NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Awal dari bencana

Di sebuah pegunungan tinggi yang mana di tutupi oleh awan petir, di tempat itu terdapat puluhan ras monster tipe bersayap yang menguasai area tersebut, dan karena baik cuaca dan tempat yang tidak menguntungkan untuk tinggal di sana, umat manusia memutuskan untuk meninggalkan wilayah tersebut dan sekarang ini wilayah itu adalah milik dari ras Roc Bird.

Mereka adalah ras yang memiliki kepala elang, sepasang sayap elang raksasa di punggung mereka, dan tubuh bawah manusia. Para Roc Bird biasanya memiliki energi force elemen angin dan petir, dan karena mereka dapat terbang bebas di udara Roc Bird menjadi ras yang sangat sulit untuk di lawan. Namun berbeda dengan para ras monster lainnya, Roc Bird adalah salah satu ras monster yang tidak berinisiatif untuk menyerang kota umat manusia.

Para Roc Bird tersebut hanya menetap di pegunungan berbatu tersebut, itu adalah wilayah mereka yang mana membuat mereka menjadi mahluk. Akan tetapi pada saat itu “Crrast… Krrast…” seorang Mage ber element angin secara tiba-tiba mendatangi wilayah mereka dan membantai para Roc Bird yang sedang melakukan pengintaian di sana.

Roc Bird yang memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi langsung mulai mengumpulkan pasukan mereka, dengan 15 Roc Bird yang berlevel 5 mereka dengan cepat mengelilingi wilayah gunung berbatu tersebut. Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apapun selain mayat para Roc Bird muda yang mana belum mencapai usia yang cukup untuk keluar dari sarang mereka.

“Kieeek… ini adalah ulah manusia, mereka memancing anak-anak kita untuk keluar dari sarang mereka… hanya para manusialah yang memiliki cara selicik ini, kita harus membalas mereka” kata salah satu Roc Bird yang ada di sana.

Sementara itu Mage dengan elemen angin tersebut bersembunyi dengan sangat dekat dengan mereka, menggunakan Magic item dia dapat menyamarkan dirinya dengan area sekitar dan menggunakan tehnik sihir angin miliknya dia bisa menghapus bau dan jejak aura tubuhnya di sektiar Roc Bird tersebut. Saat dia membuka tudung kepalanya, ternyata Mage tersebut adalah Ruara, dia terlihat sedang mengincar salah satu pimpinan Roc Bird yang merupakan monster berlevel 7.

“Ternyata informasi yang aku dapatkan benar, pimpinan Roc Bird ke 4 sudah hidup sekitar ribuan tahun… dan tidak ada tanda-tanda kekuatannya akan meningkat, sehingga dia menjadi lemah karena usia tuannya”

“Walaupun dia sudah tua dan menjadi lemah, akan tetapi dia tetaplah monster berlevel 7… aku tidak bisa sembarangan menyerangnya, karena itulah… warga desa, maafkan aku akan tetapi kalian harus menjadi tumbal bagi keselamatanku” pikir Ruara.

Di sekitar gunung berbatu tersebut, terdapat sebuah desa kecil yang mana sebagian besar adalah para penambang yang menambang bijih besi tipe spesial, sebuah biji besi yang mana dapat mengalirkan energi force dengan mudah saat para Mage menggunakannya dan merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan Magic item. Karena para Roc Bird tidak mengganggu mereka, para warga di sana hidup dengan damai dan aman, walaupun begitu tetap ada beberapa Mage berlevel 3 yang menjaga tempat tersebut.

Namun di hari-hari mereka yang damai, awan gelap menutupi seluruh desa tersebut dan dari awan gelap tersebut para Roc Bird yang marah mulai bermunculan, mereka terlihat memegang tombak kayu yang mana ujungnya adalah batu besi yang mereka tajamkan menggunakan tangan dan darah mereka sendiri.

Sementara itu Merlin yang berhasil menjadi tokoh kunci dalam penaklukan sarang-sarang para Snake Man, mendapatkan penghargaan yang berupa sebuah mendali kehormatan dari markas militer 5. Bukan hanya itu saja Merlin juga di berikan sebuah belati hitam yang mana adalah sebuah Magic item level 2, di bandingkan mendali yang dia dapatkan Merlin terlihat lebih menyukai belati hitam yang merupakan Magic item tersebut.

Setelah kembali ke pangkalan militer 5, Merlin bersama dengan para murid Mage lainnya yang ada di sana mulai bersiap untuk kembali ke ibu kota Kerajaan Nera. Para murid Mage beserta Merlin mendapatkan liburan selama 3 minggu di ibu kota, sementara itu para Mage prajurit dari berbagai markas militer mulai berdatangan ke markas militer 5, mereka terlihat sedang bersiap untuk mengadapi serangan tahunan dari ras monster Snake Man.

Lalu di dalam ibu kota Kerajaan Nera, saat Merlin sedang membereskan barang-barang miliknya, di saat itu Blace menyapa dirinya dan berkata.

“Merlin… ini, aku memberikan ini untukmu… anggap saja itu adalah bagian dari hadiah untuk misi kali ini” kata Blace sambil menyerahkan kartu berisi poin.

“Oooh… terimakasih, aku memang sedikit membutuhkan uang” balas Merlin.

Beberapa menit kemudian Merlin kembali ke asrama miliknya, dan pada saat itu dia memeriksa isi dari kartu poin yang di berikan Blace pada dirinya, dan di dalam kartu poin tersebut terdapat 1 juta poin yang mana dapat menghidupi satu keluarga yang tinggal di ibu kota negara besar selama 1 tahun lamanya.

“Mereka memberikan uang dalam jumlah yang cukup banyak, nampaknya militer sudah menargetkanku… aku harus memikirkan kembali untuk bergabung ke dalam militer, karena walaupun banyak keuntungan yang akan aku dapatkan… namun kebebasanku diambil oleh kewajiban dan misi-misi yang akan di berikan nantinya” pikir Merlin.

Selama satu minggu penuh Merlin beristirahat dan berjalan-jalan di sekitar kota, dalam satu minggu tersebut dia sempat menjumpai Luciel dan keluarganya, dan dari sana dia mendapatkan banyak informasi akan garis depan wilayah gurun. Di sana Merlin mengetahui kalau para Snake Man mengeluarkan kartu lain sekali Giant Snake, dan kartu itu ialah para penghianat dari pihak umat manusia.

Mage yang berkhianat terhadap umat manusia dan memutuskan untuk tunduk kepada salah satu dari 10.000 ras monster yang di sebut sebagai Fallen, mereka mematuhi ras monster untuk mendapatkan kekuatan dari ras mereka dan untuk membantu ras monster memperbudak umat manusia dan menguasai dunia manusia. Para Fallen yang menyusup ke dalam pasuka militer membuat keributan besar di medan peperangan, akibat perbuatan mereka banyak korban yang berjatuhan.

Akan tetapi para ras Snake Man tetap di pukul mundur, dan retakan ruang dimensi milik ras Snake Man kembali normal, dan hal itu membuat para Snake Man yang ada di medan peperangan mulai melemah dan dapat di habisi dengan mudahnya oleh para Mage prajurit dan penjelajah. Mendengar adanya Fallen yang mana menyerang markas militer no 5, membuat Merlin tersenyum, karena baginya itu adalah sebuah kesempatan yang dia sangat nantikan.

“Fallen… kenapa aku bisa lupa akan mereka, cocok sekali… mereka sangat cocok, untuk aku jadikan tes subjek manusia… kalau aku bisa menangkap paling tidak salah satu dari mereka, maka aku bisa menggunakan tehnik level 2 dari Demonic Grimoire” pikir Merlin.

.

.

.

.

Bersambung…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!