NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Apa Kau Siap?

“Pagi Bos...,” sapa Dion begitu bertemu tatap dengan Arga saat hendak masuk ke dalam lift. Arga hanya tersenyum getir.

“Kau kenapa? Kusut begitu?” Dion menyikut lengan Arga lalu ikut masuk ke dalam lift.

“Diamlah!” hardik Arga tanpa menoleh.

Dion berdecak. “Pasti karena bocah itu kan ya?” selidik Dion sambil menahan tawanya.

Arga menoleh, matanya menyorot tajam seakan ingin menusuk Dion yang sedang terkekeh. Dion yang merasa mendapat pelototan itu pun sontak berdehem lalu berpura-pura merapikan sasinya yang longgar sambil memutar pandangan ke arah lain.

Ting! Lift berbunyi dan pintu terbuka. Keduanya keluar dan langsung menuju ke ruangan Arga.

Arga yang merasa tak suka diikuti, kedua kakinya langsung berhenti melangkah secara mendadak. Dion yang berjalan di belakangnya pun ikut berhenti.

“Kenapa?” tanya Dion heran.

“Kau yang kenapa! Kenapa mengikutiku?!” semprot Arga.

“Tentu saja aku ada perlu denganmu. Kau ini bagaimana, hari ini kan ada pertemuan dengan pemilik klub malam yang terkenal akan wanita cantiknya?” ujar Dion menjelaskan. Wajahnya terlihat bersemu, mungkin Dion sedang membayangkan wanita malam yang sedang bergelayut manja.

Keduanya sudah sampai di dalam ruangan. Usai menaruh tas, Arga langsung duduk, kemudian membuka laptopnya. “Untuk apa kita bertemu dengan pemilik klub itu? Perusahaan kita kan berfokus pada minuman anggur dan sejenisnya, lalu untuk apa kita berurusan dengan tempat hiburan malam?”

Dion sontak berdecak. Teman alias bosnya ini terkadang memang begitu bodoh. Padahal selama ini, perusahaan Arga selalu mengirim barang ke berbagai negara untuk di olah kembali minumannya menjadi berbagai bentuk yang nantinya akan di edarkan atau banyak di gunakan di beberapa kafe atau hiburan malam.

“Kau itu bodoh ya! Perusahaanmu ini kan memang berfokus pada sebuah minuman, tentu saja ada tempat hiburan malam yang membutuhkan produk dari perusahaan kita,” jelas Dion dengan lantang. Bukannya mengerti, Arga justru hanya manggut-manggut seolah tak peduli.

“Kau saja yang urus. Kau kan sekretarisku, pasti kau bisa menghendle semuanya.”

Selalu saja begitu! Gerutu Dion dalam hati. Di mana-mana bos memanglah berkuasa. Sebagai bawahan, lebih baik diam dan tetap patuh.

“Ya sudah, aku keluar dulu. Mungkin sebentar lagi orang itu akan datang.” Dion sudah mengangkat tubuhnya dan hendak berbalik.

“Tunggu!” cegah Dion. Dion hanya menjulingkan mata lalu menoleh menatap Arga.

“Apa?” tanya Dion malas.

“Duduklah dulu. Aku mau berbicara denganmu.”

Dion yang merasa penasaran, mau tak mau akhirnya duduk. “Bicara tentang apa?” Dion pura-pura acuh, padahal sebenarnya Dion sangat penasaran.

Arga tak langsung bicara, ia terlebih dahulu menutup laptopnya yang memang sedari tadi tidak diperlukan. Setelah itu, Arga masih tetap diam dengan pandangan yang sama sekali tak di mengerti Dion.

“Hei, Dion!” ucap Arga akhirnya. Dion yang memang sudah tidak sabar, langsung mendaratkan kedua tangan yang terlipat di atas meja. Jadi, kini keduanya bisa bertatap muka lebih dekat.

“Apa? Kalau tidak penting, sebaiknya aku pergi.” Dion masih tetap pura-pura acuh.

“Menurutmu, menikah itu enak tidak?”

Refleks Dion yang terkejut dengan kalimat Arga langsung ternganga dengan bola mata membesar. Sesaat Dion mengamati wajah serius Arga, lalu perlahan bibirnya mengatup, lalu bergidik.

“Hoi! Jawab!”

Dion terjungkat hingga duduk tertegak. “Sialan! Kau bikin aku kaget saja!” dengus Dion sambil mengusap dada.

“Makanya jawab!” Arga tak kalah sewot. Sepertinya mood pagi ini sedikit terganggu.

“Sebentar, sebentar....” Dion membenarkan posisi duduknya, menarik napas seolah-olah akan memberikan kajian penting untuk Arga.

Setelah napasnya berhembus keluar, Dion mulai menggerakkan bibirnya. “Kenapa kau bertanya hal itu? Apa kau sudah mau menikah?”

Arga membuang napas kasar lalu membanting pelan jidatnya di atas meja. Ini seperti kejadian beberapa tahun yang lalu, Dion masih ingat. Sungguh! Haha!

Arga mengangkat kepalanya lagi, meraup wajahnya lalu mulai berkata. “Aku berencana akan menikahi Mona.”

“Apa?!” pekik Dion hingga membuat Arga langsung menarik dagu ke dalam.

“Ck! Kenapa kau berteriak! Sialan!” hardik Arga dengan lembaran majalah mendarat di wajah Dion.

Dion tak menepis, dia langsung meletakkan kembali majalah itu di atas meja. “Kau sungguh akan menikahi bocah itu? Kau sedang tidak bergurau kan?” Dion menatap tajam wajah Arga.

“Tentu saja aku serius.”

Dion langsung melemaskan tubuh dan merobohkan punggung pada senderan kursi.

“Apa tidak ada wanita selain dia?”

“Kau!” Arga refleks melotot. Dan kali ini bukan majalah yang ia lempar, melainkan pulpen berwarna merah yang berada di dalam guci kecil.

Dion menggeser badan hingga pulpen itu jatuh begitu saja di atas lantai. “Bukan apa-apa, aku hanya tak yakin. Okelah, dia memang cantik dan menggemaskan....”

Percayalah, Arga sudah menggeram di dalam hati begitu mendengar mulut Dion mengatakan kalau Mona menggemaskan. Rasanya tak rela jika ada orang lain yang berkata demikian.

“Tapi... apa kau siap dengan tingkahnya yang kekanak-kanakan? Dan lagi, dia juga baru lulus sekolah kan?”

Itulah yang sedang Arga pikirkan. Tapi soal perasaan, Arga tak akan bisa mengelak, bahwa dirinya sangatlah mencintai Mona.

“Aku tahu... itu sebabnya aku minta solusi.”

Dion manggut-manggut. Ini memang bukan soal memikirkan bagaimana watak Mona, tapi semua ini tentang perasaan. Jika menyangkut cinta, apapun akan dilalui, sekalipun itu akan menyiksa raga. Tapi percayalah, hubungan yang di dasari atas rasa saling suka, semua akan selalu berakhir bahagia. Begitulah pegangan Arga saat ini.

“Ini menurutku....” Dion maju melipat kedua tangan di atas meja. “Jika kau memang serius dengan Mona, maka segera nikahi dia. Kau perlu tahu, saat ini kemungkinan dia sedang di masa perkembangan....”

“Maksudmu?” Arga menari satu alisnya ke atas.

“Saat ini, Mona sedang dalam masa menjadi seorang gadis yang hampir matang. Kau mengerti maksudku kan?”

Arga manggut-manggut.

“Nah jangan sampai ada pria lain yang menyukai Mona selain dirimu. Aku yakin, di luar sana pasti sudah ada sosok pria yang mengincar Mona.”

Sialan! Dion tidak tahu saja kalau Arga benar-benar sudah menggeram keras di dalam hati. Kalau boleh dan tega, ingin rasanya Arga menampar wajah yang dengan santainya nyerocos hingga membuat dada Arga memanas.

“Tidak mungkin ada pria lain yang menyukai Mona! Kalaupun ada, kurasa pria itu sudah gila!”

Seketika Dion langsung ternganga dengan mata membulat tajam ke arah Arga. Diam sejenak menatap wajah Arga yang terlihat bodoh lalu sebuah tawa pun menyembur keluar hingga memenuhi seisi ruangan.

Arga yang tak tahu akan kebodohannya, hanya menjulingkan mata dengan satu ujung bibir terangkat.

“Terus saja kau tertawa!” dengus Arga dengan melempar majalah lagi.

Saat buliran bening menembus pelupuk mata, dan melihat Arga sudah terlihat jengkel, Dion pun langsung menghela napas diikuti jari telunjuk yang mengusap ujung sudut matanya.

“Maaf... aku terbawa suasana.” Tak bisa di pungkiri, bahwa Dion masih sempat mengulum senyum geli.

***

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!