Cinta memang tak memandang kemana dan siapa dia akan berlabuh. Bahkan cinta bisa hadir di dua orang yang berkarakter berbanding terbalik.
Anastasya, seorang gadis dari desa yang datang ke kota menjadi seorang preman pasar harus bertemu dengan Faisal Fariz Saputra yang seorang Ustadz tampan yang begitu lemah lembut.
Bagaimana kisah keduanya terjadi, bagaimana mereka menjalani cinta dengan perbedaan karakter. Apakah cinta mereka akan sampai ke ikatan tertinggi yaitu ikatan pernikahan....
Ikuti cerita selengkapnya..
*Mas Ustadz I Love You*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luar Biasa
🌾🌾🌾🌾🌾
Bimo dan teman-temannya berhenti setelah dia pikir sudah jauh dari jarak yang tadi. Pasti sudah aman lah.
Dengan nafas yang ngos-ngosan mereka menoleh jelas tak melihat Ana bersama mereka, Ana kan memang tidak ikutan lari dengan mereka.
"Lah, mana tuh cewek?" Agus bersuara. Wajahnya terlihat kebingungan mencari-cari keberadaan Ana namun tidak dia temukan.
"Wah, bahaya nih. Dia orang baru belum tau siapa dan bagaimana kejamnya Sam," Bimo terlihat panik dia terlihat khawatir.
"Cie cie cie, ada yang khawatir nih," Kipli berujar dengan senyum menggoda bahkan sikunya juga nyenggol-nyenggol lengan Bimo.
"Apa sih! jangan sembarangan ya! aku hanya kasian saja kalau sampai Sam berbuat kejam padanya," sergah Bimo.
Ternyata, meski dia sudah biasa malakin orang tapi dia tak tega juga kalau Ana sampai kenapa-napa. Entah benar-benar kasihan atau mungkin ada hal yang lain? tak ada yang tau itu.
"Kita ke sana lagi! jangan sampai Sam melakukan sesuatu padanya," ajak Bimo.
Bimo menarik tangan mereka satu-persatu dengan terpaksa mereka semua mengikuti Bimo yang sudah jalan terdahulu.
Mereka kembali berlari, emang tidak ada kerjaan banget kan mereka. Tadi lari kabur dan sekarang lari lagi untuk kembali.
"Cepat cepat!" Bimo begitu tak sabaran dan terus berlari semakin kencang.
Bimo beserta kawan-kawannya di bikin terperangah kala melihat Ana yang begitu lihai melawan kedua anak buah Sam. Ternyata tubuhnya yang kecil bukan berarti tak memiliki tenaga bahkan dia bisa menjatuhkan lawan bertubuh besar dengan mudah.
"Buset, gila bener tuh cewek. Tenaganya benar-benar tenaga baja," celetuk Dadang tentu dengan mata yang melotot tak berkedip.
Benar-benar seorang jawara si Ana bahkan bisa mudah mengalahkan Sam dan kedua anak buahnya. Kalau di lihat dari tubuhnya yang terlihat lembut dan kurus seperti itu tak mungkin bisa mengalahkan, tapi ternyata.
"Benar-benar gila, bahkan Sam yang paling jago di pasar ini bisa tengkurap tak berdaya begitu saja setelah di banting oleh tuh cewek," kini Kipli yang berbicara.
"Bener, kalau kita yang melawannya pastilah kita akan patah tulang," kini Agus yang ikut angkat bicara.
Sementara Bimo hanya diam dengan tak percaya. Pantes saja dua kali Bimo nyopet dan bisa di gagalkan oleh dia. Kalau waktu itu Bimo melawan pastilah sekarang Bimo tak bisa jalan karena mendapatkan hukuman darinya.
'Benar-benar tak bisa mencari uang seperti biasa jika cewek itu tetap ada di sini. Lalu bagaimana, apakah aku harus mengusirnya atau malah sebaliknya dan menjadikan dia teman? ah! otakku kenapa tumpul dan membeku saat ini?' batin Bimo.
'Sadar, Bim. Emang kapan otakmu pernah runcing juga Encer?' imbuhnya lagi yang tetap di dalam hatinya.
Begitu mudah untuk Ana menjatuhkan lawan, bahkan kini ketiga laki-laki bertubuh besar itu sama-sama kesakitan dan tak berdaya di atas tanah. Meringis menahan sakit dan minta pengampunan dari Ana.
"Ampun ampun! maafkan kami!" Sam mewakili dengan memohon maaf kepada Ana.
"Kenapa harus di ampuni? nanti aku ampuni kalian berbuat sesuka hati lagi. Daripada kalian melakukan kejahatan lagi lebih dulu aku patahkan tulang-tulang kalian," ancam Ana dan sudah bersiap untuk kembali memberikan hukuman pada Sam dan dua anak buahnya.
"Tidak tidak! kami janji tidak akan mengulangi lagi. Tolong lepaskan kami, biarkan kami pergi," Sam begitu memohon
"Kami janji akan melakukan apapun yang kamu minta. Dan kami tidak akan berbuat kejahatan lagi," imbuhnya.
Benarkah Sam tunduk dengan begitu mudah seperti saat ini? apakah dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya?
"Benar ya, awas saja kalau kalian berbuat seperti ini lagi. bukan hanya aku bikin patah tulang tapi akan aku buat kalian tak bisa bergerak seumur hidup kalian. Lebih baik kalian cari pekerjaan yang halal," perintah Ana.
"Ta_tapi?" Sam begitu ragu.
"Kenapa? Apakah kamu takut pada seseorang?"
"Ya, ada seorang yang benar-benar menjadi penguasa pasar ini. Menjadi penguasa dari para brandal termasuk kami. Kami takut kami akan mati jika melawannya," Ternyata di atas Sam masih ada lagi. Apakah dia begitu berbahaya hingga dia begitu ketakutan?
"Mati dan hidup kita itu tidak tergantung pada orang lain. Tapi pada Sang pemberi kehidupan. Seperti apapun orang itu kejam kalau Sang Penguasa langit dan bumi belum menginginkan kita mati meski kita di kubur hidup-hidup juga tidak akan mati. Jadi jangan takut lah. Kalau mereka mengganggu kalian suruh aja nemuin saya."
Terdapat nada tantangan dari Ana. Benarkah dia sangat seberani itu?
Bimo CS benar-benar tak percaya kalau Ana memiliki keberanian yang begitu besar.
Tapi ada satu lagi yang tidak mereka percaya, ternyata Sam dan kedua anak buahnya yang terkenal kejam masih ada yang lebih kejam lagi. Dan mereka pastilah pimpinan brandal terbesar di pasar. Tapi siapa?
Sepertinya Bimo CS akan lebih memilih berbaik-baik pada Ana supaya mendapatkan perlindungan darinya. Kalau di lihat dari kemampuannya dia pasti bisa mereka.
"Songong banget tuh cewek," Dadang berbicara. Mengomentari kata-kata Ana barusan. Memang terdengar sombong tapi bukan seperti itu niatnya.
"Mulai sekarang, jadilah orang-orang yang memastikan keamanan pasar ini. Jangan malah jadi orang-orang yang paling meresahkan. Jangan takut kalau kalian tidak bisa mendapatkan penghasilan apalagi tidak bisa makan. Karena Allah sudah membagi rezeki kita masing-masing. Apalagi kita mencarinya dengan cara yang benar, kita makan nasi satu sendok pun akan menjadi keberkahan untuk kita. Kalian mengerti kan?"
"Ya, ka_kami mengerti. Kami akan berusaha untuk melakukan apa yang kamu minta," jawab Sam.
"Berbuat baik memang tidak mudah, tapi lebih baik kelaparan demi melakukan kebaikan daripada kenyang tapi karena kejahatan. Ingat! di akhirat bukan saya yang akan menghakimi kalian, tapi Allah. Dan hukuman itu lebih mengerikan," terang Ana.
Mungkin kedepannya Ana bisa menjadi ketua brandal yang sholehah di pasar itu. Brandal yang mengutamakan kebaikan bukan sebaliknya. Brandal yang mengutamakan kenyamanan daripada yang meresahkan dan selalu menghancurkan ataupun menakutkan.
"Ka_kami mengerti," Bukan hanya Sam saja yang mengangguk tapi kedua anak buahnya juga sama. Sepertinya mereka bertiga juga akan menjadi anak buahnya Ana setelah ini.
"Mantap tuh cewek, bisa mengendalikan Sam beserta anak buahnya. Benar-benar keren," puji Agus.
"Kuat itu untuk kebaikan, bukan kuat untuk kejahatan. Jika Allah mengambil kekuatan kalian emangnya bisa apa kalian!" imbuh Ana lagi.
Entah dapat ilmu dari mana Ana tentang kebaikan dan juga kepercayaan akan Allah. Padahal dia sendiri juga tak pernah menjalankan apa yang menjadi perintahnya. Shalat, puasa apalagi sedekah dia tidak pernah. Tapi dia sangat meyakini bahwa kebaikan di dunia akan di balas kebaikan pula di akhirat oleh Allah.
Hanya kurang satu kebaikan Ana sebagai seorang hamba. Kurang dengan semua kewajiban yang di perintahkan oleh Allah. Jika itu juga sudah terpenuhi maka sempurnalah Ana sebagai seorang hamba.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung....