NovelToon NovelToon
Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Amy Larahati

Kisah seorang lelaki yang baik hati "Tuan Sempurna" menolong seorang wanita korban pemerkosaan yang hampir bunuh diri. Akhirnya ia menjadi suami pura-pura wanita itu untuk membohongi ibu sang wanita. Hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Namun saling mengingkari rasa. Dan setelah berbagai ujian menerpa, akhirnya mereka bisa bersatu.

Tahap Revisi
Maaf jika kurang nyambung. Saya akan segera menyelesaikannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amy Larahati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengandung Anakku

Kecelakaan tragis itu merenggut nyawa Cyntia, beruntung Gibran masih bisa diselamatkan. Namun keadaannya masih kritis. Ia hidup dengan mengandalkan alat-alat bantu di tubuhnya.

Saat ini Gibran belum sadar dari pingsannya. Papa dan mamanya yang mendapat kabar segera datang ke rumah sakit. Mamanya begitu terpukul melihat anaknya yang tidak berdaya dalam keadaan tak sadar.

Siang itu hari kedua Gibran dirawat. Rika duduk di kursi di dekat ranjang Gibran memandang anaknya dengan sendu. Tak hentinya dikecup tangan putra semata wayangnya. Dalam hati ia berdoa agar anaknya diberi keselamatan. Hingga akhirnya Rika tertidur karena lelah.

Gibran mengerjapkan mata, kepalanya terasa berdenyut sakit. Ia menatap langit-langit kamar itu. Barulah ia menyadari bahwa ia berada di rumah sakit. Sekelebat bayangan kecelakaan berputar di otaknya seperti sebuah kaset film. Ia sedikit mengingat kecelakaan tragis itu, ia menoleh kesana kemari. Dilihatnya mamanya tertidur duduk di sampingnya. Ia menggerakkan jari-jari yang masih digenggam erat oleh Rika.

"Sayang, kamu sudah sadar? Mama panggil dokter dulu ya?" Rika terbangun karena gerakan kecil Gibran. Kemudian ia segera berlari keluar memanggil dokter. Tak lama dokter dan perawat datang ke kamar tersebut untuk memeriksa keadaan Gibran.

"Ma, Cyntia mana?" tanya Gibran lirih setelah dokter dan perawat pergi.

"Jangan pikirkan apa-apa dulu ya sayang? Lebih baik kamu istirahat dulu." Rika mengalihkan pembicaraan. Tak mau anaknya shock jika mengetahui kematian Cyntia dan akan mempengaruhi kesehatannya. Gibran memegang erat tangan ibunya meminta penjelasan. Gibran merasa ibunya sedang menyembunyikan sesuatu. Akhirnya Rika mau tak mau bicara jujur pada anaknya.

"Cyntia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit sayang. kamu yang sabar ya, Nak? Jangan merasa bersalah, karena ini semua sudah takdir Tuhan."

Terlihat raut kesedihan di wajah Gibran. Tak terasa air mata meleleh dipipinya, walau bagaimanapun ia merasa bersalah gara-gara pertengkaran mereka berdua celaka. Apalagi Gibran merasa semua tak adil. Dirinya selamat, sedangkan Cyntia malah meninggal.

"Dasar anak sialan! Sekarang kamu benar-benar tidak berguna. Kamu sudah membuat Cyntia meninggal. Kamu menggagalkan semua usaha papa. Sekarang keluarga Haryanto tak akan mau membantu kita lagi. Dan gara-gara kecelakaan itu, sekarang kamu mandul. Tak ada harapan lagi untuk mendapatkan warisan dari kakekmu," kata Ilham yang marah mendapati kenyataan pahit yang dialami putranya.

Baru saja Ilham bertemu dengan dokter. Dokter menjelaskan segalanya, sehingga Ilham penuh emosi melayangkan tamparan non verbal kepada putranya yang masih terbaring lemah. Kata yang diucapkan begitu kejam dan menyakitkan hati. Padahal ia baru sadar dan kondisinya masih kritis,ayahnya begitu teganya mengatakan hal yang tak sepatutnya diucapkan.

"Papa! Apa Papa tidak bisa bersimpati sedikit saja? Papa begitu kejam. Anak kita bisa selamat saja Mama sudah sangat bersyukur," bela Rika yang merasa suaminya sangat keterlaluan.

"Papa hanya pusing memikirkan nasib perusahaan kita Ma. Satu-satunya orang yang bisa Papa harapkan agar menyelamatkan perusahaan kita sekarang sudah tak berguna lagi." Ilham berbicara sesuka hati. Tak sedikitpun khawatir terhadap putranya malah sibuk mengkhawatirkan perusahaan.

"Pa, lebih baik Papa pulang saja. Papa sangat keterlaluan. Anak kita masih kritis dan Papa masih sibuk memikirkan harta kekayaan. Ayah macam apa yang berpikir seperti itu? Dimana nurani Papa? Apa Papa benar-benar sudah tak peduli pada Gibran?" Rika sangat geram kepada suaminya yang tak sedikit pun peduli.

Ilham diam saja karena masih kesal dengan Gibran. Ia tak memperdulikan semua perkataan istrinya.

"Ma ...," panggil Gibran sangat pelan. Karena dadanya terasa sakit sekedar untuk bernafas atau pun berbicara.

"Iya sayang, Mama disini. Kamu butuh apa sayang?" kata Rika lembut. Diusapnya rambut Gibran dengan penuh sayang.

"Ma, sebenarnya ... Gib-ran punya an-nak dengan Medina. Me-di-na sedang me-ngandung an-nak Gib-ran Ma," ucap Gibran terbata-bata. Karena menahan sakit teramat sangat di dadanya.

"Benarkah?" tanya Ilham yang semula ingin pulang, mendekati putranya kembali. Karena mendengar pengakuan mengejutkan dari Gibran.

"Maksudmu gadis yang ingin kamu nikahi itu?" tanya Ilham tak sabar. Gibran hanya mengangguk lemah.

"Lalu dimana gadis itu?" tanya Ilham.

"Dia di Ja-karta Pa. Tapi Gibran tak ta-hu dia seka-rang tinggal di ma-na. Papa to-long ca-ri dia ya."

"Bagus, urusan perempuan itu biar papa yang atur. Kamu hanya perlu istirahat dan memulihkan diri." Ilham pergi dari kamar Gibran. Seketika senyum mengembang di bibirnya. Samar terdengar, ia menelepon seseorang untuk mencari Medina.

***

"Engghhhh ...." Aurel menggeliat terbangun dari tidurnya. Tubuhnya polos tanpa sehelai baju pun. Disampingnya, Reno sang fotografer yang sama telanjangnya dengan dirinya masih terlelap dalam mimpi.

Tiba-tiba Aurel merasakan pusing dan sangat mual. Perutnya serasa diaduk-aduk. Segera ia lari ke kamar mandi dengan telanjang bulat. Rasanya ia ingin mengeluarkan semua isi perutnya. Tapi sekuat apapun rasa mualnya tak ada apapun yang keluar.Hanya cairan bening yang keluar dari perutnya.

"Hoekk ... hoekkk ...." Aurel masih mencoba mengeluarkan cairan yang membuatnya mual di wastafel kamar mandi.

"Ada apa sayang?" Reno menghampiri dengan raut wajah yang khawatir. Dipijitnya tengkuk Aurel, berharap dapat meringankan mualnya.

"Nothing, its ok ...," jawab Aurel sambil membersihkan mulutnya dengan air. Tak lupa ia berkumur kumur. Ia berjalan sempoyongan menuju kamar, Reno yang melihatnya membantu memapahnya. Ia segera memakai bajunya, kemudian ia terduduk di sofa.

"Sialan!" umpat Aurel mengingat ia belum juga datang bulan.

"Why?" tanya Reno keheranan pagi-pagi kekasihnya sudah mengumpat.

"Masih berani bertanya, heh? Aku sudah bilang berkali-kali agar kamu pakai pengaman. Tapi kamu nggak pernah dengar perkataanku. Dan sekarang aku telat datang bulan. Kemungkinan besar aku hamil. Sialan ... aku nggak menginginkan anak ini." Aurel marah-marah sambil mengumpat, ia meremas rambutnya hingga semakin kusut.

"Tenang sayang. Aku akan bertanggung jawab. Kamu tenang saja ya? Aku janji akan menikahi kamu," bujuk Reno.

"Aku nggak akan pernah menikah denganmu. Aku hanya akan menikah dengan Ray. Aku nggak akan menikah dengan seorang yang tak punya masa depan sepertimu," tolak Aurel.

"Tapi sayang, kamu sekarang kan sedang mengandung anakku," kata Reno.

"Benar. Tapi aku nggak mau menikah sama kamu. Kalau perlu aku mau menggugurkan janin ini jika aku benar-benar hamil," kata Aurel kejam.

"Tidak sayang, aku akan melakukan apapun asal kamu tidak melenyapkan bayi kita," bujuk Reno menghiba.

"Baiklah untuk sementara aku nggak akan melenyapkan anak ini. Tapi sebagai gantinya kamu harus bantu aku untuk segera menikah dengan Ray," kata Aurel sambil menyeringai. Ada banyak rencana yang ia susun dalam kepalanya.

"Iya sayang, aku janji akan bantu kamu agar bisa cepat menikah dengan Ray," kata Reno terpaksa. Sebenarnya ia tak akan sudi membantu kekasihnya, wanita yang sedang mengandung anaknya menikah dengan orang lain. Namun ia tak punya jalan lain untuk menyelamatkan bayinya yang bahkan belum lahir.

1
Sri Indrauanti
Lanjut dong mbak, penasaran nih
Imas Adlya Ardhani
kan bisa nanya kepihak kampus alamat Medinah pasti adakan biodatanya
Amira Neha
jangan pisahan thor mereka. buat si medina keguguran . biar gak di kejar2 lagi sama mantan dan di ray buat dgn mata kepala sendiri tau kalo kekasih impiannya tuh lagi selingkuh ..gimana thor
Amira Neha
jangan pisahan thor mereka. buat si medina keguguran . biar gak di kejar2 lagi sama mantan dan di ray buat dgn mata kepala sendiri tau kalo kekasih impiannya tuh lagi selingkuh ..gimana thor
Heni Rohaeni
lanjutkan thor
Jane Kumois
lanjut
Francisca Icah
up
Nur Cahayani
hebat kamu thor, bisa membolak balik kan hati aku ini😭😭😁😁😁
Nur Cahayani
kemangis, membayang kan,,,, kau bersanding dengan wanita ular itu mas ray😭😭😭😭
qtine
tanda tanda kebucinan😊
Nurkamila
🖕🖕🖕saya setuju bgt SM Oma...
Nurkamila
kenapa me ga keguguran aja si ya...
biar dia bs jodoh SM tuan sempurna...dn ga d kejar" ayah nya Gibran lg.
Nurkamila
wah keren...Oma...👍👍👍
Suwati 59
lg nyimak lanjut....
Siska Feranika
Aq setuju......
Siska Feranika
nyimak...
Siska Feranika
Lanjut baca.....
Syofie Yenti
mari kita baca
Harmida Syahril
😭😭😭😭😔😔😔
Liliani latif
simpan di rak buku dulu!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!