lo diem! gue anterin sekarang!"

"Nah gitu dong." Sasa langsung diam saat Tama menatapnya, "iya Sasa diem." lanjutnya.

Begitu sampai depan rumah, Sasa segera turun. "mampir dulu bang." ajaknya.

"Nggak, makasih." tolak Tama.

"Ya udah deh kalo hari ini nggak mau mampir, kali aja besok abang mau mampir. Besok jemput Sasa yah."

"Ogah. Ngelunjak banget lo jadi bocah." ketus Tama yang kemudian berlalu pergi.

Mobil Tama sudah menjauh, menyisakan debu tipis dan suara mesin yang makin mengecil. Sasa masih berdiri di depan rumah, tangan kanannya melambai-lambai, senyumnya nggak luntur sedikit pun, seolah omelan barusan bukan penolakan, tapi janji yang tertunda.

“Dasar Bang Tama,” gumamnya sambil berbalik masuk ke halaman. “Ngelak bilang nggak peduli, tapi dianterin juga.”

Sementara itu, Tama memegang setir lebih kencang dari biasanya. Entah kenapa kepalanya penuh suara, bukan klakson atau radio, tapi ocehan Sasa yang harusnya bikin pusing, malah nyangkut. Senyum gadis itu, cara ngomelnya, sampai kalimat absurd soal lamaran yang jelas-jelas bikin dia ngeri. Semuanya kebayang ulang tanpa izin.

“Bocah nyebelin,” desisnya, kali ini tanpa emosi kesal yang meyakinkan.

1
Shee_👚
lah aku juga sama rid, lagi galau juga kalau di kasih biru sama merah langsung cerah kaya matahari 🤣
Shee_👚
secuek-cueknya ririd dia tetep peduli sama orang sekitar dia
Samsung A12
mau sesedih apaun..ga nolak namanya duit🤭
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣
beat aja dah bagus micin
Shee_👚
berubahan cuaca yang sangat extreme 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Sasa mah bocah ajaib haha
RiriChiew🌺
obat paling mujarab itu yaa dutaaaa , kalau gak percaya tanya aja sama othor nya pastii iyessss juga jwabnya 🤭🤣
RiriChiew🌺
galau kalau ktemu uang yaaa sikattt dulu galau ny pending nanti lagii kalau inget 🤣🤣 cewe tuh kebanyakan begitu ririd 🤣
sum mia
gak papa Sasa mata duitan . normal sih cewek suka duwit . apalagi jaman sekarang banyak sekali kebutuhan cewek untuk permak diri . tapi salut Sasa yang anak sultan cuma gila jajan .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
💥💚 Sany ❤💕
Ternyata efek jatuh cinta tu gawat juga ya Cin, bisa bikin kamu kayak kerasukan jin depan gang komplek 🤣🤣🤣🤣.
Amanda Safira
Gemesss bngttt
Jumi🍉
Udah Sa,,,/Scream/malu sama salting ini udah sampai nembus layar.../Facepalm/🤣
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Semuanya pasti ikut senyum2 juga. 😊😊😊😊😊😍😍😍😍😍
Ummah Intan
kara hamilkah?
Ummah Intan
jangan
tiara
ikut seneng Sasa, ga sua-sia usahamu selama ini untuk mendapatkan bang Tama
aisyah
yg baca juga salting🤭🤭
Shee_👚
bukan g mau komen panjang kak net, tapi aku takut ikutan gila kaya micin

yang senyam senyum

ke tawa ngakak

geleng-geleng kepala

senyum lagi

ngakak lagi

ampe aku baca pagi-pagi depan paksu, malah di curigai 🤣🤣🤣🤣

ini semua karena micin, yang gurih, gemes dan genes🤣
Shee_👚
sasa dah senyam senyum kaya orang gila, yang bikin sasa oleng nya santai aja di rumah.

awas aja kalau bang tam tam hanya becandain anak orang🙄
Shee_👚
lagi baca proklamasi donk ya🤣🤣
sabar ya sa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!