NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Romansa / Masuk ke dalam novel / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wardha

Aurora terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di dunia asing yang begitu indah, penuh dengan keajaiban dan dikelilingi oleh pria-pria tampan yang bukan manusia biasa. Saat berjalan menelusuri tempat itu, ia menemukan sehelai bulu yang begitu indah dan berkilauan.

Keinginannya untuk menemukan pemilik bulu tersebut membawanya pada seorang siluman burung tampan yang penuh misteri. Namun, pertemuan itu bukan sekadar kebetulan—bulu tersebut ternyata adalah kunci dari takdir yang akan mengubah kehidupan Aurora di dunia siluman, membuatnya terlibat dalam rahasia besar yang menghubungkan dirinya dengan dunia yang baru saja ia masuki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Pertempuran di Tanah Kegelapan

Cahaya emas dari tubuh Aurora menerangi malam yang pekat, membelah kabut hitam yang menyelimuti medan perang. Sayap emasnya mengepak megah, memancarkan gelombang energi suci yang membuat Abyssios menyipitkan mata.

Raviel berdiri di sampingnya, Sayap Garuda Emas terbentang lebar. “Sekarang kita bertarung dengan kekuatan penuh.”

Abyssios mencengkeram pedang kegelapannya dengan lebih erat. “Hah! Jangan sombong hanya karena sedikit cahaya.”

Dalam sekejap, pertarungan dimulai kembali.

Abyssios menyerang dengan kecepatan luar biasa, melesat di udara seperti bayangan. Ia mengayunkan pedangnya ke arah Aurora, tetapi dengan refleks sempurna, Aurora menangkisnya menggunakan Pedang Cahaya Aetheroin yang baru muncul di tangannya.

CLANG!

Benturan itu menciptakan gelombang kejut besar yang membuat tanah di sekitar mereka retak dan bergetar.

Raviel memanfaatkan momen itu untuk menyerang dari samping, menebaskan Pedang Garuda Emasnya. Namun, Abyssios melompat ke belakang, lalu melepaskan bilah energi hitam yang melesat ke arah mereka berdua.

Aurora dan Raviel melesat ke udara, menghindari serangan itu dengan gerakan cepat.

“Dia semakin cepat,” gumam Raviel.

Aurora menyipitkan mata. “Dan dia belum menunjukkan kekuatan penuhnya.”

Abyssios tersenyum miring. “Hmph. Aku akan menunjukkan kekuatan kegelapan sejati.”

Ia mengangkat satu tangan ke langit, dan tiba-tiba langit di atas mereka mulai berputar.

Kegelapan yang lebih dalam menyelimuti medan perang. Dari dalam bayangan, tentakel hitam muncul, menjulur seperti akar yang mencoba menangkap mereka.

Sera dan para prajurit yang masih bertarung melawan pasukan bayangan mulai kewalahan.

“Kalau begini terus, kita akan terkepung!” teriak Sera.

Aurora menggertakkan giginya. “Kita harus mengakhiri ini sekarang.”

Raviel mengangguk. “Kita gabungkan kekuatan kita.”

Aurora dan Raviel saling bertukar pandang, lalu mereka mengangkat tangan bersama.

Cahaya emas dari Aurora dan energi garuda emas dari Raviel mulai bersatu.

Dari tubuh mereka muncul cahaya emas yang semakin terang, membentuk sosok burung garuda raksasa yang melingkupi mereka.

Abyssios mundur selangkah. “Apa?!”

Dengan satu teriakan, Aurora dan Raviel melepaskan Serangan Cahaya Aetheroin—gelombang energi yang murni dan suci, membakar kegelapan yang mengelilingi mereka.

BOOOOOOM!!!

Ledakan energi itu menghantam Abyssios dengan keras, membuatnya terlempar ke belakang dan menghantam tanah.

Tanah di sekitarnya retak, dan tubuhnya mulai retak seperti kaca, cahaya keemasan meresap ke dalamnya, menghancurkan energi kegelapan yang menyusunnya.

Abyssios menatap mereka dengan ekspresi tidak percaya.

“Bagaimana mungkin cahaya kalian bisa mengalahkan kegelapan?”

Aurora melangkah maju, suaranya lembut tetapi penuh kepastian. “Karena tidak ada kegelapan yang abadi.”

Abyssios menggeram. “Tapi ... Noctyros, tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan ini!”

Dengan kata-kata terakhirnya, tubuhnya meledak menjadi debu hitam, menghilang dari dunia ini.

Begitu Abyssios lenyap, tentakel bayangan runtuh, dan pilar kegelapan kedua meledak dengan sendirinya.

Sera dan para prajurit bersorak gembira.

“Kita berhasil!” seru Sera.

Namun, Aurora dan Raviel tidak merasa lega sepenuhnya.

Aurora menatap langit. Awan hitam masih menyelimuti cakrawala, meskipun lebih tipis dari sebelumnya.

“Noctyros masih ada,” gumamnya.

Raviel mengepalkan tangannya. “Kita masih harus menghancurkan tiga pilar lagi.”

Aurora mengangguk. “Dan setelah itu, kita akan menghadapi Noctyros sendiri.”

Mereka semua saling bertukar pandang, mengetahui bahwa pertempuran yang lebih besar masih menunggu di depan.

Tapi kini, dengan kekuatan sejati Aurora dan Raviel yang telah bangkit, mereka yakin—mereka akan mengakhiri kegelapan ini untuk selamanya.

---

Meskipun kemenangan atas Abyssios membawa harapan, mereka tahu pertempuran sesungguhnya masih jauh dari selesai.

Aurora dan Raviel berdiri di puncak bukit yang menghadap ke bentangan tanah kegelapan. Tiga pilar terakhir masih berdiri kokoh di kejauhan, memancarkan aura jahat yang terus meracuni dunia.

Swra mendekat, wajahnya masih tegang. “Kita sudah kehilangan banyak waktu. Jika Noctyros menyadari kelemahan pertahanannya, dia pasti akan mengirim lebih banyak pasukan untuk melindungi pilar yang tersisa.”

Aurora mengangguk. “Kita harus bertindak cepat sebelum dia sempat bereaksi.”

Raviel memandang medan di depan mereka, ekspresinya tajam. “Pilar berikutnya berada di Hutan Gelap Noctis. Kita tidak tahu apa yang menunggu di sana.”

“Kalau begitu, kita tidak boleh meremehkan musuh,” tambah Sera. “Setelah Abyssios, bisa jadi Noctyros menyimpan sesuatu yang lebih berbahaya di sana.”

Aurora menutup mata sejenak, mencoba merasakan aliran energi di sekitarnya. Ia bisa merasakan kehadiran sesuatu yang kuat dan berbahaya di dalam hutan itu—sesuatu yang jauh lebih tua dari Abyssios.

Raviel menyadarinya. “Aurora, apa kau merasakan sesuatu?”

Aurora membuka mata dan menatap mereka dengan serius. “Ya! Ada sesuatu yang menunggu kita di dalam hutan itu. Sesuatu yang lebih kuno dan lebih kuat.”

Suasana mendadak sunyi.

Sera menarik napas panjang. “Maka kita harus siap menghadapi apa pun.”

Tanpa membuang waktu, mereka mulai bergerak menuju Hutan Gelap Noctis, di mana salah satu kunci terakhir untuk mengalahkan Noctyros menunggu mereka.

---

Memasuki Hutan Gelap Noctis

Begitu mereka melangkah ke dalam hutan, suasana berubah drastis.

Udara di dalam hutan berat dan dingin, seolah-olah mereka memasuki dunia lain. Cahaya tidak bisa menembus kerapatan pepohonan, dan kabut tipis melayang di antara batang-batang pohon besar.

Tidak ada suara burung, tidak ada suara angin. Hanya keheningan yang menyesakkan, seolah-olah hutan ini telah mati sejak lama.

“Ini tempat apa?” bisik salah satu prajurit, suaranya hampir tidak terdengar.

Raviel memperhatikan sekeliling. “Hutan ini tidak seperti hutan biasa. Ada sesuatu yang menekan energi kita,”

Aurora mencoba menggunakan Cahaya Aetheroin untuk menerangi jalan, tetapi cahaya itu meredup seketika, seolah-olah terserap oleh kegelapan.

Sera menyipitkan mata. “Sepertinya, kita berada di dalam wilayah kutukan.”

Mereka terus berjalan dengan hati-hati, setiap langkah terasa semakin berat. Seolah-olah sesuatu sedang mengawasi mereka.

Dan tiba-tiba—

CRACK.

Salah satu prajurit yang berada di belakang terhenti. Ia menunduk dan melihat akar hitam melilit kakinya.

Matanya melebar. “Apa ini—”

Sebelum ia sempat menyelesaikan kata-katanya, akar itu menariknya ke dalam bayangan, dan dalam sekejap, ia menghilang tanpa suara.

Semua orang terdiam, napas mereka tertahan.

Aurora segera menghunus pedangnya. “Siap siaga! Kita tidak sendiri di sini!”

Hutan Gelap Noctis mulai menunjukkan wujud aslinya.

Dari dalam bayangan, muncul makhluk-makhluk menyeramkan—Siluman Pohon Kegelapan, tubuh mereka menyatu dengan batang-batang pohon, mata mereka merah menyala, dan cakar mereka hitam pekat seperti kabut.

Mereka mulai bergerak, mengelilingi Aurora dan yang lainnya.

Raviel adalah yang pertama bergerak. Dengan kepakan Sayap Garuda Emas, ia melesat ke udara dan menebas salah satu siluman dengan cepat.

BLAARR! Cahaya emas dari pedangnya menghancurkan makhluk itu seketika.

Namun, semakin banyak siluman bermunculan dari dalam bayangan.

Aurora mengangkat tangannya, memanggil Cahaya Aetheroin, tetapi sekali lagi, kekuatannya terasa terhambat.

“Kekuatan kita tertahan di sini,” gumamnya.

Sera mengayunkan tombaknya, menebas beberapa siluman yang mendekat. “Maka kita harus bertarung dengan strategi, bukan hanya kekuatan!”

Aurora berpikir cepat. “Sera, cari titik lemahnya! Raviel dan aku akan membuka jalan ke pilar!”

Sera mengangguk dan mulai mengamati gerakan musuh.

Sementara itu, Raviel terus melawan di udara, menggunakan kecepatannya untuk menebas musuh sebelum mereka sempat menyerang.

Aurora bertarung di darat, pedangnya berkilat-kilat, mengalahkan siluman satu per satu. Namun, jumlah mereka tidak berkurang—malah semakin bertambah!

Sera tiba-tiba berteriak, “Aurora! Aku menemukannya! Akar utama mereka ada di bawah tanah—di sekitar pilar itu!”

Aurora menoleh dan melihatnya—sebuah akar raksasa hitam yang membelit dasar pilar kegelapan.

“Itu sumber kekuatan mereka,” ujar Aurora. “Jika kita menghancurkannya, mereka akan melemah!”

Raviel langsung melesat turun. “Kalau begitu, kita harus langsung menyerang pilar!”

Tapi sebelum mereka sempat bergerak, suatu suara dalam dan bergema terdengar dari dalam hutan.

“Berani sekali kalian datang ke tanahku, mencoba menghancurkan kekuatan yang telah ada sejak sebelum dunia ini lahir!”

Dari dalam bayangan pepohonan, muncul sosok tinggi dan menyeramkan—Siluman Raja Hutan Noctis.

Tubuhnya terdiri dari batang pohon raksasa yang bersatu dengan bayangan, dan matanya bersinar merah seperti bara api.

Aurora merasakan energi luar biasa dari makhluk ini.

“Dialah penjaga pilar ini…” bisik Aurora.

Raviel mengepalkan pedangnya lebih erat. “Maka kita harus mengalahkannya, jika ingin menghancurkan pilar ini.”

Siluman Raja Hutan Noctis mengangkat lengannya yang besar, dan tiba-tiba, ribuan akar hitam menjulur ke arah mereka, siap menelan mereka dalam kegelapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!