Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.
Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
"Dasar brengsek!" Lorcan bergegas mundur, bersiap untuk mengeluarkan serangan. "Aku sudah hampir tiba di Mondeno, dan sialnya Galata justru menemukan keberadaanku."
Talon dan dua anggotanya bersiap sedia, mengelilingi kedua pria bertopeng itu. Saat angin berhembus, mereka seketika melancarkan serangan.
Dua anggota bertopeng itu bergerak menghindar, berlari ke arah berbeda, bersembunyi di balik tumpukan kotak kayu. Gudang yang semula hening menjadi ramai dengan tembakan.
Talon dan dua anggotanya segera menyerang dengan pistol listrik, tetapi dua pria bertopeng itu berhasil menahan dengan tameng. Lorcan memperhatikan dari tempat persembunyiannya, bersiap menyerang.
Dua pria bertopeng itu melesat maju, menyerang dengan sarung tangan yang mengeluarkan listrik. Mereka berhadapan dengan dua anggota UltraTech, sedangkan Talon mengamati dari tempatnya berdiri.
Pertarungan empat pria itu terus berlangsung. Mereka saling menyerang dalam jarak dekat. Talon ambil bagian dalam pertarungan, menyerang kedua pria bertopeng dengan tongkat dan serangan listrik dari sarung tangannya.
Kedua pria bertopeng itu terdorong mundur saat Talon menyerang. Kedua anggota UltraTech berlari ke belakang dua pria bertopeng, bersiap dengan sebuah serangan.
Kedua pria bertopeng itu menarik diri ke arah besi di atas, menghindar dari serangan. Saat akan menyerang, dua misil seketika mengarah pada mereka.
Kedua pria bertopeng itu berhasil menghindar ke samping, berayun di antara besi-besi. Mereka melancarkan serangan balasan dengan misil-misil yang kuat.
Talon dan dua rekannya seketika memasang penghalang. Saat akan maju, serangan susulan muncul. Misil-misil yang menyerang mengeluarkan asap yang mengganggu kinerja alat-alat mereka.
"Sial!" gerutu Talon sembari melompat mundur, melepas topeng. Saat menoleh ke belakang, sebuah pisau sudah berada di dekat lehernya.
Asap perlahan menghilang. Dua anggota UltraTech sudah terbaring di lantai dengan keadaan tidak sadarkan diri.
Lorcan terkejut, bersiap untuk menyerang sekaligus melarikan diri. "Mereka berhasil mengalahkan Talon dan dua anggotanya dengan mudah."
"Tunggu! Di mana satu pria bertopeng lain?" Lorcan mengawasi sekeliling, melompat mundur saat dua misil mengarah padanya.
"Dasar brengsek!"
Salah satu pria bertopeng dengan cepat melepas topeng Talon, bergegas menjauh, memberi tanda pada rekannya.
"Mereka melepaskanku?" Talon segera mengambil besi di sela-sela kotak kayu, melompat mundur hingga ke dekat Lorcan.
Lorcan bersiap menyerang dengan kedua tangannya.
"Tunggu, kami bukan musuh!" teriak salah satu pria bertopeng seraya melepaskan topengnya, mengangkat kedua tangan.
"Kau!" ujar Lorcan dan Talon nyaris bersamaan, terkejut. "Gideon."
Sosok pria bertopeng lain mendekati Gideon, melepaskan topeng.
"Gabriel!" Lorcan dan Talon menurunkan dan membatalkan serangan.
Lorcan melepas topeng, mengembalikan wujud tangannya seperti semula. "Kalian ternyata masih hidup. Kalian beruntung karena aku tidak menghabisi kalian."
"Kami mohon maaf atas tindakan barusan, Ketua. Kami berpikir jika kalian adalah anggota Galata yang akan menyerang kami. Mereka terus mengejar kami tanpa henti. Kami tidak memiliki pilihan selain membela diri," jelas Gabriel sembari menyemprotkan asap pada dua anggota yang tidak sadarkan diri.
Dua anggota UltraTech mulai sadarkan diri, seketika bersiaga saat menyadari keadaan. Mereka terkejut saat melihat Gideon dan Gabriel.
"Bagaimana kalian bisa lolos hingga sekarang?" tanya Lorcan.
Gideon menjawab, "Setelah kami berhasil selamat dari penyerangan di markas, kami pergi dari satu ke kota lain sampai akhirnya kami pergi ke salah satu villa milik Alexander Ashcroft yang berada di Kota Goldentown. Alexander membantu kami bersembunyi dari Galata sekaligus menyiapkan kebutuhan kami."
"Akan tetapi, kami terpaksa pergi setelah Alexander memberi tahu kami jika Galata merekrutnya sebagai anggota. Kami tidak tahu apakah Alexander memberi tahu soal kami pada Galata atau tidak setelah dia menjadi anggota Galata. Namun, Galata terus mencari keberadaan kami hingga saat ini.”
"Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari penyusupanku ke sistem Galata, Galata merekrut banyak orang-orang penting di dunia untuk menjadi anggota mereka. Alexander mau tidak mau bergabung dengan mereka mengingat keuntungan yang akan dia peroleh."
"Sayangnya, aku tidak bisa lagi menyusup ke sistem Galata karena keamanan mereka terus meningkat seiring waktu. Aku juga harus berhati-hati agar menghindari kecurigaan."
Lorcan mengamati sarung tangan, topeng, sepatu, dan alat-alat yang digunakan oleh Gideon dan Gabriel. "Kalian berhasil membuat alat yang hebat sehingga mampu mengalahkan dua bawahan Talon dengan mudah."
"Kami menyusup ke lembaga penelitian militer sekitar satu minggu yang lalu. Kami juga berhasil mengumpulkan informasi sekaligus alat-alat," jelas Gabriel.
"Apa kalian memiliki alat-alat yang lain? Aku ingin memeriksanya."
"Kami hanya bisa membuat dua cadangan dari alat-alat yang kami gunakan. Meski begitu, kami membawa beberapa bahan untuk membuat alat-alat itu. Kami akan memberikan satu cadangan padamu, Ketua.”
"Itu sudah lebih dari cukup. Aku bisa memperbanyak alat-alat itu dan memperbaharui alat-alatku dan kalian jika aku sudah mempelajarinya."
Gideon memberikan sebuah kotak pada Lorcan. Lorcan mengubah tangannya menjadi tangan robot, melakukan pemindaian pada kotak tersebut.
Gideon dan Gabriel terkejut meski mereka tidak mengatakan apa pun.
Lorcan mengambil beberapa alat dan bahan, kemudian memprosesnya. "Aku membutuhkan beberapa waktu untuk memindai alat-alat ini sekaligus menyalin sistemnya. Setelah itu, aku bisa memproduksi alat-alat ini."
"Apa tujuan kalian sekarang?" tanya Lorcan sembari mengamati progres di layar.
"Kami akan pergi ke Monteno, Ketua. Negara itu adalah tempat teraman untuk sekarang. Perjalanan kami terganggu karena kami harus melarikan diri dari Galata."
"Kita memiliki tujuan yang sama. Kalian harus bergabung denganku. Semakin banyak anggota, semakin kuat kita. Kalian hanya akan menjadi sasaran jika kalian hanya berdua. Anggota kelompok lain bahkan membentuk koalisi untuk melawan Galata.”
"Kami mengerti." Gideon dan Gabriel mengangguk.
"Apa kalian tahu di mana keberadaan George sekarang?" Lorcan menatap Gabriel dan Gideon, memeriksa progres di layar.
"Kami tidak memiliki informasi apa pun mengenai George, Ketua. Kami hanya fokus untuk menyelamatkan diri sekarang," jawab Gabriel.
Suasana menjadi hening.
Lorcan berhasil menciptakan salinan alat dari alat-alat yang digunakan oleh Gideon dan Gabriel. Dia juga bisa menggabungkan alat-alat itu dengan sistem miliknya. Tak lama setelah hujan reda, ia dan rombongan bergegas meninggalkan gudang, menaiki perahu.
Sementara itu, Draco dan para bawahannya baru saja memasuki sebuah ruangan. Tabung-tabung kaca memadati setengah ruangan. Orang-orang masih berada di dalam tabung dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Bagaimana dengan progresnya?" tanya Draco pada salah satu bawahannya.
"Semuanya sudah siap, termasuk serum-serum itu, Ketua." Salah satu pria yang mendekati Draco menjawab.
Draco tersenyum. "Baiklah, kalau begitu lepaskan mereka dari tabung-tabung itu sekarang. Aku ingin melihat langsung kemampuan mereka."
"Baik." Pria itu memberi arahan pada beberapa bawahannya.
Draco mengepalkan tangan erat-erat saat melihat satu per satu tabung terbuka. Air yang berada dalam tabung tersedot hingga orang-orang yang berada di dalam tabung terlihat lebih jelas. Mata mereka mulai terbuka, begitu pun dengan jari jemari mereka.
Draco seketika mendapatkan penglihatan. Ia melihat orang-orang yang menghalanginya kembali.
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍