NovelToon NovelToon
Vessel Of Eternity

Vessel Of Eternity

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Cinta Terlarang / Iblis / Kutukan / Romansa
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: amuntuyu

Kisah seorang The Constant, sang pengelana waktu yang hidup empat ratus tahun. Bertemu dengan seseorang dari kaum Aethern, dewa cahaya yang hidup dalam keabadian. Awalnya mereka berpikir bahwa pertemuan itu hanyalah kebetulan. Namun, dibalik pertemuan itu, sebuah benang sudah terikat sejak ratusan tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amuntuyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Begitu cahaya biru itu bersentuhan dengan luka Kenzie, sebuah reaksi instan terjadi.

Zzzzt.

Julian tersentak. Rasa sakit yang tajam seperti sengatan listrik merambat naik ke lengannya, langsung menghujam jantungnya. Ia merasa seperti sedang mencoba menyiramkan air ke dalam kawah gunung berapi yang penuh lava. Sel-sel tubuh Kenzie yang kosong akan energinya menyedot kekuatan Julian dengan rakus, jauh lebih kuat daripada saat ia menyembuhkan manusia.

"Ungh..." Julian mengerang, keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya.

Julian bisa merasakan energinya ditarik keluar secara paksa. Namun, di saat yang sama, pemandangan ajaib mulai terjadi di depan matanya. Cahaya biru Julian mulai bercampur dengan sisa-sisa pendaran emas di luka Kenzie, menciptakan warna perak yang indah dan murni.

Daging yang tadinya merah dan pedih mulai merapat secara perlahan. Jaringan kulit yang terputus seolah-olah ditenun kembali oleh benang-benang cahaya yang tak terlihat. Julian terus memaksakan energinya mengalir, meskipun ia merasa separuh dari kekuatannya sendiri terkuras habis hanya untuk menutup satu luka itu.

Bagi Julian, ini bukan lagi sekadar menyembuhkan luka fisik. Ia merasa seolah-olah sedang menyentuh jiwa Kenzie yang paling dalam. Julian merasakan dinginnya kesepian empat ratus tahun gadis itu, kepedihan mimpinya dan kelelahan yang luar biasa.

"Berikan bebannya padaku, Kenzie. Ambil energi ini dan kembalilah." bisik Julian, suaranya pecah oleh kelelahan.

Perlahan tapi pasti, luka besar di lengan Kenzie menutup sepenuhnya. Tidak ada bekas luka, tidak ada cacat. Hanya kulit mulus seputih porselen yang kembali seperti sedia kala. Namun, Kenzie masih belum terbangun. Tubuhnya masih sangat dingin, meskipun pendaran emas di bawah kulitnya mulai tampak stabil kembali.

Julian melepaskan tangannya dengan lemas. Ia jatuh terduduk di lantai samping tempat tidur, napasnya memburu. Julian merasa sangat lelah, seolah-olah ia baru saja berlari melintasi benua. Namun, ia tersenyum tipis saat melihat dada Kenzie kini naik-turun dengan ritme yang lebih kuat dan teratur.

Julian berhasil. Meskipun Kenzie sudah abadi dan aturan lima tahun tambahan itu mungkin tidak berlaku, Julian merasakan sebuah ikatan baru yang terbentuk di antara mereka. Sebuah ikatan energi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Julian menyandarkan kepalanya di tepi tempat tidur, tangannya masih menggenggam jemari Kenzie yang kini mulai terasa sedikit hangat. Di kamar sebelah, Elena telah selamat. Di kamar ini, Kenzie sedang memulihkan diri. Julian menutup matanya sejenak, membiarkan dirinya tenggelam dalam kelelahan yang luar biasa, menyadari bahwa mulai malam ini, takdir mereka bertiga telah terikat dalam simpul yang tak mungkin lagi bisa dilepaskan.

Julian masih terduduk lemas di lantai samping tempat tidur Kenzie, kepalanya bersandar pada tepian kayu yang dingin saat sebuah suara parau memecah keheningan malam. Bukan suara Kenzie, melainkan suara dari kamar sebelah, kamar di mana Elena seharusnya masih terlelap dalam pengaruh darah sang The Constant.

"Julian..."

Suara itu sangat tipis, nyaris seperti gesekan daun kering, namun cukup untuk membuat Julian tersentak bangun. Dengan sisa tenaga yang ada, ia berdiri, memberikan tatapan terakhir pada Kenzie yang masih tak sadarkan diri, lalu bergegas menuju kamar istrinya.

Di sana, Elena sudah membuka matanya.

Ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Elena. Matanya yang biasanya hanya mencerminkan kelelahan manusiawi, kini memiliki pendaran samar sisa-sisa energi emas Kenzie yang masih bekerja di dalam aliran darahnya. Karena energi The Constant itu kini mengalir di nadinya, Elena seolah memiliki penglihatan melampaui batas manusia.

Elena menatap Julian yang masuk dengan wajah pucat dan napas tersengal, namun ia tidak melihat Julian sebagai suaminya yang biasa. Ia melihat aliran cahaya biru yang redup di dada Julian, cahaya yang kini terhubung secara magis dengan gadis di kamar sebelah.

Elena tersenyum, namun senyum itu penuh dengan kesedihan yang damai. "Kau sudah memberikan bagian dari jiwamu padanya, bukan?"

Julian mematung di ambang pintu. "Elena... aku hanya mencoba menyelamatkannya. Dia hampir memudar karena menolongmu."

"Aku tahu, Sayang. Aku bisa merasakannya." bisik Elena. Ia menggerakkan tangannya yang gemetar, memberi isyarat agar Julian mendekat. "Darahnya memberiku kekuatan untuk melihat apa yang selama ini kau sembunyikan. Kau mencintainya dengan cara yang tidak akan pernah bisa kucapai. Dan itu tidak apa-apa."

Julian berlutut di samping Elena, air mata kembali menggenang. "Jangan katakan itu. Aku tetap di sini, bersamamu."

Beberapa saat kemudian, saat Julian pergi ke dapur untuk mengambilkan air hangat, Elena memaksakan tubuhnya untuk duduk. Ia merasakan kehangatan darah Kenzie di dalam dirinya, namun ia juga tahu kebenaran yang pahit, karena transfer energi dari Kenzie yang memang saat itu sedang lemah, energi itu tidak dirancang untuk menyembuhkan kematian. Itu hanyalah hadiah terakhir untuk memberinya waktu dan menghilangkan rasa sakit yang menyiksa.

Dengan tangan yang sangat gemetar, Elena meraih secarik kertas dan pena dari nakas di samping tempat tidurnya. Ia harus menuliskan ini sebelum kesadarannya kembali meredup.

Elena melipat kertas itu dengan rapi setelah ia menuliskan sesuatu di sana. Lalu Elena memanggil Clara yang entah sejak kapan sudah berdiri di balik pintu. Elena meminta Clara untuk memberikannya kepada Kenzie saat gadis itu terbangun nanti.

Saat Julian kembali ke kamar, ia melihat Elena sudah kembali berbaring dan Clara yang berdiri di samping ranjang. Wajah Elena tampak sangat tenang, tidak ada lagi gurat kesakitan atau sesak napas yang mengerikan seperti beberapa jam lalu.

"Tidurlah, Clara. Ini sudah malam. Biar Ayah yang menjaga Ibu." Julian mengusap lembut kepala Clara, kemudian mengecup kening anak itu singkat.

"Baik, Ayah.."

Clara mengangguk patuh, lalu berlari kecil keluar dari kamar Elena. Julian tidak tahu soal surat yang Elena pesankan, yang sudah Clara sembunyikan dibalik bajunya sedari Julian datang tadi.

"Julian." panggil Elena pelan, matanya mulai sayu. "Aku merasa sangat mengantuk."

Julian menggenggam tangan Elena, menyadari bahwa inilah saatnya. Energi yang diberikan Kenzie tidak bisa menyelamatkan nyawa Elena sepenuhnya, itu hanya berfungsi sebagai penghalau maut yang kasar. Elena kini berada di tahap di mana jiwanya perlahan-lahan melepaskan diri dari raganya, namun berkat darah Kenzie, proses itu akan terjadi dengan sangat lembut. Elena tidak akan merasakan sakitnya nyawa yang dicabut paksa, ia hanya akan tertidur dan tidak pernah bangun lagi.

"Tidurlah, Elena." bisik Julian, suaranya pecah. "Aku akan menjagamu sampai akhir."

"Janji padaku satu hal..." napas Elena semakin lambat. "Jangan membenci dirimu sendiri karena mencintainya. Dia adalah pelabuhanmu yang sebenarnya."

Julian tidak menjawab, hanya mengecup kening istrinya dengan saksama. Elena menutup matanya perlahan. Detak jantungnya melambat, setenang air yang berhenti mengalir. Di kamar sebelah, Kenzie secara tidak sadar menitikkan air mata dalam tidurnya, seolah-olah jiwanya merasakan ada satu lilin kehidupan yang baru saja padam dengan damai di rumah itu.

Malam itu, di rumah besar bergaya Victoria, kesedihan mendalam dan harapan baru bersatu dalam sunyi. Elena telah pergi, bukan dengan jeritan, melainkan dengan senyum yang ditinggalkan untuk dua makhluk abadi yang kini terikat selamanya.

...•••...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!