NovelToon NovelToon
Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Gadis Kecil, Penakluk Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Roha

Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"

mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

munafik

" bara , kenapa kamu diam saja..? ayo nak, kasi cincin pertunangan kepada lili. " nyonya Hendra memberi isyarat kepada putra nya yang dari tadi tidak peduli dengan pembicaraan mereka dan sibuk me scroll handphone nya.

Bara menatap sinis kepada lili , tatapan itu langsung disadari oleh lili kalau bara putra keluarga Hendra itu tidak menyukai nya.

bara Hendra membuka kotak yang berisikan cincin emas putih yang harganya puluhan juta. Bara mengambil cincin itu dan tiba tiba tersenyum saat melihat lili sudah mengulurkan tangannya seakan akan wanita itu sangat ingin sekali menerima cincin pertunangan itu.

Mereka tidak tau kalau ternyata lili sudah di isyarat kan oleh ayahnya sendiri untuk segera menerima cincin pertunangan itu. apa yang dilakukan oleh lili dan ekspresi nya saat itu hanya lah paksaan Saj dan bukan dari lubuk hati nya.

Bara Hendra memberikan cincin pertunangan itu di jari manis lili.

Lili memaksa untuk tersenyum kepada bara Hendra yang selesai melingkarkan cincin itu di jari nya. Senyuman terpaksa lili mengembang tanpa arti kesenangan, malahan senyuman itu di selingi oleh satu tetes air mata lili, yang mengalir secara tiba-tiba.

" kenapa kamu menangis lili..? " tanya nyonya Hendra berpura pura peduli

" gak Tan , lili hanya terharu bahagia sekali, bisa di lamar oleh orang kaya seperti keluarga Hendra. "ujar lili sambil mengusap air matanya.

" hahaha, putri saya ini memang cepat sekali tersentuh hatinya. sekali menerima kebaikan langsung senang. " ujar pak Setyo sambil menatap tajam ke arah lili, tatapan itu adalah isyarat supaya tidak mempermalukan dirinya di depan keluarga Hendra.

" baiklah , menurut kami pernikahan nya lebih cepat akan lebih baik , bagaimana jika 2 hari lagi..? " tanya tuan Hendra

" bagus , itu bagus tuan Hendra..! " jawab pak Setyo dengan senangnya.

Didalam pikiran nya sudah terbayang keuntungan yang besar jika lili anaknya akan secepatnya menikah dengan bara.

" pak Setyo bersemangat sekali. " ujar bara sambil tersenyum sinis ,melihat ekspresi ayah mertuanya itu. bara tau kalau ayahnya lili adalah pecinta uang yang bahkan melakukan apa saja asalkan dapat keuntungan.

" bara , itu adalah ayahmu juga. Mulai sekarang kamu panggil pak Setyo dengan sebutan ayah. "

" iya .." jawab bara datar

" bara , saya sangat senang sekali nak. Akhirnya putri saya mendapatkan calon suami yang cocok dan baik seperti kamu, saya yakin lili pasti akan bahagia menjalin rumah dengan mu. " ujar pak Setyo berpura pura.

Bara tersenyum padahal dalam hatinya sudah merencanakan sesuatu untuk secepatnya menceraikan lili istrinya itu.

" baiklah , sebaiknya lili memberikan nomor telepon nya kepada bara . supaya bisa langsung di hubungi untuk persiapan gaun pengantin dan perlengkapan lainnya. "

pak Setyo menatap lili mengisyaratkan untuk memberikan nomor telepon nya. Lili mengerti dengan isyarat itu , dan memberikan nomor telepon nya.

percakapan pernikahan antara kedua keluarga berlangsung dengan sesekali bercanda gurau. Lili hanya diam saja sambil menatap foto Nevi yang ada di layar ponselnya.

Lili melihat ke arah bara yang akan menjadi calon suaminya itu. Bara sedang bertelepon dengan seseorang sambil tersenyum. Suara dari telepon juga adalah suara wanita.

Lili tau kalau bara bukanlah laki laki yang baik , dia punya banyak wanita di luar . Bara juga jarang ada di rumah, dia lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama kawan-kawan nya di klub malam.

Sambil menelpon, bara beranjak dari tempat duduknya dan pergi entah kemana.

Lili menarik napas panjang dan izin ke kamar mandi sebentar.

" em , ayah saya mau ke kamar mandi sebentar. " ujar lili pelan

" pergilah.." ujar Ayah nya singkat tanpa menoleh kearahnya . Ayahnya sibuk bercerita dan berbicara mengenai lahan dan pembangunan dengan keluarga Hendra.

Lili beranjak dari tempat duduknya melangkah ke toilet yang ada di dalam cafe mewah itu.

Didalam toilet, lili melihat dirinya di kaca.

" betapa kasihan nya diriku." ujar nya kepada dirinya sendiri.

Tidak lama di kamar mandi , lili keluar. Saat akan melewati kamar mandi laki laki lili mendengar sebuah percakapan yang membuat dia terkejut.

" sayang kamu tenang saja, wanita itu cuman alat untuk menjalin kerjasama bisnis saja. papi sangat butuh lahan itu, jadi terpaksa harus begini. Lagipula saya juga tidak benar-benar mencintainya. Penampilan nya saja berantakan, mana mau saya dengan wanita seperti itu. mami dan papi juga lagi bersandiwara saja menerima nya. Setelah 2 bulan saya akan menceraikan nya. Kamu tenang saja. "

deg......!!

Rasanya lili ingin meminta pertanggungjawaban dari kata kata itu. tapi kakinya sekan terpaku dan tidak bisa di gerakkan.

" ya tuhan, ternyata benar dugaan saya ini semua hanya lah sandiwara. Apakah saya bisa melewati dan menjalani semua ini..."

Lili masih berdiri di depan kamar mandi laki laki itu , saat bara sudah selesai menelpon dan akan keluar dari kamar mandi.

Lili segera menyadari kalau salah satu pintu akan dibuka, dia langsung menyembunyikan diri.

Dan benar saja dari tempat persembunyiannya, lili melihat bara calon suaminya itu keluar dari salah satu kamar mandi itu.

" ternyata benar-benar dia..." ujar lili.

Lili keluar dari tempat persembunyiannya dan melangkah kembali ke meja tempat ayah nya , bara dan mertuanya masih asyik berbincang bincang.

Lili kembali duduk di kursinya , dan melihat ke arah bara yang tersenyum kepada nya.

" dasar munafik...! , keluarga munafik...! " ungkap lili dalam hati tanpa membalas senyuman dari bara itu.

Lili bertekad untuk memberitahukan ayahnya soal keluarga Hendra yang berpura-pura menyukainya dan hanya menginginkan lahan kosong milik ayahnya kalau pulang nanti.

" baiklah, pak Setyo. Senang sekali bisa menjalin hubungan kerjasama ini. Putri anda juga sangat cocok dengan tipe kami. kita akhiri pertemuan hari ini, sudah mulai larut juga. besok besok kita teruskan.."

" baik ,baik tuan Hendra. saya juga sangat senang dengan pertemuan ini. Silahkan.."

Tuan Hendra, nyonya Hendra dan bara berdiri dari tempat duduknya, menyalami pak Setyo dan lili .

" kami pulang duluan ya nak.." ujar nyonya Hendra kepada lili sambil tersenyum.

Lili membalas nya dengan senyuman pura pura nya.

" lili , mas pulang dulu ya. Besok kita akan ke butik memilih gaun pengantin untuk mu. Saya akan menjemput mu di rumah. " ujar bara dengan nada lembut nya.

Lili tidak menjawab sepatah kata pun. Dia hanya membalas uluran tangan bara yang menyalami nya.

" gak usah sok bicara Manis depan gue. pandai sekali berpura-pura..! " ujar lili dalam hati.

keluarga Hendra pun pergi, kini hanya tinggal ayahnya dan lili.

" yah , ada yang mau lili omongin sama ayah.."

" apa lagi..?! , kamu mau bilang akan membatalkan perjodohan ini..? Iya..?! Kenapa kamu keras kepala sekali..! Keluarga Hendra adalah keluarga yang baik untuk kamu.."

" bukan itu pak , gapapa saya menerima perjodohan ini. Tapi mereka semua orang orang munafik ayah..!, mereka sama sekali tidak menyukai lili , mereka cuman bersandiwara. Bagaimana jika saya benar benar masuk dalam keluarga mereka..? Lili pasti di siksa.."

" diam kamu..! Jangan asal bicara. Ayo kita pulang..!

" ayah , sekali ini saja percaya sama lili. "

" gak ..! ayah gak akan percaya sama kamu..! Pulang...!!" ayahnya menarik tangan lili sehingga lili cuman pasrah dan mengikuti .

1
DISTYA ANGGRA MELANI
Owalh ini awal kehidupan penderitaan lili sampe dengn Zahra nnti lahir bru dibuat meninggal tho... Smngt deh kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!