menceritakan kisah cinta anak bram sanjaya
putra Bram sanjaya dan putri Bram sanjaya adalah anak kembar dari pasangan Wina wijaya dan Bram sanjaya, mereka terlahir kembar namun mempunyai karakter yang berbeda, putra yang dingin dan spontan, tidak memikirkan perasaan lawan bicara nya ketika mengutarakan sesuatu. tegas dalam sikap, dan bertanggung jawab sedangkan putri adalah gadis periang, suka memasak seperti mamanya, Abimanyu sang adik juga tak kalah keren, manja dengan sang mama jika tidak ada kakak dan adik nya, suka bercanda, dan spontan. dan Bianca, adalah gadis yang ceria, spontan, keras kepala, cerdas, dewasa walau usia nya masih sangat muda, dan tegas,. serta tidak mau di bantah.
siapakah yang bisa mendapatkan cinta anak anak Bram sanjaya
yuk ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
" Hai bro.. " sapa Bram pada damar, tiyas dan juga Damian saat tiba di ruamhnya
" Hai bro.. " sapa balik damar lalu mereka sekilas berpelukan
" Hai yas... sudah lama kita tidak bertemu, " sapa Wina pada tiyas dan mereka saling berpelukan
" baru seminggu yang lalu bu kita bertemu " jawab tiyas
" ayo masuk.. kita langsung ke ruang keluarga " ucap Bram, dan semua pun masuk kedalam rumah menuju ruang keluarga
" banyak berubah ramah mu Bram" tanya damar
" ya begitulah semenjak papa mama tiada, semua aku rubah, dan juga permintaan anak anak, " jelas Bram sembari mereka duduk di sofa.
" kemana anak anak kenapa terlihat sepi " tanya tiyas.
" abi belum pulang, putra dan juna tadi sore pamit pergi, tidak tau kemana, Bianca menyusul kakak kembar nya ke London, kuliah di sana "
" syasa tidak kemari " tanya tiyas
" belum, masih sibuk dengan ke tiga anak nya dan dewa juga sibuk di kantor "
" maaf nyonya, ini minum dan kue nya , " ucap mbok Yati menghidangkan minuman dan kuenya
" Terima kasih mbok.. " ucap Wina, mbok Yati pun langsung kembali ke belakang.
" bagaimana dengan hubungan anak anak kita, Damian dan putri, " ucap bram memulai pembicaraan
" aku kaget sebenarnya waktu Damian memberitahu jika dia dan putri mempunyai hubungan selama dua tahun, yang aku tahu mereka bersahabat " jawab damar
" persahabatan antara laki laki dan perempuan itu tidak mungkin selama nya menjadi sahabat, lambat laun pasti ada benih cinta yang tumbuh di antara kedua nya , bukan begitu Damian.. " ucap Bram memastikan
" iya om.. Damian juga tidak tau kenapa rasa itu tiba tiba datang, " jawab Damian sedikit malu
" jadi bagaimana.. ? " ucap Bram bertanya
" em.. Damian malam ini ingin melamar putri om, Damian harap om menerima nya " jawab Damian sedikit gugup namun pasti
" om suka cara mu dam.. kamu gentlemen sebagai laki, berbicara sendiri tanpa perwakilan papa mu " ucap Bram dan menatap Damian dengan serius, Damian hanya tersenyum malu, dan orang tuanya pun hanya tersenyum bahagia bangga
" ok, aku menerima nya, tapi semua aku serahkan pada putri, " jawab Bram " putri turun lah, " sambung Bram memanggil putri,
putri pun turun dengan penampilan tak biasanya kini ia menggunakan gaun di bawah lutut, dengan anggun nya ia menuruni tangga. dan menuju ruang keluarga. ia pun duduk di sofa ujung dan sedikit menunduk karena malu
" Damian.. sampai kan sendiri maksud sangat tujuan mu datang kemari bersama orang tua mu " ucap Bram Damian pun mengangguk lalu menghampiri putri dan berlutut dihadapan nya
" putri.. aku datang bersama orang tua ku, dan kamu juga mengenal mereka, aku mengenal mu sudah dari kecil kita juga menjadi sahabat, teman sepermainan, dan kita pun satu sekolah dari SD sampai SMA bahkan satu kampus yah.. walaupun aku tahu aku lebih muda dari mu satu tahun, tapi hari ini aku datang melamar mu untuk menjadi istri ku, mau kah kamu menikah dengan ku, putri Bram sanjaya " ucap Damian penuh cinta dan harapan sembari memegang cincin di hadapan putri. putri pun tak kuasa menahan air matanya
" aku tahu kamu Damian, kamu laki laki yang mempunyai banyak perempuan, tapi aku tahu dirimu seperti apa, yah.. aku mau menikah dengan mu " ucap putri penuh haru. lalu Damian memasangkan cincin ke jari putri lalu mereka berpelukan dan duduk berdampingan
" alhamdulilah.. akhirnya, kita menjadi besan Bram " ucap damar
" yah dam.. padahal kita tidak pernah merencanakan ini sebelum nya, " ucap Bram senang.
tiba tiba putra datang bersama juna dan lisa, putra sedikit terkejut karena ada Damar, tiyas dan Damian yang duduk di sebelah putri
" apa aku melewatkan sesuatu, " tanya putra sembari masih menggenggam jemari lisa
" putra, lisa.. kemari duduk " ucap Wina yang memang sudah mengenal lisa sewaktu SMA
" tante.. om.. , " sapa lisa dan langsung menyalami Wina, Bram dan semua nya lalu duduk di sebelah putri di susul putra duduk di sebelah lisa
" juna, duduk sayang " ucap Wina meminta juna duduk di samping nya
" putra.. putri sudah di lamar Damian, " ucap Bram memberitahu
" jadi kalian serius dengan hubungan kalian, tapi jika kamu macam macam dam, aku tidak segan segan menghajar mu " ancam putra
" put.. aku memang brengsek, tapi aku tak Sebrengsek yang kamu pikirkan, aku benar-benar mencintai adik kembar mu putri "
" putra sudah.. " ucap Bram menengahi
" pa.. ini yang namanya lisa, " ucap putra memperkenalkan lisa
" jadi kamu yang bernama lisa " jawab Bram, Bram memang belum mengetahui siapa lisa
" iya om.. saya lisa " jawab lisa sedikit takut
" cinta kalian begitu kuat, terpisah dari SMA, kini bertemu kembali, ini namanya takdir " ucap Bram .
" ok berhubungan kalian sudah berkumpul dan membawa pasangan masing-masing, 2 bulan kedepan kalian berempat akan aku nikahkan bersama-sama " ucap Bram
" pa ini terlalu cepat " bantah putra
" tapi om.. " ucap lisa
" tidak ada yang boleh membantah, dan papa sudah tau keluarga lisa, " ucap Bram tidak mau di bantah " satu lagi papa mama sudah tau kisah perjalanan lisa dan keluarga nya, kamu tidak perlu tau papa mama mengetahui nya dari mana " ucap Bram sekali lagi
semua yang mendengarnya pun hanya terperangah mendengar keputusan Bram sepihak, Tiba-tiba abi datang dan terkejut melihat yang ada ruang keluarga saling diam dan melihat satu sama lain, abi pun melihat juna dan juna pun tau kedatangan abi lalu abi bertanya pada juna dengan isyarat , namun juna hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau apa yang orang dewasa bicarakan, lalu juna memilih naik ke atas menuju kamarnya
" malam ma.. pa, om.. tanya, dan semua " sapa abi Damian langsung duduk di pinggiran sofa sebelah putra
" kenapa semua nya terdiam, tidak ada yang bicara " tanya abi santai
" kamu segera bawa calon istri mu kemari dua bulan kedepan kalian akan papa nikahkan "
" what.. seriusly " tanya abi tak percaya
" abi belum punya calon pa ma.. " ujar abi
" papa kasih waktu dua bulan, untuk mencari calon istri " ucap Bram santai
' asyik..! kawin.. kawin.. aku mau kawin " ucap abi santai sembari melangkah menuju kamar nya dan memainkan kunci motor nya
" astaga anak itu.. selalu bercanda " ucap putri di iringi gelak tawa semuanya kecuali putra hanya sedikit menyunggingkan senyuman nya
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
gak lanjut lagi nich thor?