NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah
Popularitas:664.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto itu ...

Gauri terus menggandeng tangan Devan sambil berjalan cepat menyusuri lorong sekolah. Setiap murid yang lewat berhenti dan menatap, sebagian menutupi mulut mereka sambil berbisik keras-keras, sebagian lagi merekam diam-diam. Devan tahu, gosip akan semakin liar setelah ini.

Namun ia tidak bisa melepaskan tangan Gauri karena gadis itu menggenggamnya seolah dunia akan runtuh bila Devan pergi. Ia hanya menatap para murid itu dengan raut tajam yang langsung membuat mereka mengerti arti tatapannya sampai mundur sendiri.

"Kita ke mana, Gauri?" tanya Devan, sedikit menunduk agar suaranya hanya terdengar gadis itu.

"Ke tante Vicky. Kakak ikut ajaaa," jawab Gauri ceria, seolah tak ada masalah di dunia ini.

Tante Vicky… Victoria, Kepala Sekolah. Devan menghela napas. Setidaknya itu bukan tujuan yang buruk. Dia tidak tahu siapa tante vicky yang Gauri masuk sampai mereka tiba di depan pintu ruang kepala sekolah, Gauri langsung mendorong pintu itu tanpa mengetuk. Devan refleks hendak menegur, namun urung ketika melihat Victoria sedang menatap mereka dengan ekspresi antara bingung dan pasrah.

"Gauri, masuk tanpa ketuk lagi ya sayang?" ujar Victoria lalu tersenyum pasrah. Biasanya Gauri akan datang padanya sesekali, buat nagih cokelat.

"Tante, cokelat!" seru Gauri riang, langsung mendekati meja kepala sekolah. Devan tidak heran Gauri kenal kepala sekolah, karena wanita itu adalah tantenya Agam dan Ares.

Victoria tertawa kecil.

"Iya, iya. Tante ingat. Tapi, kenapa kamu bisa sama ..."

Ia menatapi Devan bingung. Devan yang berdiri di belakang menyapa wanita itu.

"Maaf tante, aku tidak tahu ternyata dia mau ke sini." Devan terbiasa memanggil Victoria tante. Ia hanya akan memanggil wanita itu secara resmi kalau ada guru atau staf lain. Victoria bilang begitu juga.

"Ah, tidak apa-apa Devan, tante pikir kamu nggak kenap Gauri, ternyata kalian saling kenal." ucap Victoria sambil membuka laci.

"Tante sudah terbiasa dengan Gauri yang kalau mau sesuatu langsung masuk tanpa izin. Ini pertama kalinya dia akrab sama orang lain selain Ares atau Agam. Makanya tante heran."

Nada heran Victoria tidak luput dari telinga Devan. Dia sendiri pun masih tidak mengerti mengapa Gauri begitu melekat padanya.

Victoria mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru, isinya cokelat impor yang ia pesan khusus untuk Gauri. Gadis itu langsung bersinar dan memeluk kotak itu seakan itu harta karun.

"Terima kasih tanteee!" ujarnya sambil melompat-lompat kecil.

"Sama-sama, sayang." Victoria tersenyum sayang. Ia selalu kasihan melihat Gauri sakit begini, tapi ia yakin gadis itu pasti akan sembuh pada waktunya.

"Kalau sudah dapat cokelat, ayo kita keluar," kata Devan lembut sambil menyentuh bahu Gauri agar gadis itu tenang.

"Mm!" Gauri menggenggam tangan Devan lagi, siap menarik pria itu keluar.

Namun sebelum Devan sempat berbalik, sudut matanya menangkap sesuatu, sebuah bingkai kecil di rak kerja Victoria. Ia spontan berhenti.

Foto itu…

Foto seorang wanita tersenyum lembut, berdiri berdampingan dengan Victoria. Dia kenal. Devan cukup penasaran apa hubungan tante Victoria dengan sosok perempuan yang ada di dalam foto. Mereka tampak dekat.

Ia perlahan mendekat, matanya menajam. Tangannya terangkat ke arah bingkai itu namun ia tahan agar tidak terlihat lancang.

"Tante … wanita ini…" suaranya parau, hampir bergetar,

Victoria mengikuti arah pandang dan mengerjap.

"Oh, itu ..."

Ia tak sempat menjelaskan karena Gauri tiba-tiba sudah di samping Devan, meraih bingkai itu lebih cepat daripada siapa pun bisa cegah. Gauri memeluk bingkai tersebut, bahkan kotak cokelat langsung terlepas dari tangannya, jatuh ke meja kerja Victoria.

"Mamaaa…" bisik Gauri sambil mengusap lembut foto itu, seolah itu sosok hidup.

"Mama …"

Devan terpaku. Seluruh tubuhnya menegang.

"Mama?" ulangnya pelan, tidak percaya.

Ia melihat Gauri menatap foto itu penuh kerinduan.

"Mama Gauri … Cantik… baik … wangi… wangi susu kesukaan Gauri ..."

Victoria terdiam. Sedih melihat Gauri. Tapi ia juga bingung melihat perubahan di wajah Devan.

"Devan, kamu kenal mama Gauri?" tanyanya. Karena raut wajah Devan menunjukkan ia mengenali wanita itu. Devan belum menjawab, ia masih mencerna semuanya. Tentang seseorang yang pernah menolongnya dulu, sangat amat ia hargai dan ia anggap sebagai ibu di dunia ini, ternyata adalah mama kandung Gauri.

Kemudian mereka melihat Gauri menjauh ke sudut ruangan. Duduk di lantai sambil terus mengusap-usap dan memeluk bingkai foto yang ada mamanya. Victoria menghembuskan nafas panjang.

"Anak itu memang selalu seperti itu kalau liat foto mamanya. Biarkan saja, kalau bawa dia keluar sekarang dia akan tantrum." ucapnya.

Devan mengangguk. Victoria bicara lagi.

"Yang di foto itu adalah mama kandung Gauri, sahabat baik tante. Kamu pasti sudah dengar dari Agam tentang kejadian yang menimpa keluarga Gauri kan?"

Devan mengangguk lagi. Ia menelan ludah, tenggorokannya terasa mengering seketika. Ia tidak pernah menyangka pertemuannya dengan Gauri, penuh dengan kejutan.

Victoria memperhatikan perubahan halus di wajah pemuda itu.

"Kamu… kelihatannya sangat kenal dengan mamanya Gauri." gumamnya pelan.

Devan merapatkan rahangnya. Ia menunduk, mencoba menata pikirannya.

"Aku pernah di tolong olehnya dulu, waktu aku masih remaja. Aku selalu menghormatinya. Dia sudah seperti ibu kandungku sendiri." gumam Devan.

Victoria menatap Devan lama.

"Jadi seperti itu. Mama Gauri memang baik sekali. Hatinya seperti malaikat dan sangat keibuan. Sebelum kecelakaan fatal itu terjadi, keluarga mereka sangat bahagia. Agam bahkan hampir menikah dengan kakak Gauri. Victoria lihat sendiri bagaimana keponakannya itu depresi berat waktu kehilangan tunangannya, tapi jadi kuat karena keadaan Gauri jadi lebih parah darinya. Trauma yang Gauri alami, parah sekali."

Suasana hening. Tiba-tiba Gauri berlari ke Devan dan memeluk pria itu dari belakang.

"Wangi susu, kayak mama." ucap gadis itu.

Pelukan itu membuat Devan membeku. Lengan Gauri yang kecil namun begitu kuat melilit pinggangnya, seolah mencoba menahan sesuatu, entah rasa takut, rindu, atau kekosongan yang hanya bisa ia isi dengan kenangan samar tentang ibunya.

Devan tidak langsung menoleh. Ia menutup mata sebentar, menarik napas panjang, membiarkan dadanya yang sesak perlahan mereda. Bau shampo Gauri yang lembut, digabungkan dengan kata-katanya barusan, menghantamnya jauh lebih keras dari yang ia bayangkan.

Wangi susu… kayak mama…

Sekarang Devan mengerti kenapa Gauri mengenali bau itu, kenapa gadis itu melekat sekali padanya. Ia mencium wangi mamanya yang sama dengan wanginya. Pasti karena parfum yang ia berikan pada mama gadis ini.

Devan akhirnya menoleh, menunduk sedikit. Ia mengusap kepala Gauri perlahan. Tiba-tiba dalam hatinya muncul sebuah janji, janji untuk menjaga Gauri. Bukan rasa tanggung jawab semata karena merasa berhutang kepada mama gadis ini. Bukan, ada rasa lain yang muncul. Namun masih membuatnya kebingungan antara rasa empati atau rasa itu benar-benar telah tumbuh perlahan dalam hatinya. Satu hal yang pasti, Gauri bukan hanya seorang gadis sakit dan menyedihkan di matanya sekarang, tapi sosok penting, yang mulai hadir dalam hidupnya.

1
nyaks 💜
😂😂
nyaks 💜
😅😅😅
mis.be
bukannya waktu itu udah diambil alih sama devan ya
Al Fatih
Buah kesabaran kak Devan menunggu kesembuhan jiwanya Gauri....,,ga sia2...,, Gauri sudah sembuh dan juga membalas cinta yang sama dengan kak Devan...,, jadi pasangan bucin skrg
Fitria Syafei
kk cantik kereen 😍😍 terimakasih 🥰
sum mia
selamat datang di duniamu yang sebenarnya Gauri . bukan dunia anak kecil lagi , tapi dunia yang penuh tanggung jawab , penuh kuasa , penuh kesibukan , dan pasti penuh kebahagiaan .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Dwi Winarni Wina
Devan tidak uring-uringan lagi setelah berhasil pecah telur😄devan jadi semangat sekali dan tenaganya full semalam abis ngecas😄

Wajah gauri kayak kepiting rebus menahan malu diledekin abis-abisannya, gauri sangat bersyukur sekali punya suami sangat tulus mencintainya, devan suami idaman bingit...

devan sangat posesif dan bucin akut sm gauri😄gauri telah sembuh total tunjukan semua orang gauri tidak mudah ditindas lagi/diremehkan lagi...
gauri sekarang lebih kuat dan bukan gauri yg lemah lagi....
Aditya hp/ bunda Lia: waktunya balas dendam yah mbak mungkin juga kecelakaan itu sabotase
total 1 replies
Eli Suryani
lanjut ronde 3 gk tuh 😆🤭
🍁 Naura ❣️💋👻ᴸᴷ
ikutan ngos ngosan🤣🤣
Ita rahmawati
masih 18 th kan ya gaurinya,,lgsg dibuat hamil aja gitu Van,,sekolah geh blm lulus🤣🤦
Rita
akhirnya jadi mantan,Devan berasa kasih tutorial 😂
Rita
gaasss ya Van remnya blong
Rita
3kali terobos hhmmm???
Rita
bakalan sm2 jadi mantan
Aidil Kenzie Zie
selamat y Devan akhirnya penantian panjang berbuah manis 😍😍
sum mia
unboxing Devan sukses dan lancar jaya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
olyv
🔥🔥 wow hareundang hareundang hareundang🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Linda Othman
panassss
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢😭😭😭
Winer Win
es batu mana es batu...aku butuh es ini.....mana suami gak ad lagi ..😭😭😭maeeee...tanggung jawab gak...
lanjutttttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!