(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)
Aria Hastuti seorang gadis desa yang pergi merantau ke kota xx untuk mencari pekerjaan.
Aria yang hanya tamatan SMA, sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di kota.
Karena kecantikan yang ia miliki, Aria diterima bekerja di sebuah hotel ternama di kota xx sebagai OB.
Namun siapa sangka? Kedatangannya ke hotel itu malah menjadi petaka baginya.
Ia melewati malam yang panjang bersama pria yang tidak ia kenal.
Karena pengaruh obat yang mereka minum, mereka melewati malam yang panjang tanpa mereka sadari yang membuatnya hamil diluar nikah.
Bagaimanakah nasib Aria selanjutnya?
Ayo simak cerita ini sampai habis.
Jangan lupa beri Author dukungan dengan memberikan Like, komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehamilan yang tidak ku harapkan
"Tapi buk"
"Udah jangan tapi-tapian lagi. Kamu istirahat dirumah, ibu sudah sehat kok sekarang" Ucapnya yang langsung memotong perkataan ku.
,,,,,,,,,,***********
Setelah beberapa bulan semenjak kedatanganku ke desa.
"Uwekkk Uwekkkk"
Ibu yang mendengar suaraku dikamar mandi yang sejak tadi muntah-muntah dan ia baru pulang dari pasar, dengan segera ia menghampiriku.
"Aria, kamu kenapa?" Tanya ibuku khawatir. Dengan mengurut pundak ku agar muntah ku mereda.
"Gak tau buk, mungkin masuk angin" Jawabku.
Setelah sedikit reda, aku dibawa oleh ibu keruang tengah, dan ia mengolesi tubuhku dengan minyak.
Lagi-lagi aroma minyak yang ibu pakai itu begitu menyengat, dan itu sangat mengganggu dan akhirnya aku kembali berlari ke kamar mandi dan muntah disana.
Ibu sedikit diam disana, menatap kepergian ku dengan wajah yang tidak biasa.
Setelah selesai dari kamar mandi, aku kembali menghampiri ibu yang masih mematung diruang tengah.
"Buk, Buk, kenapa?" Tanyaku khawatir kala mendapati wajah ibu yang tanpa ekspresi, dengan tatapan kosong dimatanya.
Seketika ibu terperanjat dari lamunannya, dan langsung menatap wajahku. Aku begitu bingung akan ekspresi yang ibu tunjukan, bahkan aku tidak bisa menebak, apa yang sedang ibu pikirkan?.
"Aria, jangan-jangan kamu hamil"
Tubuhku seketika terasa tersambar petir disiang hari, mataku melotot dengan tubuh gemetar. Bagaimana mungkin, ibu bisa mengatakan itu kepadaku.
"Sewaktu ibu mengandung, ibu juga mengalami hal yang sama sepertimu. Tidak menyukai aroma minyak, dan juga muntah-muntah yang berlebihan" Ucap ibu lagi, dengan mengingat-ingat sewaktu ia hamil dulu.
"Buk, jangan membuat Aria takut" Ucapku dengan tubuh gemetar.
"Sebaiknya kita periksa saja ke bidan Lisa" Ajak ibu kepada ku.
Aku menggeleng tidak mau, aku benar-benar takut jika apa yang ibu katakan itu benar adanya. Aku takut, jika aku hamil diluar nikah apa jadinya hidupku ini, dan aku juga takut jika itu sampai terjadi maka aku akan menjadi aib dikampung ini, dan ibuku juga akan menanggung malu karena diriku.
"Aria, kamu harus periksa. Jika tidak kamu tidak akan tau" Ucap ibu memaksa.
"Tapi buk, aku takut" Jawabku dengan diiringi tangisanku.
"Percaya sama ibu, gak akan terjadi apa-apa" Ucap ibu lagi meyakinkan aku.
"Baiklah buk" Jawabku pasrah.
Sesampainya dirumah bidan Lisa, tubuhku kembali gemetar. Hawa dingin seakan menusuk seluruh tulang ku. Didalam hati, aku terus berdoa agar hasilnya tidak positif hamil.
Aku mulai diperiksa oleh bidan Lisa.
Setelah itu, aku disuruh untuk membuang air kecil dan menyisakan sedikit disebuah wadah yang sudah ia berikan kepadaku sebelumnya.
"Sebentar ya, kita tunggu dulu hasilnya" Ucap bidan Lisa padaku. Aku hanya membalas dengan anggukan saja.
Setelah melihat hasilnya, bidan Lisa nampak mengulas kan senyuman manisnya. Aku menjadi takut, apa itu pertanda bahwa aku benar-benar hamil?.
"Sekarang, mbak kembali berbaring disana. Karena saya akan memeriksa kembali perut mbak"
Aku hanya mengikuti perintahnya, dan ibu masih menatapku dan bidan Lisa dengan seksama. Sembari menunggu hasilnya.
Bidan Lisa meraba perutku dengan sedikit tekanan disana. Aku sedikit meringis, karena rasanya sedikit sakit.
"Sudah, sekarang ibu bangun. Saya akan memberikan resep obat untuk mbak" Ucap bidan Lisa itu lagi.
Aku bangun dari tidurku, dan beralih duduk disebuah bangku yang ada didepan meja bidan Lisa.
"Buk, bagaimana hasilnya. Apakah anak saya hamil?" Tanya ibuku tidak sabaran.
"Menurut hasilnya, mbak Aria memang sedang hamil, dan kehamilannya menginjak 3 bulan"
Aku terasa ingin pingsan mendengar penuturan bidan Lisa. Tubuhku terasa begitu lemah, bahkan rasanya ingin pergi dari tempatnya. Pandanganku pun mulai menghitam, dengan kepala yang semakin terasa sakit.
Ibu yang melihat tubuhku yang mulai lunglai, dengan segera ia menopang tubuhku dengan sedikit menepuk pipiku.
"Aria, Aria. Sadar nak" Ucap ibuku khawatir.
Bidan Lisa langsung mengambil tindakan. Mencoba membantu aku untuk sadar kembali.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Jangan lupa dukung karya saya, dengan like, komen dan vote ya.
Baca juga novel Lainnya:
-Menikahi CEO Yang Kejam
-Menikah Karena Hutang
jadi ga tau kelanjutan nya gimana.
lanjut dong Thor kisah ceritanya ditunggu.
Karena setelah badai selalu akan tampil langit yang cerah.. bahkan dengan indahnya sang Pelangi 🌈