NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYM DELAPAN

"Sayang..."

Fasha baru saja menyaksikan suami dan madunya keluar secara bersamaan dari kamar mandi di kamar utama.

Bahkan, Azahra baru meredup tawa sesaat setelah melihat Fasha berdiri di depan pintu setelah sebelumnya tertawa centil merayu suaminya dengan bergelayutan manja.

Jangan ditanya bagaimana rasa hati Fasha detik ini. Hancur, goresan lukanya seperti dilempari garam puluhan ton, dan bukan perih lagi justru lebih kepada mati rasa.

Dua bulan lamanya menunggu kedatangan suaminya, kemarin ditelepon Azahra bilang sedang sakit, makanya Bachrie tidak bisa meninggalkan Azalea yang tengah rewel.

Hari ini, Fasha terpaksa datang lagi ke Dubai, untuk mengambil alih suaminya. Namun, ia sangat sadar, mengambil alih itu hanya untuk orang yang miliknya direnggut secara paksa.

Namun, sepertinya kontekstual dari pada hubungan ini adalah, Bachrie sudah tidak terpaksa menikahi Azahra. Jadi sama artiannya dengan Bachrie telah berpaling.

"Sayang..." Wajah Bachrie pucat pasi, rambut basahnya berhasil menyakiti hati Fasha.

Seperti biasa, Azahra menunduk, lalu pamit seperti wanita polos. "Zahra keluar dulu, Mas."

"Tunggu," cegah Fasha. Wanita itu berpindah menatap Azahra yang terus menatap lantai.

Fasha meraih dagu Azahra, agar mendongak dan menatapnya. "Tidak perlu keluar."

Bachrie mengusap wajah yang mulai frustrasi, sungguh dia hanya tergoda saat Azahra merayunya, sementara Azalea baru saja tertidur di kamar Azahra, makanya dia meminjam kamar utama untuk memberikan hak Azahra agar tak mengganggu Azalea.

Sedari awal dia tidak berniat mengambil paksa hak Fasha termasuk kamar utama yang seharusnya tidak dimasuki Azahra. Sekarang, Fasha tampak amat marah.

Bachrie lebih suka ketika Fasha berteriak, tapi saat Fasha diam begini, dia tahu kemarahan Fasha sudah tidak ada obatnya. Benar, Fasha menatap tajam pada wajah Azahra yang diyakini hanya terlihat polos dari luar saja.

"Kamu tahu, Zahra. Seumur hidup, seorang Acha, putri King Miller, tidak pernah memakai bekas orang lain."

Azahra tertohok, terlebih Bachrie. "Jadi silahkan tempati dan miliki semua yang ada di kamar ini. Kecuali, barang- barang yang belum kamu sentuh sama sekali."

Bachrie mendelik mendengarnya, ia lekas mengikuti langkah Fasha yang keluar dari kamar utama mereka. "Sayang, kamu mau ke mana?"

"Acha tidur di kamar lantai atas." Fasha menapakkan kakinya, berlari menaiki satu persatu anak tangga.

"Kamu jangan kekanakan dong." Bachrie menegur cukup keras. Azahra hanya sebentar memakai kamarnya untuk hak seorang istri yang baru pertama kalinya Bachrie berikan.

Azahra juga tidak sama sekali menyentuh satu pun barang pribadi Fasha. "Kami hanya sebentar di kamar."

Fasha mengangguk. "Acha tahu Mas pakai kamar kita karena tidak mau mengganggu Azalea yang tertidur," tukasnya paham.

Fasha masuk ke dalam kamar lantai atas yang belum diisi dengan satu pun perabotan diikuti Bachrie tentu saja. Ini ruang kosong yang menggemakan suara langkah kaki mereka.

Fasha membuka seluruh gorden yang mengitari ruangan ini, jendela pun dibukanya berharap sesak di dadanya terlepas. Yah, dia akan tinggal di sini mulai sekarang.

Perlahan tapi pasti, Azahra merenggut semua miliknya. Dari status Bachrie, waktu Bachrie, dan sekarang kamar utama rumah ini.

"Baiklah, Mas minta maaf." Bachrie sadar, dia sudah banyak menyakiti Fasha.

"Kenapa harus minta maaf, bukannya Azahra istri Mas juga? Kalian tidak sedang berzina."

Bachrie menghela napas lalu mengusap wajah yang kian frustrasi. "Lagi pula kenapa kamu tidak bilang mau datang? Kamu lupa, langkah istri harus dengan ridho suami."

"Maaf, Acha yang salah." Fasha sudah cukup bersabar mendengar kata 'nanti Mas jemput' dari mulut Bachrie, pagi tadi Fasha memang tidak izin akan melakukan penerbangan ke Dubai.

Sengaja Fasha ambil penerbangan pagi, tepatnya di jam sibuk Bachrie bekerja di kampus, kurang lebih 8 jam waktu yang dia lalui di pesawat. Dan begitu tiba di rumah, suaminya baru saja mandi basah bersama madunya.

"Semua juga Acha yang salah!"

"Bukan begitu, Sayang." Bachrie meraih tangan mungil Fasha yang menepisnya lalu berpaling menatap jendela.

"Mas cuma nggak mau ini terjadi, kamu jadi harus melihat sesuatu yang membuat hati kamu hancur. Andai Mas tahu kamu akan datang, Mas tidak akan bersama Zahra."

Sontak, Fasha menatapnya. "Apa sih, Mas! Acha nggak hancur kok, Acha cuma becanda lagi!"

Fasha tertawa, lalu menepuk pundak Bachrie yang terdiam miris. Sebab, lelaki itu tahu, tawa Acha tidak seperti tawa bahagia.

"Acha seneng banget. Sebentar lagi kamu pasti punya anak lagi dari Zahra. Ah, Acha berkhayal kamu punya anak banyak, lalu, Acha tidur bersama Azalea dan anak- anak kamu yang lain, sementara Azahra tidur bersama mu di kamar utama. Itu pasti sangat menyenangkan."

"Cha!" Bachrie membentak untuk menyudahi sindiran tidak lucu istri pertamanya.

Fasha tak menggubris, wajahnya seketika bermuram tak bersahabat, dia lekas meraih ponsel dari dalam tas lalu menelepon toko furniture yang sebelumnya Fasha mintai untuk mengisi perabot rumah mereka.

Tak perlu waktu lama, ada karyawan toko yang mengangkat demi menanyakan keperluan dan kebutuhannya. "Kirim satu set furniture isi kamar yang baru ke Rumah saya, alamatnya saya kirim lewat pesan!"

Bachrie meredup rautnya. Fasha tetaplah Fasha, putri King Miller yang ketika menginginkan sesuatu, maka terjadilah.

"Kita tidak perlu furniture baru. Kamar utama masih milikmu, Sayang." Bachrie menegur.

"Sudah Acha bilang! Acha tidak suka barang bekas orang, Mas!" sergah Fasha.

"Jadi kamu menganggap ku bekas juga?"

Fasha menatap lelaki itu lebih lekat, sekilas, ingin sekali dia memeluknya, rindu, tapi tak dipungkiri, dia juga amat sangat murka mengingat bagaimana Bachrie merusak kamar utamanya untuk istri kedua.

"Andai bisa begitu, seperti furniture, Acha juga mau mengganti Mas dengan yang baru."

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!