Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Keesokan harinya, Antonio tiba di kantor lebih awal dengan tubuh yang pegal-pegal. Bau minyak angin samar-samar tercium dari tubuhnya, kontras dengan parfum mahal yang biasa ia semprotkan.
Hari ini, ia bahkan tidak berani berjalan lewat lobi utama. Ia memilih menyelinap melalui pintu belakang langsung menuju tangga darurat yang terhubung ke gudang bawah tanah.
Gudang itu pengap, gelap, dan dipenuhi barisan rak besi berkarat setinggi langit-langit yang memuat ribuan map arsip berdebu.
"Pak Antonio, tepat waktu ya," sebuah suara mengagetkannya.
Antonio menoleh dan menemukan Boni sudah berdiri di ambang pintu gudang, melipat tangan di dada dengan setelan jas yang rapi. Di belakang Boni, dua orang petugas kebersihan kantor tampak membawa ember, lap, dan beberapa kardus kosong.
"Boni," sapa Antonio, suaranya parau, menahan gejolak amarah. "Apa tugas pertama saya?"
Boni tersenyum tipis, lalu menunjuk ke arah tumpukan dokumen setinggi dua meter di sudut gudang.
"Nyonya G meminta seluruh arsip laporan keuangan dan operasional dari lima tahun lalu disortir ulang secara manual. Masukkan ke dalam kardus berdasarkan tahun, lalu ketik ulang ringkasannya di laptop ini." Boni meletakkan sebuah laptop tua di atas meja kayu yang bergoyang.
"Semuanya? Sendirian?!" Antonio membelalakkan mata. "Ini butuh waktu berminggu-minggu, Boni!"
"Nyonya G hanya memberi waktu tiga hari, Antonio. Jika Anda tidak selesai, potong gaji Anda akan diperpanjang menjadi enam bulan," jawab Boni dingin tanpa beban. "Dan satu lagi... hari ini Nyonya G akan melakukan inspeksi mendadak ke gudang ini untuk memeriksa kinerja Anda. Jadi, pastikan Anda tidak bermalas-malasan."
Setelah meletakkan laptop, Boni berbalik dan pergi bersama petugas kebersihan, meninggalkan Antonio sendirian dalam keheningan yang menyesakkan.
Antonio menggeram frustrasi. Dengan kasar, ia merenggut dasinya hingga lepas, menggulung lengan kemejanya, dan mulai memilah kertas-kertas berdebu itu.
Setiap lembar dokumen yang ia sentuh membuat tangan dan wajahnya menghitam terkena jelaga debu.
Pukul sebelas siang, suasana di dalam gudang semakin panas karena pendingin ruangan yang tidak berfungsi maksimal.
Antonio sedang berlutut di lantai beton, sibuk menyusun map-map besar, ketika terdengar suara langkah kaki yang anggun bergema dari arah tangga.
Plak... plak... plak...
Suara ketukan sepatu hak tinggi yang berirama itu membuat jantung Antonio mendadak berdesir aneh.
Ia buru-buru berdiri, mengusap keringat di dahinya dengan lengan baju yang kotor, membuat wajahnya semakin berlepotan debu.
Pintu besi gudang terbuka lebar. Siska melangkah masuk terlebih dahulu, diikuti oleh sosok yang paling ditakuti Antonio saat ini: Nyonya G.
Hari ini, Grizla tampil sangat elegan dengan gaun hitam formal yang dipadukan dengan outer putih gading. Topi fedora hitam bertepi lebar dan kacamata hitam berbingkai besar masih setia menutupi wajahnya.
Sebuah syal sutra melilit lehernya dengan anggun, menyembunyikan tanda kemerahan di rahangnya akibat cengkeraman Antonio semalam.
Antonio langsung menundukkan kepala, mengatupkan kedua tangannya di depan tubuh. "S-selamat pagi, Nyonya G. Selamat pagi, Bu Siska."
Grizla tidak menjawab. Ia berjalan perlahan mengitari barisan rak besi, mengamati tumpukan kardus dengan gestur yang sangat berkuasa. Keheningan di dalam gudang itu terasa begitu mencekam bagi Antonio.
"Bagaimana progresnya, Pak Antonio?" tanya Siska membuka suara, nadanya penuh penekanan.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..