NovelToon NovelToon
Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:247.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara, gadis sakti yang muda belia, kini menjelma menjadi Ratu Siluman, pendekar cantik jelita yang memimpin satu pasukan pendekar sakti dan besar.

Berbekal senjata pusaka yang bernama Bola Hitam, Alma Fatara langlang buana demi mencari kejelasan siapa sebenarnya kedua orangtuanya.

Sejumlah kedudukan istimewa sudah dia raih di usia belia itu, menjadikannya sebagai pendekar muda yang fenomenal, disegani sesama pendekar aliran putih dan membuat pendekar jahat ketar-ketir, ditaksir banyak pemuda dan dihormati oleh pendekar tua.

Kali ini, Alma Fatara akan menghadapi dua kerajaan besar dan melawan orang yang tidak terkaalahkan. Petunjuk yang mengarahkan mendekati orangtuanya semakin terbuka satu demi satu.

Sampai di manakah kemampuan Alma Fatara dalam perjalanannya kali ini? Temukan jawabannya hanya di novel “Alma3 Ratu Siluman”.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akarmani 8: Alma VS Surap Bentala

*Api di Kerajaan Jintamani (Akarmani)*

 

Alma Fatara kini berhadapan langsung dengan Panglima Utama Surap Bentala di tengah-tengah kurungan seribu pasukan tombak yang rapat dengan tameng kayu. Lingkaran tebal itu masih berada di dalam lingkaran pasukan pedang yang tebal barisannya lebih tipis tapi lebih lebar. Di sisi utara dari pengepungan terhadap Alma Fatara itu ada ratusan pasukan panah yang siap dengan busur dan anak panahnya.

“Aku duluan, Paman!” teriak Alma Fatara sambil berlari maju dan melancarkan serangan berupa pukulan dan tendangan biasa.

Namun ternyata, Surap Bentala tidak mau berlama-lama. Dia ingin langsung membunuh Alma.

Mendapati Alma Fatara bertarung dengan cara biasa, Surap Bentala langsung membalasnya dengan serangan yang cepat dan bertenaga dalam tinggi. Sebab, jika menunggu wanita itu mengeluarkan kesaktiannya, akan berbahaya.

Serangan cepat dan keras Surap Bentala sempat membuat Alma terbeliak, tapi kemudian tersenyum.

Babak!

“Hukh!” keluh Surap Bentala terkejut dan sakit.

Ternyata setelah tersenyum, Alma Fatara yang sedang termundur-mundur, tiba-tiba maju dengan gerakan tangan yang nyaris tidak terlihat oleh sang panglima utama. Tahu-tahu Surap Bentala merasakan dadanya dihantam satu pukulan. Sebenarnya dua pukulan, tetapi karena terlalu cepatnya, jadi terasa satu pukulan.

Surap Bentala terjajar dan nyaris jatuh terjengkang. Masih untung kaki kirinya cepat dia lempar ke belakang untuk menjadi penahan di tanah.

Inilah yang dikhawatirkan oleh Surap Bentala. Belum apa-apa dia sudah ditunjukkan gerakan Alma Fatara yang sangat cepat dan tidak bisa dia baca.

Terkejut para prajurit melihat panglima mereka sepertinya terkena serangan, sebab mereka tidak bisa melihat dengan jelas.

“Senopati Gending Suro telah memberontak. Dia membuang jauh Ratu Warna Mekararum dan mengumumkan bahwa Gusti Ratu telah mati. Prabu Marapata pun berada di bawah kendali Senopati!” teriak Alma Fatara sambil melancarkan serangan tangan yang keras kepada Surap Bentala bertubi-tubi.

Alma Fatara sengaja mengeraskan perkataannya agar pasukan yang mengepungnya itu mendengar. Dan memang itu mengejutkan para prajurit.

Sementara Surap Bentala menangkis pukulan-pukulan keras Alma Fatara dengan pedang dan kerisnya yang masih belum dicabut.

“Aku tawarkan satu kesempatan lagi, Paman! Tunduk kepada Ratu Warna atau mati bersama semua pasukanmu!” teriak Alma Fatara lalu melompat bersalto dengan putaran tubuh yang cepat.

Dak! Dug!

Begitu cepat putaran tubuh Alma, sehingga tahu-tahu tungkai kaki kanannya sudah mengapak kepala sang panglima. Namun, Surap Bentala mampu menangkis dengan memalangkan pedangnya di atas kepala. Kerasnya hantaman tendangan mengapak itu membuat lelaki gagah itu jatuh terlutut satu kaki.

Alma Fatara melempar tubuhnya kembali bersalto mundur dan mendarat ringan.

“Aku dan pasukanku tunduk di bawah perintah Senopati Gending Suro!” teriak Surap Bentala sambil bangkit dan meloloskan pedang dari sarungnya.

“Bagus, Paman! Tidak akan ada sesal bagiku untuk membunuhmu dan menghancurkan pasukanmu. Aku akan mulai dari nyawamu, Paman!”

“Jangan jadi prajurit jika takut berperang! Jangan berperang jika takut mati!” teriak Surap Bentala, lalu merangsek maju dengan kedua tangan menggenggam erat gagang pedang. “Hiaaat!”

Dengan gerakan cepat dan keras bertenaga tinggi, Surap Bentala balas mengagresi Alma Fatara. Namun, tanpa gentar Alma Fatara menyambut serangan pedang itu dengan tangan kosong.

Tek tek tek …!

Alangkah terkejutnya Surap Bentala dan para prajurit yang mengepung, ketika mereka melihat Alma Fatara menangkis tajamnya pedang dengan kedua tangannya. Justru prajurit itu yang mengerenyit ngeri melihat tangan bersih Alma beradu dengan mata pedang berkali-kali.

Surap Bentala dan para prajurit pada barisan terdepan kian terkejut, karena Alma tidak menunjukkan bahwa dia menderita luka pada kedua tangannya dari peraduan dengan pedang tersebut.

Seset! Seet!

“Aaak!” jerit Surap Bentala agak panjang.

Tiba-tiba kedua tangan Alma Fatara bergerak sangat cepat melakukan sayatan pada kedua batang tangan Surap Bentala. Setelahnya, Alma bergerak dengan langkah yang lebar memutari tubuh sang panglima sambil ujung jari-jari tangan kirinya membuat sayatan panjang pada tubuh samping lawannya.

Pedang Surap Bentala terlepas dari genggaman dan jatuh ke tanah berumput lembah karena sayatan yang diberikan oleh Alma. Masih beruntung Surap Bentala, ketika Alma Fatara merobek tubuh sampingnya, ada baju perangnya yang terbuat dari kulit tebal melindungi. Meski perut sampingnya tersayat, tetapi tidak begitu parah.

Demi mengamankan diri, sambil menahan perih, Surap Bentala melompat ke depan dan berguling menjauhi Alma yang tadi bergerak ke belakangnya.

Alma Fatara cepat memburu Surap Bentala dengan datang dari sisi belakang.

Sess!

“Jiaaak!” pekik Alma Fatara terkejut karena ketika Surap Bentala berbalik, tahu-tahu sudah ada sinar kuning yang dilesatkan kepadanya.

Suass!

“Aaak!”

Namun, Alma Fatara terlalu cepat melempar tubuhnya ke samping, membuat sinar kuning yang dilepaskan Surap Bentala melesat jauh menghantam tameng seorang prajurit di barisan depan. Tameng itu jebol dan juga mementalkan prajuritnya dalam kondisi kritis.

Di tengah kepungan, Alma Fatara yang berhasil lolos dari serangan itu cepat balas menyerang dengan tendangan yang berkelebat membabat.

Surap Bentala cepat melompat dan berguling di tanah berumput. Ternyata sang panglima berguling sambil menyambar gagang pedangnya yang tergeletak di tanah.

Dengan cekatan, Surap Bentala bangkit sambil menusukkan pedangnya ke arah kedatangan Alma Fatara. Gadis belia itu dengan jelas mengarahkan telapak tangan kanannya menyongsong ujung pedang yang menusuk.

Karena tahu bahwa Alma Fatara kebal, maka Surap Bentala menyalurkan tenaga dalamnya ke pedang, meski risikonya adalah darah keluar deras dari luka sayatan pada tangannya.

Tek!

“Huakhr!”

Ketika ujung lancip pedang dengan telapak tangan Alma Fatara bertemu, tiba-tiba Surap Bentala merasa dihantam satu kekuatan besar, selain melemparkan tubuhnya ke belakang, sang panglima juga menyemburkan darah dari dalam tenggorokannya. Pedangnya kembali terlepas dari genggaman.

Bduak!

“Hekh!” keluh Surap Bentala lagi saat punggungnya menghantam tanah berumput.

“Gusti Panglima!” teriak para prajurit terkejut menyaksikan itu.

Sementara itu, telapak tangan Alma Fatara yang baru saja mengerahkan ilmu Tapak Rambat Daya, tidak terluka sedikit pun.

Ilmu Tapak Rambat Daya memiliki kekuatan besar dalam menyerang lawan. Uniknya, dia wajib memakai media perantara, tidak boleh langsung bersarang ke raga lawan. Seperti yang barusan terjadi. Kekuatan pukulan Alma Fatara menjalar lewat media pedang.

“Keluarkan kesaktian terhebatmu, Paman! Kesempatan dariku sudah tertutup!” teriak Alma Fatara. Dia masih memberi kesempatan kepada lawannya untuk bangkit.

Sambil menahan kesakitan yang luar biasa pada tubuhnya, bahkan seolah-olah tenaganya ingin menjadi lumpuh, Panglima Utama Surap Bentala berusaha bangkit dengan kaki dan wajah yang gemetar.

“Satu kesempatan untuk kalian para prajurit! Tinggalkan medan perang sebelum kalian musnah oleh kesaktianku!” teriak Alma serius yang mengandung tenaga dalam.

Saat itu juga, para prajurit yang mengepung Alma Fatara dalam dua lingkaran diserang galauxcindrome, yaitu kondisi psikis yang bingung tingkat dewa karena menyangkut keselamatan jiwa. Itu salah satu jenis sakit jiwa dadakan yang sudah punah biang virusnya.

Namun, yang jadi masalah bagi mereka, mereka masih memiliki pemimpin, yaitu Panglima Gagang Lembu dan Panglima Pulung Seket. Meskipun seandainya Panglima Utama gugur, mereka masih memiliki komandan perang.

Brass brass!

Dengan mulut yang sudah bercelemotan oleh darah kotor, Surap Bentala mengeluarkan ilmu pamungkasnya. Dua kepal tangannya kini diselimuti sinar biru gelap.

“Hekh!” keluh Surap Bentala sambil jatuh terlutut satu kaki. Itu bagian dari efek samping karena dia mengeluarkan tenaga sakti berlebih di saat kondisinya sudah terluka parah.

Namun, kedua kepal tangannya masih bersinar.

Sementara itu, Alma Fatara melangkah mundur untuk mengecoh dugaan Surap Bentala. Jelas dia pun bersiap.

“Hiaaat!” teriak Surap Bentala sambil memaksakan melompat jauh ke depan karena posisi Alma menjauh.

Bruss!

Kedua tangan Surap Bentala yang menghentak melesatkan dua sinar biru gelap yang menderu keras, membuat bokong para prjurit merinding mendengarnya, semakin memberi tekanan dalam sensasi kegamangan mereka.

Swess! Bluarr!

Alma Fataraa yang telah mengambil jarak dengan lawannya, dengan cepat melepaskan pula dua sinar emas menyilaukan yang menyambut dua sinar biru gelap.

Maka dua pasang energi kesaktian itu bertemu di pertengahan jarak, menciptakan dua ledakan energi hebat.

Panglima Utama Surap Bentala yang baru mau mendarat dari lompatannya, langsung terpental balik secepat kilat dan menabrak barisan prajurit yang juga terdorong mundur oleh gelombang kejut ledakan energi sakti itu.

Sementara itu, Alma Fatara yang hanya terjajar beberapa tindak, telah memegang belahan kotak biru terang di kedua tangannya. Dia telah bersiap untuk membantai ribuan pasukan musuh itu.

“Gusti Panglima Surap Bentala matiii!” teriak seorang prajurit yang berada di dekat mayat Surap Bentala. Kondisi mayatnya hancur mengerikan karena pecah-pecah mengerikan. (RH)

1
asta guna
hahaha Q bisa bayangkan
asta guna
gaya tulisan om Rudi benar2 diluar Nurul hahah
Om Rudi: jiahahaha
total 1 replies
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
aku udh serius baca wkwk malah akhir kalimat bikin ktawa🤣🤣🤣 ga ada yg ngajak kopi bersama🤣
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
awokaowk keliatan klo ompong🤣🤣🤣 berjendela giginyanitu🤣🏃‍♀️
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
lah kirain sunat beneran 🤣🤣🤣 ternyata surat wwkk
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
hebat ya debur sama ayu Wicaksana membela ratu mekar Arum
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
namanya debur ku kira🤧ayang ayu Wicaksana
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
mampir di karya thor
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Hihihi... Gusti Senopati melongo gak jelas, pengen marah ya harus marah 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
itu pukulan kasih sayang paman, biar paman mau manggilku perempuan cantik.. Ha ha ha
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Sabar Ning Ana, kak Alma emang seperti itu, lempar kaki sembunyi tangan 😅
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
kocar kacir dah semua pasukan karena seorang Alma gadis cerdik dan pintar... ih si Ana bahagianya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih kecil lo si Ana nekat banget sih dia apalagi jatuh cinta sama om" 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
aku suka dengan tingkah konyol Ayu... pacarnya Debur dipanggil bubur 🤣
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah ternyata alma fatara sangat hebat dalam mengalahkan musu. dgn seorang diri dia berani menyerang walau wanita
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, jangan maju kalau gitu, prajurit berkuda saja semua kalah, kalau kamu berani berdual alamat bisa mati ditangan wanita itu
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
iya, nih mana ada sih musuh ngecoh memakai daun. mungkin dia hanya ingin bermain saja
R. Yani aja
yang ini kunci slotnya karatan nggak?
R. Yani aja
rak kayunya, isinya apa om?
R. Yani aja
otak gue ngeleg. baca "personel pembawa obor" jadi ponsel pembawa obor... lah maksudnya gimana??? 🤣🤣🤣✌✌✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!