NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rahasia keluarga song tersembunyi

Luna Zhang kini hidup dalam sebuah "Sangkar Emas" yang sangat kontras dengan penderitaannya di kedai kumuh sebelumnya. Tanpa ia sadari, klan Song telah memindahkannya ke sebuah safehouse super mewah di bawah tanah yang tersembunyi di balik dinding-dinding apartemennya.

Luna terbangun di atas tempat tidur dengan seprai sutra terbaik. Setiap kali ia bangun, segala kebutuhannya sudah terpenuhi tanpa ia harus meminta."

 Lemari pakaiannya dipenuhi dengan gaun-gaun desainer terbaru, semuanya berukuran pas, seolah si pemberi tahu setiap inci lekuk tubuhnya.

 Hidangan bintang lima disajikan tiga kali sehari oleh pelayan-pelayan yang bergerak tanpa suara (para pelayan ini sebenarnya adalah Boneka Energi ciptaan Chen Song yang tidak memiliki lidah untuk berbicara).

 Ruangan itu memiliki jendela yang menghadap ke luar pantai yang indah. Dinding-dindingnya  banyak lukisan aksara kanji tua yang menampilkan pemandangan hutan atau pantai yang tenang, membuatnya kehilangan jejak waktu dan realitas.

Meskipun dilayani bak ratu, jiwa Luna merasa tertekan. Ia tidak tahu siapa yang menyelamatkannya atau mengapa ia dikurung. Setiap kali ia mencoba bertanya pada pelayan, mereka hanya membungkuk diam.

 Luna (Berteriak pada dinding) "Siapa kau?! Jika kau William, bunuh saja aku! Jika kau Chen Song... tunjukkan dirimu! Kenapa kau memperlakukanku seperti pajangan?!"

Satu-satunya benda yang membuatnya merasa "hidup" adalah tanda lahir di pergelangan tangannya yang kini terus memancarkan rasa hangat yang menenangkan, seolah ada seseorang yang sedang memeluknya dari kejauhan.

Sementara Luna hidup dalam ketenangan dunia luar sedang terbakar. Chen Song telah menutup akses informasi bagi Luna agar ia tidak melihat kekejaman yang sedang ia lakukan.

 Di jalanan, pasukan bayangan Chen Song sedang memburu sisa-sisa Garda Hitam William.

 Tiga Penjaga Neraka dari Sekte Bayangan Darah telah tiba di batas kota, membawa hawa dingin yang mematikan. Mereka mencari keberadaan pembunuh Elder Feng.

Suatu malam, pintu kamar Luna terbuka. Cahaya dari koridor luar yang gelap masuk ke dalam. Sesosok pria dengan setelan jas mahal namun memiliki aura yang sangat asing masuk. tuan putri anda ditunggu di aula utama". silahkan keluar.

Pintu ruangan utama yang besar itu perlahan terbuka. Bukannya Chen Song yang muncul, melainkan seorang wanita dengan keanggunan yang mengintimidasi. Ia mengenakan jubah sutra panjang berwarna putih tulang dengan rambut hitam yang disanggul rapi. Wajahnya memiliki kemiripan yang kuat dengan Chen Song, namun tatapannya jauh lebih tenang dan bijaksana.

Dia adalah Lylia Song, kakak perempuan kandung Chen Song yang selama ini bergerak di balik layar sebagai pemimpin asli faksi rahasia Kerajaan Song.

Luna menghampirinya dengan langkah ragu, matanya sembab karena kebingungan. Lylia tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung rasa duka sekaligus kebanggaan.

Lylia Song "Duduklah, Luna. Aku tahu kau memiliki ribuan pertanyaan. Aku adalah Lylia, kakak dari pria yang kau kenal sebagai menantu sampah, namun bagi kami... dia adalah harapan terakhir dinasti kami."

Lylia mulai bercerita dengan suara yang mengalun seperti melodi sedih. Ia mengungkapkan rahasia yang selama ini disembunyikan bahkan dari Chen Song sendiri hingga ia dewasa

 Keluarga Song bukanlah orang biasa, mereka adalah keturunan murni dari garis langit. Namun, Chen Song lahir dengan Inti kultivasi yang tertutup dan tidak bisa menjadi seorang petarung di keluarga song, 

itulah kenapa dia dibuang agar tidak menjadi

incaran keluarga song yang lain.

 Chen Song sengaja dibuang ke luar, hidup menderita dan menjadi menantu yang dihina, bukan karena mereka tidak mencintainya. Itu adalah cara untuk "membangkitkan" energinya melalui penderitaan duniawi.

 "Kami mengirimnya ke keluarga Zhang karena kami pikir kesederhanaan akan menjaganya tetap aman. Namun, pengkhianatan William dan Carren justru memicu segel itu pecah lebih awal. Sekarang, dia bukan lagi adik kecilku yang lembut... dia adalah naga yang sedang membakar dunianya sendiri."

Lylia memegang tangan Luna, kulitnya terasa hangat namun bergetar.

Lylia Song "aku mengurungmu di sini bukan karena aku tidak mempercayaimu, Luna.  

dunia luar tidak seperti yang kau bayangkan". dunia sekuler hidup berdampingan bersama dengan dunia kuktivator dan sihir. banyak perguruan tersembunyi di negeri ini". dan banyak juga yang jahat luna zhang". aku sebagai kaka ipar mu wajib melindungimu.

Lylia Song mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kayu cendana hitam. Di dalamnya, tergeletak sebuah Giok Ungu Sembilan Langit yang berdenyut, memancarkan cahaya mistis yang seolah memiliki detak jantung sendiri.

Lylia Song "Giok ini mengandung sari pati energi murni dari leluhur kami. Jika kau selamat, kau akan memiliki fondasi untuk berdiri di samping adikku. Jika tidak, tubuhmu akan hancur menjadi debu. Apakah kau siap, Luna?"

Tanpa ragu, Luna mengambil giok itu dan menelannya bulat-bulat.

Seketika, mata Luna membelalak. Ia jatuh berlutut, mencengkeram dadanya yang terasa seperti disiram cairan logam mendidih.

 Suhu di dalam ruangan melonjak drastis. Keringat yang keluar dari pori-pori Luna menguap sebelum sempat jatuh ke lantai.

  Meridian Terbuka Luna merasakan sensasi seperti ribuan jarum panas sedang menusuk dan menjahit ulang setiap pembuluh darah di tubuhnya. Tulang-tulangnya berderak, memanjang, dan mengeras sekeras batu permata.

Lylia menatap dengan takjub. Biasanya, seseorang akan pingsan atau berteriak histeris, namun Luna tetap terjaga meski wajahnya pucat pasi. Tiba-tiba, dari punggung Luna muncul proyeksi cahaya berbentuk Teratai Ungu yang mekar dengan anggun.

 Lylia Song (Membatin) "Luar biasa... Dia bukan hanya berbakat, dia memiliki Tubuh Roh Teratai Suci! Ini adalah bakat langka yang hanya muncul seribu tahun sekali."

Di tengah rasa panas yang membakar, kesadaran Luna tertarik ke sebuah ruang hampa. Di sana, ia melihat bayangan Chen Song yang sedang berdiri di tengah lautan api hitam, dikelilingi oleh mayat-mayat. Ia melihat kegelapan yang menyiksa suaminya.

"Chen Song... jika kau adalah api yang menghanguskan, maka aku akan menjadi air yang menenangkanmu," bisik Luna di dalam batinnya.

Setelah beberapa saat, rasa panas itu mereda, digantikan oleh hawa dingin yang segar dan kekuatan yang meluap-luap. Kulit Luna kini tampak bercahaya, matanya yang dulu lembut kini memiliki kilatan ungu yang tajam dan berwibawa.

Ia berdiri perlahan, dan hanya dengan satu gerakan tangan, tekanan udara di ruangan itu berubah. Ia merasa bisa mendengar detak jantung setiap orang di gedung itu.

 Lylia Song menatap Luna dengan pandangan yang dalam. Ia menyadari bahwa meski Luna baru saja membangkitkan bakat yang luar biasa, melemparkannya ke medan perang sekarang sama saja dengan menyia-nyiakan permata yang baru saja diasah.

"Tahan amarahmu, Luna," ujar Lylia sambil melambaikan tangan, memanggil lima gulungan kitab kuno yang melayang di udara. "Di atas sana, adikku sedang berpesta darah. Jika kau naik sekarang tanpa teknik yang benar, kau hanya akan menjadi beban baginya. Pelajari ini, dan jadilah senjata yang sesungguhnya."

Lylia menyerahkan lima kitab tersebut, masing-masing mewakili elemen kekuatan dari keluarga Song yang asli

  Kitab Langkah Bayangan Langit Teknik gerak yang memungkinkan Luna berpindah tempat secepat kilat, seolah-olah ia menyatu dengan udara.

 Seni Meditasi Teratai Ungu teknik untuk mengendalikan Inti Matahari di tubuhnya agar tidak meledak dan menghanguskan jiwanya sendiri.

 Segel Pemurnian Jiwa Khusus diciptakan untuk menenangkan energi iblis. Lylia tahu hanya Luna yang bisa menarik Chen Song kembali dari kegelapan nantinya.

Lylia mengaktifkan sebuah formasi di lantai ruangan. "Ruangan ini telah aku segel dengan teknik Lipatan Waktu. Satu hari di dalam sini setara dengan satu bulan di dunia luar. Gunakan waktumu sebaik mungkin."

Luna duduk bersila di tengah formasi. Begitu ia membuka kitab pertama, huruf-huruf emas di dalamnya seolah melompat masuk ke dalam keningnya. Ia mulai tenggelam dalam samudera ilmu kultivasi yang sangat dalam.

Sementara Luna mengasah kekuatannya, Chen Song sedang menghadapi ujian terberatnya. Di alun-alun kota, Tiga Penjaga Neraka dari Sekte Bayangan Darah telah mengepungnya.

  Penjaga Pertama (Si Penjerat Arwah): Menggunakan rantai berduri yang bisa mengunci pergerakan Qi.

 Penjaga Kedua (Si Pemakan Bangkai): Memiliki tubuh raksasa yang tidak bisa ditembus oleh serangan fisik biasa.

  Penjaga Ketiga (Si Pencuri Bayangan): Bisa menghilang dan menyerang dari titik buta.

Chen Song, dengan mata merah menyalanya, tertawa liar. "Hanya bertiga? Grandmaster Mo terlalu meremehkanku!"

Ia melepaskan teknik Domain of the Damned, mengubah alun-alun menjadi zona kematian. Namun, tanpa dukungan energi murni, Chen Song perlahan mulai terpengaruh oleh hawa iblisnya sendiri—ia mulai menyerang tanpa pandu, membabi buta.

Di dalam ruang bawah tanah, waktu berlalu dengan cepat bagi Luna. Rambut hitamnya kini memiliki semburat warna perak di ujungnya, tanda bahwa energinya telah mencapai tingkat Master Realm hanya dalam hitungan hari (menurut waktu internalnya).

Tiba-tiba, Luna membuka matanya. Tekanan energi di ruangan itu meledak, menghancurkan meja-meja giok di sekitarnya. Ia tidak lagi tampak seperti wanita lemah yang terusir ia adalah Dewi Perang yang baru bangkit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!