NovelToon NovelToon
Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Menjadi pengantin yang tak direstui membuat Aiza dan Akhmar harus berperang dengan perasaan masing- masing meski sebenarnya saling cinta. Bahkan Akhmar bersikap dingin pada Aiza supaya Aiza menyerah dan mundur dari pernikahan, tapi Aiza malah melakukan sesuatu yang tak diduga. Membuat Akhmar menjadi takluk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syarat Beruntun

Ismail kembali mengernyit.  Tidak ada celah cacat dari lafaz yang dibacakan oleh Akhmar.  

“Baca Al Fatihah!  Ini wajib!  Laki- laki yang tidak bisa membaca Al Fatihah dengan benar, itu sama saja dengan orang yang tidak berniat menuntut ilmu dan bodoh!” titah Ismail lagi.

Tak mau berdebat, Akhmar pun membaca surat yang diperintahkan.  Dan lagi- lagi, suaranya itu terdengar syahdu.  Bikin merinding.  Bahkan kulit Aiza pun meremang mendengarkan lantunan ayat- ayat suci yang dibacakan dengan suara merdu itu.  Iramanya bagus sekali. 

Alhamdulillah… Bahkan suara Akhmar saat membaca ayat suci benar- benar menggetarkan kalbu.  Indah dan menyejukkan hati.  

Sampailah akhirnya Akhmar mengucap hamdallah setelah usai membaca Al Fatihah.  

Aiza tersenyum.  Lega.  Setidaknya Akhmar tidak membuat malu dirinya sendiri.  entah dimana Akhmar menimba ilmu hingga kefasihannya dalam membaca ayat sudah sangat baik.  Berbanding terbaik dengan Akhmar yang dulu tidak bisa apa- apa, yang membaca IQro pun masih terbata, tapi kini semuanya berubah.  Dia seperti bukan Akhmar yang Aiza kenal dulu.

Akhmar mengangkat wajah, menatap Ismail dengan tenang.  “Apakah masih ada yang perlu saya kerjakan?”

Sebelum sempat Ismail menjawab, mulutnya baru saja mangap, Qanita sudah menyenggol lengan suaminya dan berbisik, “Orang- orang di luaran sana sudah gelisah karena kelamaan menunggu.  Mereka semua akan bubar, mengira acara ini batal.”

Ismail membelalak kaget.  Ia sampai tidak sadar kalau sudah kelamaan memerintah Akhmar dengan banyak tugas.  “Baik, kau bisa duduk di kursi tempat Aldan untuk menggantikannya.”  Ismail menatap Akhmar tajam.

Tak mau membuang waktu, Akhmar meninggalkan ruangan itu.  sementara Aiza masih terpaku, menatap Adam dengan sendu.

“Maaf atas kekacauan ini, Om Adam.  Tapi tolong jangan beranggapan bahwa pernikahan ini dilangsungkan atas dasar karena antara Aiza dan Akhmar sudah berzina, anggaplah ini pernikahan yang dilangsungkan karena Allah,” pinta Aiza dengan tatapan penuh permohonan.

Adam tidak menjawab, hanya menunduk dan tak mau menatap Aiza lagi.  memalingkan wajahnya yang dipenuhi dengan kekecewaan, membuktikan bahwa dia tidak bisa membenarkan perkataan Aiza.  Dia jelas terlihat sangat kecewa.  Dia tahu seperti apa putranya yang bernama Akhmar, maka dia pun meyakini bahwa apa saja bisa dilakukan oleh Akhmar, termasuk mengambil Aiza dengan cara ini.

Tak mendapat dukungan dari Adam, Aiza pasrah saat dibimbing oleh Qanita meninggalkan ruangan.  Hatinya kebas mendapat tatapan serta ekspresi tak bersahabat dari calon mertua.  Fokus matanya hanya tertuju ke tangan Qanita yang memegangi lengannya saat melewati orang- orang yang berkerumun di sekitar pintu bak penonton sepak bola.  Saling menggibah, saling berbisik.

Dengan langkah agak gemetar, Aiza mendekati kursi dimana Akhmar sudah lebih dulu duduk.  Aiza menoleh, menatap Qanita.  Wanita yang dia panggil dengan sebutan umi itu menganggukkan kepala sebagai tanda memerintah Aiza untuk duduk.  Meski Aiza mendapati ekspresi kecewa berat di wajah uminya, namun uminya itu tetap memberi arah supaya Aiza menjalani pernikahan itu.

Gaun putih dengan jilbab warna senada membalut tubuh Aiza, menjadikan wajah cantik itu kian sempurna.  

Aisha sudah pulang, gadis itu kesal karena Akhmar tak kunjung muncul.  Sejak masuk tadi, ia duduk di kursi sendirian tanpa ditemani Akhmar.  Pria itu entah kemana.  Lelah menunggu, ia pun memilih untuk pulang dengan membawa sebongkah perasaan kecewa.  Aisha bersedia hadir di acara itu hanya karena ingin menemani Akhmar, tapi kalau ia malah sendiri begitu, maka ia lebih memilih utuk pergi saja.

Para hadirin tampak menanti acara pernikahan dengan suka cita.  Banyak yang mengarahkan kamera ponsel ke posisi pengantin.  

Bersambung

1
NFC
mita itu pasti
NFC
aku baca yg istri gadaian dulu kak emma. skr baru baca ini. mundur donk. eh tyt ini jg session ke 2 nya. wkwkkwk.
Marhaban ya Nur17
oh berarti bener y dulunya akhmar bergajul
Marhaban ya Nur17
tambah lagi yg somflak wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nayla sama Aldan neh
Marhaban ya Nur17
serang lansung mar
Marhaban ya Nur17
ngeyel se lu di ksh tau
Marhaban ya Nur17
lama kali dah iklan
Marhaban ya Nur17
ini neh orang pinter tp kuminter wkwkwkw ngaku paling bener n suci
Marhaban ya Nur17
g ngomong ada aiza y klo ngemeng mah pasti tambah heboh
Marhaban ya Nur17
lama" tua bangke Ismail ini nyebelin
Marhaban ya Nur17
kiyai gelo wkkwkkwkw rasain tuh 😄😄😄😄
Marhaban ya Nur17
thor" wkkwkwk ceker
Marhaban ya Nur17
skin to skin kali se akhmar supaya aiza g kedinginan
Marhaban ya Nur17
jreng"
Marhaban ya Nur17
sekarang giliran aiza yg cuekin akhmar neh wkwkkw
Marhaban ya Nur17
rasain lu
Marhaban ya Nur17
kok kiyai tp hatinya pendendam gtu wkwkwk lucu
Marhaban ya Nur17
justru pak kiyai nya yg malah grngsi wkwkkwkw mentang" gtu
Marhaban ya Nur17
kaget gw tp ketawa wkkwkkw binti singa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!