Seorang pemimpin bernama Venzo yang mempunyai kerabat sebanyak 5 orang dan mereka memilki kemampuan masing masing bahkan mereka juga mendirikan sebuah markas khusus untuk menyimpan semua senjata saat menuntaskan segala tindak kejahatan.
Pembunuhan, pembantaian, penyiksaan, pelecahan terhadap wanita semuanya mereka babat habis sampai tidak tersisa.
Organisasi terbesar di Korea Selatan ialah Jopok, organisasi itu sangat di takuti dan di segani oleh semua orang tetapi Jopok hanya didirikan untuk memberantas segala kejahatan, memberikan keamanan pada dunia.
Walaupun mereka terlihat bringas dan sangar, malah membuat seorang wanita bernama Han Jeihi jatuh cinta pada sosok pemimpin bertubuh kekar yang tak lain Venzo.
Han Jeihi seorang wanita penghibur di salah satu bar Korea Selatan dimana dirinya sedang mengalami hal yang rumit untuk menyelamatkan diri dan keluarganya itu, gadis cantik berambut panjang dengan wajah yang begitu mempesona membuat lelaki jatuh cinta padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tewasnya Ley Fu
...⚜⚜⚜...
"Hei kalau kita bersembunyi terus seperti ini, tidak lama lagi kita akan tertangkap oleh serangga itu!" bisik Shin mengarah ke telinga Venzo yang masih serius mengamati langkah kaki Ley Fu.
"Kau diam saja di belakangku! jangan banyak berbicara tundukkan kepalamu sedikit," perintah Venzo yang tak menoleh pada Shin karena ia masih terfokus pada gerakan Ley Fu.
"Aku sudah tidak tahan lagi," keluh Shin membuat Venzo mulai jengah.
"Apalagi yang ingin kau lakukan?" tanya Venzo pula melontarkan tatapan mata tajamnya ke arah Shin.
Glup
Shin merinding saat tatapan itu mengarah padanya ternyata mata indah itu juga sangat menakutkan jika terlihat dari jarak yang dekat makanya ia mengelus pundak lehernya serta menahan rasa sakit yang kini ia rasakan.
"Astaga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya," gerutu Shin sambil memegang adik kecilnya.
Venzo dibuat kesal oleh tingkah Shin yang kekanakan itu sehingga wajahnya begitu memerah terlihat menahan kemarahan.
"Kau bisa diam tidak? apa kau ingin kita berdua mati di sini?" geramnya pula membuat Shin tambah ketakutan.
"Aku ingin buang air kecil, bisakah kau mengerti sedikit?" ia sudah tampak menggeliat tak menghiraukan kekesalan Venzo.
Venzo menarik nafas kasar dan mengintip dari selah kolong meja kini Venzo memiliki ide untuk bisa keluar dari situasi saat ini.
"Kau, merangkak dari setiap bawah kolong! aku akan mengalihkan pandangannya terhadapmu jadi jangan sampai kau tertangkap olehnya!" pesan Venzo menatap tegas Shin yang sudah berkeringat dingin.
"Baiklah! aku akan tetap waspada, kau bisa pegang ucapanku!" lirih Shin pula terdengar menahan sesak di dadanya.
Venzo anggukkan kepala sementara Ley Fu berjalan tanpa bersuara lagi kini kesempatan Shin untuk bergerak dari arah berlawanan kemudian Venzo juga bergerak dari arah yang berbeda tampak mereka sudah terpisah lalu ia sengaja menampakkan bagian punggungnya supaya Ley Fu menyadari keberadaan dirinya.
Dor
Dor
Suara tembakan berulang melambung ke atas membuat Shin gemetaran sehingga lutut kakinya terasa tak bisa bergerak seketika berhenti di tengah jalan.
Klek
"Ternyata kau ingin kabur dariku?" kata Ley Fu siap menembakkan kepala Shin seketika dengan raut wajah yang geram.
Shin tak percaya bahwa dirinya tertangkap oleh Ley Fu sampai bisa menahan dirinya menggunakan pistol miliknya itu.
Venzo masih mengamati dari jauh tak ingin mengambil tindakan gegabah namun ia terus merunduk sambil berlari mencari tempat aman untuk menghentikan Ley Fu berbuat hal buruk pada Shin.
"Serahkan uang itu padaku atau tidak kepalamu ini akan aku hancurkan!" Ley Fu berkata dengan lantang dan mencibir secara keras.
"Uang itu tidak ada padaku! sudah aku letakkan di bagian sana," tunjuk Shin dengan berkilah padahal uang berisi koper sudah ada di tangan Venzo.
Ley Fu tertawa kecil melihat sikap Shin yang ketakutan. "Hei, keluarlah atau teman mu ini akan mati di tanganku!" teriak Ley Fu tampak tak bisa tertipu oleh ucapan Shin barusan. "Apa kau fikir aku bodoh? sudah mau mati saja masih bisa menipuku!" berang Ley Fu tampak murka dari wajahnya melihat Shin.
Mampus aku! kalau sudah begini bisa-bisa aku akan mati di tangan serangga ini. Batin Shin mulai berfirasat buruk sehingga dia terdiam tak menjawab ucapan Ley Fu.
Setelah mendengar teriakan itu Venzo pun melemparkan koper tadi tepat mengarah di bawah kaki Ley Fu.
Tentu saja Shin membelalakkan matanya melihat Venzo memberikan koper itu begitu saja pada Ley Fu.
"Ternyata kau takut juga padaku! ahahah, sekarang uang ini hanya milikku dan kau? akan tetap mati di tanganku!" kekehan Ley Fu serta gelak tawanya pula sambil meraih koper itu dan menempatkan pistolnya di dahi Shin.
Klek
Bunyi pistol yang hendak siap mengeluarkan pelurunya membuat Shin menutup mata seketika terlihat pasrah karna Venzo belum juga bergerak dalam keadaan situasi genting itu.
"Pergilah kau ke neraka! hahaha..." Teriakan Ley Fu sambil tertawa terbahak.
Klek
Klek
Saat Venzo mau bergerak cepat ternyata pistol yang ingin di gunakan oleh Ley Fu untuk menembak Shin sudah tidak memiliki peluru lagi.
"Ah... Sial?!" gerutu Ley Fu melemparkan pistolnya dengan keras sementara Shin sudah membuang nafas lega karena hidupnya masih selamat dari maut.
Terlihat dari arah yang dekat Ley Fu berjalan ingin meraih pistol yang ada di tangan bodyguardnya sebelum ia melangkah Venzo sudah bergerak lebih dulu dengan menempatkan pistol miliknya di kepala Ley Fu.
"Cepat juga gerakan mu!" imbuh Ley Fu dengan santai.
Shin mengelus dadanya dan bergerak secara sigap meraih koper tadi dari tangan Ley Fu apalagi ini menjadi kesempatan mereka untuk keluar karena Ley Fu sudah tidak bisa bergerak sebab tak memiliki apapun di tangannya.
"Kau keluar sekarang, cepat!" perintah Venzo dengan suara lantang.
Shin langsung berlari ke arah luar tetapi Ley Fu hanya melirik Venzo dari samping dan di saat Shin berlalu pergi lalu Venzo pun ikut bergerak namun terus menepatkan pistolnya pada Ley Fu ketika dirinya melangkah mundur.
Karena merasa muak dengan semua itu Ley Fu bergerak tanpa berfikir panjang ia langsung meraih pistol yang ingin dia ambil tadi dan menembakkan tepat ke arah Venzo.
Dor
Dor
Setelah Ley Fu menembakkan pistolnya sedikit lagi hampir mengenai Venzo namun tetap bisa di elakkan oleh Venzo.
Dor
Dorr
Yeap, suara tembakan dari Venzo mengeluarkan peluru dengan dua kali tembakan mengarah pada jantung dan kepala Ley Fu sangat tepat sasaran kini Ley Fu terhempas ke lantai dengan berlumuran darah bahkan tewas di tempat.
Sebelumnya peluru yang di tembakkan Ley Fu juga ada dua tapi yang satu tak sesuai target yang satunya lagi terelakkan makanya Venzo selamat dari tembakan yang di arahkan Ley Fu padanya.
Venzo menarik kerah baju Shin yang sempay terbengong di tengah aksi Venzo.
"Cepat! apa lagi yang kau lihat?" Venzo berlari dengan menarik lengan Shin yang masih terdiam kaku saat melihat Ley Fu ambruk.
Mereka keluar dengan berlari secepat kilat meninggalkan paradise casino busan itu tanpa di curigai oleh orang di sekitar mereka.
Keduanya terbebas dari situasi genting dan berhenti di sebuah jalan ramai bahkan terduduk di aspal dengan dada yang teramat sesak karena terus berlari.
"Kau pegang lah ini aku ingin mencari tempat untuk buang air kecil dan kau tunggu aku di sini," imbuh Shin melemparkan koper itu ke tangan Venzo lalu ia pun berlari kecil sambil celingukan.
Venzo menatap dari jauh melihat tingkah Shin seperti itu ia terkekeh kecil karena bisa kenal dengan orang yang nyata membuat nyawanya hampir melayang.
Beberapa menit kemudian Shin kembali dengan wajah yang tenang karena sudah berhasil menemukan tempat untuknya buang air kecil wajah yang berseri seolah terlihat seperti orang di mabuk asmara padahal hanya lega bisa buang air kecil.
"Terimakasih sudah menolongku, ohya! kita belum berkenalan, aku Shin!" katanya pula memberi tangannya untuk di jabat oleh Venzo.
Syuuungg
Venzo melempar pelan koper ke tangan Shin sambil tersenyum kecil.
"Panggil aku Venzo! kau mau minum?" ucap Venzo sambil meraih botol sojunya yang tersisa di dalam bajunya namun tanpa menerima jabatan tangan Shin.
"Yaa, tentu saja! aku sedang kehausan sekarang." Shin menarik kembali tangannya yang tidak di jabat oleh Venzo.
Memalukan kau Shin! batinnya seolah tenang tetapi ia mengalihkan wajah sembari menikmati minuman yang di berikan Venzo untuknya.
..........
Bersambung...
...Dunia Sang Mafia...
sukses thor karya² nya
ck ck takut kalah sampai ingin bermain curang