"Apa...! Jadi pacarmu...? Dasar GILA...!"
David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.
Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.
Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.
Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.
penasaran jangan lupa baca, like dan komen.
Update gak nentu..?
Follow Ig: @Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
"Woi...! Sueee lo Bos...! Lo pingsan atau tidur...! sampe sekarang belum bangun juga ? Udah hampir satu jam aku nungguin lo lho!" ucap Yuda dengan suara yang kesal.
Dia menepuk bahu David yang masih terbaring tidak sadarkan diri di atas ranjang kamarnya.
Setelah semua karyawan pulang dan kantor sudah sepi, Yuda memutuskan untuk membawa pulang David ke rumahnya agar bisa merawatnya dengan lebih baik dan menghindari masalah yang tidak perlu jika ada orang lain yang melihat kondisi sang CEO yang tidak stabil.
Dia dengan susah payah membawa tubuh David yang cukup besar dan berat ke kamar tidurnya yang luas dan mewah.
Setelah meletakkannya dengan hati-hati di atas ranjang, Yuda merasa sangat capek dan memutuskan untuk duduk di sofa yang terletak di sudut kamar sambil menunggu David sadarkan diri kembali.
"Sudah malam nih... Lo Gak bangun-bangun bos... Kampret-kampret... Kalau begini terus gimana aku bisa pulang?" ucap Yuda dengan suara yang kesal dan juga sedikit khawatir.
Dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22.00 malam dan David masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera terbangun.
Setelah menunggu lebih dari satu jam dengan tidak ada hasil sama sekali, Yuda akhirnya berdiri dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air dingin dari kulkas agar bisa sedikit menyegarkan dirinya yang sudah sangat lelah dan capek.
Dia membuka kulkas dan mengambil botol air mineral yang dingin lalu mulai meminumnya dengan sangat cepat.
"HAAAA!!!!"
Suara teriakan yang sangat keras dan tajam tiba-tiba terdengar dari arah kamar tidur David.
Yuda yang sedang meminum air langsung tersedak dan mulai batuk-batuk dengan sangat parah.
"Ehekkk... Ehekkk... Apa lagi nih sekarang ini...?" ucap Yuda dengan suara yang sedikit tercekik.
Yuda segera menepuk-nepuk dadanya untuk mengatasi tersedak tersebut. Setelah merasa sedikit lebih baik, dia langsung berlari ke arah kamar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan David.
Ketika dia masuk ke kamar, pandangannya langsung terpaku pada David yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan kondisi yang sangat mengejutkannya.
"WHAT THE FU***! Ngapain lo Bos...? Kok bisa keluar dari kamar mandi dengan keadaan gini?" ucap Yuda dengan suara yang penuh kejutan dan juga sedikit malu.
Yuda menutup matanya dengan cepat namun masih menyelinap melihat kondisi David yang sekarang keluar secara telanjang dari kamar mandi.
"Haaa... Sayang! Lihat dong ada bonteng di bawah sini.. Mana besar lagi! Dari mana ya ini datang?" ucap David.
Ekspresi wajahnya yang sekarang sangat lembut dan feminin menunjukkan bahwa dia masih dalam kondisi kepribadian wanita yang dia sebut sebagai Suzy.
"Anji*** lo Bos... Sueeee banget! Itu bonteng lo sendiri...? Asu-asu...!" gumam Yuda dengan suara yang kesal.
Yuda segera berlari ke arah lemari dan mengambil sebuah handuk besar untuk menutupi tubuh David yang masih telanjang tersebut.
Dia dengan cepat membungkus tubuh David dengan handuk agar tidak ada bagian tubuh yang terlihat lagi.
"Si anji***... Itu bonteng lo sendiri Bos... Jangan dibuat-buat!" gumam Yuda lagi dengan suara yang semakin kesal.
Yuda merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi yang terus membuatnya pusing seperti ini.
"Kamu... Sayang keluar dulu aja dari kamar ya! Aku mau pakai baju dulu!" ucap David dengan suara yang sangat lembut dan sedikit malu.
Dia menepuk pundak Yuda dengan ringan sebelum berbalik dan mulai berjalan ke arah lemari yang berisi pakaiannya.
"Tapi... Sayang kenapa tidak ada pakaian wanita untuk ku di sini ya? Aku ingin sekali mengenakan baju rok atau dress yang cantik seperti wanita lain!" tambah David dengan suara yang penuh harapan.
Dia melihat lemari yang hanya berisi pakaian pria dengan gaya yang sangat formal dan kasual saja.
"Sueee lo Bos... Ini ke sekian kalinya lo bikin aku pusing begini! Gila... Beneran gila!" gumam Yuda dalam hati dengan penuh kesal.
Yuda menghela nafas panjang sebelum memberikan jawaban kepada sang bos yang sekarang sedang dalam kondisi sangat tidak biasa ini.
"Yaudah kamu pakai dulu aja baju yang ada di lemari ya! Besok paginya kita pergi beli pakaian wanita yang kamu mau! Sekarang kamu cepat aja pakai baju!" ucap Yuda.
Dengan suara yang sudah mulai menunjukkan rasa tidak sabar namun tetap saja penuh dengan kesabaran yang luar biasa.
"Oh... Ya sayang! Jangan panggil aku gitu dong! Panggil aku Ayang Suzy... atau Bae Suzy aja ya! Seperti pemeran drakor yang aku suka itu! Oke sayang?!" ucap David dengan suara yang penuh kegembiraan.
David mulai memilih pakaian dari lemari dengan tangan yang sangat hati-hati seolah-olah sedang memilih pakaian wanita yang sangat cantik dan mahal.
"Dasar bos gila... Lo kebanyakan nonton drakor kali ya?! Sueeee banget masa kamu bilang bentukannya kaya kamu... Bae Suzy cantik dan imut, kamu malah gede dan kokoh kayak badak! Gimana mungkin bisa sama?!" gumam Yuda dalam hati.
Dengan dengan penuh kesal namun juga sedikit tersenyum melihat perilaku David yang sekarang sangat berbeda dan bahkan sedikit lucu dengan kepribadian barunya tersebut.
Malam itu Yuda kembali menginap di rumah David. Dia tidak tahu akan ada masalah apa lagi yang akan terjadi.
"Gara-gara Lo bos' kampret... terpaksa aku harus menginap malam ini... HAAAA...!" teriak Yuda.
Bersambung....
aku klo jadi David guling guling laa🙈
pasti kakeknya mikir nya lagi wik wik😭
minimal di cakar cakar gitu wkwkwk