Vina seorang gadis berparas cantik,putih dan juga sangat ceria harus rela menikah dengan bosnya karena adiknya yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan banyak biaya
Aditya seorang pria tampan,kejam dan dingin yang sangat diinginkan kaum hawa namun tidak ada yang dapat mencuri hatinya,masa lalu yang kelam menjadi dinding kokoh untuk menutup hatinya. namun setelah bertemu dengan vina sifatnya berubah 180°
penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jadilah sekretaris ku
Imel berusaha mencerna kata kata dokter itu dan setelah dia menyadari ingin rasanya dia mencabik wajah tampan dokter Rendy karena berani mengatai dia orang gila.
"huh awas saja jika bertemu akan kujadikan wajah tampanmu itu perkedel"ucap Imel pada diri sendiri.
sementara di ruangan Vina Aditya dan Aldo sedang berbicara dengan Vina.
"jadi apa kau menerima cara membayar semua yang sudah aku lakukan?"tanya Aditya pada Vina.
"terima saja Vin selain untuk karir gaji ini juga cukup untuk biaya sekolah dan kebutuhan sehari hari keluarga mu"ucap Aldo santai kaya dipantai.
Vina membuang nafasnya kasar "huh,baiklah aku menerimanya hanya 1 tahun kontrak kita hanya 1 tahun dan setelah itu tidak ada lagi hutangku padamu"ucap Vina menunjukan jari telunjuknya.
Aditya dan Aldo mengangguk pelan.
flashback on
"baiklah akan aku beritahu cara apa kau membayar ku"ucap Aditya sambil melepas pangkuan tangan didadanya dan melirik Aldo.
Aldo yang mengerti langsung mendekat
"jadilah sekretaris di perusahaan Brawijaya group selama 1 tahun baru hutang mu dianggap lunas"ucap Aldo menerangkan.
vina hanya mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti, Aditya yang mengerti kebingungan diwajah Vina pun membuka suara "jadilah sekretaris ku"ucap Aditya datar.
"Apa!!tapi kenapa harus sekretaris?aku akan membayar mu dengan uang nanti Jika aku punya"ucap Vina terkejut.
"kalo begitu bayar sekarang aku tidak akan memberi mu waktu,cepat bayar sekarang"ucap Aditya sambil meletakkan tangannya di didepan Vina tanda meminta.
Vina bingung harus membayarnya dengan apa.
"harusnya kau tidak usah membawa ku kemari biarkan saja aku dijembatan sana dengan begitu aku tidak akan punya hutang padamu"ucap Vina sedikit cemberut.
"heh nona kau pikir kau hanya punya hutang uang?tidak nona anda juga berhutang budi dengan saya!jika bukan karna saya mungkin sekarang anda sudah tiada bunuh diri karena merasa frustasi masa depan anda sudah direnggut!"ucap Aditya mulai emosi.
Vina akhirnya bungkam dan berfikir"apa aku terima saja penawaran nya yang dikatakannya memang benar jika bukan karna dia mungkin aku sudah terjun dari jembatan semalam"ucap pada dirinya sendiri didalam hati.
flashback off
akhirnya Vina menerima penawaran aditya dan mulai besok dia sudah harus bekerja di perusahaan Brawijaya group.
Vina hanya bisa pasrah dan tiba tiba pintu terbuka memperlihatkan seorang ibu bersama seorang gadis cantik lari berhamburan ke pelukan vina tanpa melihat siapa yang ada diruangan itu.
"sayang kamu baik baik saja kan?"tanya Dina masih memeluk Vina.
"iya ibu Vina baik baik aja kok,Iqbal sama siapa kok ibu sendiri kesini?"tanya Vina sambil melepas pelukan dari ibunya,namun sebelum ibu menjawab Dila sudah memotongnya duluan.
"heh kau bilang ibumu sendiri lantas kau anggap apa aku ini?"tanya dila sewot.
Vina hanya cengengesan "hehehe ...cup.. cup.. cup sini sahabat ku yang cantik"bujuk Vina sambil membuka tangannya,Dila langsung memeluk erat Vina.
"apa kau baik baik saja mengapa kau tidak mengabari ku dan Imel kalo kau dalam bahaya hiks...hiks ..hikss"tangis Dila yang merasa sedih melihat Vina( padahal Vina ngga ngapa ngapa kan dil 😂) Vina melepas pelukan dila.
"aku tidak apa apa ada orang baik yang menolong ku"ucap Vina sambil melirik Aditya kemudian melirik Aldo, sedangkan yang dilirik hanya menunjukan ekspresi datar.
"oh ya btw kamu kesini sendiri?"tanya Vina, mendengar pertanyaan Vina Dila langsung menunjukkan ekspresi terkejut.
"astagfirullah aku ninggalin Imel tadi ketika dia diparkiran pasti dia lagi nyariin aku"kaget sambil menepuk dahinya.
namun sebelum dila menggapai gagang pintu,pintu sudah terbuka dan memperlihatkan seorang gadis yang sedang cemberut dan merasa kesal.
Dila yang melihat itu langsung cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.
"hehehe kau tau ya ruangan Vina disni,apa kau baik baik saja?"basa basi dila. Namun si empu yang ditanya hanya diam dan masuk menuju ranjang Vina dia lari ke pelukan vina.
"Vina apa kau baik baik saja Barbie ku?kau tahu seberapa khawatir nya aku setelah mendapat kabar kau ada dirumah sakit?"tanya Imel sambil memeluk erat Vina.
Vina tersenyum dan berkata" aku baik baik saja sayang,dan ya kalian benar benar sahabat terbaik terimakasih sudah perduli padaku"ucap Vina melepas pelukan Imel.
Dila menghampiri Vina dan Imel kemudian dia menatap Imel "Imel jangan marah ya tadi aku spontan meninggalkan mu karena aku sangat khawatir pada Vina"ucap Dila dan dijawab anggukan oleh Imel.
Aditya, Aldo dan Dina hanya memperhatikan mereka kemudian Dina melihat ke arah Aditya dan aldo, terkejut itulah ekspresi Dina sekarang.
"loh nak Adit?nak Aldo? mengapa kalian ada diruangan anak bibi?"tanya Dina sopan karena kedua pemuda ini adalah anak majikannya.
Vina menatap heran kepada ibu kemudian kepada kedua pemuda itu bergantian begitupun Imel dan Dila.
"ibu kenal sama mereka?"tanya Vina dan dina menjawab dengan anggukan kepala.
"mereka anak majikan ibu Vin"ucap Dina.
"hah berarti dia anak Tuan dan nyonya Brawijaya?"tanya Vina terkejut dina hanya menjawab tersenyum sambil mengangguk.
" bi Dina,kami kesini karena ingin melihat Vina semalam kami menolong nya ketika dia ingin dilecehkan dijembatan"ucap Aldo santai sedangkan Aditya hanya diam saja.
Dila memperhatikan Aditya dan Aldo penuh kekaguman akan ketampanan mereka "ya Allah ganteng banget si mereka"ucap Dila dalam hati.
"ya Allah terima kasih nak Aldo nak Adit sudah menyelamatkan anak saya"ucap dina sambil menyatukan kedua tangannya dan 2 pemuda itu hanya menjawab dengan anggukan.
tak berselang lama pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan seorang dokter tengah memasuki ruangan Vina.
"nona Vina biar saya periksa dulu"sambil meletakkan stetoskopnya di dada Vina "sepertinya hari ini anda boleh pulang,jaga kesehatan anda dan lupakanlah kejadian semalam oke?"Vina hanya menjawab dengan anggukan kepala.
sedangkan Imel terus memperhatikan dokter tersebut "sepertinya aku pernah melihatnya"gumam Imel dan benar saja ketika dia inget dia langsung menatap ke dokter itu begitupun sebaliknya.
"Kau!!!!"ucap Imel dan Rendy bersamaan.
semua orang menatap bingung pada mereka berdua tak terkecuali Aldo dan Aditya.
" kamu mengenal dokter Rendy Mel?"tanya Vina.
"cih,kurang kerjaan sekali aku mengenal dokter tidak waras ini!,sedang apa kau disini?"sambil melirik sinis ke dokter Rendy.
"hai nona siapa yang kau bilang tidak waras? harusnya aku yang bicara seperti itu untuk apa kau disni?sudah kubilang bukan ini rumah sakit umum bukan rumah sakit jiwa!"menegaskan Imel membuatnya terlonjak kaget karena suara rendy.
" maksud mu aku ini gila begitu?apa kau tidak memiliki kaca?kau sendiri yang memaki diriku dulu padahal kita sama sama bersalah disana!ingat jika kau masih berkata aku ini gila akan aku cabik cabik wajah tampan mu itu"ucap Imel sambil menunjuk kewajah Rendy kemudian menutup mulut saat sadar akan kata terakhirnya.
Rendy hanya tersenyum simpul dan pamit kepada semua orang diruangan itu,setelah Rendy pergi Aditya dan Aldo juga pamit kepada Vina,Dina dan kedua temannya.
"ekhmm..kalo gitu kami permisi dulu ya bi dan Vina jaga kesehatanmu"ucap Aldo.
"kau cepatlah sehat aku tunggu besok Jagan sampai terlambat!"ucap Aditya tegas.
kemudian pergi meninggalkan ruangan Vina.
vina hanya diam dan menggerutu tentang aditya.
"dasar pria aneh,egois,kulkas huh mengapa aku harus bertemu dengannya sih"gerutu Vina dalam hati.
"maksud nak Adit apa nak?tanya ibu dan diangguki kedua sahabatnya tanda memiliki pertanyaan yang sama.
akhirnya Vina menceritakan semuanya dan ibu serta kedua sahabatnya mengerti.
"ya sudah terima saja apa yang sudah terjadi ini lagian benar kata nak Adit kalo bukan karena dia mungkin kau sudah hancur"ucap ibu menasehati
"iya Vin kita selalu dukung kamu!"ucap Dila dan Imel mengangguk.
bersambung
mohon maaf jika banyak kekurangan tapi mohon dan terimakasih sudah membaca😊🙏
dan prov