NovelToon NovelToon
Sahabat

Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:512
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

cerita kehidupan sehari-hari (slice of life) yang menyentuh hati, tentang bagaimana tiga sahabat dengan karakter berbeda saling mendukung satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

iri

Keesokan harinya, Rohita dan Dewi bangun lebih awal untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pergi ke pantai. Rohita menyiapkan makanan ringan dan air minum, sementara Dewi membersihkan tikar dan handuk yang akan mereka bawa. Setelah semua siap, mereka segera berangkat menuju pantai dengan menggunakan angkot karena motor Rohita masih dalam perbaikan.

Setelah beberapa saat perjalanan, mereka akhirnya sampai di pantai yang sama seperti yang mereka kunjungi beberapa hari yang lalu. Hamparan pasir putih dan laut yang biru jernih langsung menyambut mereka dengan hangat. Mereka segera mencari tempat yang cukup jauh dari keramaian untuk meletakkan tikar dan barang-barang mereka.

Saat mereka sedang menyebarkan tikar, Dewi melihat seseorang yang sedang bermain dengan ombak di kejauhan. Dia segera mengenali sosok gadis ceria yang sedang tertawa riang bersama seorang pria yang tampak mesra dengannya. “Kak Rohita, itu Devi dan devan lho!” seru Dewi dengan suara penuh kegembiraan. Rohita juga melihat mereka dan langsung tersenyum lebar.

Devi yang melihat mereka juga segera berlari ke arah mereka dengan cepat, devan mengikutinya dengan langkah santai. “Kak Rohita! Kak Dewi! Kamu juga datang ke pantai ya?” seru Devi dengan suara yang sangat ceria, kemudian langsung memeluk kedua temannya dengan erat. devan juga mendekati mereka dan memberikan sapaan ramah. “Halo Kak Rohita, Kak Dewi. Senang bertemu lagi dengan kalian,” ucapnya dengan senyum lembut.

Setelah saling bertukar sapaan, mereka semua duduk bersama di atas tikar yang sudah diletakkan. Devi mulai bercerita tentang bagaimana dia dan devan datang ke pantai untuk bersantai dan menikmati hari yang cerah. Dia juga menunjukkan berbagai macam mainan pantai yang dibawa devan untuknya, seperti layang-layang dan bola pantai.

“Saya bisa bermain layang-layang dengan sangat baik lho Kak! Nanti saya ajarin kalian ya!” ucap Devi dengan senyum lebar, kemudian langsung mengambil layang-layang dan mengajak devan untuk bermain bersama dia di pasir. Rohita dan Dewi melihat mereka dengan senyum hangat, melihat betapa bahagia nya Devi bersama devan.

Mereka berdua mulai menikmati suasana pantai yang tenang dan damai. Rohita membawa buku bacaan nya dan mulai membaca sambil menikmati angin pantai yang sejuk, sementara Dewi hanya duduk diam sambil melihat ke arah laut yang luas dengan ekspresi yang penuh kedamaian. Kadang mereka akan berbicara tentang hal-hal kecil atau memberikan makanan kepada Devi dan devan yang sedang bermain dengan layang-layang di kejauhan.

Saat mereka sedang menikmati suasana pantai yang damai, tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam mendekat dan berhenti di dekat tempat mereka sedang duduk. Dari dalam mobil keluar Bintang dengan wajah yang tampak sangat bahagia. Dia langsung mendekati Dewi dengan langkah cepat, kemudian membungkuk sedikit sebagai tanda sopan kepada Rohita.

“Halo Kak Rohita, maaf ya ganggu suasana kalian,” ucap Bintang dengan senyum ramah, kemudian menghadap Dewi dengan tatapan penuh cinta. “Sayang, aku datang menjemput kamu. Aku sudah menyediakan makanan laut yang lezat di rumah, dan aku juga ingin mengajak kamu berkencan malam ini,” katanya dengan suara lembut namun penuh semangat.

Dewi langsung tersenyum lebar dan berdiri dengan cepat. Dia melihat ke arah Rohita dengan ekspresi sedikit ragu. “Maaf ya Kak Rohita… aku harus pergi sama Bintang,” ucapnya dengan suara pelan. Rohita mengangguk perlahan dan tersenyum mendukung. “Tidak apa-apa Dewi, kamu pergi aja ya. Nikmati waktu bersama dia,” jawabnya dengan suara hangat.

Bintang kemudian mengajak Dewi untuk naik ke dalam mobilnya. Sebelum pergi, Dewi memberikan pelukan singkat kepada Rohita dan memastikan bahwa dia akan segera kembali mengunjunginya di kost. Setelah itu, Dewi pergi bersama Bintang, meninggalkan Rohita sendirian di pantai.

Rohita melihat mobil mereka pergi hingga hilang dari pandangan, kemudian kembali duduk di atas tikar dengan ekspresi yang sedikit murung. Dia melihat ke arah Devi dan devan yang masih asyik bermain layang-layang di kejauhan, merasa semakin kesepian sendirian.

Meskipun dia sangat senang untuk kedua temannya yang telah menemukan kebahagiaan bersama pasangannya, di dalam hatinya Rohita merindukan perhatian dan kasih sayang yang sama. Dia mulai merenung tentang pria bernama Arga yang pernah mengungkapkan perasaannya padanya di pantai beberapa hari yang lalu, dan merasa sedikit menyesal karena telah menolaknya dengan kasar.

Rohita mengambil buku bacaan nya kembali namun tidak bisa fokus membacanya. Dia hanya duduk diam sambil melihat laut yang luas, merenungkan masa depan nya dan bagaimana rasanya memiliki seseorang yang bisa dia andalkan dan cintai dengan tulus.

Saat Rohita masih terbenam dalam pemikiran nya, tiba-tiba seseorang mendekatinya dari belakang. Dia merasa ada orang berdiri di belakang nya dan segera berbalik, lalu terkejut melihat wajah Arga yang sedang tersenyum lembut padanya.

“Permisi mbak Rohita, bolehkah aku duduk di sini?” tanya Arga dengan suara yang tenang dan ramah. Rohita sedikit terkejut namun segera mengangguk. “Silakan saja mas Arga,” jawabnya dengan suara singkat.

Arga duduk di sebelahnya dan kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil yang dibungkus dengan kertas cantik dari dalam kantong jaket nya. “Aku membawa sesuatu untuk mbak,” ucapnya dengan suara penuh perhatian, kemudian memberikan kotak tersebut kepada Rohita. “Ini hadiah dari aku untuk mbak. Maaf jika aku datang secara tiba-tiba, tapi aku tidak bisa menghentikan diri untuk tidak melihat mbak lagi.”

Rohita menerima kotak tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar, kemudian membukanya dengan hati-hati. Di dalam kotak tersebut ada sebuah kalung dengan liontin berbentuk bintang yang sangat cantik dan berkilauan di bawah sinar matahari. “Ini… ini sangat cantik mas Arga,” ucapnya dengan suara penuh kagum, tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya.

Arga tersenyum lembut dan kemudian mengangkat suara dengan serius. “Mbak Rohita, aku tahu aku pernah ditolak oleh mbak beberapa hari yang lalu, tapi aku benar-benar menyukai mbak. Aku tidak ingin memaksakan diri, tapi aku ingin memberikan mbak kesempatan untuk mengenal aku lebih baik. Aku siap menunggu selama apa pun untuk mbak,” ucapnya dengan tatapan yang penuh kejujuran.

Rohita melihat kalung tersebut lalu melihat wajah Arga yang tulus. Dia merasa iri melihat kebahagiaan Devi dan Dewi dengan pasangannya masing-masing, dan di saat yang sama merasa bahwa Arga adalah orang yang baik dan bisa dipercaya. Setelah berpikir sebentar, dia akhirnya mengangguk perlahan. “Baiklah mas Arga… aku bersedia untuk menjadi pacarmu. Tapi aku punya satu syarat,” ucapnya dengan suara tegas.

“Apa saja syaratnya mbak? Aku akan memenuhinya dengan senang hati,” jawab Arga dengan penuh harapan. “Jangan menyentuh aku dulu, setidaknya sampai aku merasa nyaman denganmu,” ucap Rohita dengan wajah yang sedikit kemerahan. Arga langsung mengangguk cepat dan tersenyum lega. “Tentu saja mbak, aku akan menghormati keinginan mbak. Aku hanya ingin membuat mbak bahagia,” ucapnya dengan suara penuh cinta.

Setelah itu, Arga membantu Rohita untuk mengenakan kalung tersebut. Saat kalung menyentuh leher nya, Rohita merasa sedikit gugup namun juga merasa ada rasa hangat yang mengalir ke dalam hatinya. Setelah itu, mereka duduk bersama sambil berbincang tentang hal-hal kecil, Arga bercerita tentang dirinya dan pekerjaannya, sementara Rohita mulai membuka diri sedikit demi sedikit kepada nya.

Setelah beberapa saat berbincang dan menikmati suasana pantai bersama Arga, matahari mulai mulai merunduk ke arah ufuk barat. Rohita merasa sudah cukup lama berada di pantai dan memutuskan untuk pulang ke kost.

“Aku harus pulang sekarang mas Arga, ada beberapa hal yang harus aku kerjakan di kost,” ucap Rohita dengan suara lembut. Arga mengangguk dan berdiri bersama nya. “Baiklah mbak, aku akan antar mbak pulang ya,” tawarnya dengan senyum ramah. Namun Rohita menolak dengan sopan. “Tidak apa-apa mas, aku bisa pulang sendirian kok. Kamu juga pasti punya urusan sendiri kan?” jawabnya dengan suara yang tetap tegas.

Arga memahami dan tidak memaksakan diri. Dia memberikan ciuman lembut di dahi Rohita dengan hati-hati, tidak ingin menyentuh nya lebih dari itu seperti yang telah disepakati. “Baiklah mbak, kalau begitu aku akan menghubungi mbak nanti ya. Jangan lupa makan dengan teratur dan jangan terlalu sering marah ya,” ucapnya dengan suara penuh perhatian.

Rohita tersenyum lembut dan mengangguk. Setelah itu, mereka berpamitan dan Rohita mulai berjalan menuju tempat angkot untuk pulang ke kost. Arga tetap berdiri di sana sampai Rohita benar-benar hilang dari pandangannya, kemudian baru pergi meninggalkan pantai.

Setelah sampai di kost dengan menggunakan angkot, Rohita memasuki kamar nya yang kembali terasa sepi dan sunyi. Dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari pasir dan keringat yang menempel di tubuh nya. Setelah itu, dia mengenakan pakaian yang lebih nyaman dan duduk di depan cermin untuk melihat kalung yang baru saja diberikan Arga.

Dia menyentuh liontin bintang dengan lembut, merenungkan apa yang baru saja terjadi. Meskipun dia masih merasa sedikit tidak nyaman dengan hubungan baru nya, dia juga merasa ada harapan baru yang muncul di dalam hatinya. Dia mulai berpikir tentang masa depan nya bersama Arga, dan bagaimana rasanya memiliki seseorang yang benar-benar peduli dengannya.

Rohita kemudian pergi ke dapur untuk memasak makanan sendirian. Meskipun dia sendirian, kali ini rasanya tidak terlalu hambar seperti sebelumnya. Dia merasa ada sesuatu yang berbeda di dalam dirinya, sesuatu yang membuat nya merasa lebih bahagia dan penuh semangat. Setelah selesai memasak dan makan, dia membersihkan piring dan kemudian menghabiskan sisa malam nya dengan membaca buku sambil menyimak musik lembut dari radio nya.

1
Jing_Jing22
Aduh, nyesek banget lihat Dewi nangis sendirian begitu. 🥺 Untung ada Rohita yang lewat. Walaupun awalnya kelihatan galak, ternyata Rohita peduli banget. Semoga Dewi mau cerita masalahnya ya!
Wida_Ast Jcy
do re mi donk🤭🤭🤭 tiga sahabat dipanggil do re mi hehheh
Wida_Ast Jcy
Saran ya thor dialog dengan narasi ada baiknya dipisah lho. 🙏🙏🙏
Mingyu gf😘
bahasa formal sama bahasa sehari hari jangan di campur
Mingyu gf😘
Jangan terlalu suka kepo dengan orang yang gak di kenal
Anang Anang
lanjut
Dini
mantap
Dini
sangat mengispirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!