NovelToon NovelToon
Untuk Satu Hati.

Untuk Satu Hati.

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Playboy / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:540.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Apa yang terjadi jika ada seseorang yang masuk dalam hidupmu adalah orang yang usianya jauh di atasmu dan bukan type yang sefrekuensi denganmu. Di saat kamu mengharapkan bebas, namun dia adalah pria yang protective dan penuh aturan.

Ini adalah kisah cinta ringan sepasang manusia.. tentang seorang gadis usil dan riang namun bertemu dengan pria jebolan pesantren tapi mesumnya setengah mati.

Tampilannya mungkin urakan dan begajulan bak preman pasar memang begitu meresahkan tapi siapa sangka pria tersebut sangat menghargai wanita terlebih saat sudah jatuh cinta, garang tersebut lenyap dan berubah lembut.. selembut kapas.

note : TINGGALKAN JIKA TIDAK TAHAN KONFLIK DI DALAMNYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Terombang ambing rasa.

Irene menatap Bang Noven dengan tatapan kesal namun juga sangat takut. Bagaimana kalau sampai dirinya benar-benar di penjara??

Saat Irene masih terbuai dengan rasa takutnya, Bang Noven turun dan memutar arah membuka pintu untuk Irene.

"Masuklah dan istirahat di dalam..!! Ini kuncinya..!!" ucap Bang Noven kemudian pria yg tersebut beralih ke bagasi mobil dan mengambil koper milik Irene.

Irene masih terus menatap wajah Bang Noven dengan penuh rasa curiga. Siapa sebenarnya Bang Noven.

Perlahan Irene memutar anak kunci dan membuka kamar tersebut, namun kemudian dirinya ragu. Ada nama Lettu Novendra Mahameru di depan pintu kamar tersebut. "Ini kenapa ada nama Abang? Pakai pangkat pula. Apa menjadi suatu kebanggaan kalau Abang nanti tertangkap basah dan ketahuan menjadi anggota gadungan????? Lebih baik nggak usah tidur disini Bang. Disini bahaya." kata Irene. "Dan hentikan semua kebiasaan buruk Abang."

"Abang nggak takut." Bang Noven membuka pintu tersebut. Terlihat di dalamnya ada lampu warna warni. Ia pun menyalakan lampu tepat di sisi kiri Irene.

Seketika Irene menutup mulutnya saat terkejut melihat foto Bang Noven dengan gaya gagahnya tengah memanggul senjata laras panjang di pundak. Kacamata hitam menambah aura sangar pria tersebut.

Senyum sombong Bang Noven mulai mengembang. "Bagaimana?? Keren ya?" Tanya Bang Noven.

Irene masih saja mengamati foto tersebut dengan seksama. "Iya Bang, keren sekali. Ini waktu Abang karnaval dimana?"

Detik itu juga senyum Bang Noven sirna tanpa jejak. Hatinya kesal tak karuan. Kapan Irene akan paham dengan keadaan yang terjadi.

"Tahun lalu, di kelurahan sebelah." Jawab Bang Noven jengah.

Irene mengangguk tanpa dosa. Ia menyambar koper di tangan Bang Noven. kemudian membukanya. "Lebih baik nama Abang yang ada di depan pintu itu di lepas saja dan di ganti nama Irene. Irene rasa itu lebih aman."

"Terserah mu saja." Kata Bang Noven pasrah.

"Lagipula Irene heran, kenapa Papa dan Mama percaya sekali dengan Abang. Irene rasa lebih baik kita pikir ulang acara nikah ini. Belajarlah dari pacar Irene menjadi seorang tentara yang baik. Kalau Abang sakit hati karena tidak lolos jadi tentara, setidaknya Abang tidak jadi tentara gadungan. Kuli panggul juga terhormat kalau Abang tekun."

Lama kelamaan Bang Noven meradang juga mendengar ceramah panjang dari Irene yang mendadak menjadi bijaksana. "Cepat mandi dan istirahat meskipun sebentar. Siang nanti Abang jemput..!!"

//

"Buka palang...!!" perintah Bang Jaya.

"Siap Dan."

Tak ada yang berani melawan perintah sosok Letnan Jaya pagi itu meskipun outfitnya nampak di luar jalur yang semestinya. Kaos oblong dan sarung menjadi penunjang penampilan gagahnya.

"Letnan Noven dan calon sudah datang atau belum?" Tanya Bang Jaya.

"Siap.. sudah Dan. Ijin arahan?"

"Nggak ada, saya hanya tanya." Jawab Bang Jaya.

"Ijin Dan, apa tadi Letnan Noven datang bersama istri Letnan juga?" Tanya anggota piket jaga pada Bang Jaya.

"Kamu ini tanya atau meledek saya??? Apa kamu pikir saya ini jomblo kronis yang harus terburu-buru menikah???? Saya ini banyak mengalah, belum nikah demi Letnan Noven yang jomblo faktor seleksi alam itu. Kalau bukan karena bantuan saya yang merekomendasikan dia untuk nikah. Mungkin dia masih jadi berhala di kamar mess. Push up kamu sekarang..!!!!!" perintah Bang Jaya karena kesal pagi buta sudah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari anggotanya sendiri.

~

Sesampainya di kamar mess, Bang Jaya memarkirkan motornya tapi arah tujuan mata mengarah pada papan nama di depan pintu kamar Bang Noven. 'Queen Diandra'.

"Laaahh.. kamar Noven kenapa sekarang jadi kamar ladies??" gumamnya.

cckkllkk..

Terlihat Bang Noven keluar dari kamarnya sendiri sambil menenteng handuk, peralatan mandi dan seragam lorengnya.

"Di usir lu??" Tegur Bang Jaya. "Apa sekarang komandan nya ganti Irene??" tunjuk Bang Jaya pada papan nama di depan pintu kamar Bang Noven.

"Hssstt.. jangan meributkan hal seperti ini. Hidup ini masih sangat panjang untuk di jalani daripada sekedar mengurus papan nama." bisik Bang Noven dan kini Bang Jaya paham kesulitan hidup sahabatnya.

"Alhamdulillah aku belum ada pasangan. Kalau aku nggak dapat adikmu si Anggun itu, lebih baik aku jomblo." Jawab Bang Jaya balik berbisik.

Lirikan tajam pun seketika tertuju pada Bang Jaya. "Nggak usah mimpi. Anggun masih kecil, masih butuh main."

"Naah.. lu apa kabar??? Irene itu ibarat di jual dan langsung ketemu Om-om freak macam lu. Memangnya lu nggak cemas kalau di bilang penjahat k*****n??" Ledek Bang Jaya.

"Jangan ngaco ya, aku juga belum pernah apa-apakan Irene." Protes Bang Noven.

Bang Jay tertawa terbahak seakan paham bagaimana watak sahabatnya di luar kepala. "Yaaa.. sekarang mungkin tidak, tapi siapa tau kalau bulan depan ada Noven junior ajak Papanya bercanda." Kata Bang Jay.

"Nggak, bejat begini aku juga kuat iman. Buktinya Vindy baik-baik saja."

"Kau dan Vindy sudah pintar atur strategi dan posisi?? Tapi kalau soal Irene.. aku tidak yakin" Jawab Bang Jaya.

"Irene polos Jay, nggak seperti Vindy."

"Di situlah akar masalahnya. Yang polos itu lebih menantang." Ucap Bang Jaya meyakinkan.

"Aahh ngaco lu." Bang Noven melenggang malas melanjutkan arah pembicaraannya.

.

.

.

.

1
ren_iren
keren
Sari Ana
Thor,,,kisah putrinya Kapten Seno ada ngga ya???
Kirana Putri
karya karya kak naray keren semua
Kirana Putri
Luar biasa
Si Memeh
menarik jalan cerita nya thor..komplit
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Imaz Ajjah
jd ikutan nangis bacanya Thor...
Surabaya Honda
next Thor 😊👍
Surabaya Honda
next Thor, interesting
Surabaya Honda
awesome,, interesting Thor 😊👍
Julia sweet
tumben niy Thor biasanyà cerita ttg militer, army ganti anak santri..
Nor Mala
Luar biasa
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Nama irene nya diambil dr sebelah mana nya ya slnya namanya Diandra Sasikirana 🤔
Rahmah Rahmah
gk jelas
Surabaya Honda
Interesting Thor 👍
aurel chantika
aku mampir mak
aurel chantika
sabar bang🤣🤣🤣
salamah@dede
hhee.. 😂
salamah@dede
kayak nya seru ni..

saya mampir.... thor
🙏
Rahmah Rahmah
blm apa² udh lucu,tpi agak sedikit susah memahami bahasa nya,tpi gpp lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!