Brakkk.... Apa yang kalian lakukan...!! Bentak Bella melihat sang suami yang bernama Alex, tidur bersama sang Adik Arimbi dengan tidak memakai pakaian sehelai benang pun.
"Dasar kau Arimbi...! gaya mu saja yang memakai kerudung, nyatanya kau seorang ja**** tidak malu selingkuh dengan abang iparmu, aku tidak sudi menikah dengan kau, pernikahan kita batal." bentak Bian dengan wajah marahnya, bukan hanya kekasih dan kakaknya saja yang berada di sana, akan tetapi juga orang tua mereka.
"Cih.... Ja**** sialan rupanya kau ini, untung ketahuan sebelum hari pernikahan kalian, mama ngak mau punya menantu mu rahan seperti kau!" bentak calon mertuanya.
"Aku ngak melakukan apa pun, aku juga ngak tau kenapa ada di sini hiks.... hiks..." bela Arimbi, dia sama sekali kenapa bisa ada di kamar sang kakak, dan ada abang iparnya yang juga tidak memakai apa pun.
Mau tau selanjutnya, yuukkkk.... ikutin, jangan lupa like komen dan votenya ya😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Kenapa bisa begini haa.... Apa Arimbi belum membayar WO, prasmanan dan MUA!" pekik Bella syok setelah acara pernikahan mereka semua orang datang minta bayaran yang tidak sedikit, sampai sampai 95 jt gimana mereka ngak syok.
"Belum mbak, WO baru di dp 5 jt, sisanya 30 jt lagi, Prasmanan baru di dp 5 jt sisa 35, dan MUA juga baru di dp 5 jt ucap para penagih hutang.
Bella dan Bian lansung gemetar mendengar itu semua, bagaimana bisa Arimbi memesan semua itu, namun belum membayarnya, setidaknya bayar separoh dulu, ini malah di dp 15 jt, bikin mereka pusing tujuh keliling, baru mengecap indahnya jadi pengantin baru, lansung di hadiahi hutang puluhan juta.
"Akkkk.... sial, bagaimana ini!" frustasi Bella.
"Ayo mbak bayar, kerjaan kami sudah selesai, kami juga mau istirahat," desak orang orang itu.
"Kalian minta sama Arimbi saja, jangan sama saya!" pekik Bella.
"Ngak bisa gitu dong mbak, kan kemaren kita sudah mau buka, karena ngak jadi di pake, mbaknya ngeyel maksa jangan di buka, sekarang tanggung jawab mbak lah, masa udah senang senang ngak mau bayar." ketus mbak Ani.
"Tapi saya ngak punya uang sebanyak itu mbak." keluh Bella.
"Saya ngaj tau soal itu mbak, yang jelas saya mau uang saya kembali, saya juga harus bayar karyawan saya juga, butu mbak." tegas Mbak Ani.
"Pa... Gimana ini?" tanya Bella panik.
"Papa juga ngak tau Bel, kamu yang maksa kemaren, sekarang itu tanggung jawab kamu, papa sudah bilang biar saja di bongkar, kamu mempertahankannya, sekarang papa ngak mau ikut andil, mana anak itu ngak pulang pulang lagi." keluh Papa Bella.
"Aku kira kan sudah di bayar sama Arimbi Pa, kemaren mbak juga bilang klau ini sudah di dp kan." tuntut Bella.
"Kan memang benar sudah di dp 5 jt, salahnya di mana, mbak kan tanyanya sudah di dp, bulan sudah lunas." ujar Mbak Ani.
"Saya belum ada uang mbak." keluh Bella.
"Klau gitu saya bawa mobil anda sebagai jaminannya, saya tunggu tiga hari, klau tidak juga di bayar. mobil saya jual, sisanya saya kasih ke mbak." tegas Mbak Ani.
"Aduhhhh.... Jangan dong mbak, itu mobil kesayangan saya, masa iya mau di jual, masa mau di jual, itu harganya jauh beda mbak." panik Bella.
"Klau ngak mau mobilnya saya bawa, bayar sekarang uang saya!" bentak mbak Ani.
"Ok ok, aku cicil dulu 20 jt, nanti saya bayar sisanya." pasrah Bella.
"Ngak mau, saya mau kalian bayar 50 jt sekarang juga, klau tidak mobil anda saya bawa!" tegas mbak Ani.
"Astaga bagaimana ini, Bian! kamu kenapa diam aja sih, bantuin kek!" kesal Bella.
"Aku mana ada uang sayang, kan kemaren aku juga udah bilang ngak usah pesta segala, uangku ngak cukup, kamu maksa, ya sudah, itu kamu pikirin sendiri aja, kemaren aku mau nikah sama Arimbi, itu juga Arimbi sendiri yang nyediain, aku ngak tau menau, masalahnya gaji aku setiap bulan aku kasih ke orang tua aku, kerana adik adik aku masih sekolah, butuh biaya banyak, jadi aku ngak punya uang sayang." jawab Bian panjang lebar.
"Haaa.... Sialan, percuma klau kamu manager, tapi ngak punya duit, dasar korek, nyesal gue nikah sama loe!" bentak Bella.
"Sudah mbak, berantamnya nanti aja, bayar uang saya dulu." lerai Mbak Ani.
"Ma.... Bantuin atuh ma..." kesal Bella.
"Ya udah, kamu ambil perhiasan kamu, tambah sama perhiasan mama, dan uang 20 jt kamu," ujar sang mama mengalah pada akhirnya.
"Ini mbak." ujar Bella dengan berat hati. "Ini masih kurang 30 jt lagi, tiga hari lagi saya datang lagi." ujar Mbak Ani berjalan meninggalkan rumah itu.
Kembali ke dalam rumah.
"Kamu giman sih Bian, masa ngak punya uang sam sekali, trus kamu nikah modal apa?" kesal Papa Bella.
"Aku dari awal sudah bilang sama Arimbi, untuk sampai satu dua tahun ini saya belum bisa kasih dia uang bulanan banyak, palingan 2 jt sebulan, dan kami numpang di rumah ini dulu, untuk sementara waktu, Arimbi menyanggupinya, ya sudah kami mau nikah." ujar Bian enteng.
"Dasar parasit kau Bian." maki Bella tidak terima telah tertipu oleh Bian.
"Haaaiii.... jangan omongan kamu ya Bel, bukannya kamu sendiri yang mau sama aku, dan kamu sendiri yang mau menjebak suami kamu tidur bersama Arimbi, ya aku setuju setuju saja, secara kamu kerja di tempat bagus, pasti gaji lebih tinggi dari Arimbi, makanya aku mau nikah sama kamu dari pada sama Arimbi yang pelayan restoran itu, mau makan apa aku nanti." kesal Bian dengan tidak tau malunya.
"Astaga, jadi niat kamu nikahin anak saya mau tinggal dan makan gratis gitu!" pekik Mama Bella syok mendengar ucapan sang menantu.
"Lah iya lah, apa lagi coba, uang saya di monopoli orang tua saya, trus klau saya ngak nikah, saya bayar uang kontrakan dan makan saya hari hari dari mana." ujar Bian santai.
"Gue ngak mau lanjutin pernikahan sama loe, ogah gue, lebih baik kita cerai aja, gue ngak sudi sama loe!" pelik Bella.
"Klau kita cerai, anak yang dalam perut kamu itu kan butuh bapak sayang." cengir Bian.
Deg....
"Apaaa....."
"Kamu hamil Anak Bian Bella?" pekik Mamanya.
"Bella... jawab!!" bentak bapaknya.
"I- iya ...."
Plak....
"Dasar anak tidak tau diri, bisa bisanya kau hamil di luar nikah, sudah berapa lama kau berhubungan dengan Bian." bentak sang bapak.
"Sudah dari Arimbi pacaran sama Bian pa, kami sering melakukannya." ujar Bella terus terang.
"Astaga.... jadi di sini kau yang ja lang, tapi kau bilang adek kau yang ja lang, sungguh keterlaluan kau bella, papa tidak tau lagi, mulai sekarang, kalian keluar dari rumah ini, papa ngak sudi punya anak dan menantu seperti kalian, hidup lah di luar dengan mandiri." usir papa Bella itu.
"Pa, jangan gitu dong pa, aku anak papa, aku mau tinggal dimana pa." pekik Bella.
"Cari kontrakan sendiri Bella, klau ngak tinggal di rumah mertuamu, bukannya suami kamu, uangnya di berikan kepada orang tuanya, sekarang minta nafkahi sama orang tuanya, kau bukan lagi tanggung jawab papa dan mama, tapi kau tanggung jawab suami mu, mulai sekarang." ujar papa.
"Tapi pa...." ucap Bian tidak sampai lansung di sela oleh Pak Ridwan .
"Kamu sudah menikahi anak saya, jadi dia adalah tanggung jawab kamu, dan bawa alh istri kamu kerumah orang tua kamu." tegas Pak Ridwan.
Mau tak mau Bian membawa Bella kerumahnya, belum tentu tanggapan orang tua Bian seperti apa.
Bersambung....
Haiii..... sambil nunggu up novel ini, kalian bisa baca novel outhor yang sudah tamat😁
*Aira si gadis dingin
*Suamiku tak di anggap
*Nikah Rahasia
*Ketika suami tidak lagi jadi harapan
*Cobalah jadi aku sebentar saja
*Suami cacat ku
Bersamamu aku bahagia
Semua sudah tamat kok 😁😁😁
Jangan lupa like komen dan vote ya...
Komen like dan vote kalian berharga buat Outhor😁😁🤗🤗🤗🤗😍😍😍😍