NovelToon NovelToon
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Sci-Fi
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Kau pikir aku masih wanita lemah yang dulu?"

Dara Alvarino, dokter bedah kelompok mafia paling ditakuti mati ditikam dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Saat membuka mata, ia terbangun dalam tubuh Kiara Adisaputra, istri lemah yang sedang hamil tiga bulan, dipukuli suaminya sendiri karena dituduh selingkuh.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya. "Pelacur! Ngaku saja kalau anak itu bukan anakku!"

Arkan Adisaputra, suaminya berdiri dengan mata penuh kebencian. Di belakangnya, Lenna si adik angkat tersenyum tipis, pura-pura cemas. "Kak Arkan, jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Dara yang sekarang Kiara menatap tajam. Tubuh ini lemah, tapi jiwanya adalah predator yang pernah membedah tubuh manusia tanpa berkedip.

"Kau mau bukti?" Kiara berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. "Aku akan tunjukkan siapa yang sebenarnya berbohong di rumah ini."

Pembalasan dimulai. Kali ini, ia tidak akan mati sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - PERTEMUAN DI GUDANG

Malam itu, Dara berdiri di depan cermin memakai baju hitam longgar yang menyembunyikan perutnya yang besar, sepatu datar untuk mobilitas, dan jaket tebal yang menyembunyikan alat perekam suara kecil di dalamnya.

Arkan masuk dengan wajah tegang. "Tim sudah di posisi. Mereka akan tersebar di sekitar gudang, tidak kelihatan tapi siaga."

"Sinyalnya?"

"Kalau kamu teriak kata 'selesai' atau kalau alat perekam ini..." dia menunjukkan jam tangan khusus di pergelangan Dara, "...mendeteksi detak jantungmu naik drastis atau berhenti, mereka langsung masuk."

Dara mengecek jamnya. Pukul sembilan malam. Satu jam lagi.

"Kiara." Arkan memegang bahunya, memaksanya menatap. "Kamu tidak harus melakukan ini. Kita bisa lari. Keluar negeri. Bawa ibu, bawa Regan..."

"Dan hidup dalam ketakutan selamanya?" Dara menggeleng. "Tidak. Aku sudah lari sekali, waktu aku 'mati' sebagai Dara. Aku tidak akan lari lagi. Kali ini aku hadapi."

"Tapi kamu sedang hamil..."

"Justru karena itu aku harus menghadapi. Aku tidak mau anakku lahir dalam dunia di mana ibunya diburu pembunuh." Dara menatapnya tegas. "Ini berakhir malam ini. Entah dengan cara baik atau cara buruk."

Arkan memeluknya hati-hati, takut menyakiti perutnya. "Kalau terjadi apa-apa, kalau kamu harus pilih antara dirimu atau mereka... pilih dirimu. Anakku butuh ibunya."

Dara membalas pelukan itu. "Aku akan pulang. Aku janji."

Gudang pelabuhan Tanjung Priok dermaga enam adalah bangunan tua bekas pabrik yang sudah lama ditinggalkan. Gelap, lembab, berbau karat dan laut.

Dara masuk dengan langkah hati-hati. Senter ponselnya menerangi jalan, dinding penuh grafiti, lantai berlubang, tikus berlarian.

"VICTOR!" teriaknya. "AKU SUDAH DATANG! TUNJUKKAN DIRIMU!"

Lampu besar menyala membutakan sebentar. Dara memejamkan mata, lalu membukanya perlahan.

Di tengah gudang, ada kursi kayu. Dan di kursi itu... seseorang terikat.

Regan.

"REGAN!" Dara berlari tapi berhenti saat melihat pistol diarahkan ke kepala Regan.

Victor keluar dari bayangan, pria besar berotot dengan wajah penuh bekas luka. "Selamat datang, Dok. Senang kamu ikut aturan."

"Lepaskan dia. Dia tidak ada hubungan dengan masalah kita."

"Oh, tapi dia ada hubungan. Dia adik iparmu. Itu cukup." Victor tersenyum sadis. "Lagian, kami butuh insurance. Supaya kamu tidak macam-macam."

Dara menatap Regan matanya tertutup perban, mulutnya disumpal, tangan terikat di belakang. Tapi dadanya naik turun, dia masih hidup.

"Kamu bilang mau operasi penghapusan ingatan. Di mana doktermu?"

"Sabar, Dok. Kita harus pastikan dulu kamu benar-benar kooperatif." Victor berjalan mengelilingi Regan. "Kamu tahu, Bos Rendra sebenarnya mau langsung bunuh kamu. Lebih mudah. Tapi aku bilang... sayang. Dara Alvarino adalah dokter terbaik yang pernah kami punya. Mungkin dia bisa berguna lagi."

"Aku tidak akan pernah kerja untuk kalian lagi."

"Kita lihat saja." Victor menyeringai. "Orang akan lakukan apa saja kalau orang yang mereka sayang dalam bahaya."

Dia menodongkan pistol ke kaki Regan... Dan

DOOR!

Regan berteriak tertahan di balik sumpalan, tubuhnya kejang kesakitan.

"TIDAK!" Dara berlari ke depan, tapi Victor mengarahkan pistol padanya.

"Jangan bergerak. Atau peluru selanjutnya di kepalanya."

Dara berhenti tangan mengepal, tubuh gemetar menahan amarah.

"Kenapa kamu lakukan itu?! Dia tidak salah apa-apa!"

"Aku cuma tunjukkan, bahwa aku serius. Dan kalau kamu tidak mau adik iparmu mati perlahan-lahan di depan matamu, maka kamu harus ikuti setiap perintahku."

Dara menatap Regan yang berdarah, membuat perutnya bergolak. Dia ingin muntah. Dia ingin membunuh Victor dengan tangannya sendiri.

Tapi dia tidak bisa. Belum.

"Apa maumu?"

"Pertama lepas alat perekam yang kamu sembunyikan."

Dara tersentak. Bagaimana dia tahu?

"Aku tidak..."

Victor menembak lagi, kali ini kaki Regan yang satunya.

Regan menjerit lagi, suara teredam tapi penuh kesakitan.

"BERHENTI!" Dara mengeluarkan alat perekam dari jaketnya, melemparnya. "INI! SUDAH! BERHENTI SAKITI DIA!"

Victor menginjak alat itu hingga hancur. "Bagus. Sekarang lepas jam tanganmu."

Dara melepas jam tangan khusus yang jadi sinyal darurat, lalu melemparkannya jauh.

Maaf, Arkan. Tapi aku tidak bisa biarkan Regan mati.

"Bagus sekali, Dok. Sekarang kamu benar-benar sendirian."

Suara tepuk tangan dari belakang.

Dara berbalik dan dunianya berhenti.

Bos Rendra keluar dari bayangan. Pria paruh baya dengan jas mahal, wajah tampan tapi mata dingin seperti ular.

"Dara, Dara, Dara..." dia menggeleng. "Aku kira kamu sudah mati. Ternyata kamu cuma bersembunyi di tubuh orang lain. Pintar."

"Bagaimana kamu..."

"Tahu tentang reinkarnasi? Salma yang cerita. Sebelum dia ditangkap polisi, dia sempat hubungi aku. Cerita tentang percobaannya. Tentang kamu yang 'pindah' ke tubuh Kiara Adisaputra." Bos Rendra mendekati, setiap langkahnya seperti predator. "Awalnya aku tidak percaya. Tapi setelah orang-orangku investigasi ternyata omongannya benar. Kiara yang dulunya lemah tiba-tiba jadi kuat. Punya pengetahuan medis. Punya cara bicara seperti Dara."

Dara mundur perlahan. "Apa maumu, Bos?"

"Mau? Aku mau kamu kembali bekerja untukku."

"Tidak akan pernah."

"Sayang sekali." Bos Rendra mengangguk ke Victor yang menodongkan pistol lagi ke Regan.

"Tunggu!" Dara berteriak. "Aku akan kerja! Aku akan lakukan apapun! Tapi jangan bunuh dia!"

"Itu lebih baik." Bos Rendra tersenyum. "Tapi aku butuh jaminan kamu tidak akan kabur lagi. Jadi aku punya ide."

Dia mengangguk lagi. Dua orang keluar dari bayangan menyeret seseorang.

Dara merasakan darahnya membeku.

Arkan.

Tidak sadarkan diri, wajah babak belur, tangan terikat.

"ARKAN!" Dara berlari tapi Victor menahannya.

"Jangan khawatir, Dok. Suamimu masih hidup. Untuk sekarang." Bos Rendra berjongkok di samping Arkan. "Kami ambil dia sebelum 'tim pengawalnya' tiba. Mereka sekarang sibuk melawan anak buahku yang lain."

"Kamu bajingan..."

"Aku pengusaha, Dara. Aku cuma lindungi investasiku." Bos Rendra berdiri. "Sekarang begini. Kamu akan kerja untukku lagi. Seperti dulu. Dan sebagai jaminan, suami dan adik iparmu akan kami tahan. Kalau kamu kabur atau lapor polisi... mereka mati."

Dara menatap Arkan dan Regan, keduanya dalam kondisi buruk.

Amarahnya meledak tapi dia tahu dia tidak bisa melawan sekarang. Terlalu banyak musuh. Terlalu banyak senjata.

Dia harus pintar. Seperti dulu.

"Baiklah," katanya pelan. "Aku akan kerja untukmu. Tapi dengan satu syarat."

"Kamu tidak dalam posisi menawar..."

"Aku hamil tujuh bulan. Aku akan melahirkan dua bulan lagi. Biarkan aku melahirkan dulu. Setelah itu aku akan kerja. Tapi kalau kamu paksa aku kerja sekarang, aku dan bayiku bisa mati. Dan kamu kehilangan dokter terbaikmu."

Bos Rendra berpikir. "Dua bulan..."

"Dua bulan. Setelah itu aku milikmu. Sepenuhnya."

Bos Rendra tersenyum. "Deal. Tapi ingat, suami dan adik iparmu jadi sandera. Kalau kamu coba apa-apa... mereka yang bayar."

Dara mengangguk, menelan kepahitan dan amarah.

"Tapi ada satu hal lagi," kata Bos Rendra. "Aku butuh bukti kamu loyal."

"Bukti apa?"

Bos Rendra melempar pistol ke arah Dara, mendarat di kakinya.

"Bunuh salah satu dari mereka. Suamimu atau adik iparmu. Pilih."

Dara menatap pistol itu lalu menatap Bos Rendra dengan mata penuh kebencian.

"Kamu gila..."

"Aku serius. Bunuh salah satu. Atau aku bunuh keduanya. Dan kamu." Bos Rendra mengarahkan pistolnya ke perut Dara... ke bayinya. "Pilih. Sekarang."

Dara mengambil pistol dengan tangan gemetar.

Menatap Arkan yang tidak sadar.

Menatap Regan yang berdarah.

Dan merasakan, untuk pertama kalinya sejak reinkarnasi...

Putus asa yang sebenarnya.

1
asih
saya ikut tegang bacanya
Dewi Sri
ceritanya bagus tp masih sepi koment, semangat kak author
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
pilihan yang sulit tapi aq yakin dara pintar dan cerdas pasti ada jalan keluar nya tanpa harus membunuh keduanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
wow
Dew666
👍👍👍👍
asih
pilihan yg sangat sulit,harus pintar bermain licik Dara
Ma Em
Dara kamu wanita cerdas mantan dokter mafia , kalahkan Viktor juga Rendra dgn siasat licikmu Dara jgn sampai mau di perbudak lagi sama Rendra juga Viktor mereka pasti punya titik lemahnya .
Dew666
🌹🌹🌹🌹
Wulan Sari
ceritanya dari bab perbab semakin menarik dan selalu buat penasaran semoga cerita di akhir akan bahagia, trimakasih Thor semangat buat karya lain salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ . Incha
kira ada cakaran rambut atau apa kek
Erchapram: Puasa Kak, mode kalem. Pembalasam intelektual bukan kek preman 🤣🤣🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
vj'z tri
Lo , w end 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 penipu yg tertipu
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
coba km hidup baik-baik len nasib km g bakalan sprti ini
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna bilang cinta sama arka sekarang bilang cinta sama rio, jd sebenarnya yg mn nih lenna, wah pemain juga si lenna
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna trlalu jahat sampe sampe nggak sadar kl dya di jahatin🤣🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
author kapan penyelidikan calon istri regan di mulai? hehehe...
lupita namanya siapa ya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: lupita itu lupa thor aq plesetin🤭🤣
total 2 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
tarik satu nafas... dan cuma satu kata wow 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
semoga lancar ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!